Cara Mudah Investasi di Pasar Modal, Pemula Juga Bisa

Investasi agar hasilnya maksimal biasanya dilakukan dalam jangka panjang. Ini untuk mencapai tujuan keuangan investor di masa depan, seperti biaya pendidikan anak dan dana pensiun.

Salah satu investasi untuk mewujudkan tujuan jangka panjang tersebut adalah di pasar modal. Sayangnya, masih banyak di antara kamu yang takut duluan investasi di pasar modal. 

Alasannya rumit, hanya untuk investor kakap atau berduit saja, atau lainnya. Padahal faktanya tidak demikian. Saat ini untuk investasi pada instrumen pasar modal cukup terjangkau. Milenial juga bisa melakukannya. 

Pasar modal Indonesia memperdagangkan saham, obligasi atau surat utang, reksadana, serta bentuk lain, seperti waran dan produk derivatif (turunan) lain dari efek.

Baca Juga: Yuk Belajar Saham dan Investasi di Sekolah Pasar Modal. Simak Syarat dan Cara Daftarnya!

Anda Bingung Cari Produk Kredit Tanpa Agunan Terbaik? Cermati punya solusinya!

Bandingkan Produk KTA Terbaik! 

1. Saham

Saham
Analisis Saham via mitrainvestor.co.id

Saham adalah salah satu instrumen pasar modal yang banyak diminati investor. Bagaimana tidak? Investasi saham menawarkan keuntungan menarik.

Selain itu, dengan membeli saham perusahaan, kamu menjadi pemilik perusahaan tersebut. Bisa dapat dividen dan berhak ikut Rapat Umum Pemegang Saham.

Lo Kheng Hong pernah membagi tips investasi saham anti gagal yang bisa mendatangkan cuan besar, salah satunya adalah tidur.

Ketika kamu sudah memiliki saham perusahaan yang hebat, langkah terbaik adalah ‘tidur.’ Tidur di sini maksudnya adalah tidak bertindak apapun.

Saham disimpan saja dalam jangka panjang. Dengan tidur, kamu memberi kesempatan saham bagus untuk bertumbuh.

“Tidur adalah jalan untuk meraih kekayaan. Investor yang bijak dapat menghasilkan uang ketika dia tidur. Kalau kerja keras (diutak atik), justru akan terpancing untuk menjual saham,” sarannya.

Saham terdiri atas dua jenis, yaitu: 

  • Saham biasa

Di antara surat berharga yang ditawarkan di bursa efek, saham merupakan produk yang paling dikenal masyarakat. Perusahaan yang menerbitkan atau menjual sahamnya disebut emiten atau perusahaan publik. Saham merupakan bentuk kepemilikan yang paling banyak menarik dana dari masyarakat.

  • Saham Preferen

Saham preferen merupakan gabungan dari karakteristik saham biasa dan obligasi. Saham preferen mempunyai karakteristik seperti saham biasa, yaitu tidak selamanya memberikan dividen bagi pemegangnya.

Sehingga jika perusahaan mengalami kerugian, maka pemegang saham tidak akan mendapat dividen yang sama seperti sebelumnya. Selain itu, saham preferen juga memiliki karakteristik obligasi, yaitu memberikan imbal hasil tetap. 

2. Obligasi

Surat Obligasi
Surat Obligasi via blogspot.com

Obligasi adalah surat utang jangka menengah dan panjang yang dapat diperjualbelikan. Obligasi berisi janji dari pihak penerbit untuk membayar imbalan, berupa bunga (kupon) pada periode tertentu.

Kemudian melunasi pokok utang pada akhir waktu yang telah ditentukan kepada pemegang obligasi tersebut. Obligasi merupakan salah satu investasi berpendapatan tetap. 

Tujuannya untuk memberikan tingkat pertumbuhan nilai investasi yang relatif stabil dengan risiko yang sama, dibandingkan saham. Obligasi diterbitkan dan dijual dengan tujuan mendapatkan dana segar dari investor.

Surat utang ini dapat diterbitkan oleh perusahaan atau korporasi maupun negara atau pemerintah. Obligasi dapat disamakan dengan deposito berjangka, namun bedanya obligasi dapat diperjualbelikan, sedangkan deposito berjangka tidak.

Obligasi memberi penghasilan tetap kepada investor berupa bunga yang diterima per tahun, per bulan, atau dalam satuan waktu lainnya sesuai kesepakatan dan ketentuan di obligasi. Pemegang obligasi tidak akan diikutsertakan dalam Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS), karena tidak memiliki hak kepemimpinan dalam suatu perusahaan.

Obligasi dipengaruhi tingkat suku bunga. Misalnya tingkat suku bunga bank lebih rendah daripada suku bunga obligasi, maka pemegang obligasi dapat menjual obligasinya agar memperoleh keuntungan.

Sehingga tingkat suku bunga yang dibayar untuk pemegang obligasi sangat menentukan harga jual beli obligasi. Keuntungan yang diperoleh pemegang obligasi disebut capital gain.

Satu hal yang ditakutkan pemegang obligasi adalah kebangkrutan perusahaan penerbit obligasi. Sebab kondisi ini akan membuat pemegang obligasi rugi lantaran perusahaan tidak akan mampu membayar harga pasaran obligasi maupun bunganya. 

Baca Juga: Investasi Saham Syariah: Pengetahuan Umum dan Cara Investasinya

3. Derivatif

Surat Derivatif
Contoh Derivatif via justforex.com

Derivatif adalah salah satu surat berharga turunan yang terdiri dari:

  • Opsi

Opsi merupakan salah satu derivatif yang berisi surat pernyataan. Dikeluarkan seseorang atau lembaga yang memberikan hak kepada pemegangnya untuk membeli atau menjual sahamnya dengan harga yang telah ditentukan sebelumnya.

  • Right

Right adalah hak memegang saham baru yang akan dikeluarkan emiten. Di mana emiten harus menawarkan hak tersebut kepada pemilik saham lama terlebih dahulu.

Saham yang dibeli menggunakan right lebih murah daripada saham yang dibeli tanpa menggunakan right. Jika orang atau badan yang memiliki right tidak menggunakan hak tersebut, maka dapat menjualnya kepada pihak lain.

  • Waran

Warrant (waran) merupakan surat berharga yang dikeluarkan perusahaan yang memberi hak kepada pemegangnya untuk membeli saham perusahaan. Dengan persyaratan yang berkaitan dengan harga, jumlah dan masa berlakunya.

Waran dijual dengan surat berharga lainnya, seperti obligasi dan saham. Adapun tujuan penerbitan waran agar investor tertarik membeli saham atau obligasi yang dikeluarkan emiten.

Dengan menerbitkan waran, maka emiten harus menyediakan saham atau obligasi sesuai dengan jumlah yang diinginkan. Jika pemilik waran tidak menggunakannya, maka dia dapat menjualnya ke pasar modal.

Investor memiliki keuntungan dalam mendapatkan saham dengan harga di bawah harga pasaran. Sehingga investor memiliki peluang mendapatkan capital gain melalui penjualan warannya.

Namun waran juga memiliki risiko yang cukup besar. Risiko tersebut, antara lain ketika harga di pasar lebih rendah dibanding dengan perusahaannya, maka kepemilikan waran menjadi tidak berarti.

Sebab jika banyak investor membeli saham dengan waran, maka saham akan banyak beredar dan terjadi penurunan laba per sahamnya.

4. Reksadana

Reksa Dana
Analisis Reksa Dana via kontan.co.id

Berdasarkan Undang-undang (UU) Pasar Modal Nomor 8 Tahun 1995 Pasal 1 ayat 27, reksadana adalah suatu wadah yang digunakan untuk menghimpun dana dari masyarakat pemodal yang selanjutnya diinvestasikan dalam portofolio efek oleh Manajer Investasi (MI) yang sudah mendapat izin dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

Reksadana memiliki dua kelebihan, yakni pertama, bisa dijadikan investasi awal bagi investor newbie atau mereka yang kurang paham soal investasi. Kedua adalah cocok untuk mereka yang tidak punya waktu mengurus atau menghitung risiko atas investasinya.

Sebab, ada manajer investasi yang bertugas mengelola dana dan melaporkannya secara periodik kepada investor. Reksadana juga dapat menjadi alternatif investasi bagi kamu yang modalnya kecil.

Jenis reksadana ada empat, yaitu reksadana pasar uang, reksadana pendapatan tetap, reksadana campuran, dan reksadana saham. Membeli reksadana hampir sama dengan menabung, namun reksadana dapat diperjualbelikan, sedangkan tabungan tidak.

Investasi di reksadana saat ini modalnya receh. Mulai dari Rp 10 ribu seperti reksadana online atau Rp 100 ribu. Selain itu, pengelolaan dananya dilakukan oleh manajer investasi. 

Jadi buat kamu yang tidak punya waktu atau kurang paham pengelolaan reksadana, dapat mempercayakan pada ahlinya, yakni manajer investasi. Dari pengelolaan uang tersebut, kamu bisa mendapat keuntungan. 

Namun pastikan kamu berinvestasi pada perusahaan sekuritas atau manajer investasi yang terdaftar dan diawasi Otoritas Jasa Keuangan (OJK) agar terhindar dari penipuan dan penyelewengan. 

Baca Juga: Investasi Kripto vs Saham, Mana yang Lebih Menguntungkan?

Investasi Langsung dan Tidak Langsung di Pasar Modal

Saham
Investasi di pasar modal

Investasi di pasar modal dapat dilakukan dengan dua cara, yaitu:

1. Investasi Langsung

Investasi secara langsung dilakukan dengan cara membeli saham atau obligasi sesuai kehendakmu tanpa melalui manajer investasi. Investasi langsung mengharuskan kamu punya akun rekening di perusahaan sekuritas.

Investasi ini juga menuntut pengetahuan dan pengalaman mengenai pasar modal yang lebih dalam, karena kamu menentukan sendiri saham yang akan dibeli, waktu yang tepat untuk membeli atau menjualnya kembali.

2. Investasi Tidak Langsung

Investasi secara tidak langsung bisa dilakukan dengan cara memanfaatkan jasa manajer investasi. Manajer investasi merupakan pihak yang mengelola uangmu untuk dibelikan produk-produk investasi.

Komposisinya sudah ditentukan manajer investasi tersebut berdasarkan analisis fundamental, teknikal saham, maupun obligasi penyusun produk investasi tersebut, yang dikenal dengan reksadana.

Sehingga jelas bahwa investor mempercayakan uangnya untuk dikelola manajer investasi dengan harapan tingkat risiko yang dihadapi lebih kecil daripada secara langsung membeli saham atau obligasi tanpa bantuan manajer investasi.

Cara Mudah Berinvesatsi Saham di Pasar Modal

Bagi yang ingin investasi di pasar modal, berikut cara mudahnya:

  • Membeli Saham di Pasar Perdana

Investor bisa membeli saham perusahaan yang melakukan IPO atau mencatatkan sahamnya untuk pertama kali di Bursa Efek Indonesia. Caranya datang saat IPO, kemudian mengikuti prosedur yang ada untuk membeli saham.

Namun jika kamu sudah menjadi nasabah perusahaan efek penjamin emisi, maka dapat langsung memesan dan membeli saham IPO. Atau sekarang bisa online melalui e-IPO.

Selain itu, kamu dapat membuka rekening nasabah perusahaan efek penjamin emisi, sehingga dapat memesan dan membeli saham IPO tanpa harus datang ke gerai penawaran umum.

  • Membeli Saham di Pasar Sekunder

Artinya investor membeli saham yang telah tercatat dan diperdagangkan di Bursa Efek Indonesia. Caranya investor harus terlebih dahulu menjadi nasabah di salah satu broker saham atau perusahaan sekuritas yang menjadi anggota BEI.

  • Membeli saham melalui reksadana

Investasi bisa juga dilakukan dengan pembelian unit penyertaan reksadana, khususnya reksadana saham. 

Kunci Sukses Masa Depan adalah Investasi

Investasi bisa digunakan untuk tujuan meningkatkan kekayaan, atau bisa juga untuk tujuan persiapan pensiun dan dana pendidikan anak.

Bagi kamu yang masih awam masalah investasi di pasar modal dan dana yang dimiliki cukup terbatas, bisa memulai investasi dengan membeli reksadana. Jika sudah mulai paham baru bisa mencoba instrumen investasi yang lainnya.

Baca Juga: Cara Beli Saham IPO Lewat e-IPO, Tinggal Klik Langsung Investasi