Investasi Emas Murni: Definisi, Kadar Hingga Tips Investasinya Biar Untung

Investasi menjadi salah satu hal penting yang wajib setiap orang lakukan dalam keuangannya. Dengan melakukan investasi sejak dini, kamu bukan hanya mendapatkan keuntungan, akan tetapi kamu juga memberikan keamanan pada kondisi keuanganmu di masa depan.

Bagaimana investasi kamu di tahun lalu, sudah mulai berjalan? Jika belum, tak perlu khawatir. Kamu bisa memulai investasi di awal tahun 2022 ini.

Banyak instrumen yang bisa kamu pilih, salah satunya investasi emas murni. Selain mudah, berikut ulasan selengkapnya mengenai emas murni mulai dari definisi, kadar hingga tips investasinya biar kamu bisa untung maksimal.

Simak ulasannya berikut ini!

Bingung Cari Produk Kredit Tanpa Agunan Terbaik? Cermati punya solusinya!

Bandingkan Produk KTA Terbaik! 

Apa Itu Emas Murni?

loader
Emas Murni

Emas murni adalah emas yang belum dicampur dengan logam atau bahan lainnya. Sejak zaman dahulu, emas murni untuk mempertahankan dan menambah kekayaan seseorang. Bahkan, kalangan bangsawan menjadikan emas murni ini sebagai alat pewaris keturunannya.

Selain itu, dahulu emas murni dijadikan sebagai alat tukar. Emas murni dilelehkan, kemudian di cetak bulat seperti koin.

Hingga sekarang ini, emas murni masih bagian investasi yang popular di kalangan masyarakat khususnya pemula. Investasi emas murni bisa kamu mulai dengan mudah dan keuntungan yang didapat juga lumayan.

Mengingat, nilai emasnya bertahan jangka panjang dan harganya cenderung mengalami kenaikan. Meski begitu, harga emas murni ini juga bisa mengalami penurunan dalam jangka waktu yang singkat. Tak perlu khawatir, tapi tetap harus diperhatikan agar tak salah dalam melakukan investasi emas murni.

Baca Juga: Penasihat Investasi: Pengertian, Jenis, Hingga 21 Penasihat Terdaftar APII

Kadar Emas Murni

Bukan hanya ukuran berat dalam gram atau kilogram saja, tapi kamu juga perlu mengetahui kadar karat pada emas yang merupakan besar kecilnya tingkat kemurnian emas.

Secara umumnya, kadar karat emas murni adalah 24 karat. Tetapi dengan adanya tujuan penggunaan emas seperti untuk perhiasan, maka kadar emas mulai beragam.

Misalnya saja, kamu membeli cincin untuk mahar pernikahan dengan kadar emas 23 karat. Artinya, kandungan emas pada cincin tersebut sebanyak 23 bagian, sementara sisanya kandungan atau bahan lain seperti tembaga, perak, platinum dan sebagainya.

Adapun rumus untuk menghitung emas murni, yaitu:

Jika kamu tak mau ribet, di Indonesia ada standar kadar karat emas yang sudah berstandar SNI 13-3487-2005, berikut daftarnya:

Karat

Kandungan Emas

24 Karat

99 – 99,9 %

23 Karat

94,80 – 98,89 %

22 Karat

90,60 – 94,79 %

21 Karat

86,50 – 90,59 %

20 Karat

82,30 – 86,49 %

19 Karat

78,20 – 82,29 %

18 Karat

75,40 – 78,49 %

14 Karat

58,30 – 41,70 %

10 Karat

41,70 – 58,30 %

Baca Juga: Melek Investasi: Simak Beda Investasi Saham, Reksa Dana, SBR, ORI, dan Deposito

Tips Investasi Emas Murni

loader
Emas Murni

Minat masyarakat terhadap emas tak akan ada habisnya. Namun, sebagai investor pemula yang cerdas perlu melakukan beberapa tips pada berikut ini agar investasi emas murni bisa dilakukan dengan mudah dan menguntungkan, antara lain:

1. Pilih Emas Kadar Tinggi

Tak bisa sembarangan pilih emas, sebab hanya emas yang memiliki kadar tinggi sajalah yang bisa dijadikan investasi, yaitu emas murni dengan kadar 24 karat. Emas 24 karat ini bisa dalam bentuk batangan atau lempengan.

Ukuran emas murni ini juga sangat beragam, mulai dari 0,01 gram, 0,02 gram, 0,25 gram, 1 gram, 5 gram, 25 gram, hingga 1 kilogram. Kamu bisa memulainya dengan beli emas ukuran kecil atau sesuai dengan modal investasi yang telah disiapkan.

2. Jadikan Investasi Emas untuk Jangka Panjang

Harga emas murni memang mengalami kenaikan, akan tetapi kenaikan ini tidak berlangsung setiap hari dan terus menerus. Ada kalanya harga emas murni juga mengalami penurunan. Maka dari itu, ketika kamu memutuskan investasi emas tidak dianjurkan untuk dijual dalam waktu cepat.

Investasi emas ini termasuk instrumen jangka panjang, yang waktu penyimpanan untuk memperoleh keuntungannya dalam kurun waktu 5 -10 tahun mendatang. Dengan waktu yang relatif lama ini, jumlah keuntungan bisa terlihat lebih maksimal.

Misalnya saja, Nia membeli emas murni pada 2016 lalu seberat 10 gram dengan harga Rp545 ribu per gram, jadi totalnya Rp5.450.000. Jika, Nia ingin menjualnya pada tahun 2022 ini dengan harga buyback per hari ini (21 Februari 2022) Rp878 ribu per gram.

Maka, perkiraan harga emas berdasarkan simulasi logammulia.com, yaitu Rp8.780.000. Jadi, keuntungan yang diperoleh Nia sebesar Rp3.330.000.

3. Beli Emas di Tempat Terpercaya

Emas murni ini bisa dibeli di toko perhiasan atau secara online baik melalui logammulia.com atau di berbagai e-commerce. Agar terhindar dari penipuan emas palsu, sebaiknya langsung pilih di tempat yang sudah terpercaya.

Cara beli emas di logammulia.com:

  • Kunjungi situs https://www.logammulia.com/
  • Membuat Akun dengan meng-klik menu Hi, Tamu di pojok kanan atas.
  • Pilih produk
  • Klik menu Emas Batangan dan pilih Beli Emas. Harga mengacu pada lokasi yang dipilih, pastikan Anda memilih lokasi tujuan terdekat dengan meng-klik Ubah Lokasi.
  • Cari produk yang anda butuhkan, masukkan jumlah yang diinginkan dan klik Tambahkan ke Keranjang. Semua produk adalah Ready Stok dan dapat berubah sewaktu waktu.
  • Cek Keranjang Belanja
  • Klik Check Out Now untuk lanjut ke pengiriman atau Kembali Belanja untuk melanjutkan belanja.
  • PIlih Pengiriman dan Metode Pembayaran
  • Konfirmasi pesanan

4. Nabung Emas

Investasi emas ini juga bisa kamu lakukan dengan cara nabung emas. Sekarang ini banyak platform atau bank yang menyediakan nabung emas. Jadi kamu hanya tinggal pilih, emasnya berapa gram, kemudian kamu nabung secara rutin per bulannya.

Berikut beberapa platform nabung emas terpercaya:

  • Pegadaian Digital
  • Tokopedia Emas
  • Shopee
  • Pluang
  • Indogold
  • E-Mas
  • BukaEmas
  • Lakuemas
  • Tamasia
  • Dana eMAS

Selain itu, berikut ini beberapa bank yang bisa kamu pilih untuk nabung emas:

  • BCA Syariah
  • BJB Syariah
  • BRI
  • BSI
  • BTN
  • CIMB Niaga
  • Mandiri

5. Pilih Tempat Penyimpanan yang Aman

Setelah membeli, pastikan kamu menyimpan emas murni di tempat yang sangat aman, baik di rumah atau di bank dengan deposit box.

Apabila kamu ingin menyimpan di dalam rumah, hindari tempat penyimpanan seperti di dalam lemari. Hal ini mudah ditemukan orang lain. Lebih aman, gunakan brankas. Berikut beberapa pilihan jenis brankas:

  • Steel Safes, brankas yang terbuat dari pelat besi atau besi baja yang biasa digunakan untuk menyimpan uang yang hanya sedikit. Namun, sayangnya brankas ini tidak bisa menahan api.
  • Fire Safes, brankas ini tahan terhadap api dan dari ketebalannya saja berbeda dengan jenis brankas yang lainnya.
  • Fire and Regular Safes, brankas yang memiliki keamanan tinggi karena tahan terhadap api dan dobrakan keras. Brankas jenis ini juga ada fitur penguncian otomatis dengan desain khusus.

Sementara, penyimpanan emas di deposit box bank, kamu perlu menyiapkan uang sewa per tahun. Setiap bank memiliki harga yang berbeda sesuai ukuran box yang dipilih. Deposit box ini hanya dapat dibuka dengan kombinasi kunci khusus, tanda tangan yang valid dari penyewa, dan mungkin kode-kode tertentu yang ditetapkan oleh bank.

Investasi Emas Murni dengan Disiplin

Jangan memaksakan diri sampai berhutung hanya untuk membeli emas murni yang gramnya besar. Ini hanya akan menyulitkan kamu saat membayar tagihan cicilannya. Lebih baik, mulai investasi emas murni ini dengan gram yang kecil atau disesuaikan dengan kemampuan finansialmu. Kemudian, lakukan investasi emas ini dengan disiplin. Namun, kamu tetap harus memperhatikan pergerakan harga emas setiap harianya agar kamu bisa melakukan jual-beli emas diwaktu yang tepat.

Baca Juga: 10 Investasi Menjanjikan yang Cocok untuk Investor Pemula