Cara Mudah dan Praktis Bayar Pajak Online Melalui ATM

Tak bisa memungkiri bahwa sebagian besar orang pasti masih melakukan pembayaran pajak dengan cara manual seperti mendatangi kantor pajak yang dituju. Padahal Direktorat Jendral Pajak (DJP) telah menetapkan cara lain membayar pajak, yaitu bisa melalui Anjungan Tunai Mandiri (ATM). Kebijakan yang telah dimulai sejak hampir tiga tahun ini tentunya bertujuan untuk memudahkan wajib pajak dalam menyelesaikan kewajiban pajaknya.

Namun, hingga saat ini masih saja ada masyarakat yang belum mengetahui caranya, bahkan ada pula yang sama sekali tidak tahu kalau bisa membayar pajak melalui ATM. Sehingga membuat mereka masih bertahan dengan cara yang manual.

Bagi wajib pajak yang sibuk, membayar pajak di ATM tentunya menjadi solusi yang sangat tepat. Namun, perlu diketahui sebelum itu, pastikan wajib pajak telah memiliki ID Billing di setiap jenis pajak yang akan dibayarkan terlebih dahulu. Sebab, wajib pajak harus memasukkan ID (kode) Billing sebagai kunci utama bayar pajak.

Bingung cari Kartu Kredit Terbaik? Cermati punya solusinya!

Bandingkan Produk Kartu Kredit Terbaik!  

Daftar Bank yang Melayani Bayar Pajak Melalui ATM

bank
Daftar Bank yang melayani pembayaran pajak lewat ATM

Dikutip dari pajak.go.id, terdapat 34 bank pilihan yang sudah bisa melayani wajib pajak dalam membayar pajak lewat ATM, di antarnya:

·         BCA

·         Mandiri

·         BNI

·         BRI

·         Bukopin

·         CIMB Niaga

·         OCBC NISP

·         DBS

·         Permata

·         BTN

·         Citibank

·         Sinarmas

·         Bank Sinarmas

·         ICBC Indonesia

·         Panin

·         Artha Graha

·         Maspion

·         Mestika Dharma

·         BPD Sumatra Barat

·         BPD Riau Kepri

·         BPD Jawa Timur

·         BPD Jawa Tengah

·         BPD Kalimantan Timur

·         BPD Kalimantan Barat

·         BPD DI Yogyakarta

·         BPD Sulawesi Tengah

·         BPD Kalimantan Tengah

·         BPD Maluku

·         BPD Kalimantan Selatan

·         Bank Nusantara Parahyangan

·         BPD Papua

·         Bank Sulawesi Utara

·         BPD Sumsel Babel

·         BPD Jawa Barat dan Banten

 

Baca Juga: Memahami Pajak UMKM, Keuntungan, dan Cara Perhitungannya

Langkah Pembayaran Pajak di ATM BCA, Mandiri, BNI dan BRI

  • ATM BCA
  1. Masukan kartu ATM BCA
  2. Input PIN
  3. Pilih menu Transaksi
  4. Pilih Lainnya
  5. Klik Pembayaran
  6. Pilih Pajak
  7. Klik Penerimaan Negara
  8. Input Kode Billing
  9. Cek kebenaran data
  10. Konfirmasi Pembayaran dan Struk BPN (Bukti Penerimaan Negara) akan tercetak, kemudian simpan
  • ATM Mandiri
  1. Masukan kartu ATM Mandiri
  2. Input PIN
  3. Pilih menu Bayar/Beli
  4. Pilih menu Penerimaan Negara
  5. Pilih Pajak
  6. Input kode Billing
  7. Cek kebenaran data
  8. Konfirmasi Data Pembayaran
  9. Cetak BPN dan simpan
  • ATM BNI
  1. Masukan kartu ATM BNI
  2. Input PIN
  3. Pilih Pembayaran
  4. Pilih Pajak/Penerimaan Negara
  5. Pilih Pajak/PNBP/Bea dan Cukai
  6. Masukan kode Billing
  7. Cek kebenaran data
  8. Pilih YA
  9. Cetak struk BPN dan simpan
  • ATM BRI
  1. Masukan kartu ATM BRI
  2. Input PIN
  3. Pilih Transaksi
  4. Klik Pembayaran
  5. Pilih Lainnya
  6. Klik MPN
  7. Input kode Billing
  8. Cek kebenaran data
  9. Konfirmasi Pembayaran
  10. Cetak dan Simpan BPN

Baca Juga: Sanksi Tak Lapor SPT Tahunan Pajak

Kekurangan Bayar Pajak Lewat ATM

atm
Kekurangan bayar pajak lewat ATM

Disamping kemudahannya dalam membayar pajak melalui ATM, adapun kekurangan yang perlu wajib pajak ketahui agar lebih berhati-hati dan terhindar dari hal-hal yang tidak diinginkan. Berikut kekurangan bayar pajak lewat ATM, di antaranya:

1. Salah Input ID Billing

Walau menggunakan ATM dalam membayar pajak, Anda sebagai wajib pajak mengharuskan untuk menginput ID Billing secara manual. Tak sedikit orang yang sering melakukan kesalahan saat input kode ID Billing. Hal ini tentunya menimbulkan wajib pajak mengalami kerugian karena salah membayar pajak.

Tips: Untuk itu, dalam menginput sebaiknya diperhatikan dengan baik-baik dan jangan terburu-buru. Setelah selesai, cek kembali ID Billing untuk memastikan tidak adanya kesalahan satu kode pun.

2. Hilangnya BPN

Setelah membayar pajak melalui ATM, pastinya wajib pajak akan menerima struk seperti halnya selesai melakukam transaksi pada umumnya. Namun struk ini tentunya berbeda dengan yang lain. Bila biasanya setelah transaksi struk langsung dibuang, tapi struk bayar pajak ini harus disimpang dalam waktu yang lama.

Sebab, struk ini merupakan BPN yang terdapat NTPN yang biasanya selalu digunakan wajib pajak bila ingin melaporkan pajaknya. Tapi sayangnya, tinta pada struk ATM mudah hilang.

Tips: agar struk BPN tersebut dapat tersimpan dalam waktu yang lama, alangkah baiknya segera lakukan fotokopi dan simpan dalam satu map yang dikhususkan untuk pajak. Dengan begitu, struk BPN bisa awet dan tersimpan dengan aman.

3. Tidak Bisa Bayar Pajak Sekaligus

Menggunakan ATM memang terkesan sangat praktis, terutama dalam membayar pajak. Namun, wajib pajak tidak bisa membayar pajak dalam satu transaksi sekaligus melainkan hanya bisa digunakan untuk membayar satu jenis pajak saja.

Contohnya kalau wajib pajak membayar PPh21 menggunakan ATM, maka tidak bisa lagi membayar jenis pajak lain. Wajib pajak harus mengulanginya lagi dengan ID Billing yang berbeda. Intinya, membayar pajak melalui ATM membutuhkan waktu yang tidak sebentar.

Tips: Jangan risau, untuk memudahkannya wajib pajak hanya tinggal menjadwalkan pembayaran pajak, misal satu hari satu jenis pajak.

Walau Mudah, Tetap Harus Teliti

Penggunaan ATM dalam membayar pajak memang menjadi solusi yang tepat bagi semua wajib pajak. Apalagi bagi wajib pajak yang tidak memiliki waktu luang untuk mengurusi dan membayar pajak yang sering kali memakan waktu yang tidak sebentar. Namun, dengan kemudahannya membayar pajak dengan menggunakan ATM, wajib pajak juga harus teliti ketika ingin memasukkan ID Billing hingga menyimpan struk BPN dengan baik.

Baca Juga: Jenis-Jenis Pemeriksaan Pajak yang Perlu Diketahui Wajib Pajak