Ketahui Cara Menghitung Simulasi Kredit Motor Bekas

Membeli sebuah sepeda motor dalam kondisi bekas tentu akan membuat Anda melakukan sejumlah pertimbangan dengan matang. Hal ini sangat berisiko, terutama jika Anda membeli sebuah motor bekas dari seseorang yang tidak dikenal atau melalui dealer, maka Anda akan membutuhkan keahlian khusus dalam menilai kondisi keseluruhan motor tersebut. Jangan sepelekan tahap ini, karena kesalahan dalam melihat kondisi keseluruhan motor (terutama mesin) bisa berakibat fatal dan membuat Anda mengalami kerugian.

Saat ini, Anda juga dimungkinkan untuk memiliki sebuah motor dengan dana yang terbatas, di mana ada banyak leasing yang menyediakan layanan kredit motor bekas. Hal tersebut tentu akan dibarengi dengan sejumlah persyaratan dan ketentuan yang ditetapkan oleh pihak leasing. Beberapa persyaratan umum yang wajib Anda penuhi dalam pengajuan kredit motor bekas antara lain adalah fotokopi Kartu Tanda Penduduk suami istri (jika sudah menikah), fotokopi Kartu Keluarga, fotokopi rekening listrik/rekening PDAM, slip gaji asli atau Surat Keterangan Penghasilan (SKP), dan juga mengisi formulir permohonan pengajuan kredit yang telah disediakan.

Baca Juga: Manfaat Membayar Angsuran Kendaraan Tepat Waktu

Hal Wajib Dipersiapkan dalam Pengajuan Kredit Motor

Persiapkan Beberapa Hal Berikut Sebelum Pengajuan

Persiapkan Beberapa Hal Berikut Sebelum Pengajuan via securitystorage.ca

 

Di dalam mengajukan kredit motor bekas, sebagian besar orang seringkali beranggapan bahwa ini lebih menguntungkan dan hemat bila dibandingkan dengan kredit motor baru yang tentu saja lebih mahal. Namun jika Anda tidak cermat dalam mengajukan kredit motor bekas, maka bisa saja besaran biaya yang Anda bayarkan akan sama atau bahkan lebih mahal daripada mendapatkan sebuah motor dalam kondisi baru. Untuk itu, Anda perlu mencermati berbagai macam komponen yang akan Anda bayarkan di dalam pembelian kredit motor bekas yang Anda lakukan. Beberapa poin di bawah ini wajib Anda ketahui dan pertimbangkan sebelum mengajukan kredit tersebut:

1. Biaya Bunga

Pembelian motor secara kredit yang akan Anda ajukan sudah tentu dikenai sejumlah bunga oleh pihak leasing selaku sumber pendanaannya, maka sangat penting bagi Anda untuk mencermati besaran suku bunga yang mereka terapkan dalam pembelian tersebut.

Jangan terkecoh dengan bunga bulanan yang terdengar kecil dan ringan, belum tentu Anda mengerti seberapa ringan dan kecilnya hal tersebut jika dihitung dalam rupiah.

Contoh:

Anda akan membeli sebuah motor dalam kondisi bekas dengan harga Rp30 juta, di mana Anda kemudian membayar uang muka sejumlah Rp10 juta dan memilih masa angsuran selama 3 tahun untuk sisanya yang berjumlah Rp20 juta.

Dengan asumsi suku bunga kredit sebesar 1,5% flat setiap bulannya, maka perhitungannya adalah sebagai berikut:

Harga motor: Rp30.000.000

Uang muka: Rp10.000.000

Sisa hutang: Rp20.000.000

Total bunga: (pokok hutang x persentase bunga per bulan) x masa pinjaman

(20.000.000 x 1,5%) x 36 = Rp10.800.000

Total hutang: sisa hutang + bunga hutang

Rp20.000.000 + Rp10.800.000 = Rp30.800.000

Kesimpulan:
Meski 1,5% terlihat sangat kecil, namun hal tersebut akan sangat membebani jumlah cicilan kredit yang akan Anda bayarkan setiap bulannya, terutama jika Anda memilih masa kredit yang cukup panjang dalam pembelian motor yang Anda lakukan. Untuk itu, Anda perlu menghitung dan mempertimbangkan dengan matang terkait dengan besaran suku bunga yang ditetapkan oleh leasing. Coba lihat kembali perhitungan di atas, bunga yang harus Anda bayarkan bahkan lebih dari 50% nilai hutang yang Anda miliki. Sangat besar bukan?

2. Biaya-Biaya Lainnya

Di dalam pembelian motor bekas secara kredit, selain bunga kredit Anda juga wajib mengetahui jumlah biaya lainnya yang akan dikenakan oleh pihak leasing dalam pembelian tersebut. Jangan sampai Anda terkejut dan merasa dirugikan jika sewaktu-waktu pihak leasing menagihkan biaya tersebut kepada Anda.

Ada beberapa komponen biaya yang akan Anda bayarkan pada saat pengajuan kredit Anda disetujui oleh pihak leasing, antara lain:

  • Sejumlah biaya administrasi. Biasanya biaya ini akan berbeda antara satu leasing dengan yang lainnya, pastikan Anda memilih leasing dengan biaya administrasi yang ringan.
  • Biaya fidusia. Ini adalah biaya yang akan menjamin perjanjian yang terjadi antara Anda dengan pihak leasing, sehingga kewajiban dan hak Anda dan pihak leasing akan terlindungi oleh undang-undang.

Selain kedua komponen biaya tersebut, Anda juga wajib mengetahui besaran biaya penalti yang akan dikenakan oleh pihak leasing kepada Anda, jika sewaktu-waktu Anda melakukan pelunasan hutang kredit tersebut di awal. Pihak leasing tentu tidak mau rugi, mereka akan menerapkan sejumlah biaya atas tindakan pelunasan yang Anda lakukan sebelum masa kredit Anda berakhir, dan biasanya jumlah biaya ini terbilang cukup besar.

3. Penggunaan Asuransi

Ketika Anda membeli sebuah sepeda motor, maka Anda juga perlu melindunginya dengan jaminan asuransi kendaraan. Hal ini akan menghindarkan Anda dari berbagai macam resiko dan kerugian yang bisa saja terjadi sewaktu-waktu pada motor Anda. Pada dasarnya ada 2 jenis asuransi kendaraan yang bisa Anda jadikan sebagai pilihan:

  • Total Lost Only (TLO)
    Asuransi ini hanya akan menjamin kerugian Anda yang timbul akibat kehilangan/pencurian terhadap sepeda motor Anda, atau terjadinya kerusakan yang mencapai lebih dari 70%.

  • All risk
    Ini jenis asuransi yang menjamin semua kerugian yang timbul pada motor Anda, termasuk perbaikan ringan dan kerugian lainnya.

Meski pihak leasing biasanya akan memberikan rekomendasi mengenai perusahaan asuransi yang bisa Anda gunakan, namun Anda tetap berhak memilih dan menentukan sendiri perusahaan yang Anda anggap terbaik dalam hal ini. Anda bisa mencari perusahaan asuransi yang memenuhi kriteria sebagai berikut:

  • Memiliki kredibilitas yang baik
  • Cepat dan tanggap dalam menyelesaikan klaim yang diajukan nasabah
  • Mempunyai banyak cabang dan juga bengkel rekanan
  • Memiliki berbagai fasilitas pendukung yang lengkap

Baca Juga: Asuransi Motor: Ini Alasan Kenapa Anda Perlu Menggunakannya

Lakukan Simulasi

Simulasi Perhitungan Kredit Motor

Simulasi Perhitungan Kredit Motor via stimburysaccounting.com

 

Sebelum akhirnya mengajukan kredit motor bekas, sebaiknya Anda melakukan simulasi awal. Hal ini akan membantu Anda untuk mengetahui besaran cicilan, bunga, serta biaya lainnya yang wajib Anda bayarkan. Dengan begitu, Anda bisa menyesuaikan jumlah cicilan kredit Anda dengan kemampuan keuangan yang Anda miliki.

Contoh:

Anda memutuskan untuk membeli sebuah sepeda motor bekas seharga Rp26.000.000. Anda memiliki uang muka sebesar Rp10.000.000 dan memutuskan untuk membayar sisa hutang sebesar Rp16.000.000 tersebut secara kredit, dalam masa kredit 2 tahun.

Dengan asumsi bunga flat sebesar 1,5% perbulan, maka perhitungannya adalah sebagai berikut:

Harga motor: Rp26.000.000

Uang muka: Rp10.000.000

Sisa hutang: Rp16.000.000

Total bunga: (pokok hutang x persentase bunga per bulan) x masa pinjaman

(16.000.000 x 1,5%) x 24 = Rp5.760.000

Total hutang: sisa hutang + bunga kredit

Rp16.000.000 + Rp5.760.000 = Rp21.760.000

Cicilan per bulan: total hutang / jangka waktu cicilan

Rp21.760.000 / 24 = Rp906.670

Jumlah pembayaran pertama yang harus Anda lakukan adalah jumlah cicilan pertama + berbagai macam biaya yang dikenakan oleh pihak leasing:

Cicilan pertama: Rp906.670

Biaya administrasi: Rp150.000

Biaya fidusia: Rp100.000

Biaya asuransi: Rp650.000

Maka total pembayaran pertama: Rp1.806.670

Ini tentu jumlah yang jauh lebih besar daripada nilai cicilan bulanan yang harus Anda bayarkan, karena itu sangat penting untuk mengetahuinya sejak awal, sehingga Anda tidak kaget dan bisa menyiapkan dana tersebut sebelum mengajukan kredit ke pihak leasing.

Anda Bingung Cari Kredit Motor Terbaik? Cermati punya solusinya!

Bandingkan Kredit Motor Terbaik! 

Jangan Terburu-Buru Membeli Motor Bekas

Dari perhitungan di atas bisa disimpulkan bahwa, jumlah bunga kredit yang harus Anda bayarkan terbilang cukup besar, meskipun masa kredit yang Anda pilih cukup singkat. Hal ini akan sangat tergantung pada besaran suku bunga yang ditetapkan oleh pihak leasing selaku lembaga pembiayaan. Jangan terburu-buru dalam melakukan pembelian motor bekas secara kredit, pastikan jumlah cicilan yang Anda pilih benar-benar berada dalam jangkauan keuangan Anda, dengan begitu Anda tidak akan kesulitan dalam membayar cicilan bulanan kredit yang Anda ajukan tersebut.

Baca Juga: Kredit Motor Ditolak? ini 4 Alasan Utamanya