Pekerja Wajib Kuasai Skill Ini Biar Bisa Bertahan dan Sukses di Era New Normal

Era baru artinya skill baru pula.

Memasuki era baru yaitu era new normal, mempelajari keterampilan baru dan mengasah kemampuan baru tersebut sebaik mungkin sangatlah penting untuk membantu kamu para pekerja agar tetap bisa bertahan selama era new normal dan era berikutnya dimasa depan.

Berbagai dampak buruk dan perubahan yang diakibatkan pandemi covid-19 membuat standar kemampuan yang yang harus dimiliki baik oleh pekerja atau calon pekerja menjadi lebih tinggi. Yang artinya kamu yang masih kemampuannya masih mediacore atau rata-rata bisa saja tersingkir dengan mudahnya ketika akan bersaing mencari pekerjaan nanti.

Banyak perusahaan akan menjadi lebih selektif demi mendapatkan satu karyawan berkualitas yang bisa mengerjakan sekaligus 2-3 job desk dengan baik daripada 2-3 karyawan yang mediacore hanya untuk mengerjakan 1-2 job desk saja.

Dengan kata lain, kedepannya untuk memangkas pengeluaran banyak perusahaan akan menggunakan metode mengutamakan kualitas dibandingkan kuantitas, dimana perusahaan lebih baik menggaji lebih besar 1 orang karyawan yang memiliki banyak skill daripada meng-hire 2-3 karyawan dengan kemampuan yang tidak seberapa.

Metode ini bisa lama berlangsung tergantung dari waktu yang diperlukan karyawan untuk bisa bangkit lagi dari dampak ekonomi akibat pandemi covid-19.

Jadi, skill adalah alat atau senjata paling penting untuk tetap bisa bertahan dalam dunia kerja di musim pandemi seperti saat ini. Semakin banyak skill yang kamu miliki maka semakin tinggi pula kesempatan kamu dalam mempertahankan dan meningkatkan karir kamu di era new normal ini.

Nah, lebih cepat lebih baik. Sebelum persaingan makin banyak, berikut beberapa skill atau kemampuan baru yang harus cepat-cepat diasah biar karir tetap cemerlang selama era new normal:

Bingung cari Kartu Kredit Terbaik? Cermati punya solusinya!

Bandingkan Produk Kartu Kredit Terbaik!  

1. Kreativitas

kreativitas

Kreativitas masuk kedalam kategori soft skill. Kreativitas biasanya terbentuk dari berbagai hal, mulai dari lingkungan, kebiasaan sehari-hari sampai hobi. Membentuk otak menjadi kreatif tidaklah mudah, apalagi jika itu berkaitan dengan sebuah hal yang berbau profesional seperti bisnis dan pekerjaan.

Di era serba modern seperti saat ini, skill kreativitas adalah segalanya. Bisa memanfaatkan hal sekecil apapun menjadi media atau alat bahkan keuntungan bukanlah hal yang mudah. Menumbuhkan kreativitas bisa membutuhkan waktu hingga bertahun-tahun. Pengalaman dan luasnya wawasan memiliki peran sangat penting dalam menumbuhkan dan membentuk sebuah kreativitas.

Nah, untuk bisa mengasah skill baru ini artinya kamu harus membuka pikiran kamu seluas-luasnya, membaca banyak informasi, belajar hal baru dan awas terhadap tren yang ada. Tenang, di jaman serba internet seperti sekarang ini ketiga hal tersebut tidak sulit kok untuk dilakukan, asalkan kamu berkomitmen dan disiplin, skill kreativitas kamu pun akan semakin cepat berkembang.

2. Kolaborasi

kolaborasi

Karyawan yang dapat ditempatkan di tim dengan berbagai orang yang memiliki visi dan misi yang berbeda adalah aset yang berharga untuk perusahaan. Memiliki karyawan yang dapat bekerja sama dengan orang lain secara baik dan lancar sampai mendapatkan hasil yang memuaskan itu sulit sekali loh.

Untuk bisa memiliki skill kolaborasi, seseorang tidak hanya mempelajarinya tapi juga harus memiliki pengalaman yang memadai pula. Bagaimana kamu bisa tau bagaimana bekerja dengan orang yang berkepribadian dan memiliki pemikiran yang berbeda dengan kamu jika hanya membayangkannya saja? Tentu saja praktik nyata haruslah dilakukan.

Nah, jika perusahaan belum bisa memberikan kesempatan untuk kamu bisa berkolaborasi baik dengan orang atau tim lain. Kamu bisa mencari sendiri pengalaman tersebut dengan mengikuti sebuah komunitas atau kelas online/offline yang menggunakan sistem belajar kelompok.

Semakin banyak kamu berinteraksi dengan orang lain maka semakin meningkat pula skill kolaborasi kamu. Ingat, karena soft skill satu ini agak susah untuk benar-benar bisa dipelajari jadi manfaatkan setiap kesempatan dengan baik.

Baca Juga: Punya Gaji 6 Jutaan di Jakarta? Ini Cara Hemat 4 Juta Rupiah Tiap Bulan

3. Kemampuan Beradaptasi

beradaptasi

Kemampuan beradaptasi adalah dimana seseorang tetap mampu bekerja dengan baik seberat apapun tekanan kerja yang dirasakan, selain itu kemampuan beradaptasi juga bisa dikaitkan dengan fleksibilitas seseorang untuk bisa bekerja dimanapun, kapanpun dan dengan siapapun.

Skill ini sulit didapat jika sebelumnya kamu tidak pernah memiliki pengalaman misalnya, berpindah bekerja ke perusahaan lain, dipindahkan bekerja ke tim lain, atau di dipromosikan bekerja di kantor cabang baru di luar kota.

Seperti saat pandemi seperti ini, kamu dituntut untuk bisa produktif dengan aturan baru dan protokol kesehatan baru juga dengan jam kerja yang baru pula. Selain itu kamu juga akan mungkin dihadapi dengan shifting antara bekerja dirumah dan dikantor.

Merubah kebiasaan itu sulit, itu mengapa seseorang yang mampu dengan cepat beradaptasi dengan situasi baru yang dihadapinya merupakan keuntungan yang diincar oleh banyak perusahaan.

Nah, untuk mendapatkan skill seperti ini kamu bisa banyak belajar dari orang lain yang memiliki situasi 180 derajat dengan kamu misalnya kamu pekerja kantoran yang memiliki jam kerja dan penghasilan yang tetap bisa mencoba belajar dari para freelancer yang jam kerjanya sangat fleksibel namun penghasilannya bisa berubah-ubah.

Dengan belajar dari pengalaman orang lain, kamu setidaknya bisa mendapatkan gambaran dari setiap situasi sulit yang mungkin akan kamu hadapi di masa depan dan kamu sudah memiliki beberapa solusi untuk mengatasinya.

4. Kecerdasan Emosional

kecerdasan emosional

Kecerdasan emosional adalah salah satu soft skill yang juga cukup sulit untuk diasah. Kepribadian dan kebiasaan sehari-hari kamu memiliki pengaruh besar terhadap kecerdasan emosional yang kamu miliki. Untuk itu untuk bisa mendapatkan kecerdasan emosional yang baik maka kamu harus memulai untuk merubah berbagai kebiasaan buruk kamu sedikit demi sedikit.

Kecerdasan emosional bisa dikatakan sebagai gabungan dari berbagai soft skill sebelumnya. Seseorang yang bisa mengontrol emosi negatifnya menjadi sesuatu yang positif atau bisa mendorongnya untuk terus fokus dalam menyelesaikan pekerjaannya dengan baik artinya dia memiliki kecerdasan emosional yang baik.

Kecerdasan emosional juga memiliki kaitan erat dengan pengendalian diri. Dimana kamu bisa menahan dan mengontrol diri dalam mencari solusi terhadap setiap permasalahan yang dihadapi dan tidak membiarkan emosi mengambil alih kemampuan otak untuk mencari solusi.

Nah, untuk bisa mengasah skill yang satu ini artinya kamu harus merubah diri kamu secara perlahan menjadi lebih baik. Baik dari segi kebiasaan dan gaya hidup kamu. Tidak perlu buru-buru, tapi bisa dimulai dari sekarang.

5. Keterampilan Mengatur Keuangan

mengatur keuangan

Di era new normal ini, apa saja bisa terjadi mulai dari kenaikan harga pangan, biaya transportasi, bertambahnya pengeluaran bulanan dan sehari-hari karena adanya tambahan kebutuhan baru seperti masker, hand sanitizer, vitamin dan lain sebagainya.

Jadi, tentu saja memiliki kemampuan dalam mengatur keuangan sangatlah penting, jika kamu ingin keuangan tetap stabil selama era new normal ini.

Keterampilan dalam mengatur ulang keuangan seperti cepat dalam mengatur ulang strategi finansial, menentukan prioritas, menghemat pengeluaran dan menabung akan sangat membantu kamu kelak jika suatu saat nanti kamu menghadapi kondisi kritis seperti bisnis merugi/bangkrut atau dipecat dari perusahaan tempat bekerja selama ini.

Jadi jangan anggap sepele yah kemampuan yang satu ini.

Baca Juga: Pasangan Suka Pinjam Uang? Hati-Hati itu Artinya Kamu Mengalami Toxic Financialship!

6. Keterampilan Mengenal Produk Keuangan yang Paling Cocok dan Sesuai Kebutuhan

produk keuangan

Setiap orang memiliki kepribadian yang berbeda-beda yang artinya setiap orang pun memiliki cara berbeda dalam mengatur dan memanfaatkan penghasilannya masing-masing.

Misalnya, orang yang memiliki kepribadian yang simple biasanya lebih menyukai produk keuangan yang tidak ribet pula seperti tabungan berjangka yang hasilnya pasti dan sistemnya auto debet.

Ada juga yang memiliki jiwa bisnis yang tinggi, dimana dia akan memanfaatkan produk keuangan yang keuntungannya bisa langsung dirasakan dan bisa digunakan seperti investasi emas atau saham.

Ada juga yang kepribadiannya suka hal-hal yang praktis dan mudah jadi lebih suka memanfaatkan kartu kredit dan berbagai keuntungannya.

Nah, kamu juga harus bisa mengenal mana produk keuangan yang cocok untuk kamu. Ingat setiap produk keuangan ada kelebihan dan kekurangannya. Perhatikan mana yang benar-benar sesuai dengan kebutuhan dan kepribadian kamu. Biar kedepannya, produk keuangan ini tetap bisa bermanfaat untukmu dalam jangka waktu yang lama.

Kunci Suksesnya adalah Komitmen dan Kedisiplinan

Tidak ada yang bisa diraih jika kamu melakukannya dengan setengah-setengah. Kalau usahamu hanya setengahnya saja yah jangan mengharapkan hasil yang maksimal dong. Untuk itu sangat penting untuk memupuk diri dengan keinginan yang benar-benar kuat ketika kamu telah memutuskan untuk belajar atau mengasah skill baru agar tidak berhenti ditengah jalan.

Tapi ingat, selama mengasah keterampilan atau skill baru kamu jangan sampai lupa dengan pekerjaan yang sudah jadi kewajiban kamu dengan perusahaan. Agar tidak mengganggu profesionalitas kamu sebagai karyawan, atur waktu sebaik mungkin untuk bekerja dan belajar.

Jangan lupa juga untuk tidak terlalu memaksakan diri. Hasil yang baik adalah hasil yang diperoleh dengan kondisi fisik dan mental yang sehat. Jadi tetap utamakan kesehatan dan istirahat yang cukup yah!

Baca Juga: 7 Cara Pintar Atur Uang di Era New Normal