Wajib Pajak Badan Laporkan SPT Lewat E-Filing, Ini Hal yang Perlu Diketahui

Taat terhadap pajak merupakan keharusan setiap orang sebagai warga negara yang baik, sebab ini telah ditetapkan dalam peraturan perundang-undangan. Wajib pajak atau WP ini tidak hanya berlaku untuk orang pribadi saja, tapi badan juga yang dimana memiliki hak dan kewajiban perpajakan seperti membayar, memotong dan melaporkan pajak.

Mengingat kegiatan WP badan ini sebelumnya bisa melakukan laporan Surat Pemberitahuan Tahunan (SPT) melalui SPT elektronik atau e-SPT yang dibuat Direktorat Jendral Pajak (DJP), mulai tahun ini DJP mewajibkan bagi WP badan usaha yang tercatat di KPP Madya, KPP di lingungan Kanwil DJP Jakarta Khusus dan Kanwil DJP Wajib Pajak Besar untuk menyampaikan SPT Tahunan, SPT Masa PPh terhadap lebih dari 20 karyawan Pasal 21/26 dan SPT Masa PPN melalui e-Filing.

Hal tersebut tentunya sudah ada dalam Peraturan Direktur Jenderal Pajak Nomor PER-02/PJ/2019 tentang Tata Cara Penyampaian, Penerimaan dan Pengolahan Surat Pemberitahuan. Jadi bagi WP yang menyampaikan SPT dengan cara lama seperti secara langsung datang ke kantor pajak atau via pos, SPT tersebut tidak akan diterima dan akan dikembalikan.

Agar tidak terjadi kekeliruan saat lapor pajak badan, sebaiknya simak ulasan berikut ini menyoal e-Filling WP Badan:

Bingung cari Kartu Kredit Terbaik? Cermati punya solusinya!

Bandingkan Produk Kartu Kredit Terbaik!  

Perubahan Pokok Terkait PER-02

Pokok Pengaturan

Sebelum

Sesudah Keputusan

Dokumen lampiran SPT e-Filing

Diunggah dalam satu file dengan format PDF

Diunggah dalam beberapa file PDF sesuai jenis dokumen.

Pengecualian dari kewajiban menyampaikan SSP sebagai lampiran SPT melalui e-Filing

Berlaku bagi SPT 1770 S dan SS dengan status nihin atau kurang bayar

Berlaku bagi semua jenis SPT yang disampaikan melalui e-Filing, selama NTPN telah dicantumkan.

Permintaan kelengkapan SPT yang disampaikan melalui e-filing atau pos/ekspedisi/kurir

Tidak diatur

KPP dapat meminta kelengkapan SPT dalam waktu 30 hari sejak tanggal pada bukti penerimaan ElektronIk atau resi pengiriman SPT.

Informasi pada resi pengiriman SPT yang disampaikan melalui pos/ekspedisi/kurir

Tidak diatur

Resi pengiriman surat harus memuat nama, NPWP, jenis SPT, dan masa/tahun pajak.

Penyampaian SPT dengan status lebih bayar melalui pos/ekspedisi/kurir

Tidak diatur

Dikirimkan menggunakan layanan pengiriman khusus agar SPT diterima KPP paling lambat tiga hari sejak tanggal pada tanda bukti pengiriman surat.

Pelaporan SPT Tahunan Badan

Untuk wajib pajak badan usaha atau perusahaan, jenis SPT Tahunannya hanya satu jenis yaitu SPT Tahunan 1771. Jadi SPT Tahunan 1771 ini digunakan untuk bentuk badan usaha seperti:

  1. Perseroan Terbatas (PT)
  2. Comanditer Venture (CV)
  3. Usaha Dagang (UD)
  4. Yayasan
  5. Organisasi
  6. Perkumpulan

Layanan e-Filing

View this post on Instagram

A post shared by Direktorat Jenderal Pajak (@ditjenpajakri) on

E-filing merupakan kebijakan pemerintah yang sengaja dibuat untuk membudahkan masyarakat dan badan usaha dalam urusan laporan SPT atau membayar ajak. Dengan menggunakan e-filing ini selain bisa mengurangi penggunaan kertas, dalam prosesnya sangat cepat dan mudah sehingga wajib pajak tidak perlu mengantri lagi di kantor pajak sebabb bisa dilakukan kapan dan di mana saja. Bukan hanya itu saja, Wajib pajak juga tidak perlu mengeluarkan biaya apapun alias gratis, kecuali biaya denda jika terlambat lapor pajak

e-Filing ini biasanya dilakukan secara online dan real-time melalui website DJP Online (pajak.go.id) atau aplikasi yang disediakan ASP (Application Service Provider/Penyedia Jasa Aplikasi) Pajak, antara lain:

Hal yang perlu dilakukan sebelum menggunakan e-Filling:

  1. Dapatkan EFIN (Electronic Filing Identification Number) atau nomor identitas yang DJP terbitkan kepada Wajib Pajak. EFIN ini bisa diperoleh dengan mendaftarkan badan usaha ke DJP online, setelah persyaratan EFIN badan terpenuhi barulah aktivasi EFIN badan ke KPP tempat perusahaan terdaftar.
  2. Daftarkan WP badan di situs DJP Online dalam waktu 30 hari setelah ada EFIN

Baca Juga: Cara Registrasi DJP Online dan Cara Mendapatkan e-FIN

Tahapan Penggunaan e-Filing

  1. Registrasika e-filing di DJP Online
  2. Isi nomor EFIN dan NPWP, lalu verifikasi
  3. Secara otomatis nama wajib pajak akan muncul. Tapi tetap pastikan teliti dan pastikan informasi tersebut cocok dengan identitas Anda.
  4. Jangan lupa untuk isi email, nomor hp yang aktif dan buat password, kemudian simpan.
  5. Cek pesan masuk pada email terkait untuk aktivasi akun e-Filing.

Petunjuk Pengisian SPT WP Badan dengan e-Filing

wp badan
Wajib Pajak Badan via klikpajak.id

Dikutip dari online-pajak.com, ada dua cara laporan SPT WP badan melalui e-Filing:

1. Dengan Unggah CSV:

Lapor SPT Masa Online

  • Siapkan SPT Masa dan file CSV di e-SPT/e-Form DJP dan lapiran yang dibutuhkan dalam file CSV dengan nama yang sama di semua file baik di CSV dan PDF untuk lampiran yang dibutuhkan.
  • Pilih menu e-Filing
  • Unggah CSV dan PDF lampirannya
  • Klik Lapor
  • Terima Bukti Penerimaan Elektronik (BPE) dengan klik “Lihat BPE” untuk mengunduh dan mencetak

Lapor SPT Tahunan Badan Online

  • Siapkan CSV SPT Tahunan Badan pada e-SPT/e-Form DJP online, kemudian berikan nama yang sama pada file CSV dan file PDF yang dijadikan sebagai kumpulan lampiran.
  • Pilih menu e-Filing
  • Unggah CSV dan PDF lampirannya
  • Pilih File pada Lokal Komputer
  • Klik Lapor
  • Terima BPE untuk mengunduh dan mencetak

2. Dengan e-Filling 1 Klik di Online Pajak

Cara ini mulai dari hitung pajak, buat ID Billing dan setor pajak online hingga e-Filing bisa dilakukan dalam satu aplikasi, yakni:

  • Masuk ke Aplikasi OnlinePajak
  • Pilih menu Hitung, klik “PPh 21” atau PPN. Jangan lupa masukan data pribadi, kontrak, gaji dan BPJS karyawan. Perhitungan ini sudah secara otomatis
  • Klik “Simpan dan Lanjutkan”
  • Buat ID Billing dan Setor Pajak Online dengan klik “setor dan lapor” untuk lihat kembali SPT Masa PPh21
  • Klik “Bayar”, pastikan memiliki saldo yang cukup pada account virtual PajakPay
  • Klik “Lapor”
  • Setelah berhasil, Anda akan terima BPE

Baca Juga: Cara Isi dan Lapor SPT Pajak Online atau E-Filing 1770 SS

Batas Waktu dan Denda Telat Laporan Pajak Badan

View this post on Instagram

A post shared by Direktorat Jenderal Pajak (@ditjenpajakri) on

  1. SPT Masa PPN, setiap akhir bulan berikut yaitu pada tanggal 30 atau 31, denda Rp100 ribu.
  2. SPT Masa PPh, setiap tanggal 20 bulan berikut, denda Rp500 ribu.
  3. SPT Tahunan Badan, setiap 30 April/4 bulan setelah tutup buku, denda Rp1 juta

Yuk, Taat Bayar Pajak

Adanya perubahan kebijakan pajak yang dilakukan pemerintah terhadap WP Badan melalui e-filing ini adalah untuk memudahkan masyarakat taat terhadap laporan dan membayar pajak terhadap badan usaha yang dijalankan. Dengan begitu tidak ada lagi adanya alasan yang membuat para WP Badan lupa atau tidak melakukan laporan pajak. Jadilah warga negara yang baik dengan taat pajak.

Baca Juga: Cara Lapor SPT Tahunan Pakai Single Login di Situs www.pajak.go.id