Mengenal Radang Amandel dan Cara Tepat Menanganinya

Banyak orang memahami jika amandel adalah organ yang terletak di dalam mulut dan memiliki fungsi sebagai pencegah infeksi virus dan bakteri. Namun, seiring dengan bertambahnya usia, fungsi amandel lambat laun akan tergantikan dengan sistem imun tubuh yang semakin terasah dan kuat melawan infeksi. Dalam kata lain, fungsi pencegah bakteri ini kerap dibutuhkan oleh anak-anak, dan akan terus kehilangan fungsinya dan menyusut saat beranjak dewasa.

Mengetahui peran tersebut, tahukah Anda tentang penyakit radang amandel? Sesuai dengan fungsinya tadi, radang amandel adalah jenis penyakit inflamasi atau peradangan yang seringkali terjadi pada anak-anak. 

Sebagai penyakit yang umumnya dialami oleh anak, sebagai orang tua, Anda tentu harus memahami apa itu yang dimaksud dengan penyakit radang amandel. Selain itu, sudah tahukah Anda tentang apa saja gejala amandel?

Nah, dalam pembahasan kali ini, Anda akan memahami tentang radang amandel, mulai dari gejala yang muncul, penyebab, cara pengobatan, dan juga pencegahan agar anak terhindar dari penyakit tersebut. 

Baca Juga: Inilah Penyebab Radang Tenggorokan dan Cara Cepat Mengobatinya

Apa Itu Radang Amandel?

amandel

Tonsilitis atau radang amandel adalah sebuah penyakit di mana kondisi amandel atau tonsil, organ berupa 2 kelenjar kecil yang berada di dalam mulut atau tenggorokan, mengalami inflamasi atau peradangan. Penyakit ini seringkali dialami oleh pasien di usia anak-anak, lebih tepatnya di kisaran umur 3 hingga 7 tahun. Meski begitu, tidak menutup kemungkinan pula jika radang terjadi pada pasien di usia dewasa.

Tonsil atau amandel adalah dua kelenjar berukuran kecil yang terletak di atas tenggorokan. Fungsi dari organ kecil ini adalah untuk mencegah terjadinya infeksi akibat virus atau bakteri, dan umumnya berfungsi pada saat usia anak.

Seiring beranjaknya usia, sistem imunitas tubuh akan menjadi semakin kuat dan sempurna dan mampu melawan infeksi bakteri atau virus. Maka dari itu, fungsi amandel lambat laun akan tergantikan, dan ukurannya akan terus menyusut hingga akhirnya sulit untuk diamati secara kasat mata. 

Gejala Amandel

Pada umumnya, gejala amandel meliputi:

  • Mual.
  • Suara Serak.
  • Batuk.
  • Bau Mulut.
  • Demam.
  • Sakit kepala.
  • Produksi air liur meningkat dan keluar secara terus-menerus.
  • Nyeri di tenggorokan ketika menelan makanan yang disebabkan oleh amandel bengkak.

Selain itu, anak-anak yang mengalami radang amandel juga akan memiliki nafsu makan yang menurun, bahkan menolak saat diajak makan. 

Meski begitu, gejala tersebut seringkali dapat mereda dan sembuh sendiri dalam jangka waktu tidak lebih dari 4 hari. Jika gejala amandel tidak kunjung menghilang setelah melebihi jangka waktu di atas atau bahkan lebih dari 2 minggu, penderita dianjurkan untuk segera melakukan pemeriksaan dengan dokter. Pemeriksaan dilakukan guna mendapatkan penanganan medis yang tepat. 

Berdasarkan lama waktu penderita merasakan gejalanya, radang amandel dapat dibedakan menjadi 2 jenis. Yang pertama adalah radang amandel atau tonsilitis akut dengan lama waktu gejala dirasakan tidak lebih dari 2 minggu, dan yang kedua adalah radang amandel atau tonsilitis kronis yang gejalanya tak kunjung hilang meski sudah 2 minggu lebih terjangkit.  

Beberapa Penyebab Amandel

Peradangan pada amandel seringkali terjadi karena adanya infeksi oleh virus. Meski begitu, tidak menutup kemungkinan pula jika radang diakibatkan oleh infeksi bakteri. Jika disebabkan oleh infeksi virus, radang amandel biasanya memiliki gejala yang lebih ringan ketimbang yang disebabkan oleh infeksi bakteri.

Proses penularan virus atau bakteri ini dapat terjadi saat penderita melakukan kontak langsung dengan orang lain. Sebagai contoh, penularan dapat terjadi melalui udara atau percikan air liur yang dikeluarkan penderita dan berisi virus atau bakteri yang kemudian dihirup oleh orang di sekitarnya tanpa sengaja.

Tidak hanya itu, penderital dapat menularkan penyakitnya saat menyentuh permukaan barang dan membuatnya terkontaminasi dengan bakteri atau virus. Hal inilah yang membuat penyakit radang tenggorokan memiliki risiko penularan yang cukup tinggi dan patut untuk diwaspadai. 

Berikut adalah beberapa jenis virus yang seringkali menjadi penyebab amandel pada seseorang.

  1. Rubeola, virus yang menyebabkan campak.
  2. Adenovirus, virus yang menyebabkan diare.
  3. Enterovirus, virus yang menyebabkan penyakit mulut, tangan, dan kaki.
  4. Influenza, virus yang menyebabkan flu.
  5. Rhinovirus, virus yang menyebabkan pilek.

Metode Pengobatan Radang Amandel

Metode pengobatan radang amandel pada dasarnya tidak membutuhkan penanganan medis atau konsumsi obat khusus. Terutama jika radang disebabkan oleh infeksi virus. Hanya saja, untuk meringankan gejala yang muncul, penderita umumnya akan diberikan obat tertentu sesuai resep yang diberikan oleh dokter maupun dapat membelinya sendiri dengan mudah di apotek.  

Pastikan untuk membaca aturan pakai yang tertera pada kemasan agar tidak menyebabkan overdosis. Bila memiliki riwayat penyakit lainnya, jangan ragu untuk menghubungi dokter terlebih dahulu mengenai pemakaian obat pereda gejala amandel agar bisa mengetahui efek samping yang mungkin terjadi.

Jika radang berkembang semakin parah, seperti membuat penderitanya kesulitan saat makan, bernapas, atau tidur, infeksi bakteri sudah tak bisa lagi ditangani antibiotik. Penyakit ini akan sering kambuh setidaknya 7 kali selama setahun, maka pasien disarankan untuk melakukan operasi amandel.  

Keputusan untuk melakukan operasi amandel ini didasarkan pada anjuran dokter setelah melakukan pemeriksaan pada kondisi pasien. 

Baca Juga: Siapkan Asuransi Kesehatan untuk Bayi Anda Sejak Dini

Cara Pencegahan agar Terhindar dari Penyakit Radang Amandel

Cara pencegahan agar terhindar dari penyakit radang amandel bisa dilakukan dengan rutin menjaga kebersihan tubuh dan makanan yang dikonsumsi. Sebagai upaya tambahan, pencegahan dapat dilakukan dengan: 

  • Rutin menjaga mulut tetap bersih dan menggosok gigi.
  • Berkumur dengan air garam agar menghilangkan bakteri dan virus yang mungkin mengendap di dalam mulut,.
  • Banyak meminum air putih.
  • Menerapkan pola makan yang sehat. 

Komplikasi yang Mungkin Disebabkan oleh Radang Amandel

Radang amandel adalah penyakit peradangan yang biasanya dapat sembuh dengan sendirinya. Pemakaian obat dan penanganan medis lainnya hanya dilakukan guna meringankan gejala yang dirasakan oleh penderitanya agar tidak mengganggu aktivitas sehari-hari. 

Meski begitu, penderita tetap harus menjaga kebersihan mulut dan makanan yang dikonsumsi agar infeksi tidak semakin parah. Pasalnya, jika tidak menjaga kesehatan tubuh atau tidak segera mencari penanganan medis saat kondisi memburuk, penderita akan berisiko terkena berbagai komplikasi. 

Beberapa potensi komplikasi akibat radang amandel atau tonsilitis meliputi:

  • Kesulitan menelan atau bernapas.
  • Apnea tidur.
  • Amandel mengeluarkan nanah, hingga ancaman penyebaran infeksi pada organ lainnya. 

Tentunya, komplikasi yang terjadi akibat penanganan yang salah tersebut dapat membahayakan kesehatan dan berakibat fatal. Jadi, jika dirasa radang amandel tidak kunjung sembuh atau menunjukkan gejala yang semakin parah, jangan tunda lagi untuk mengunjungi dokter agar mendapatkan pengobatan yang tepat. 

Jangan Biarkan Si Kecil Terjangkit Radang Amandel Terlalu Lama dengan Memahami Gejalanya

Walaupun bisa menjangkit orang dewasa, radang amandel umumnya dialami oleh anak-anak di usia 3 sampai 7 tahun. Dengan gejala nafsu makan menurun, sakit tenggorokan, hingga demam, sebagai orang tua tentu Anda tidak ingin si kecil berlama-lama mengidap penyakit tersebut. 

Oleh karena itu, jika gejala mulai terlihat pada anak, jangan ragu untuk membawanya ke dokter agar penyakit tersebut dapat segera ditangani dan sembuh dengan lebih cepat.

Baca Juga: Manfaat Penggunaan Diffuser di Dalam Ruangan