6 Tips Sukses Membangun Usaha Frozen Food dari Nol. Yuk, Dicoba!

Selain bisnis warung kopi, boba, dan aneka makanan sehat yang kian tengah populer, ada satu yang tak kalah menarik yaitu bisnis frozen food. Seperti namanya, makanan yang kamu jual disini adalah makanan beku, baik yang masih mentah maupun yang sudah jadi dan tinggal disantap. 

Variasi makanan beku yang bisa dijual cukup beragam. Ada sosis, nugget, kentang goreng, buah-buahan, hingga bumbu dapur yang sudah dikemas dalam satu wadah dan sudah ditimbang. Jadi, menjualnya juga sudah lebih gampang. 

Tertarik membuka usaha frozen food, tapi masih ragu karena belum ada skill? Jangan khawatir, kamu bisa terapkan beberapa tips membangun usaha frozen food berikut agar usahamu kelak bisa sukses.

Anda Bingung Cari Produk Kredit Tanpa Agunan Terbaik? Cermati punya solusinya!

Bandingkan Produk KTA Terbaik! 

1. Tentukan rencana bisnis

planning
Rencana

Planning adalah tahap yang paling penting dalam membangun usaha dari nol. Planning ini memuat langkah, kegiatan, dan antisipasi apa saja yang diperlukan kalau sewaktu-waktu perjalanan bisnis terhambat karena hal tertentu. 

Rencana tentu dibuat secara terperinci, jadi setiap instruksi dalam berbisnis jelas. Mulai dari bahan yang dibutuhkan, tingkat kualitas, harga jual, kemasan, label atau merek, dan metode pemasarannya. 

Coba bayangkan seperti apa bisnis untuk memudahkan Anda dalam membuat rencana yang sesuai. Lalu, tuliskan dan evaluasi lagi rencana. Kalau memang masih ada yang kurang, bisa segera diperbaiki.

2. Kalkulasikan modal yang dibutuhkan

Mustahil kalau Anda bisa menjalankan bisnis tanpa modal sepeserpun. Modal dibutuhkan untuk menyewa lahan jualan, membeli bahan baku, membayar gaji karyawan, membeli peralatan, dan membeli kemasan untuk frozen food.

Modal awal yang dibutuhkan berkisar Rp 5-7 juta. Nah, kalau belum punya modal bisnis, lebih baik ditabung dulu uangnya supaya Anda tidak perlu mengajukan pinjaman kepada siapa pun. Anda juga bisa terbebas dari biaya bunga yang bila dihitung-hitung lumayan jumlahnya.

Catat modal yang terpakai, lalu bandingkan dengan total penjualan. Selisih dari penjualan dikurangi modal diakui sebagai keuntungan. Tabunglah keuntungan ini sedikit demi sedikit agar nanti bisa dimanfaatkan untuk mengembangkan bisnis frozen food.

Baca Juga: 10 Tips Bisnis Frozen Food ini Bikin Jualan Laris Manis

3. Tentukan pangsa pasar dan pemasok bahan baku

produsen
pemasok bahan baku

Frozen food cocok untuk semua kalangan, tapi kalau belum diolah. Kalau sudah diolah, pangsa pasarnya tentu berbeda, lebih spesifik lagi. Maka dari itu, pastikan frozen food seperti apa yang ingin dijual agar Anda bisa langsung menentukan pangsa pasar, sehingga penjualan tepat sasaran.

Kalau memang pasarnya adalah anak-anak, pastikan frozen food bebas micin dan pewarna karena kondisi perut anak yang masih sangat sensitif. Tekstur makanannya juga harus lembek supaya anak lahap memakannya.

Selain itu, tentukan siapa yang akan menjadi pemasok bahan baku. Jadi, Anda tidak perlu mencari pemasok baru saat ingin membeli bahan-bahan untuk membuat frozen food. Harga yang diberikan juga pasti berbeda kalau Anda sudah jadi pelanggan tetap.

4. Pastikan promosi tepat sasaran

Jika ingin penjualan terus meningkat, maka gunakan metode promosi yang tepat. Metode dari mulut ke mulut sudah tidak lagi efektif karena tidak ada bukti kalau makanan tersebut enak, bahkan bentuk fisik makanannya saja tidak tahu. Akan lebih baik kalau frozen food dipasarkan secara online, melalui media sosial.

Hasilnya tentu lebih efektif karena sosial media menjangkau orang yang lebih banyak. Anda juga bebas berekspresi untuk membuat promosi terlihat menarik, sehingga orang lain jadi lebih penasaran untuk mencoba frozen food yang ditawarkan.

Jika nantinya pelanggan sudah semakin banyak, Anda bisa buka website sendiri agar pengelolaan penjualan semakin mudah. Konsumen tidak perlu menanyakan harga, begitu pula dengan kuantitas produk karena semuanya sudah tertera jelas pada website.

Baca Juga: Tips Sukses Jalankan Bisnis Kuliner Saat New Normal

5. Sesekali berikan giveaway

frozen food
Giveaway

Rasanya tidak ada seorang pun yang mau melewatkan produk gratis, benar kan? Sesekali adakan giveaway kepada para pelanggan setia atau pengikut di sosial media. Giveaway ini sendiri menjadi salah satu taktik promosi untuk memperluas pasar, jadi orang yang mengetahui produk yang Anda jual semakin banyak.

Sebelum mengadakan giveaway, coba tetapkan rules, jumlah pemenang, langkah yang harus dilakukan, hingga syarat dan ketentuannya. Siapa yang berhasil memenuhi kriteria pemenang, maka dialah yang berhak mendapatkan produk gratis. 

Adakan giveaway secara fair, artinya siapa yang pantas maka dialah yang menang. Jadi bukan semata-mata karena Anda kenal sama orang tersebut, ya!

6. Buatlah variasi makanan seiring berjalannya waktu

Jika dulunya Anda menjual buah-buahan beku, misalnya, nanti bisa coba tambahkan jualan ikan atau camilan beku. Tujuannya agar produk lebih bervariasi, sehingga konsumen tidak bosan dengan produk yang itu-itu saja. Konsumen bisa kombinasikan dengan produk baru untuk mengkreasikan menu makanan favorit keluarganya.

Sama seperti sebelum meluncurkan produk, Anda harus melakukan beberapa research terlebih dahulu untuk mengetahui produk frozen food yang kini menjadi tren dan diminati oleh banyak orang.

Sesuaikan dengan kebutuhan pasar, bukan kebutuhan pribadi atau keluarga. Sebab disini pangsa pasarnya luas, bukan hanya satu atau dia orang, tetapi banyak orang dari kalangan yang punya selera yang berbeda-beda.

Kenali Bisnis yang Hendak Dirintis dengan Cermat

Pesaing maupun pangsa pasar bisnis frozen food mengalami perkembangan yang cukup signifikan. Alangkah baiknya kalau Anda coba mengenal bisnis frozen food ini sebaik mungkin, termasuk tata kelolanya. Dengan demikian, kegagalan dalam berbisnis pun dapat diminimalisir dengan baik.

Baca Juga: 6 Ide Bisnis yang Bisa Jadi Peluang Usaha Menguntungkan di Era New Normal