Wajib Waspada! Ini 7 Ciri Rumah yang Rawan Disatroni Maling!

Pencurian menjadi salah satu tindak kriminalitas yang bisa terjadi di mana saja dan kepada siapa saja. Oleh sebab itu, banyak pemilik rumah yang memberikan keamanan ekstra seperti memasang CCTV.

Meskipun begitu, tindak pencurian bisa saja tetap terjadi. Pasalnya maling memiliki banyak modus untuk melancarkan aksinya. Misalnya, pura-pura menjadi tukang servis AC, dan lain-lain.

Misalnya, beberapa waktu terakhir di kawasan Pondok Indah. Ada sebuah rumah yang sudah mendapatkan pengamanan ketat, tetapi pencuri yang pintar masih saja bisa membobolnya. Ketahui ciri-ciri rumah yang rawan pencurian agar bisa lebih waspada.

Baca juga: Mau Liburan Akhir Tahun? Ini Tips Jitu Cegah Komplotan Maling Masuk Rumah

Bingung Cari Produk KPR Terbaik? Cermati punya solusinya!

Bandingkan Produk KPR Terbaik! 

Ciri-ciri Rumah yang Rawan Jadi Incaran Maling

loader

Maling Rumah

  1. Memiliki Pagar Rumah Tinggi

    Sebagian besar orang pasti berpikir bahwa makin tinggi pagar rumah, maka pencuri akan makin sulit untuk masuk. Oleh sebab itu, kebanyakan rumah mewah memiliki pagar yang tinggi-tinggi. Padahal, kenyataannya tidak selalu demikian.

    Ketika pagar rumah terlalu tinggi, maka sulit bagi orang luar melihat aktivitas yang terjadi di dalam rumah. Akibatnya tetangga tidak bisa membantu memantau aktivitas di dalam rumahmu saat ditinggal.

    Pagar rumah tetap memiliki manfaatnya sendiri. Kamu bisa memasang pagar, tetapi pastikan tingginya normal. Jangan lupa memasang CCTV di tempat-tempat yang tepat. Selain itu, kamu juga perlu memasang alarm agar tetangga bisa mendengarnya.

  2. Pintu Depan Sering Dibiarkan Terbuka

    Beberapa orang suka membiarkan pintu depan terbuka sebagai tanda menerima tamu. Selain itu, rumah yang ukurannya tidak terlalu besar memang lebih nyaman jika pintunya terbuka. Pasalnya, pertukaran udara bisa terjadi dengan lebih baik.

    Akan tetapi, membiarkan pintu depan selalu terbuka memiliki risiko yang sangat besar. Apalagi, jika di kawasan rumahmu banyak maling. Pencuri datang karena ada kesempatan. Jadi, ketika melihat pintu depan terbuka, mereka akan masuk dan mengambil barang-barang berharga yang bisa diambil.

    Walaupun gerbang depan rumah digembok, pencuri selalu memiliki cara untuk masuk ke rumah. Oleh sebab itu, pastikan pintu depan rumah tidak terbuka. Jika memang ingin membukanya, akan lebih baik jika memasang tralis.

  3. Membiarkan Rumah Terlihat Tidak Ada Penghuni

    Pencurian tidak hanya dilakukan di malam hari saja. Bahkan, maling lebih suka datang di siang hari ketika rumah terlihat sepi dan tidak ada penghuninya. Mungkin ketika kamu dan keluarga sedang bekerja atau pergi sekolah.

    Jika membiarkan rumah terlihat kosong, pencuri akan makin suka. Kamu harus mengatur kondisi rumah sehingga terlihat selalu ada penghuninya. Contohnya gunakan timer untuk menyalakan lampu.

    Lampu yang menyala di siang hari menjadi salah satu ciri bahwa rumah sedang ada penghuninya. Jadi, pencuri tidak akan berani masuk ke dalam rumah.

  4. Meletakkan Alat Pertukangan di Bagian Luar Rumah

    Apakah keluargamu ada yang suka meletakkan alat pertukangan di luar rumah? Hal tersebut seperti mengundang para maling untuk melakukan pencurian. Alat pertukangan, seperti obeng, tangga, dan gunting bisa dipakai untuk masuk ke dalam rumah.

    Walaupun keamanan rumah sudah dirasa maksimal, pastikan tetap selalu menutup jendela dan mengunci pintu. Jangan pernah lengah karena maling selalu bisa memanfaatkan keadaan untuk mencuri barang-barang berharga milikmu.

  5. Tempat Sampah di Depan Rumah

    Siapa sangka tempat sampah di depan rumah bisa mengundang maling untuk melakukan pencurian. Pastinya bikin heran, bukan? Sebenarnya tidak selalu demikian.

    Tempat sampah di depan rumah bisa mengundang maling, ketika pemilik rumah sering membuang kardus sembarangan. Terutama kardus bekas peralatan elektronik maupun gadget mewah seperti laptop, HP, televisi, AC, dan lain sebagainya. Hal ini bisa membuat maling tahu bahwa ada barang baru di rumahmu.

    Untuk meminimalisir pencurian, kamu harus selalu menghancurkan kardus barang mewah sebelum membuangnya. Pastikan juga tempat sampahnya selalu tertutup agar tidak ada yang tahu apa saja yang baru saja dibuang.

  6. Pencahayaan yang Buruk

    Ciri rumah yang rawan pencurian atau kemalingan selanjutnya adalah rumah dengan pencahayaan buruk. Rumah yang gelap karena pencahayaannya buruk membuat maling merasa lebih aman dalam melancarkan aksinya.

    Selain itu, pencuri biasanya akan merasa lebih bebas untuk masuk ke dalam rumah dan mencari barang-barang penting. Meskipun di malam hari, kamu harus memastikan pencahayaan rumah optimal.

  7. Berada di Lokasi yang Rawan Pencurian

    Lokasi rumah juga perlu diwaspadai, karena juga bisa mengundang maling beraksi. Jadi, jangan hanya memperhatikan lokasi yang strategis saja ketika membeli rumah. Namun, pastikan lokasinya aman dari tindak kejahatan termasuk pencurian.

    Berdasarkan penilaian banyak orang, ada empat lokasi yang potensi pencuriannya lebih tinggi dibandingkan rumah-rumah lain. Misalnya, kawasan perumahan baru karena penghuni belum saling mengenal, kemudian lokasi rumah dekat gang yang memudahkan maling kabur.

    Lalu, rumah yang ada di pinggir jalan (terutama jalan besar) dan rumah dengan banyak pohon rimbun. Maka, berikan keamanan ekstra jika rumahmu berada di lokasi tersebut.

Baca juga: Catat! Ini 7 Manfaat Asuransi Rumah yang Perlu Diketahui

Selalu Waspada dan Berikan Keamanan Lebih Agar Rumah Tetap Aman dari Maling

Dengan mengetahui ciri rumah yang rawan pencurian, akan membuat diri sendiri lebih waspada terhadap segala kemungkinan. Mulai dengan memberikan keamanan pada rumah, seperti memasang CCTV dan selalu bertindak waspada.

Ini untuk menghindari terjadinya pencurian atau kemalingan yang mungkin bisa terjadi tanpa diduga. Karena tindak kriminal bisa terjadi ketika ada kesempatan. Maka dari itu, selalu tanamkan sikap waspada.