Reksadana: Pahami Pengertian, Keuntungan dan Cara Investasinya

Reksadana adalah salah satu instrument investasi yang saat ini juga semakin digandrungi banyak kalangan, termasuk anak muda. Selain cara kerjanya mudah dilakukan, reksadana bisa dimulai dengan modal receh tapi tetap bisa memberikan keuntungan yang lumayan.

Menurut data yang dirangkum dari Bursa Efek Indonesia (BEI), reksadana sempat mengalami penurunan di tahun lalu tapi kembali meningkat pesat di 2021 ini. Jumlah investor reksadana per 6 Agustus 2021 saja sudah mencapai 4,93 juta investor, apalagi sekarang? Tentunya akan terus meningkat.

Jumlah investor reksadana yang semakin meningkat ini tentunya sebagai pertanda baik, bahwa banyak masyarkat yang mulai melek finansial dan sadar berinvestasi itu penting.

Bagi kamu yang sudah memiliki niat menyisihkan penghasilannya untuk dialokasikan ke modal investasi tapi masih bingung memilih instrument investasi yang tepat, tak perlu khawatir.

Simak ulasan berikut ini mengenai berbagai ulasan reksadana, mulai dari pengertian reksadana, keuntungan, jenis, hingga cara investasi reksadana untuk pemula yang telah dirangkum dari berbagai sumber.

Bingung cari Kartu Kredit Terbaik? Cermati punya solusinya!

Bandingkan Produk Kartu Kredit Terbaik!  

Apa Itu Reksadana?

loader
Reksadana

Jangan hanya setor modal ke reksadana saja, tapi tidak tahu apa itu reksadana yang sebenarnya. Menurut Undang-Undang Pasar Modal No. 8 Tahun 1995, pasal 1 ayat (27), Reksadana adalah wadah yang dipergunakan untuk menghimpun dana dari masyarakat pemodal untuk selanjutnya diinvestasikan dalam portofolio efek oleh manajer investasi.

Reksadana sengaja dirancang untuk dijadikan alternatif investasi bagi investor pemula yang memiliki modal kecil, tidak memiliki banyak waktu dan memiliki pengetahuan investasi yang terbatas dalam mengelola investasi termasuk ketika mengukur risikonya.

Keuntungan Investasi Reksadana Bagi Investor

Bukan keuntungan berupa uang saja, tapi ada keuntungan investasi reksadana lain yang bisa didapatkan investor, antara lain:

  1. Investor bisa menempatkan modal reksadana di dua jenis reksadana sekaligus
  2. Investor bisa menyetorkan modal reksadana mulai dari ratusan ribu saja
  3. Risiko investasi reksadana terbilang rendah
  4. Investasi reksadana bisa dilakukan secara online
  5. diversifikasi portfolio investasi mudah dilakukan

Produk Reksadana

Investor pemula juga perlu tahu bahwa produk reksadana terbagi menjadi dua, yaitu syariah dan konvensional. Lantas apa yang membedakan antara kedua produk reksadana tersebut?

Reksadana Syariah

Reksadana Konvensional

Dikelola sesuai dengan prinsip syariah

Dikelola tanpa memperhatikan syariah

Efek yang menjadi portfolio investasi reksadana syariah hanya pada efek-efek yang masuk dalam daftar efek syariah

Investasi pada seluruh efek yang diperbolehkan

Reksadana syariah terdapat mekanisme pembersihan kekayaan non halal atau cleansing

Tidak ada mekanisme cleancing kekayaan

Pengelolaan reksadana syariah dibawah pengawasan Dewan Pengawas Syariah

Reksadana konvensional dipegang oleh bank

Menggunakan perjanjian atau akad syariah

Menggunakan perjanjian konvensional

 Baca Juga: Tips Investasi Pemula Sesuai dengan Usia

Jenis Reksadana

Sebelum memutuskan untuk membeli reksadana, kamu perlu mengetahui bahwa terdapat beberapa jenis reksadana yang perlu dipahami. Setelah itu, barulah kamu bisa memilih jenis reksadana yang tepat.

Berikut jenis reksadana, yaitu:

1. Reksadana Pasar Uang

Reksadana pasar uang adalah investor menyetorkan modal investasinya sebanyak 100% pada instrument surat berharga yang memiliki jatuh tempo 1 tahun. Misalnya saja, Sertifikat Bank Indonesia (SBI), deposito berjangka, sukuk dan obligasi.

Reksadana pasar uang ini sangat cocok untuk investor pemula karena menawarkan risiko kerugian yang sangat rendah. Selain itu, reksadana pasar uang juga bisa dimulai dari Rp10 ribu, pencairan dana yang mudah, bebas pajak, dan keuntungan yang didapat bisa mencapai 20% per tahun.

2. Reksadana Pendapatan Tetap

Reksadana pendapatan tetap memiliki tingkat risiko rendah hingga menengah. Jangka waktu untuk investasi ini berlangsung selama 1 hingga 3 tahun.

Pengertiannya sendiri, investor reksadana pendapatan tetap akan menginvestasikan sekitar 80% dari aset yang dimiliki ke dalam bentuk surat utang atau obligasi. Sementara return per tahunnya sebesar 7-9%

3. Reksadana Terproteksi

Tak sama dengan reksadana lain, reksadana terproteksi memberikan proteksi 100% pokok pada investasimu saat jatuh tempo. Selain itu, jenis reksadana terproteksi ini juga memiliki pasa penawaran meski jangka waktu investasi telah ditentukan oleh manajer investasi.

Artinya, kamu bisa mencairkan dana investasi sebelum waktu jatuh tempo tanpa adanya jaminan sama sekali. Kamu juga tak perlu khawatir, imbal hasil reksadana terproteksi ini lebih terukur dalam jangka waktu investasi tertentu.

4. Reksadana Saham

Reksadana saham yang memiliki risiko yang paling tinggi, tapi hasil keuntungan yang akan didapat juga tinggi. Modal yang disetorkan reksadana saham dialokasikan minimum 80%.

Jenis reksadana saham ini cocok buat investor pemula yang ingin investasi jangka panjang diatas 5 tahun. Kamu bisa mendapat keuntungan reksadana saham sebesar 15-20% per tahunnya.

5. Reksadana Index (RDI)

Reksadana index adalah jenis reksadana yang dikelola untuk mendapatkan hasil investasi yang serupa dengan suatu index seperti saham atau obligasi yang dijadikan acuan. Dana investasi yang dialokasikan minimum 80% dan dapat dibeli dan dijual sewaktu-waktu dalam setiap hari bursa.

6. Reksadana Campuran

Apa itu reksadana campuran? Sama seperti namanya, reksadana campuran ini artinya menawarkan kombinasi investasi dari berbagai instrument mulai dari pasar uang, obligasi, dan saham. Kamu hanya perlu mengalokasi dana investasi 79% dan tidak boleh lebih.

Meski campuran, jenis reksadana ini memiliki risiko dan keuntungan lebih rendah. Namun, reksadana campuran memiliki return yang lebih besar daripada reksadana pendapatan tetap. Biasanya imbal hasil yang diberikan sampai 15% per tahun.

Reksadana campuran termasuk investasi yang lebih aman dibanding dengan yang lain. Jangka investasi ini bisa menengah sampai panjang, yaitu sekitar 3-5 tahun.

Cara Menghitung Keuntungan Reksadana

loader
Reksadana

Sekarang ini investasi sudah canggih. Setelah menyerahkan modal reksadana, manajer investasi akan mengelola dananya semaksimal mungkin, kemudian kamu tinggal menunggu hasil keuntungannya saja.

Akan tetapi, tak ada salahnya juga jika kamu ingin mengetahui asal keuntungan reksadana yang didapat. Kamu hanya perlu menghitung pendapatan investasi reksadana secara manual. Sebelum itu, ketahui dulu NAB dan NAB UP berikut ini:

  • NAB (Nilai Aktiva Bersih): jumlah total dana kelolaan manajer investasi atas produk reksadana yang sudah bersih dan tidak kena pajak. Rumusnya:

NAB= (Total harga pasar atas aset dalam portfolio reksadana + biaya pencadangan bunga dari aset) – biaya operasional reksadana

  • NAB UP (Nilai Aktiva Bersih per Unit Penyertaan): harga yang harus dibayar investor untuk satu unit penyertaan reksadana.

Berikut contoh cara menghitung keuntungan reksadana:

Dani investasi dana sebesar Rp5 juta dengan NAB/UP Rp2.500 dan setelah 1 tahun naik menjadi Rp5ribu. Kemudian Dani ingin menjual seluruh unit. Maka, keuntungan reksadana yang didapat:

  • Jumlah unit penyertaan yang didapat:

Rp5 juta : Rp2.500 = 2000 unit

  • Rp6 ribu x Rp2000 = Rp12 juta
  • Keuntungan yang didapat = Rp12 juta – Rp 5 juta = Rp7 juta

Baca Juga: Melek Investasi: Simak Beda Investasi Saham, Reksa Dana, SBR, ORI, dan Deposito

Cara Investasi Reksadana untuk Pemula

Bagi kamu yang baru saja ingin menjadi investor pemula di bidang reksadana tapi masih bingung bagaimana cara memulainya, berikut ada beberapa cara yang perlu kamu perhatikan, antara lain:

1. Pilih jenis reksadana risiko rendah

Jika kamu investor pemula, awali investasimu dengan jenis reksadana dengan risiko rendah, sehingga terhindar dari kerugian yang besar.

2. Tetapkan Tujuan Investasi Reksadana

Setiap orang yang ingin terjun ke dunia investasi, bukan hanya ingin mengamankan finansial saja tapi juga ingin mencapai tujuan keuangan lebih cepat. Jika kamu ingin investasi reksadana, tentukan tujuan keuangannya terlebih dahulu.

Misalnya saja, dari hasil investasi reksadana apakah untuk dana darurat, dana pensiun, ingin membei barang branded, kendaraan dan sebagainya.

3. Alokasikan Modal Investasi Reksadana sesuai Kemampuan

Namanya berinvestasi pasti membutuhkan modal. Meski modal reksadana bisa dimulai dengan modal kecil, tapi tak ada salahnya kamu memaksimalkan awalan investasimu dengan mengumpulkan dana hingga menjadi modal yang kamu inginkan tapi tetap diukur sesuai kemampuan finansialmu.

Agar cepat terkumpul, alokasikan dana investasi setiap bulannya sebesar 5-10% dari total penghasilanmu. Pisahkan dana investasi ini ke rekening terpisah biar tidak terpakai percuma.

4. Pilih Platform dan Perbankan untuk Beli Reksadana Online

Sekarang ini zaman serba online, termasuk investasi. Jika modal investasi sudah terkumpul, kamu bisa memilih dan setorkan ke platform reksadana online yang sudah terpercaya dan pastikan terdaftar di Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

Kamu bisa beli reksadana online di beberapa platform berikut ini:

  • Bareksa
  • Bibit
  • Ajaib
  • Tanamduit
  • IPOT
  • POEMS ID
  • Tokopedia
  • Bukalapak (Bukareksa)
  • Invisee
  • Raiz

Selain itu kamu juga bisa beli reksadana online di perbankan berikut:

  • Bank Mandiri
  • Bank CIMB Niaga
  • Bank Commonwealth
  • Bank BCA
  • Bank Standard Chartered
  • Bank BRI
  • Bank Maybank Indonesia
  • Bank DBS Indonesia
  • Bank BNI
  • Bank Permata

5. Pantau dan Tambah Ilmu Investasi

Investasi reksadana memang dikelola oleh manajer investasi, tapi kamu jangan lepas tangan begitu saja. Kamu tetap harus pantau agar mengetahui bagaimana perkembangan reksadana yang kamu lakukan. Dengan begitu, kamu juga akan mengetahui, kapan waktunya kamu membelli atau menjual reksadana.

Sambil berjalannya waktu, kamu bisa menambah ilmu investasi. Saat ini, mendapatkan ilmu investasi sangat mudah, yaitu bisa melalui pencarian google, menonton pengamalan investor lain melalui youtube, mengikuti seminar atau bergabung di forum investasi terpercaya.

Jika ilmu investasi sudah mumpuni dan keyakinan semakin bertambah, barulah pilih jenis investasi reksadana risiko menangah hingga berat. Dengan ilmu yang kamu miliki, kamu bisa menyusun rencana investasi dengan tepat sehingga terhindari kerugian.

Hindari Tawaran Investasi Abal

Tak bisa dipungkiri, semakin banyak orang yang terjun ke duania investasi, maka akan banyak orang atau oknum juga yang memanfaatkan kondisi ini guna meraup untung. Umumnya, investasi yang ditawarkan dari oknum abal, akan menawarkan pendaftaran yang sangat mudah, keuntungan yang sangat tinggi, bisa menarik hasilnya dalam waktu yang cepat dan sebagainya. Untuk itu, kamu sebagai investor pemula reksadana, perlu hindari penipuan investasi tersebut dan pilih investasi di platform atau perbankan yang sudah terpercaya.

Baca Juga: Investasi Saham: 5 Cara Menghitung Pendapatan Investasi Biar Cuan Maksimal