Suku Bunga Acuan BI Meningkat, Begini Tips Cerdas Menyiasati Cicilan KPR

Kredit Pemilikan Rumah (KPR) banyak diminati oleh masyarakat karena prosesnya yang terbilang mudah dan cepat. Tapi tahukah kamu? Oktober 2022 lalu, suku bunga acuan di Bank Indonesia kembali naik secara signifikan, yakni 50 bps (basis poin).

Ini artinya, kenaikan tersebut akan diikuti dengan kenaikan suku bunga bank, baik untuk produk KPR dan non KPR. Itulah mengapa, pemilik pinjaman di bank, terutama KPR, sebaiknya mulai bersiap dengan adanya perubahan bunga pinjaman yang kemungkinan akan melonjak jauh lebih tinggi. Terlebih, bagi pemilik KPR yang mulai memasuki masa floating.

Lantas, apa yang harus dilakukan untuk menyiasati kenaikan suku bunga tersebut? Yuk simak ulasan di bawah ini.

Baca Juga: Pelunasan KPR Lebih Awal vs Nyicil Sampai Lunas, Untung Mana?

Bingung Cari Produk KPR Terbaik? Cermati punya solusinya!

Bandingkan Produk KPR Terbaik! 

Tips Cerdas Menyiasati Kenaikan Suku Bunga dan Cicilan KPR Rumah

loader

Cicilan KPR Rumah

  1. Buat Perencanaan dan Alokasi Penghasilan

    Hal penting pertama yang wajib diperhatikan yaitu pastikan kebutuhan pokok lainnya sudah terpenuhi. Sehingga ketika harus membayar cicilan KPR, kamu tidak perlu pusing untuk memikirkan kebutuhan lainnya karena sudah tercatat dalam rincian pembiayaan. Buatlah rincian pembiayaan hidup agar semuanya teralokasi dengan baik.

    Terakhir, jangan lupakan kebutuhan mendesak dan tidak dapat dihindari dengan menyisihkan sebagian penghasilan untuk menabung.

  2. Bandingkan Rasio Cicilan dengan Penghasilan

    Perhatikan perbandingan jumlah cicilan beserta bunganya. Jika jumlah cicilan masih 30 persen dari total penghasilan maka kamu masih bisa memenuhi kebutuhan lainnya. 

    Namun, apabila akumulasi cicilan sudah lebih dari 30 persen total penghasilan, maka segera lakukan pemangkasan pengeluaran. Pastikan, jangan sampai persentase cicilan lebih besar dari kebutuhan pokok atau bahkan penghasilan. 

  3. Dahulukan Pemenuhan Kebutuhan Bukan Keinginan

    Tidak dapat dipungkiri, banyak sekali kekeliruan yang terjadi ketika menentukan kebutuhan atau keinginan. 

    Buatlah skala prioritas yang harus dilakukan terlebih dahulu. Pembayaran cicilan dijadikan prioritas pertama agar kamu tidak terkena denda atau penalti akibat keterlambatan pembayaran yang akhirnya membuat pengeluaran menjadi lebih besar.

    Kurangi pengeluaran yang bersifat keinginan dan utamakan kebutuhan pokok, seperti, sandang dan pangan.

  4. Tambah Penghasilan dari Sumber Lain

    Penghasilan tetapmu saat ini mungkin telah memiliki rincian pemetaan tertentu. Namun, ketika kenaikan suku bunga terjadi, nominal pembayaran cicilan pun akan ikut meningkat. 

    Apabila terus mengandalkan penghasilan yang ada, pasti akan terasa lebih berat. Oleh karena itu, kamu butuh penghasilan lain untuk memenuhi kebutuhan-kebutuhan tersebut. 

    Temukan ide bisnis sampingan yang dapat dikerjakan di luar jam kerja agar tidak mengganggu pekerjaan tetap. Perbanyak kolega dan rekan bisnis untuk membantu dalam memulai pekerjaan tambahan tersebut.

  5. Pindahkan Pinjaman KPR ke Bank Lain

    Jika di awal lebih cermat dalam memilih bank dengan bunga yang lebih rendah maka tidak perlu susah untuk memikirkan perubahan bunga yang semakin tinggi. 

    Namun apabila sudah terlanjur, solusinya bisa dengan melakukan take over pinjaman KPR ke lembaga perbankan lain yang menawarkan suku bunga lebih rendah atau minimal menawarkan suku bunga fix yang lebih lama. 

    Kemungkinan, ada beberapa bank yang memberikan penawaran menarik untuk produk KPR mereka. Sebagai calon nasabah, kamu hanya perlu melihat dan memahami, apakah bunganya berbeda jauh dengan sekarang atau tidak. 

    Tidak hanya itu, kamu juga perlu ingat bahwa proses take over pinjaman KPR ke bank lain bukanlah hal yang mudah. Selain butuh waktu, ada beberapa biaya yang perlu diperhatikan, salah satunya seperti penalti. Karena umumnya, pelunasan lebih cepat dari masa pinjaman akan dikenakan denda penalti.

Baca Juga: 4 Langkah Jitu untuk Meningkatkan Harga Jual Rumah

Cermat Memilih KPR dari Awal, Hindari Boncos

Bunga perbankan yang tak bisa diprediksi membuat siapapun harus lebih cermat dalam memilih lembaga pembiayaan KPR-nya.

Jika dari awal sudah berencana membeli rumah dengan KPR, maka bisa mulai riset kecil-kecilan. Cari developer yang bekerja sama dengan lembaga perbankan yang menawarkan bunga fix yang cukup lama.

Dengan memilih bunga fix dalam jangka waktu yang cukup lama, calon nasabah bisa lebih prepare. Terutama dalam menyiapkan tabungan maupun penghasilan tambahan ketika masa bunga tetap sudah berakhir.

Baca Juga: Tak Bisa Bayar Cicilan KPR Bulan Ini, Apa yang Harus Dilakukan?