Emas vs Perak: Mana yang Lebih Cuan di Tahun Ini? Simak Perbandingannya!
Dalam dunia investasi logam mulia, emas selalu menjadi primadona yang tak terbantahkan. Namun, tahukah kamu bahwa di tahun 2026 ini, perak mulai mencuri perhatian para investor global sebagai alternatif yang sangat potensial?
Dengan harga emas yang terus mencetak rekor tertinggi baru, banyak investor mulai beralih atau melakukan diversifikasi ke perak. Lantas, di antara keduanya, mana yang paling menguntungkan bagi portofolio? Mari kita bedah perbandingannya secara mendalam.
Tren Investasi Logam Mulia 2026
Saat ini, emas masih memegang peranan sebagai safe haven utama di tengah fluktuasi ekonomi global. Di sisi lain, perak tidak lagi hanya dilihat sebagai perhiasan, melainkan komoditas industri strategis yang permintaannya melonjak drastis akibat masifnya industri kendaraan listrik (EV) dan panel surya.
Tabel Perbandingan: Emas vs Perak
| Fitur | Emas | Perak |
| Harga per Gram | Sangat Tinggi (Jutaan Rupiah) | Terjangkau (Puluhan Ribu Rupiah) |
| Faktor Penggerak Harga | Kebijakan Moneter & Inflasi | Permintaan Industri & Manufaktur |
| Volatilitas | Cenderung Stabil | Tinggi (Fluktuatif) |
| Likuiditas | Sangat Tinggi (Sangat Mudah Dijual) | Tinggi (Namun Pasar Lebih Kecil dari Emas) |
| Penyimpanan | Efisien (Nilai Besar dalam Bentuk Kecil) | Butuh Ruang Lebih (Nilai Besar Bentuknya Berat) |
| Kegunaan Utama | Investasi & Cadangan Devisa | Industri Teknologi, EV, & Panel Surya |
Emas atau Perak?
1. Modal Investasi (Entry Barrier)
Emas membutuhkan modal yang cukup besar untuk memulai. Di tahun 2026, dengan harga yang kian mahal, emas menjadi instrumen investasi yang menantang bagi investor pemula. Sebaliknya, perak adalah pilihan terbaik untuk pemula. Dengan modal ratusan ribu rupiah, Anda sudah bisa memiliki aset logam mulia dalam jumlah yang cukup signifikan.
2. Potensi Keuntungan (Return)
Secara historis, perak memiliki persentase kenaikan yang bisa melampaui emas saat pasar sedang bullish. Karena pasar perak lebih kecil, arus modal yang masuk sedikit saja bisa memicu lonjakan harga yang tajam. Jika Anda seorang investor agresif yang mencari capital gain cepat, perak bisa menjadi pilihan. Namun, jika Anda mencari stabilitas jangka panjang, emas tetaplah pemenangnya.
3. Risiko dan Volatilitas
Harga perak jauh lebih fluktuatif dibandingkan emas. Hal ini dikarenakan ketergantungan perak pada kondisi ekonomi industri. Jika sektor manufaktur melesu, harga perak bisa terkoreksi dalam. Emas cenderung lebih bertahan (resilient) saat krisis ekonomi terjadi karena fungsinya sebagai pelindung nilai harta.
4. Kemudahan Penyimpanan dan Transaksi
Menyimpan emas senilai Rp100 juta mungkin hanya butuh brankas kecil karena ukurannya yang ringkas. Namun, untuk menyimpan perak dengan nilai yang sama, kamu akan membutuhkan ruang yang jauh lebih besar karena volumenya yang masif.
Untungnya, di tahun 2026, hambatan fisik ini sudah teratasi dengan kehadiran emas digital di Cermati. Kamu bisa memiliki keduanya tanpa perlu pusing memikirkan biaya brankas atau keamanan fisik.
Jadi, Mana yang Harus Dipilih?
-
Pilih Emas jika: Kamu ingin mengamankan kekayaan jangka panjang, memiliki profil risiko konservatif, dan mencari aset yang sangat stabil terhadap inflasi.
-
Pilih Perak jika: Kamu memiliki modal terbatas, ingin memanfaatkan tren industri teknologi hijau, dan berani menghadapi fluktuasi harga demi potensi keuntungan yang lebih tinggi.
Saran Pakar: Jangan terjebak pada salah satu saja. Strategi terbaik di tahun 2026 adalah diversifikasi. Alokasikan sebagian besar dana di emas untuk keamanan, dan sisihkan sebagian kecil di perak untuk mengejar potensi pertumbuhan industri.
Siap mulai berinvestasi? Pantau harga logam mulia harian dan mulai menabung emas digital dengan praktis dan aman hanya di Cermati.