Treynor Ratio, Rumus untuk Ketahui Perbandingan Risiko dan Untung Investasi

Di dunia investasi, prinsip high risk high reward pasti sudah dipahami oleh para investor. Maksud prinsip investasi tersebut adalah jika ingin mendapatkan imbal hasil yang tinggi dari investasi, investor juga harus bersiap dengan risiko kerugian yang tak kalah tingginya. 

Tapi, apakah ada cara yang bisa dilakukan oleh investor untuk mengetahui kesesuaian tingkat risiko dengan potensi keuntungan yang mungkin didapatkannya? Tentu saja ada! Caranya dengan menganalisis instrumen investasi dengan rumus Treynor ratio atau bisa juga disebut sebagai rasio keuntungan atas volatilitas

Untuk mengetahui selengkapnya tentang Treynor ratio agar bisa memaksimalkan aktivitas investasi, simak pengertian, rumus hitung, dan manfaatnya berikut ini. 

Bingung cari investasi Reksa Dana yang aman dan menguntungkan? Cermati solusinya!

Mulai Berinvestasi Sekarang!  

Apa Itu Treynor Ratio?

loader

Secara umum, Treynor ratio bisa dipahami sebagai rasio yang digunakan untuk mengetahui imbal hasil instrumen investasi pasca dikurangi return dari aset bebas risiko, dan hasilnya disesuaikan dengan tingkat risikonya. Bisa disebut juga sebagai rasio return to volatility, Treynor ratio adalah perhitungan risiko dan keuntungan yang bisa digunakan oleh investor untuk menyesuaikan imbal hasil portofolionya dengan risiko sistematis. 

Perhitungan rasio ini akan menunjukkan tiap risiko yang ada pada sebuah instrumen investasi. Artinya, rasio Treynor berguna untuk mengetahui apakah return yang ditawarkan sebuah saham sebanding, lebih rendah, atau lebih tinggi dibanding return aset bebas risiko.

Treynor ratio bisa diartikan pula sebagai perhitungan metrik performa untuk mengetahui seberapa besar imbal hasil yang diberikan untuk setiap unit risiko yang diambil pada sebuah portofolio investasi. Kelebihan imbal hasil dalam konteks ini merujuk pada keuntungan yang didapatkan oleh investor melebihi keuntungan yang bisa didapatkannya saat berinvestasi di aset free risk atau bebas risiko. 

Walaupun tidak ada instrumen investasi yang benar-benar bebas risiko, tapi banyak investor yang menjadikan obligasi pemerintah sebagai acuan pada perhitungan ini. Pasalnya, investasi di produk tersebut dianggap memiliki risiko yang sangat kecil dan dijamin oleh pemerintah. 

Sementara untuk risiko pada perhitungan Treynor ratio mengacu pada risiko sistematis yang dihitung oleh beta portofolio. Beta sendiri adalah ukuran volatilitas yang menghitung kecenderungan imbal hasil portofolio untuk berubah sebagai respons terhadap fluktuasi keuntungan dari bursa secara menyeluruh. 

Rumus Treynor Ratio

Untuk rumus Treynor ratio sendiri adalah:

(Imbal hasil portofolio – imbal hasil aset free risk) / beta portofolio

Berdasarkan rumus tersebut, semakin tinggi Treynor ratio, artinya aset tersebut lebih ideal untuk dimasukkan pada portofolio investasi. Sebagai contoh, dari perhitungan Treynor ratio di sebuah instrumen investasi kamu mendapat hasil 0,60. Dari hasil tersebut, artinya instrumen investasi tersebut menawarkan imbal hasil 0,60 persen lebih tinggi ketimbang keuntungan aset free risk. 

Sementara jika nilainya negatif, artinya aset bebas risiko mampu memberikan keuntungan lebih tinggi dibanding aset yang telah dihitung rasio Treynornya. Di kondisi ini, sudah pasti investor akan lebih tertarik untuk menanam modal di aset bebas risiko daripada instrumen investasi yang memiliki rasio Treynor negatif.

Manfaat Menghitung Treynor Ratio

loader

Seperti yang telah dijelaskan sebelumnya, Treynor ratio mampu memberi tahu investor apakah sebuah instrumen investasi layak untuk dipilih berdasarkan perbandingan risiko dan potensi imbal hasil yang diberikannya. Semakin tinggi angka rasio Treynor yang diperoleh, artinya aset tersebut lebih layak untuk dimasukkan ke portofolio investasi dibanding aset bebas risiko. 

Sebagai contoh, dari perhitungan Treynor ratio di sebuah instrumen investasi kamu mendapat hasil 0,75. Dari hasil tersebut, artinya instrumen investasi tersebut menawarkan imbal hasil 0,75 persen lebih tinggi ketimbang keuntungan aset free risk. 

Sementara jika nilainya negatif, artinya aset bebas risiko mampu memberikan keuntungan lebih tinggi dibanding aset yang telah dihitung rasio Treynornya. Di kondisi ini, sudah pasti investor akan lebih tertarik untuk menanam modal di aset bebas risiko daripada instrumen investasi yang memiliki rasio Treynor negatif.

Meski begitu, pahami jika penggunaan rasio ini didasarkan dari data historis. Sehingga, hasilnya tidak selalu mengindikasikan performa sebuah instrumen investasi di masa depan. Selain itu, agar bisa meningkatkan akurasinya dan lebih tepat mengambil keputusan investasi, kombinasikan hasil Treynor ratio dengan rasio lain. 

Beda Treynor Ratio dan Sharpe Ratio

Sekilas, kamu mungkin menyadari jika Treynor ratio memiliki kemiripan dengan Sharpe ratio karena sama-sama menghitung risiko dan imbal hasil sebuah instrumen investasi. Tapi, keduanya menggunakan metrik yang berbeda.

Pada Treynor ratio, metrik yang digunakan adalah beta portofolio atau risiko sistematis untuk menghitung volatilitas. Sedangkan pada Sharpe ratio digunakan untuk menyesuaikan imbal hasil investasi dengan menggunakan standar deviasinya. Walaupun begitu, kedua rasio ini bisa digunakan bersamaan untuk meningkatkan akurasi pengambilan keputusan investasi.  

Batasan Treynor Ratio

Penggunaan Treynor ratio memiliki batasan berupa karakteristiknya yang melihat dari informasi historis. Padahal, instrumen investasi seringkali memiliki kinerja atau pergerakan harga yang berbeda seiring berjalannya waktu dan tak selalu bisa dibandingkan dengan informasinya di masa lalu. Sehingga, keakuratan rasio ini sangat bergantung pada penggunaan tolok ukur yang sesuai untuk menghitung beta. 

Sebagai contoh, jika Treynor ratio digunakan untuk mengukur imbal hasil dengan risiko yang terukur dari reksa dana dengan kapitalisasi domestik besar, perhitungannya akan menjadi tidak akurat jika beta reksa dana yang digunakan adalah indeks saham kecil. Karenanya, diperlukan kesesuaian beta sebagai tolok ukur agar bisa mendapatkan hasil Treynor ratio yang lebih akurat. 

Selain itu, tidak ada cara agar bisa mengetahui peringkat instrumen investasi berdasarkan Treynor ratio. Tapi, secara umum, semakin tinggi nilai rasio Treynor, kinerjanya memiliki potensi imbal hasil yang lebih tinggi.

Agar Tepat Ambil Keputusan, Analisis Dulu Instrumen Investasi dengan Treynor Ratio

Itulah penjelasan tentang apa itu Treynor ratio sebagai rasio yang mampu membantu investor lebih tepat mengambil keputusan investasi. Dengan rasio Treynor, kamu bisa mengetahui apakah sebuah instrumen investasi mampu memberikan imbal hasil yang sebanding dengan tingkat resikonya ketimbang aset bebas risiko. Tapi, agar bisa mendapatkan hasil analisis yang lebih akurat, jangan ragu untuk mengkombinasikan perhitungan Treynor ratio ini dengan rasio lainnya.