3 Tips Menabung untuk Penganut Gaya Hidup Cashless

Sebagai upaya untuk mempersiapkan masa yang akan datang, bisa dikatakan bahwa menabung merupakan sebuah keharusan. Selain digunakan sebagai simpanan untuk kebutuhan di masa depan, menabung ternyata juga banyak memberikan berbagai manfaat lainnya, loh.

Pasalnya, kebiasaan menabung bisa sekaligus menjadi cara membiasakan diri untuk bersikap hemat. Jika seseorang sudah memiliki kebiasaan berhemat, maka risiko ‘bocornya’ keuangan tentu bisa diminimalisir. Dengan demikian, kemungkinan munculnya masalah finansial pun juga cenderung sangat kecil.

Terlebih lagi, pada era ini dimana gaya hidup cashless kian populer, menabung tentu menjadi hal yang sangat penting. Bagaimana tidak? Tanpa menabung, bagaimana Anda bisa mengisi dompet digital untuk memenuhi berbagai kebutuhan?

pengguna cashles

Tanpa adanya tabungan, bisa jadi berbagai permasalahan keuangan akan menghantui Anda. Jika sudah begitu, bukan tidak mungkin Anda harus mengajukan pinjaman, dan tentunya hal yang demikian akan jadi jauh lebih memusingkan ketimbang menyiapkan dana dengan cara menabung, bukan?

Lalu, bagaimana sih tips menabung bagi Anda yang memiliki gaya hidup cashless? Sebagai contoh, gaji per bulan Anda adalah 12 juta. Maka, berdasarkan teori 50/20/30 dari Elizabeth Warren, Anda wajib menyisihkan 20% atau 2,4 juta dari gaji Anda untuk dialokasikan ke tabungan.

Selanjutnya, mari simak pengelolaan tabungan berikut, agar gaya hidup cashless Anda bisa berjalan dengan minim kendala.

Bingung cari Kartu Kredit Terbaik? Cermati punya solusinya!

Bandingkan Produk Kartu Kredit Terbaik!  

1. Buat Rekening Khusus untuk Alokasi Tabungan

Seperti yang sudah disebutkan sebelumnya, idealnya tabungan per bulan yakni 20% dari gaji yang Anda terima. Namun, besaran tersebut tidak hanya untuk simpanan saja, loh. Dari 20% tersebut, sisihkan 5% hingga 10% untuk dialokasikan ke investasi.

Mengapa demikian? Pada dasarnya investasi juga merupakan bentuk dari menabung, namun dengan sistem yang lebih kompleks, dan di waktu yang akan datang bisa memberikan return lebih tinggi dari yang Anda tanamkan.

Perlu untuk diingat, pastikan Anda membuat rekening terpisah antara yang digunakan untuk menabung dan untuk memenuhi keperluan hidup. Alasannya tentu agar pengelolaannya lebih mudah, serta menghindari timbulnya kesalahan pengelolaan yang dapat berujung pada bermasalahnya kondisi keuangan Anda.

Baca Juga: Khusus Sobat Cashless, Begini 6 Cara Tepat Menabung Biar Keuangan Aman

2. Rencanakan untuk Memulai Program Tabungan Berjangka

Apabila Anda sedikit meragukan konsistensi dalam program menabung yang akan dijalankan, alternatif yang bisa Anda coba yakni memanfaatkan program tabungan berjangka. Sistem tabungan berjangka sangatlah sederhana, yakni menarik dana dengan nominal dan waktu tertentu dari rekening utama, yang tentunya sesuai dengan kehendak Anda. 

Nah, selain lebih praktis karena tabungan akan selalu terisi, godaan untuk menggunakan dana simpanan pun akan jadi lebih kecil. Alasannya, salah satu ketentuan dari program tabungan berjangka yakni adanya penalti jika Anda mengambil dana sebelum waktu yang telah ditentukan, atau masa jatuh temponya. 

Bagaimana dengan masa jatuh temponya? Baiknya, program tabungan berjangka memberikan Anda wewenang untuk menentukan kapan dana bisa ditarik. Artinya, Anda bisa menentukan sendiri apakah tabungan tersebut berjangka panjang atau pendek. 

Oleh sebab itu, pastikan bahwa Anda sudah memperhitungkan dengan baik antara dana yang akan dialokasikan dengan kebutuhan yang akan Anda penuhi untuk menentukan waktu jatuh temponya.

Baca Juga: Jangan Ragu Lagi, Inilah 5 Keuntungan Hidup Cashless

3. Berinvestasi

Meneruskan dari informasi pada poin satu mengenai investasi, beberapa orang masih memiliki keraguan untuk memulai investasi, padahal benefit yang bisa diperoleh jelas bisa membuat finansial Anda mapan di masa yang akan datang. 

Jika Anda adalah salah satunya, cobalah untuk mengalokasikan 5% saja dari tabungan untuk diinvestasikan. Nah, jika Anda tidak ragu untuk berinvestasi namun juga ingin menabung dengan cara pada umumnya, dialokasikan dengan perbandingan 50:50, atau masing-masing sebesar 10%.

Jika Anda sudah mantap untuk memulai berinvestasi, jangan lupa untuk melakukan diversifikasi, atau membagi dana Anda dalam sejumlah instrumen investasi. Alasannya, dengan melakukan diversifikasi, Anda bisa menyelamatkan dana Anda ketika hal yang tidak diharapkan terjadi, seperti gagalnya investasi. 

Bagi Anda yang ingin praktis, investasi juga memiliki layanan autodebet yang hampir sama seperti tabungan berjangka. Artinya, dengan memanfaatkan layanan tersebut, pihak yang menyediakan program investasi akan menarik dana dengan jumlah tertentu dari rekening Anda untuk dikelola investasinya. 

Jadikan Menabung sebagai Kebiasaan

Semakin modernnya zaman, berbagai kegiatan pun banyak yang berubah menjadi lebih mudah, termasuk menabung. Jika dahulu menabung hanya sebatas memasukkan uang ke celengan atau ‘menitipkan’ uang ke bank, kini Anda juga bisa menabung dalam bentuk investasi yang dapat memberikan keuntungan di kemudian hari. 

Sebab memiliki tabungan adalah salah satu upaya yang bisa dilakukan untuk menjamin masa depan, pastikan Anda sudah mulai mengisi tabungan, ya. Jadikan menabung sebagai sebuah kebiasaan, dan Anda pun pasti akan menuai hasilnya nanti, berikut dengan timbulnya rasa tentram karena finansial untuk masa yang akan datang sudah direncanakan. 

Baca Juga: Yakin Mau Coba Pembayaran Cashless? Ketahui Dulu Untung Ruginya