Investasi di Fintech P2P Lending Ampuh Lawan Inflasi?

Selain masalah perekonomian krisis dan resesi, sebuah negara akan dibayangi persoalan inflasi. Yaitu kecenderungan naiknya harga barang dan jasa, pada umumnya yang berlangsung secara terus menerus.

Dengan kata lain, jika harga barang dan jasa di dalam negeri meningkat, maka inflasi mengalami kenaikan. Naiknya harga barang dan jasa tersebut menyebabkan turunnya nilai uang.

Inflasi dapat juga diartikan sebagai penurunan nilai uang terhadap nilai barang dan jasa secara umum. Bila harga barang dan jasa naik, inflasi melonjak, maka daya beli masyarakat semakin berkurang atau rendah.

Indikator yang sering digunakan untuk mengukur tingkat inflasi adalah Indeks Harga Konsumen (IHK). Indonesia setiap tahun mencapai titik inflasi terkendali sekitar 3-5%. Badan Pusat Statistik (BPS) saban bulan mengumumkan realisasi inflasi yang diukur berdasarkan 7 kelompok pengeluaran.

Kenaikan inflasi dapat dikendalikan dengan bauran kebijakan dari Bank Indonesia (BI) dan pemerintah. Namun bukan berarti inflasi membuat Anda berdiam diri tanpa melakukan pengelolaan keuangan demi masa depan finansial yang lebih baik.

Jika Anda sudah menabung sebagai salah satu cara mengatur keuangan, namun menyimpan uang di produk tabungan memiliki kekurangan, yakni tergerus inflasi. Karena bunga dari tabungan sangat minim. Ada cara lain dalam mengatur keuangan dan bisa mengatasi inflasi, yaitu berinvestasi di fintech peer to peer (p2p) lending.

Baca Juga: Inflasi: Pengertian, Penyebab, Rumus Menghitung, dan Dampaknya ke Ekonomi RI

Bingung cari Kartu Kredit Terbaik? Cermati punya solusinya!

Bandingkan Produk Kartu Kredit Terbaik!  

  • Memahami Inflasi dan Efeknya Bagi Masyarakat

Inflasi
Memahami inflasi dan efeknya bagi masyarakat

Inflasi adalah kondisi di mana harga barang dan jasa mengalami kenaikan dalam satu wilayah pada satu periode waktu tertentu. Kenaikan harga barang terjadi karena berbagai faktor sehingga daya beli masyarakat menurun.

Sebagai contoh, jika sebelum inflasi Anda bisa membeli barang A dengan nilai Rp 1.000, maka setelah inflasi harga barang naik, uang Rp 1.000 tidak cukup untuk membeli barang tersebut. Umumnya, masyarakat akan mengurangi pembelian atau sedikit barang yang dibeli.

Inflasi biasanya akan melonjak saat momen-momen tertentu, seperti menjelang puasa, Idul Fitri, Natal dan Tahun Baru, Imlek, dan lainnya.

  • Mengatasi Inflasi dengan Investasi

Investasi
Mengatasi inflasi dengan investasi

Inflasi bukan sesuatu yang tidak bisa dicegah atau dikendalikan agar geraknya tidak semakin liar. Pemerintah dan BI punya instrumen masing-masing untuk mengatasi laju inflasi. Bagi kita, mungkin termasuk Anda bisa juga loh ikut mengendalikan inflasi, salah satunya melalui investasi yang tepat, seperti investasi emas atau deposito.

Instrumen investasi individu yang paling mudah dan begitu dikenal banyak orang karena menguntungkan. Dengan investasi, Anda akan memperoleh imbal hasil jauh lebih tinggi dibanding hanya menyimpan uang di tabungan.

Dengan begitu, Anda tetap dapat menikmati keuntungan, dan aset bertambah karena mendapat imbal hasil yang nilainya di atas inflasi.

Baca Juga: Anti Missqueen, Milenial Wajib Coba Investasi Fintech P2P Lending

  • Investasi atau Pendanaan di Fintech P2P Lending Solusi atasi Inflasi

P2P Lending
Investasi di fintech p2p lending solusi atasi inflasi

Perkembangan teknologi dan internet mendorong kemunculan instrumen investasi baru yang memudahkan dan menguntungkan masyarakat. Di antaranya investasi atau pendanaan di fintech p2p lending.

P2P Lending merupakan suatu sistem (platform) yang mempertemukan pemberi pinjaman (lender) dengan peminjam (borrower). Dalam P2P, ada imbal hasil yang akan diperoleh lender per bulan atau per tahun.

Sementara si borrower akan dikenakan bunga setiap bulan dari pinjaman tersebut. Sasaran peminjam tergantung target perusahaan. Ada yang menyasar pelaku usaha kecil dan menengah (UKM), pegawai, ibu rumah tangga, hingga mahasiswa.

Intinya adalah mereka yang sedang membutuhkan uang untuk kegiatan produktif maupun konsumtif. Prosesnya melalui online, atau yang dikenal dengan layanan pinjaman online (pinjol).

Nah, buat Anda yang ingin menjadi investor di fintech p2p lending, modalnya sekarang murah banget. Mulai dari Rp100 ribu saja. Jika dilihat imbal hasil yang ditawarkan, cukup tinggi bisa mencapai 18% per tahun. Lebih tinggi dibanding deposito dan pastinya melampaui inflasi. Menguntungkan bukan?

Pilih Fintech P2P Lending Legal

Dalam berinvestasi di perusahaan fintech lending, Anda perlu waspada. Pastikan Anda memilih perusahaan yang berizin dan terdaftar resmi di Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

Jangan sampai tertipu, mengingat banyak fintech lending bodong yang terus mencari korban dengan tawaran imbal hasil menggiurkan atau tidak wajar. Sekali terjerat, investasi atau pendanaan Anda bukannya untung malah bakal buntung karena iming-iming keuntungan besar hanya semu.

Baca Juga: Seperti Hidup, Tanam Modal di Fintech P2P Lending Juga Punya Risiko. Apa Saja?