Tentang Kredit Tanpa Agunan (KTA) Tenor Panjang

KTA tenor panjang adalah sebuah jenis produk pinjaman tanpa agunan (KTA) yang memiliki jangka waktu pelunasan (tenor) yang lama. Pada produk KTA jenis tenor panjang ini masa cicilan yang berlaku biasanya lebih dari 3 tahun sehingga waktu pelunasan yang dijanjikan pihak pemohon kredit kepada pihak bank menjadi relatif panajang. Pinjaman KTA tenor panjang bertujuan untuk meringankan beban cicilan pembayaran Anda setiap bulannya dengan memperpanjang masa pelunasan pinjaman tersebut. Dengan masa pelunasan yang lama tentunya akan sangat membantu Anda yang ingin melunasi pinjaman dalam jangka panjang dengan bunga yang kecil. Jenis pinjaman KTA tenor panjang ini sangat cocok untuk Anda yang menginginkan pinjaman dana dalam jumlah besar akan tetapi dalam waktu pengembalian yang lama seperti untuk modal usaha atau bisnis. Tentunya dengan produk KTA ini akan semakin meringkan cicilan Anda setiap bulan.

Cermati.com memberikan berbagai macam produk KTA tenor panjang untuk para pemohon kredit yang dapat diajukan secara online. Beberapa keuntungan mengajukan KTA tenor panjang di Cermati.com antara lain adalah:

  • Mendapatkan plafon pinjaman dengan jumlah yang besar dari berbagai bank ternama di Indonesia dengan mudah
  • Jangka waktu pelunasan pinjaman (tenor) yang panjang (tersedia lebih dari 3 tahun)
  • Waktu pencarian dana pinjaman yang relatif singkat (bila syarat dan ketentuan terpenuhi)
  • Memiliki suku bunga pinjaman yang kompetitif
  • Persyaratan pengajuan yang mudah dan proses pengajuan secara online yang cepat
  • Biaya-biaya tambahan yang tidak memberatkan pemohon kredit

Dalam penggunaanya, jenis KTA tenor panjang ini bisa digunakan dalam berbagai jenis pembiayaan seperti:

  • Biaya Renovasi Rumah
  • Biaya Pernikahan
  • Biaya Pendidikan Keluarga
  • Biaya Pengobatan
  • Pelunasan/Penutupan Credit Card
  • Biaya Modal Usaha/Bisnis
  • Kebutuhan finansial lainnya

Untuk melakukan pengajuan produk KTA tenor panjang di Cermati.com ada beberapa syarat yang harus dipenuhi yaitu:

  • Memiliki pendapatan bulanan yang sesuai dengan produk KTA tenor panjang yang diajukan (Cth: minimum penghasilan Rp 6.000.000.-)
  • Usia pemohon kredit harus diatas 21 tahun
  • Usia pemohon kredit dibawah 55-60 tahun pada saat masa pelunasan
  • Wajib memiliki kartu kredit dengan masa kepemilikan minimal 1 tahun
  • Memiliki limit kartu kredit yang sesuai dengan persyaratan produk KTA tenor panjang yang diajukan (Cth: Minimum limit kartu kredit: Rp 6.000.000.-)

Untuk pengajuan berbagai produk KTA tenor panjang di cermati, calon peminjam diharapkan dapat melengkapi berbagai dokumen-dokumen sebagai berikut:

Dokumen/Jenis PekerjaanKaryawanWirausahaProfesional
Fotokopi KTP/KITAS      
Bukti Penghasilan (Slip Gaji/SKP/SPT)      
Fotokopi Kartu Kredit      
Fotokopi Rekening Tabungan (3 bln terakhir)      
Fotokopi Surat Izin Profesi      
NPWP      
Fotokopi akta pendirian/SIUP/TDP      

Seorang pemohon kredit (nasabah) meminjam dana sebesar Rp 300.000.000.- dengan bunga 0.98%/per bulan selama 4 tahun (48 bulan) melalui produk KTA tenor panjang Standard Chartered KTA Online dari bank Standard Chartered, maka penghitungan cicilannya adalah sebagai berikut:

Cicilan Pokok per Bulan:
(Pinjaman pokok: Tenor)
= Rp 300.000.000.-: 48 bulan
= 6.250.000.-/bulan

Bunga Pinjaman per Bulan:
(Pinjaman pokok x (bunga per tahun * 48): 48 bulan)
= Rp 200.000.000.- x (0.98%x48): 48 bulan
= Rp 2.940.000.-

Cicilan Tetap per Bulan:
(Cicilan pokok + Bunga pinjaman)
= Rp 6.250.000.- + Rp 2.940.000.-
= Rp 9.190.000.-

Maka cicilan KTA tenor panjang yang harus dibayarkan pemohon kredit setiap bulan selama 4 tahun (sudah termasuk bunga) adalah sebsear Rp 9.190.000.-

Dalam KTA tenor panjang, penghitungan debt ratio digunakan untuk mengetahui total utang dan perbandingannya dengan aset yang Anda miliki, Perhitunganya dapat dilihat sebagai berikut:

Contoh:
Penghasilan: Rp 8.000.000.-/bulan
Cicilan kartu kredit: Rp 2.000.000.-/bulan
Cicilan kredit mobil: Rp 1.000.000.-/bulan
Cicilan kredit rumah: Rp 1.000.000.-/bulan
Debt Ratio: Jumlah utang: Penghasilan
= Rp 4.000.000.-: Rp 8.000.000.-
= 50%

Biaya Provisi:
Biaya Provisi adalah biaya balas jasa ke bank karena disetujuinya pinjaman. Ada yang bilang biaya provisi ini hampir sama juga dengan biaya administrasi.

Biaya provisi dikenakan sebanyak satu kali di awal proses pengambilan kredit dengan memotong langsung dari dana pinjaman yang dicairkan bank. Ada juga bank yang tidak menerapkan biaya provisi pada pemohon kredit, tetapi mengenakan biaya administrasi yang cukup tinggi untuk pengurusan kredit tadi. Besaran biaya provisi untuk KTA tergantung masing-masing bank. Biasanya sekitar 1 – 3,5% dari total kredit yang didapatkan.

Biaya di Muka:
Yang dimaksud biaya di muka ini adalah biaya yang harus dibayarkan di luar cicilan. Jumlahnya tergantung pihak bank. Untuk KTA, biaya yang dibayar di muka biasanya sekitar 1.5 – 5% dari total pinjaman.

Biaya Bunga:
Pihak bank seperti biasa akan menetapkan bunga pada kredit yang Anda minta. Besaran bunganya berbeda-beda, tergantung bank yang mengeluarkan kredit tersebut. Bunga yang dikenakan oleh KTA cukup tinggi yaitu antara 10 – 23% per tahunnya. Tingginya bunga KTA ini dikarenakan KTA tidak meminta jaminan aset atau apapun dari pihak penerima kredit, sehingga risiko kerugian bank lebih besar. Bunga yang berlaku pada KTA bersifat flat. Misalnya Anda meminjam KTA dengan bunga cicilan 23% per tahun, maka walaupun cicilan Anda sedikit, bunga yang sama tetap berlaku.

Biaya Penalti:
Biaya penalti adalah biaya yang dikenakan bank bila pelunasan KTA dipercepat sesuai dengan ketentuan masing-masing bank. Untuk KTA, biaya penalti ini mencapai 5 – 6% dari sisa tagihan KTA Anda.

Biaya Materai:
Beberapa bank meminta pihak pengambil kredit untuk membayar materai dan itu berlaku untuk KTA.

Biaya Asuransi:
KTA menerapkan asuransi jiwa yang akan melindungi pihak penerima kredit. Dengan jumlah pinjaman yang besar membuat bank tidak mau mengambil risiko bila yang menerima kredit meninggal dunia. Asuransi yang dipilih juga berdasarkan kebijakan bank, bukan dari pilihan sang pemohon kredit.

Penuhi Syarat Identitas Pribadi:
Secara umum, bank menerapkan syarat yang hampir sama untuk calon nasabahnya yaitu usia minimal 21 tahun, dan maksimal 65 tahun. Usia maksimal tersebut dalam artian batas akhir tenor pinjaman tidak jatuh lebih dari ketika nasabah berusia 65 tahun.

Keaslian dan Kelengkapan Dokumen: Beberapa dokumen yang harus dipersiapkan antara lain adalah NPWP, Kartu Keluarga, Akta Nikah (jika sudah menikah), Surat Keterangan Penghasilan bagi karyawan, Surat Izin Praktik bagi profesional ataupun SIUP/TDP bagi pengusaha serta fotokopi rekening koran atau tabungan selama 3 bulan terakhir.

Catatan Kartu Kredit: Bank akan memeriksa catatan pemakaian kartu kredit calon nasabahnya. Pastikan catatan kredit Anda dalam keadaan lancar.

Status Profesi: Memiliki status pekerjaan dan penghasilan sesuai dengan batas minimum yang ditentukan oleh pihak bank.

Jumlah Debt Ratio: Debt ratio atau rasio utang yang Anda miliki saat pengajuan tidak boleh melebihi 30% dari total penghasilan Anda.

Validitas Nomor Telepon: Nomor telepon yang Anda berikan pada pihak bank haruslah nomor yang masih aktif dan dapat dihubungi. Ketika melakukan pengajuan, Anda akan diminta nomor telepon pribadi, nomor telepon kantor, dan nomor telepon keluarga tidak serumah.

Proses Verifikasi Pastikan proses verifikasi berjalan dengan lancar. Usahakan untuk tidak terdapat data yang tidak sesuai dengan data aplikasi yang telah diberikan sebelumnya ketika pihak bank menghubungi Anda untuk proses verifikasi dan survey nasabah secara langsung.