Menabung dengan Gaji Rp4 Juta dan Bahagia, Bisa? Ini Caranya

Biasanya, ada saja alasan untuk bilang dengan mudahnya tidak bisa menabung karena gaji kecil atau gaji pas-pasan, bahkan karena banyak kebutuhan yang harus dipenuhi, dan sebagainya. Ya, tidak ada yang salah dengan itu semua.

Akan tetapi, percaya atau tidak, sejatinya segala sesuatunya bisa disiasati dengan bijak, agar masa depan tetap bisa dipersiapkan dengan baik dari sekarang, dengan cara menabung. Jadi, sebuah kesalahan besar bila tetap berpikiran bahwa menabung hanya bisa dilakukan oleh orang-orang yang bergaji besar.

Ayo, sadarlah! Siapapun bisa menabung, asalkan ada kemauan dan tekad yang bulat untuk memulai serta disiplin. Sebab, kita semua tahu bahwa menabung merupakan hal yang wajib dilakukan setiap orang, entah itu mereka yang berpenghasilan tinggi, maupun pendapatannya rendah.

Tabungan sangat bermanfaat guna menjaga kondisi keuangan tetap terjaga di masa depan. Dan kalaupun gaji kita, misalnya hanya Rp4 juta saja per bulan, bukan berarti tidak bisa menyisihkan uang untuk ditabung. Berikut cara jitu agar bisa menabung meski gaji hanya Rp4 juta, yaitu:

1. Buat Catatan Keuangan

Pencatatan Anggaran
Buatlah pencatatan anggaran dengan baik dan rinci

Hal pertama yang harus dilakukan agar bisa menyisihkan uang untuk ditabung adalah membuat catatan keuangan terlebih dahulu. Catatan keuangan ini disusun serapi mungkin, artinya secara rinci pos-pos pengeluaran harus tercatat dengan baik tak ada yang terlewat, juga mencatat besaran pemasukan yang diterima.

Dengan begitu, kita akan mengetahui sejak awal, berapa kebutuhan yang harus kita penuhi setiap bulannya, berikut jumlah tabungan yang kita miliki. Dengan demikian, kita juga akan memiliki gambaran seberapa besar tabungan di masa yang akan datang, katakanlah dalam setahun atau dua tahun bahkan lebih nantinya.

Perlu diingat, jangan menyisihkan uang untuk ditabung belakangan. Artinya, bila setelah dihitung-hitung uang gaji tidak bersisa, maka tidak jadi menabung. Ini akan menjadi kebiasaan yang buruk di masa-masa yang akan datang.

2. Menabunglah Setiap Awal Gajian

Terima Gaji
Jangan tunda untuk menabung sesaat setelah gajian

Jangan menunda-nunda untuk menyetorkan uang di rekening tabungan. Sebab, semakin lama ditunda, semakin besar pula peluang uang yang seharusnya ditabung itu akan terpakai untuk kebutuhan yang lain.

Alangkah baiknya, begitu uang gaji itu diterima, sesaat berikutnya langsung saja dimasukkan ke rekening tabungan. Dengan demikian, tidak akan tergoda untuk menggunakan uang tersebut. Satu hal lagi yang perlu diperhatikan adalah jangan sekali-kali mengutak-atik uang tabungan itu untuk alasan apapun, yang tidak terlalu penting.

Lalu, berapa besaran uang yang harus disisihkan untuk menabung, bila gaji hanya Rp4 juta?

3. Sisihkan Rp800 Ribu untuk Menabung

Uang Tabungan
Menabung itu wajib

Dalam pencatatan anggaran setiap bulannya, hitung besaran uang yang disisihkan untuk menabung sebanyak 20%. Artinya, dalam setiap bulannya, uang dari gaji yang ditabung sebesar Rp800.000.

Jadi, bisa tidak bisa, mau tidak mau, kita harus menyisihkan gaji untuk ditabung sebesar itu, tidak kurang juga tidak lebih. Kenapa jangan sampai lebih? Karena bisa saja mengganggu pos-pos anggaran lainnya.

4. Pastikan Menganggarkan Kebutuhan Sehari-hari Rp1,2 Juta

Belanja
Biasakan berbelanja seperlunya

Rumus untuk menganggarkan kebutuhan sehari-hari adalah 30% dari gaji, bila pendapatan setiap bulannya itu memang pas-pasan. Bila gaji Rp4 juta per bulan, maka kebutuhan sehari-hari yang harus dianggarkan adalah Rp1.200.000.

Anggaran sehari-hari tersebut sudah mencakup untuk memenuhi kebutuhan makan-minum, transportasi, dan lainnya.

Bila jumlah tersebut terkesan kecil untuk bisa memenuhi kebutuhan sehari-hari, maka kita perlu melakukan evaluasi atau mengubah gaya hidup. Ada banyak cara untuk bisa hidup hemat, jangan mengabaikannya!

Baca Juga: 20 Cara Mudah Hemat Uang

5. Sisihkan Dana untuk Mengembangkan Potensi Diri Rp600 Ribu

Yoga
Ilustrasi kelas yoga

Besaran ideal pengembangan diri setiap orang tentu berbeda-beda, tergantung bentuk dari yang diambil untuk mengembangkan dan menggali potensi diri itu sendiri. Namun, bila memang gaji kita memang pas-pasan, tetap bisa melakukan pengembangan diri sesuai dengan bujet yang ada.

Normalnya, dana untuk pengembangan diri sebesar 15% dari jumlah penghasilan tiap bulannya. Bila gaji itu hanya Rp4 juta per bulan, maka uang pengembangan diri yang harus dianggarkan sebesar Rp600.000.

Ada banyak bentuk pengembangan diri yang ada di luar sana. Pilih yang sesuai dengan minat, dan terlebih lagi sesuai dengan bujet. Seperti mengasah kemampuan Bahasa asing, belajar keterampilan kerajinan tangan, klub olah raga, dan masih banyak lagi.

6. Anggarkan untuk Bersosialisasi Rp400 Ribu

Hangout
Ngumpul bersama sahabat pasti menyenangkan

Setiap manusia pasti membutuhkan yang namanya bersosialisasi, yakni berinteraksi dengan orang lain, baik itu sekedar bersenang-senang dengan teman-teman lama, maupun untuk memperoleh teman teman baru dan menjaga relationship.

Tentu, untuk bersosialisasi kerap dibutuhkan dana, karena biasanya dilakukan di luar rumah, seperti di tempat perbelanjaan seperti mall, atau di restoran dan kafe. Dan besaran dana sosialisasi ini berbeda-beda setiap orangnya, tergantung kebutuhan dan terutama penghasilannya.

Nah, bagi yang berpenghasilan Rp4 juta saja, kamu tetap bisa bersosialisasi dengan sahabat. Bujet yang diperlukan setidaknya 10% dari gaji, yaitu Rp400.000 setiap bulannya. Nikmati hidup kamu dengan kebersamaan bersama orang-orang di sekitar.

7. Sisihkan untuk Dana Liburan Rp600 Ribu

Traveling
Apresiasi diri dengan melakukan berlibur

Dana liburan sebesar itu memang relatif kecil. Namun bukan berarti kita tidak bisa menikmati waktu liburan dengan dana sebesar itu. Liburan tidak harus mahal. Ada banyak tempat untuk kita bersantai menikmati hidup ke suatu tempat yang tidak membutuhkan dana mahal.

Cari tempat-tempat yang bisa dijadikan tujuan wisata di area sekitar, tidak jauh dari tempat tinggal. Sehingga tidak membutuhkan biaya mahal. Pun demikian, tidak ada salahnya sesekali menikmati liburan ke destinasi lebih jauh dari tempat tinggal kita dan yang umumnya dikenal banyak orang, seperti Bali, Lombok, dan masih banyak lagi.

Syaratnya, kamu harus rela tidak menggunakan dana liburan yang disisihkan setiap bulannya itu untuk beberapa bulan ke depannya. Setidaknya dana liburan yang disisihkan adalah Rp15% dari gaji itu, yakni Rp600.000. Dalam 6 bulan ke depan, maka kamu bisa memperoleh sebesar Rp3.600.000 untuk berlibur. Lumayan, bukan?

Baca Juga: 6 Cara Hemat Liburan Ke Luar Negeri

8. Anggarkan Asuransi untuk Proteksi Diri Rp300 Ribu

Asuransi Diri
Jamin hidup Anda dengan proteksi diri agar nyaman

Jaminan perlindungan diri dan keperluan di masa yang akan datang itu sangat penting. Karena kita tidak pernah tahu apa yang akan terjadi pada diri ke depannya, dan kebutuhan-kebutuhan yang diperlukan. Maka dari itu, sisihkan dana untuk asuransi setidaknya sekitar Rp300.000.

Ada banyak asuransi yang menawarkan premi berbeda-beda. Cari asuransi yang sesuai dengan bujet kamu. Dengan demikian, hidup pun akan terasa lebih aman dan nyaman.

9. Siapkan Dana Darurat Rp100 Ribu

Dana Darurat
Selalu sisipkan dana darurat setiap bulannya untuk kebutuhan tak terduga

Ada kalanya, kebutuhan-kebutuhan tak terduga dan mendadak menghampiri. Seperti saweran teman yang sedang mengadakan pesta, dan masih banyak lagi. Sebaiknya, kita menyiapkan dana darurat untuk memenuhi kebutuhan yang serba kebetulan ke depannya.

Rencanakan Keuangan dengan Baik dan Mulailah dari Sekarang

Tidak ada yang lebih baik bila segala sesuatunya direncanakan sedari awal dengan matang dan disiplin menjalankannya. Apakah hasilnya akan sesuai harapan? Tidak ada jaminan yang pasti akan hal itu. Namun, bila sudah terencana dengan baik, peluang besar untuk mendapatkan hasil yang baik pula sangat tinggi.

Maka, mulailah perencanaan keuangan dari sekarang dan jangan lagi menunda-nunda. Pengelolaan keuangan yang tepat tentu akan sangat berpengaruh terhadap kondisi keuangan nantinya. Bijaklah dalam mengelola keuangan, jangan sampai menggunakannya untuk hal yang tidak penting, apalagi tidak bermanfaat. Tak lupa, biasakan menabung dengan porsi persentase yang ditetapkan.

Baca Juga: IPOTPAY, Cara Cerdas Menabung Orang Modern