Tak Semulus yang Terlihat, Begini Perjuangan Seulgi Red Velvet Meraih Impiannya

Para KPop Lovers tentu sudah tak asing dengan girlband Red Velvet dan salah satu personilnya, Kang Seulgi. Wanita cantik yang kerap disapa Mood Maker, Gom Seulgi dan Fashion Terrorist dalam grupnya ini memang penuh pesona dan menginspirasi.

Tak hanya berbakat di bidang musik, penampilannya pun selalu modis dan terbilang trendy. Lahir pada 10 Februari 1994 di Ansan, Korea Selatan, Kang Seulgi menyelesaikan sekolahnya di SMP Ansan Byeolmang dan SMA Seni Pertunjukan Seoul. 

Tak main-main, Kang Seulgi yang fasih berbahasa Korea dan Jepang ini menjadi bagian dari SM Entertainment setelah lulus audisi terbuka yang levelnya paling sulit. Sosoknya yang pemaaf, murah senyum, imut tapi bermental baja ini telah membuatnya punya banyak teman dan juga fans.

Sudah berlatih bersama SM sejak dirinya masih duduk di kelas 1 SMP, Seulgi juga menjadi anggota SM Rookies sebelum melakukannya debut dengan Red Velvet. Sejumlah sumber termasuk Forbes mengungkapkan, total kekayaan Seulgi Red Velvet kini mencapai sekitar 4 juta Dollar AS.

Suka Dance Sejak Kecil

View this post on Instagram

A post shared by Seulgi (@hi_sseulgi) on

Seulgi sudah menunjukkan minat dan bakatnya yang besar dalam bernyanyi dan menari. Menurut ayahnya, Kang Seulgi kecil sangat suka bersenandung sambil menari-nari. Melihat tingkah putrinya, sang ayah merasa bangga dan bertekad untuk mendukung.

Itulah sebabnya ia pun memilih menimba ilmu di Seoul Performing Art High School. Ingin menjadi artis sejak kecil, Seulgi pun dengan serius mengasah bakatnya tersebut. 

Kerja kerasnya sejak usia dini kini sudah tercapai. Kini karir Seulgi semakin bersinar tak hanya sebagai penyanyi tapi juga aktris dan penyiar televisi. 

Baca Juga: Dari Skandal Hingga Prestasi yang Gemilang, Begini Lika-Liku Perjalanan Karir Park Bom Eks 2NE1

Berlatih Paling Lama di SM Entertainment

View this post on Instagram

A post shared by Seulgi (@hi_sseulgi) on

Seulgi merupakan member pertama Red Velvet yang paling lama berlatih di SM Entertainment. Lewat casting di Korea Selatan pada tahun 2007, gadis penyuka es krim coklat ini telah memulai training. Sehingga total ia bekerja keras selama 7 tahun sebagai trainee.

Dengan eksistensi dan popularitasnya, Seulgi juga menjadi member SM Rookies pertama yang diperkenalkan kepada publik. Bahkan kemampuan dance yang ciamik dan asyik membuat Seulgi disebut Dance Machine. Alhasil, bertambah banyaklah penggemar sosok si cantik Seulgi.

Belakangan, tak heran jika Seulgi terpilih menjadi Lead Vocal dan Main Dancer dalam girlband Red Velvet yang digilai banyak penggemarnya.

Pra-Debut Bersama SM Rookies

View this post on Instagram

A post shared by Seulgi (@hi_sseulgi) on

Setelah lama berlatih sejak tahun 2007, Seulgi berkesempatan untuk melakukan pra-debutnya bersama SM Rookies. Di akhir tahun 2013, SM Entertainment mengumumkan proyek ini bersama Irene dan juga Wendy. Keduanya diketahui juga merupakan member dari Red Velvet.

Memasuki Juli 2014, Seulgi ikut tampil dalam lagu Butterfly yang dibawakan oleh Henry Lau. Lagu tersebut merupakan single dari mini album keduanya yang bertajuk Fantastic. Seulgi bahkan ikut tampil dalam video musik yang menarik perhatian para KLovers tersebut.

Meraih Sukses Bersama Red Velvet

View this post on Instagram

A post shared by Seulgi (@hi_sseulgi) on

Lahirnya Red Velvet menjadi penantian banyak orang. Pasalnya, Red Velvet adalah girlband pertama SM Entertainment setelah kemunculan f(x) di tahun 2009. Bersama formasi awal yang beranggotakan empat orang, Red Velvet yang terdiri dari Seulgi, Irene, Wendy, dan Joy merilis single mereka yang ceria, Happiness (2014).

Dua bulan berselang, single terbaru bernuansa gelap dengan judul Be Natural kembali diluncurkan. Kemudian di bulan Maret 2015, Yeri bergabung ke dalam grup. Mereka lantas merilis comeback dengan Ice Cream Cake dan Automatic

Formasi Red Velvet sejak saat itu jadi resmi beranggotakan lima orang sampai sekarang. Kini karir Red Velvet makin cemerlang. Sejumlah lagu andalan seperti Bad Boy, Peek-a-boo, Russian Roulette dan lainnya menjadi booming.

Karya-karya berhasil mencapai angka penjualan yang tinggi dan tentunya masuk ke berbagai tangga lagu bergengsi di Korea Selatan dan sejumlah negara lainnya. Sembilan dari album mereka menduduki posisi pertama chart Gaon Korea dan mendapat predikat Artis Wanita Terbaik dari Mnet Asian Music Awards 2017. 

Selain itu, tiket tur perdana mereka yang digelar di Amerika Serikat langsung habis terjual. Red Velvet berkolaborasi dengan Ellie Goulding dalam lagu Close to Me versi remix. Lagu Bad Boy juga membuat Red Velvet menjadi girl group pertama yang menduduki puncak daftar Lagu KPop Terbaik 2018 versi Billboard.

Baca Juga: Berkenalan dengan Izone, Girlband Keren Terkini yang Jadi Saingannya Twice

Cacian Berubah Menjadi Respek

View this post on Instagram

A post shared by Seulgi (@hi_sseulgi) on

Di balik kesuksesan girlband ini, terdapat juga kisah perjalanan yang tak selamanya berjalan mulus. Mereka bahkan pernah disebut sebagai grup yang paling gagal, premature, dan tidak matang.

Usia Irene yang tak lagi belia kerap dipermasalahkan netizen Korea Selatan. Demikian juga saat Yeri masuk ke dalam grup yang seolah mengonfirmasi image mereka yang premature dan tak lengkap.

Namun seiring dengan prestasi yang ditorehkan Red Velvet, cacian perlahan berubah menjadi rasa hormat dan pujian. Kini Red Velvet direspek sebagai girlband yang mampu menghilangkan label atau konsep khusus bagi idol wanita kebanyakan, seperti seksi atau imut.

Majalah IZE bahkan pernah menyebut bahwa Red Velvet merupakan sosok para wanita sukses yang membantu mengubah image perempuan pasif di Korea Selatan. Jika biasanya girlband banyak digilai para pria, data media Dazed malah menyebut Red Velvet justru diidolakan para wanita muda.

Keberanian Red Velvet dalam meramu dan bereksperimen menggabungkan berbagai variasi genre juga menjadi daya tarik tersendiri. Konsep inilah yang membuat nuansa comeback dari Red Velvet selalu terasa berbeda.

Seulgi Punya Kesibukan Sendiri

View this post on Instagram

A post shared by Seulgi (@hi_sseulgi) on

Selain sibuk bersama Red Velvet, Seulgi juga punya kesibukannya sendiri. Di bulan Januari 2015, ia membintangi School Oz, drama musical yang masih digarap oleh SM Entertainment. 

Dalam pertunjukan ini, Seulgi beradu akting dan mendapat peran utama sebagai tokoh bernama Dorothy. Sementara itu, Seulgi juga merupakan bagian dari acara variety JTBC Off to School.

Ia juga menjalankan proyek lainnya berupa rilisan lagu Don't Push Me bersama Wendy Red Velvet. Lagu tersebut kemudian menjadi soundtrack dari drama KBS2, Uncontrollably Fond.

Kemudian Seulgi juga pernah tampil dalam King of Mask Singer sebagai kontestan Cinema Heaven. Dan pada Januari 2017, Seulgi kembali meluncurkan single berjudul You're the Only One I See bersama Wendy. Lagu itu lantas menjadi bagian dari soundtrack drama berjudul Hwarang: The Poet Warrior Youth (KBS2).

Sempat Malas dan Hilang Rasa Percaya Diri

Meski kini telah sukses besar dan tampak nyaman berlenggok di atas panggung, namun siapa sangka jika Seulgi pernah hampir mundur dari perjuangannya sebagai Idol KPop. Dalam salah satu wawancara, ia bahkan mengaku dirinya sempat merasa tak tahan hingga hilangnya rasa percaya diri.

Sebelum debutnya menjemput sukses bersama Red Velvet, Seulgi pernah merasa malas dan tak bersemangat saat mendengar suaranya sendiri. Ia menyebutkan, agensi memilihnya lantaran bakatnya yang bagus dalam bernyanyi.

Meski begitu, ia sendiri merasa tak bisa menyanyi. Bahkan seringkali dirinya merasa tidak percaya diri terutama jika sudah melihat penyanyi lainnya beraksi. Selain itu, Seulgi juga takut jika tenggorokannya sampai bermasalah. 

Rasa insecure yang kerap menghadangnya itu membuat Seulgi sempat merasa tak pantas menjadi idola. Namun di sisi lain, ia terus berlatih menari, koreografi, dan bernyanyi. Dan terbukti, keberaniannya tersebut membawa dirinya berhasil mencapai puncak bersama girlband Red Velvet.

Be Brave and Keep Going

Seperti Seulgi Red Velvet, rasa takut dan insecure bisa menghantui siapa pun. Namun penting untuk diingat, bahwa nahkoda yang mahir tidak lahir dari ombak yang tenang. Seorang nahkoda hanya akan semakin andal saat kapal dihadang badai dan ombak yang besar.

Hasilnya akan bergantung pada ketahanan Anda sendiri. Miliki keberanian dan terus lanjutkan perjuangan, bahkan meski ketakutan sedang menggerogoti Anda sekalipun. 

Baca Juga: Begini Perjalanan Karir Twice yang Fenomenal