Breakout Saham: Pengertian, Jenis dan Cara Trading Saham saat Breakout

Pernahkah kamu melihat saham yang harganya bergerak datar (sideways) berbulan-bulan, lalu tiba-tiba melonjak tinggi dalam hitungan hari? Besar kemungkinan, kamu baru saja menyaksikan fenomena yang disebut Breakout.

Bagi para trader, momen ini adalah "sinyal emas" untuk masuk dan mendulang cuan besar dalam waktu singkat. Namun, hati-hati! Banyak pemula yang terjebak karena salah mengenali sinyal ini.

Yuk, pelajari seluk-beluk strategi breakout, cara membedakan sinyal asli dengan yang palsu, dan kapan waktu terbaik untuk eksekusi.

Bingung cari investasi reksa dana yang aman dan menguntungkan? Cermati solusinya!

Mulai Berinvestasi Sekarang!  

Pengertian Breakout Saham

loader

Secara sederhana, Breakout adalah kondisi ketika harga saham berhasil menembus level psikologis penting, baik itu level resisten (resistance) maupun level dukungan (support), disertai dengan lonjakan volume transaksi yang signifikan.

Bayangkan harga saham seperti bola yang terkurung di dalam ruangan:

  • Resistance (Atap): Batas atas yang sulit ditembus.
  • Support (Lantai): Batas bawah yang menahan harga jatuh.

Ketika harga berhasil "menjebol atap" (resistance breakout), itu adalah indikasi kuat bahwa tren harga akan lanjut terbang tinggi. Sebaliknya, jika harga "jebol lantai" (breakdown), harga berpotensi longsor lebih dalam.

Jenis-Jenis Breakout Saham

Breakout saham memiliki beberapa jenis yang harus diketahui terutama para trader saham yang ingin sukses dalam menyusun strategi dan mengambil keutusan yang tepat saat melakukan trading saham:

True Breakout

Breakout ini terjadi saat harga saham berhasil melewati suatu area atau level dan tidak berbalik arah sambil melanjutkan penembusan yang lebih dalam lagi.

Jika dilihat melalui candlestick, true breakout akan terkonfirmasi jika badan dari lilin tersebut melewati garis dan diikuti oleh peningkatan volume.

Semakin tajam peningkatan volumenya, semakin kencang sinyal dari true breakout.

False Breakout

False breakout bisa dikatakan sebagai gagalnya harga untuk membentuk sinyal breakout.

Jadi pada false breakout harga saham yang telah melampaui suatu level bergerak ke arah sebaliknya dan tidak melanjutkan penembusan.

Jika tidak hati-hati, tidak menutup kemungkinan bahwa kamu akan terjebak dalam kerugian.

Bisa disimpulkan, true breakout adalah kondisi menguntungkan dalam trading saham, sedangkan false breakout adalah risikonya. Itu karena true breakout dikonfirmasi dengan body dari candlestick sedangkan false breakout dapat dilihat dari bagian ekor lilin yang melewati garis dan tentunya tidak diiringi oleh peningkatan volume yang signifikan.

Untuk bisa menghindari risiko dari false breakout, kamu harus bisa memahami dan melihat harga saham dalam jangka waktu yang lebih panjang, melakukan konfirmasi dengan price action, dan menggunakan indikator lainnya sebagai pendukung.

Cara Trading Saham Saat Breakout (Strategi Entry)

loader

Agar tidak terjebak membeli di pucuk, ada dua strategi entry yang bisa kamu terapkan. Pilih yang sesuai dengan profil risikomu!

1. Buy on Breakout (Agresif)

Kamu langsung membeli saham begitu harga menembus level resisten intraday (saat pasar masih berjalan).

  • Kelebihan: Mendapatkan harga awal sebelum terbang terlalu tinggi.

  • Kekurangan: Risiko terkena false break sangat tinggi jika ternyata di akhir sesi harga kempes.

  • Tips: Pastikan volume transaksi sudah meledak saat kamu antre beli.

2. Buy on Retest / Pullback (Konservatif)

Setelah harga tembus resisten, biasanya harga akan turun sedikit (koreksi wajar) untuk menguji level resisten yang kini berubah menjadi support baru.

  • Kelebihan: Risiko jauh lebih rendah dan konfirmasi tren lebih valid.

  • Kekurangan: Kadang harga saham terlalu kuat (strong uptrend) sehingga tidak turun (retest) dan langsung terbang, membuatmu ketinggalan kereta.

Indikator Validasi: Jangan Asal HAKA!

Untuk meningkatkan akurasi trading-mu, jangan hanya melihat harga. Gunakan indikator bantuan ini:

  1. Volume adalah Kunci: Ingat mantra ini: "Price follows Volume". Kenaikan harga tanpa volume adalah manipulasi atau tren yang rapuh.

  2. MACD & RSI: Perhatikan momentum. Jika terjadi breakout tapi indikator RSI menunjukkan Divergence (pelemahan momentum), waspadalah terhadap False Break.

  3. Chart Pattern: Breakout biasanya terjadi di ujung pola grafik tertentu, seperti Cup and Handle, Flag Pattern, atau Triangle. Mengenali pola ini akan memberimu persiapan lebih awal.

Cara Mengatasi Risiko Gagal Breakout

Bahkan trader profesional pun bisa salah. Jika kamu sudah terlanjur beli dan ternyata sahamnya False Break, lakukan ini:

  • Disiplin Cut Loss: Jangan ragu buang kiri jika harga kembali turun dan closing di bawah level support. Lindungi modalmu.

  • Money Management: Jangan All-in di satu saham. Gunakan maksimal 10-20% modal untuk strategi breakout yang high risk high reward ini.

Jangan Mudah Tergoda Momen, Pasang Strategi sebelum Terjun

Strategi breakout adalah teknik ampuh untuk memaksimalkan keuntungan dalam waktu singkat. Kuncinya adalah kesabaran menunggu konfirmasi Volume dan disiplin menjaga level risiko. Jangan terjebak emosi FOMO saat melihat harga bergerak liar.

Sudah siap berburu saham breakout hari ini? Pastikan kamu menggunakan aplikasi sekuritas yang cepat dan anti-lag.