Budidaya Ikan Mas Ternyata Memiliki Peluang Profit yang Tinggi! Ini Penjelasannya

Tidak dapat dipungkiri jika di benak setiap orang pasti ada keinginan untuk menjadi pekerja yang mandiri dengan membuka sebuah bisnis. Entah sebagai sumber penghasilan utama atau sampingan, berbisnis dikenal sebagai salah satu profesi yang menantang namun banyak diminati, bahkan dikagumi. Oleh karenanya, tak sedikit orang yang berkeinginan untuk menjadi seorang pebisnis yang andal.

Akan tetapi, kebanyakan orang masih beranggapan bahwa memulai bisnis adalah hal yang amat sulit untuk dilakukan. Selain kebutuhan akan modal, membangun sebuah bisnis yang kuat membutuhkan ide usaha yang cemerlang. Tak hanya itu, seorang yang menggeluti profesi bisnis juga harus memahami betul bidangnya.

Nah, sebagai solusinya, berbisnis budidaya ikan layak untuk dijadikan pilihan. Jika sudah ada banyak pebisnis yang menyelami bisnis budidaya ikan lele yang sempat booming beberapa saat lalu, Anda bisa mencari alternatif dengan mencoba usaha budidaya ikan mas.

Ikan mas ternyata masih menjadi ide bisnis dengan peluang keuntungan yang tinggi di Indonesia. Cara pemeliharaannya yang mudah serta kompetisi bisnis yang tidak terlalu ketat menjadi alasan mengapa bisnis ini layak untuk dipilih oleh pengusaha pemula, terlebih bagi Anda yang hobi memelihara ikan.

Namun, sebelum merintis usaha ini, Anda tentu perlu memahami tentang peluang bisnisnya terlebih dahulu. Mempelajari tentang bagaimana cara merawatnya pun wajib untuk dilakukan. 

Untuk itu, agar bisnis ikan mas dapat menjamin kesuksesan dan menghasilkan profit yang berlimpah ruah, simak rangkuman keunggulan bisnis ikan mas dan cara budidayanya berikut ini. 

Keunggulan Berbisnis Budidaya Ikan Mas 

ikan mas

Penduduk Indonesia pasti sudah tidak asing lagi dengan jenis ikan yang satu ini. Ya, ikan mas telah luas dikenal oleh masyarakat Indonesia karena dapat dengan mudah dijumpai di banyak tempat. Tak hanya dijadikan sebagai ikan konsumsi, ikan mas juga banyak dipelihara sebagai ikan hias.

Sebagai salah satu jenis ikan air tawar dengan komoditas terbanyak di Indonesia, ikan ini diketahui rutin diproduksi hingga puluhan ribu ton setiap tahunnya. Hal ini tak lain ditengarai oleh banyaknya permintaan pasar serta cara budidayanya yang terbilang cukup mudah dilakukan.

Bisnis budidaya seringkali dianggap bisnis yang sulit dan hanya bisa dilakukan oleh seorang yang ulet. Padahal, dalam menggeluti bisnis budidaya ikan mas, pebisnis hanya perlu mengembangbiakkan ikan, baik secara alami maupun buatan. 

Penjagaan kualitas lingkungan ikan, seperti, kolam dan kualitas air pun sangat simpel dan mudah. Alasannya karena ikan mas adalah satu dari banyak jenis ikan air tawar yang mampu beradaptasi dengan lingkungannya.

Selain itu, pemberian pakan ikan mas juga tidak ribet karena mampu memakan segala macam makanan alami ataupun buatan. Memiliki kandungan gizi yang banyak dan bermanfaat, ikan mas menjadi salah satu konsumsi favorit masyarakat. Jadi, dengan keunggulan-keunggulan tersebut, bisnis ikan mas tentu layak untuk dijadikan sebagai alternatif ide bisnis karena dapat dilakukan oleh pengusaha pemula sekalipun.  

Baca Juga:  Seluk Beluk Budidaya Ikan Lele, Mulai Dari Modal Hingga Untung yang Bisa Didapatkan!

Pastikan Bisnis Berjalan Sukses dengan Memilih Benih Ikan Mas Berkualitas

Selayaknya dengan bisnis budidaya hewan lainnya, pemilihan benih atau bibit ikan mas menjadi penentu keberhasilan usaha. Kejelian dalam melihat kualitas benih serta menentukan jumlah ikan mas yang akan dibudidaya adalah hal mutlak yang wajib dimiliki oleh pebisnis. 

Untuk bisa mendapatkan benih yang bagus, Anda dapat mencermati ciri-ciri ikan mas dewasanya. Baik ikan mas berkelamin jantan dan betina memiliki ciri yang relatif sama untuk bisa dijadikan sebagai ikan indukan.

Ciri-Ciri Ikan Mas yang Siap Dijadikan Indukan

Ciri yang pertama adalah bentuk tubuh yang mulus serta tidak memiliki kecacatan sedikitpun. Ikan indukan berkualitas juga biasanya memiliki ukuran kepala yang lebih kecil dibanding badannya. Sisik yang cerah serta tersusun rapi juga menjadi ciri fisik ikan mas indukan yang baik. 

Selain itu, pastikan bahwa ikan mas jantan dan betina yang akan menjadi indukan berasal dari keturunan berbeda agar risiko inbreeding tidak terjadi. Terakhir, pilih ikan mas betina berumur sekitar 1.5 sampai 2 tahun dan yang jantan berusia lebih dari 8 bulan. Dengan begitu, besar kemungkinan benih ikan mas yang didapatkan berkualitas.

Baca Juga: 7 Manfaat Mengonsumsi Ikan dan Seafood Bagi Tubuh

Cara Tepat untuk Membudidayakan Ikan Mas

1. Pemeliharaan Indukan Ikan Mas Harus Dilakukan Terpisah

Setelah memilih indukan, pembudidaya ikan mas harus memisahkan antara yang berkelamin jantan dan betina. Pembudidaya dapat menempatkan indukan ikan mas pada kolam dengan kedalaman 60 sampai 80 cm dengan sumber pengairan paralel. Pemisahan indukan ini berguna untuk menghambat ikan mas kawin secara tidak sengaja.

Pemberian makanan pada ikan mas juga semestinya dijaga kandungannya. Pastikan kebutuhan gizi dan mineral pada pakan ikan terjaga dan dicukupi. Gunakan pakan pelet yang memiliki kandungan protein sebanyak 30% hingga 35% serta dedak jagung pada ikan mas.

Untuk porsi pakan, ikan mas biasanya hanya mengkonsumsi makanan sejumlah 2% sampai 4% dari berat tubuh setiap harinya. Dengan pembagian porsi makan dua kali dalam sehari, ikan mas tidak akan merasa kelaparan sehingga kualitas panennya terjaga.

2. Perhatikan dengan Benar Ikan Mas yang Siap Dipijah

Proses pemijahan adalah kegiatan pengembangbiakkan ikan mas agar dapat menghasilkan benih yang baru. Sebelum membahas tentang cara memijah ikan mas, Anda perlu mengetahui ciri ikan yang siap untuk dikembangbiakkan.

Untuk yang berjenis kelamin betina, ikan mas yang siap kawin memiliki gerakan yang cenderung lebih lambat dan suka melompat saat malam hari. Kondisi perutnya juga lebih buncit. Jika dapat mencermati lebih dekat, lubang anus ikan mas betina terlihat membengkak serta berwarna kemerahan.

Sedangkan untuk ikan mas jantan yang siap dipijah, gerakannya terlihat lebih lincah ketimbang biasanya. Saat lubang kelaminnya dipijat, ikan mas jantan akan mengeluarkan sperma berwarna putih. Ketika ciri ini sudah terlihat, maka ikan mas jantan dan betina bisa dipindahkan pada satu kolam untuk dipijah.

Dalam melakukan pemijahan, terdapat dua cara yang bisa dilakukan, yakni secara alami atau buatan. Untuk yang alami, pembudidaya hanya perlu mencampur indukan ikan mas jantan dan betina dalam satu kolam.

Sedangkan untuk pemijahan buatan, ikan mas akan dikembangbiakkan dengan cara penyuntikan hipofisa, hormon, serta pembuahan in vitro. Tujuan dari pengawinan secara buatan ini adalah untuk menjaga kualitas ikan mas dan demi mendapatkan jumlah benih yang banyak dan berkesinambungan. Setelah melakukan pemijahan buatan atau induced breeding, pembudidaya ikan mas dapat melakukan pembuahan buatan atau artificial fertilization agar ikan menghasilkan benih yang berkualitas.

3. Tumbuhkan Benih Ikan Mas dengan Melakukan Pendederan

Selain pemijahan, pembudidaya ikan mas juga harus lihai dalam melakukan pendederan, yakni sebuah proses menumbuhkan benih. Pada tahap pendederan ini, pembudidaya harus memindahkan ikan mas yang berukuran 10 sampai 12 cm dengan bobot 80 sampai 100 gram ke dalam kolam dengan air yang mengalir. 

Proses pembesaran ikan mas ini berlangsung sekitar 2 sampai 3 bulan. Ada beberapa teknik pendederan yang bisa dipilih oleh pembudidaya, yakni, air tenang, air deras, atau tumpang sari. 

Medium kolam juga bisa berbentuk kolam tanah, tembok, terpal, sawah, jaring apung, ataupun keramba. Yang pasti, pembudidaya harus tetap mengawasi kondisi ikan mas saat melakukan pendederan agar risiko gagal panen dapat dihindari. 

4. Tekan Risiko Gagal Panen dengan Menjaga Kesehatan Ikan Mas

Sama halnya dengan bisnis budidaya lainnya, terkena hama dan penyakit menjadi kendalanya. Pada ikan mas, kendala tersebut dapat memunculkan masalah produktivitas yang menurun hingga terjadinya gagal panen. Oleh karenanya, pembudidaya ikan mas harus bisa menekan risiko ikan terserang hama dan penyakit.

Caranya adalah dengan senantiasa mengontrol kondisi kolam ikan dan membersihkan kotoran yang masuk ke kolam. Pengecekan kondisi ikan mas juga harus rutin dilakukan sekali dalam beberapa waktu. Dengan begitu, kesehatan ikan mas akan senantiasa terjaga dan risiko kegagalan panen tidak akan terjadi.

5. Panen Ikan Mas dengan Waktu dan Proses yang Tepat

Terakhir, dalam menekuni bisnis budidaya ikan mas, pebisnis harus bisa memanen ikan dengan waktu dan proses yang tepat. Umumnya, permintaan pasar akan ikan mas adalah pada kisaran berat 300 sampai 400 gram setiap ekornya. Ukuran ikan mas tersebut merupakan ukuran yang optimal untuk dipanen dan dijual di pasaran.

Dari saat benih ikan mas berukuran sekitar 100 gram, pembudidaya harus menunggu setidaknya 2 hingga 3 bulan agar ikan berukuran optimal. Jadi, dalam kurun waktu kurang dari 3 bulan, pembudidaya mampu memanen ikan mas dan mendapatkan keuntungan yang berlimpah.

Baca Juga: Ikan Arwana Dihargai Fantastis, Kenali Alasannya Mengapa Menjadi Ikan yang Banyak Digemari

Ikan Mas Dapat Menjadi Solusi Bisnis Utama atau Sampingan yang Mudah

ikan mas

Sumber: paktanidigital.com

Setiap bidang bisnis yang digeluti pasti memiliki hambatan dan kesulitannya masing-masing. Namun, kesulitan yang ada pada sebuah bisnis berbanding dengan lurus keuntungan yang dijanjikan. 

Nah, bagi Anda yang ingin memulai menjadi seorang wirausahawan mandiri, tidak ada salahnya untuk mencoba bisnis budidaya ikan mas yang mudah untuk dikelola namun memberikan keuntungan yang berlimpah pula.