Proses Audit Berjalan Sukses? Ketahui Tahapan Pentingnya

Salah satu aspek penting yang menunjukkan sebuah perusahaan sedang berkembang adalah kondisi finansialnya. Jika kondisi keuangan menunjukkan grafik yang terus meningkat, dapat dikatakan bahwa kinerja perusahaan tersebut berada pada jalur yang benar.

Namun, untuk dapat mengetahui kondisi keuangan suatu perusahaan, melakukan pengecekan akuntansi saja tidaklah cukup. Diperlukan sebuah proses pemeriksaan keuangan yang lebih terperinci dan kompleks. Proses ini dikenal dengan istilah audit keuangan.

Secara umum, pengertian audit sendiri adalah pemeriksaan akun yang ada di laporan keuangan perusahaan atau badan usaha lainnya. Tujuan dilakukannya audit adalah untuk mengevaluasi kinerja atau kondisi dari suatu perusahaan, khususnya di bidang keuangan. 

Dalam melakukan audit, terdapat rentetan langkah atau tahapan yang dapat menunjang keberlangsungan proses tersebut. Tentunya, setiap tahapan audit tersebut memengaruhi tingkat keberhasilan proses audit yang dilakukan oleh perusahaan. Untuk itu, agar proses audit berjalan dengan sukses, simak 6 tahapan pentingnya berikut ini.

6 Tahapan Penting Dalam Proses Audit

Tahapan Penting Audit

1. Menyiapkan Dokumen yang Diperlukan

Sebelum memastikan auditor akan melakukan proses audit, auditor akan menghubungi klien yang bersangkutan. Setelah proses audit dikonfirmasi, auditor akan meminta dokumen yang diperlukan terkait proses audit kepada klien.

Bila perlu, auditor akan mengirimkan daftar berkas yang perlu disiapkan oleh klien sebelum proses audit dimulai. Daftar dokumen yang dikirim oleh auditor tersebut dikenal dengan istilah audit checklist. 

Dokumen yang perlu disiapkan oleh klien sebelum proses meliputi salinan dari laporan audit yang telah dilakukan sebelumnya. Rekening koran, buku besar, serta nota keuangan juga merupakan beberapa dokumen yang biasanya diminta oleh auditor saat akan melakukan proses audit dengan klien.

Tak jarang pula auditor akan meminta klien untuk mengirimkan bagan atau struktur organisasi dari perusahaan yang akan dilakukan proses audit. Hal ini bertujuan agar auditor dapat mengetahui daftar nama dewan serta komite lain yang memiliki peran penting dalam perusahaan yang akan di audit tersebut. 

2. Merencanakan Proses Audit yang Akan Dilakukan

Setelah mendapatkan semua dokumen yang diperlukan untuk proses audit, auditor akan melihat informasi yang ada pada berkas tersebut. Pemeriksaan informasi pada dokumen yang dikirimkan klien bertujuan untuk memperkirakan bagaimana proses audit akan berjalan nantinya.

Proses audit yang dilakukan oleh auditor tentu memiliki ciri khasnya masing-masing. Akan tetapi, meski proses berlangsungnya berbeda, auditor masih tetap mengikuti Kode Etik yang berlaku. Secara umum, proses audit memiliki poin-poin atau alur-alur yang wajib dijalankan oleh auditor.

Jika diperlukan, auditor dapat melakukan workshop risiko bersama tim yang telah dibentuk. Tujuan dilakukannya workshop risiko ini adalah untuk mengidentifikasi potensi masalah yang mungkin muncul saat proses audit berlangsung. 

Saat menemukan kemungkinan masalah pada proses audit yang dilaksanakan melalui workshop risiko tersebut, auditor dan tim akan berdiskusi dan menyusun rencana audit yang tepat. Dengan begitu, saat proses audit dilakukan, masalah yang mungkin muncul tersebut dapat diantisipasi.

Baca Juga: Siklus Akuntansi, Kenali Tahapan Utama hingga Cara Membuatnya

3. Mencari Jadwal Pelaksanaan Rapat Terbuka Sebelum Proses Audit

Ketika segala persiapan proses audit telah terkumpul, auditor perlu mengundang beberapa staff  penting perusahaan dan bersangkutan dalam rapat terbuka. Biasanya, staff yang diharapkan hadir pada rapat terbuka sebelum proses audit dilakukan adalah Manajemen Senior, Staf Administrasi Utama, atau General Affair.

Tujuan dari dilaksanakannya rapat terbuka adalah agar auditor dapat memberi informasi mengenai Audit Scope atau ruang lingkup proses audit kepada klien secara keseluruhan. Dalam rapat terbuka pula auditor akan menginformasikan perkiraan durasi dilakukannya proses audit serta hal lain yang sekiranya perlu untuk dibahas terkait dengan pelaksanaan proses audit.

Melalui rapat terbuka ini, pihak klien bisa mendapatkan gambaran dari proses audit yang akan dilaksanakan nantinya. Dalam rapat ini pula pihak auditor dapat menyampaikan hal-hal penting yang perlu disampaikan kepala staf perusahaan kepada para bawahannya.

Biasanya, pada saat melakukan audit, tak jarang auditor harus melakukan wawancara ke beberapa karyawan penting di perusahaan klien. Oleh karena itu, tahapan rapat terbuka ini penting untuk dilakukan agar proses audit dapat berjalan dengan lancar dan sesuai rencana.

4. Mulai Melaksanakan Kerja Lapangan Pasca Rapat Terbuka

Pasca melakukan rapat terbuka dengan pihak klien, auditor akan mendapatkan informasi penting mengenai proses audit yang akan dilakukan. Melalui informasi yang didapatkan saat rapat terbuka itu pula auditor bisa mulai merealisasikan rencana proses audit dengan pihak klien.

Auditor akan melakukan kerja lapangan dengan berkomunikasi kepada pihak anggota staf serta meninjau prosedur dilakukannya proses audit. Tak jarang auditor akan memeriksa tingkat kepatuhan klien pada hal pencatatan serta pelaporan keuangan yang disesuaikan dengan ketentuan PSAK. 

Tak hanya itu, auditor juga perlu mengevaluasi kontrol internal agar dapat dipastikan bahwa hal yang dilakukan oleh klien dijalankan dengan memadai dan dapat dipertanggungjawabkan. Jika klien dirasa telah menjalankan perannya sesuai dengan kode etik yang berlaku, barulah auditor dapat melanjutkan persiapan proses audit ke tahapan yang selanjutnya.

Tahap melakukan kerja lapangan ini juga memberi kesempatan bagi auditor untuk berdiskusi dengan pihak klien mengenai masalah yang muncul. Dengan begitu, klien dapat memberikan imbal balik kepada auditor mengenai masalah yang muncul dalam proses audit yang akan dilakukan.

Baca Juga: Pentingnya Memahami PSAK (Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan)

5. Menyiapkan Laporan Audit

Tahapan menyiapkan dan menyusun laporan ini dilakukan setelah audit selesai dilakukan oleh auditor. Melalui laporan audit, auditor dapat merangkum segala informasi yang didapatkan dari proses audit yang telah dilakukan bersama klien.

Isi dari laporan audit meliputi rincian dari temuan-temuan dan informasi selama dilaksanakannya proses audit. Auditor akan merangkum seluruh kesalahan matematis yang dilakukan oleh perusahaan serta temuan lainnya, baik yang bersifat material maupun non material. Otorisasi pembayaran yang belum dibayar juga terangkum pada laporan audit tersebut.

Dengan mengetahui segala temuan yang telah ditulis pada laporan audit, auditor akan memberikan komentar dan feedback. Sehingga, melalui laporan tersebut, klien dapat mengetahui solusi yang direkomendasikan oleh auditor terkait kesalahan matematis dan temuan lainnya yang diketahui.

6. Meminta Tanggapan Klien pada Rapat Penutupan

Setelah auditor menyusun laporan audit dan klien menerima komentar juga masukan yang diberikan oleh auditor, menandakan proses audit telah selesai dilaksanakan. Namun, agar hasil akhir dari proses audit dapat dijelaskan lebih terperinci kepada klien, auditor perlu mengadakan rapat penutupan dengan pihak klien.

Dalam rapat penutupan ini, auditor akan meminta tanggapan serta persetujuan dari pihak klien mengenai hal yang berhubungan dengan temuan dan masalah pada laporan audit. Auditor juga biasanya akan menjelaskan deskripsi perencanaan pada aksi manajemen sebagai upaya mengatasi temuan serta masalah yang ada pada laporan audit.

Pada rapat penutupan, auditor juga akan menginformasikan tanggal penyelesaian proses audit kepada klien yang akan disepakati oleh kedua belah pihak. Tak hanya itu, pihak klien dan auditor akan berdiskusi mengenai isi dari laporan audit. Auditor juga akan mendapatkan tanggapan dari pihak manajemen mengenai proses audit dengan lebih matang dan lengkap.

Jika pada saat berdiskusi tersebut ditemukan masalah lain terkait dengan proses audit, auditor dan klien akan langsung berusaha mencari solusinya dalam rapat penutupan ini pula. Dengan begitu, setelah rapat penutupan selesai, proses audit dapat dengan resmi ditutup dan tidak ada lagi hal yang perlu untuk dibahas bersama karena seluruh temuan dari audit telah rampung diselesaikan.

Baca Juga: Jurnal Penyesuaian, Hal Krusial dalam Proses Pembuatan Laporan Keuangan

Proses Audit Membantu Perusahaan Mengetahui dengan Pasti Kondisi Keuangannya

Tujuan pokok dari melakukan proses audit adalah untuk mengetahui dengan lebih rinci kondisi keuangan suatu perusahaan atau badan usaha. Dengan melakukan audit, perusahaan dapat mengetahui segala hal yang berkaitan dengan kondisi keuangan, seperti transaksi yang mungkin terselip maupun masalah keuangan lainnya. 

Melalui proses audit pula perusahaan mampu mengetahui oknum-oknum yang melakukan praktik kriminal dalam kegiatan transaksi perusahaan tersebut. Dengan begitu, masalah serta temuan yang dapat menghambat perkembangan perusahaan segera diketahui dan solusi penyelesaiannya melalui proses audit dapat dicari bersama auditor yang bersangkutan.