Sehat Fisik dan Mental dengan Latihan Kebugaran Jasmani

Ingin kurus atau memiliki tubuh yang berotot. Mungkin itulah alasan kebanyakan orang sehingga melakukan aktivitas olahraga. Di luar motivasi itu, kebanyakan orang merasa sulit untuk menjalaninya. Atau, mau, tapi sebatas pada olahraga permainan saja karena terasa lebih menyenangkan.

Dari contoh diatas, sebenarnya kita dapat melihat manfaat dari olahraga. Pertama, untuk mendapatkan bentuk badan yang ideal. Kedua, adalah for fun. Mungkin kita tidak menyadari bahwa olahraga memang mampu menjaga kesehatan fisik sekaligus mental terlepas dari jenisnya.

Banyak yang berpikir bahwa dibutuhkan perangkat yang mumpuni untuk melakukan latihan kebugaran jasmani. Pada olahraga permainan, dibutuhkan teman dan fasilitas lainnya. Namun jika Anda benar-benar niat untuk melakukannya, banyak jenis gerakan yang tidak membutuhkan alat bantu.

Push up, sit up, plank, squat dengan berbagai variasi sebenarnya mudah untuk dilakukan. Dan jika Anda menjalaninya dengan rutin, dampaknya pun tidak dapat dianggap remeh. Selain itu, Anda juga bisa mendapat banyak manfaat dari menjalaninya.

Bingung cari asuransi kesehatan terbaik dan termurah? Cermati punya solusinya!

Bandingkan Asuransi Kesehatan Terbaik!  

1. Berat Badan Ideal

loader

Sudah barang tentu, berat atau bentuk tubuh ideal merupakan impian semua orang. Melakukan latihan kebugaran jasmani dapat membantu Anda mencapainya. Karena dengan menjalankannya, Anda dapat membakar kalori dalam tubuh.

Perlu pergi ke gym? Tidak juga. Dikutip dari PopSugar, gerakan jumping jack adalah salah satu cara efektif yang mudah untuk membakar kalori. Hasilnya, tentu saja Anda akan mengalami penurunan berat badan. Padahal, Anda ‘hanya’ melompat sambil membuka-tutup kaki dan mengangkat tangan.

Latihan lain seperti aerobik juga bisa menurunkan berat badan dengan cepat. Lantas Anda berpikir siapa yang menjadi instrukturnya. Di YouTube, Anda bisa menemukan banyak instruktur aerobik yang mengajak Anda untuk berlatih bersama. Baik untuk para pemula, hingga bagi yang telah sering melakukannya.

2. Mengontrol Gula Darah

loader

Saat Anda melakukan latihan kebugaran jasmani, praktis kadar gula darah Anda juga lebih terkontrol. Kadang mungkin kita berpikir. Bagaimana bisa gerakan yang kita lakukan tersebut mampu menurunkan kadar gula darah.

Begini penjelasan singkatnya. Saat kita berolahraga, sel-sel tubuh dapat dengan mudah mengambil kandungan gula yang ada dalam darah. Tapi perlu diingat. Agar lebih efektif, lakukan latihan dengan rutin. Olahraga membuat tubuh lebih peka terhadap insulin dan bisa menurunkan glukosa darah.

Latihan kesegaran jasmani sebaiknya dilakukan 30 hingga 45 menit sehari. Jenis gerakan yang bisa dilakukan antaranya: jogging, jalan cepat, bersepeda, hingga yang lebih sederhana lagi. Yaitu, naik-turun tangga, atau aktivitas berkebun.

Baca Juga: Kenali tentang Apa Itu Obesitas, Penyebab Berbagai Jenis Penyakit Berbahaya

3. Mengurangi Risiko Terserang Penyakit

loader

Seperti yang kita ketahui, berolahraga dapat mengurangi risiko penyakit kardiovaskular. Sebab, pada saat kita berolahraga, kinerja organ jantung akan lebih optimal. Sehingga, mampu memompa lebih banyak darah ke seluruh tubuh. 

Latihan kebugaran jasmani akan membantu Anda menjaga kesehatan pembuluh darah. Juga, memastikan darah mengalir dengan baik. Bukan hanya penyakit kardiovaskular. Olahraga rutin juga mampu mengurangi beberapa risiko penyakit lain.

Seperti, penyakit pencernaan, darah tinggi atau hipertensi, termasuk beberapa tipe kanker. Olahraga juga mampu meningkatkan imunitas tubuh. Salah satunya, menjauhkan Anda dari serangan virus seperti flu. Malahan, olahraga mampu untuk meredakan flu Anda. 

4. Mengurangi Stres

loader

Pada saat kita melakukan olahraga, tubuh akan melepaskan hormon endorphin. Perlu diketahui, hormon inilah yang bekerja pada saat kita merasa bahagia. Sehingga, olahraga rutin juga bisa membuat kita terhindar dari stres. 

Hal ini praktis dapat menjaga mood harian kita. Karena, membantu suasana hati tetap dalam kondisi yang positif. 

Ingin melepas emosi? Cobalah untuk melakukan gerakan tinju secara bersilangan. Posisi tubuh tegak, lantas pinggang bergerak mengikuti arah gerakan tangan. Lakukan selama 30 hingga 45 detik. Gerakan ini merupakan salah satu gerakan kardio ringan yang juga dapat melunturkan lemak.

Beberapa jenis olahraga seperti olahraga kardiovaskular, latihan kekuatan, dan yoga juga terbukti efektif meningkatkan kualitas tidur. Selain beberapa kelebihan itu, latihan kebugaran jasmani dapat menghindari Anda dari depresi.

Hal itu dikarenakan olahraga rutin dapat meningkatkan kadar serotonin dalam darah. Yang di mana, pada penderita depresi, kadar serotonin ini menurun. Sekarang, Anda dapat mengetahui bagaimana cara olahraga menjaga kesehatan mental.

Baca Juga: Ternyata Ini Manfaat Rosemary untuk Kesehatan dan Kecantikan!

5. Meningkatkan Stamina

loader

Jika Anda sering merasa cepat lelah sementara kondisi kesehatan baik-baik saja, ada baiknya untuk memulai latihan kebugaran jasmani. Olahraga bukan hanya melancarkan peredaran oksigen dalam tubuh, tapi juga melancarkan distribusi nutrisi.

Bagi Anda para pria yang sudah menikah, ada baiknya juga untuk lebih rajin berolahraga. Karena latihan kebugaran jasmani dapat meningkatkan kualitas kehidupan seksual. Terbukti, Pria yang sering berolahraga lebih jarang mengalami disfungsi ereksi dibanding mereka yang jarang melakukannya.

Lakukan Bertahap

Mungkin Anda telah bertekad untuk melakukan olahraga rutin setiap hari. Jangan memulainya dengan terburu-buru. Lakukan semampunya, tidak usah memaksakan diri. Untuk beberapa latihan, lakukanlah dengan repetisi kecil terlebih dahulu.

Tentu saja, Anda juga tidak langsung mendapatkan dampak yang bombastis. Semua ada prosesnya. Jika memang Anda berolahraga demi bentuk tubuh ideal, jangan lupa juga untuk mengatur asupan makanan. 

Rajin olahraga bukan berarti Anda bisa bebas melakukan apa saja. Kurangi atau hentikan sama sekali kebiasaan buruk yang dapat mengganggu kesehatan. Sehingga, hasil yang Anda dapatkan dari latihan kebugaran jasmani pun lebih maksimal.

Baca Juga: Sering Salah, Begini Perbedaan Kurang Darah dan Darah Rendah