Ambroxol, Obat yang Ampuh Encerkan dan Keluarkan Dahak

Batuk berdahak dapat menjadi penyakit yang mengganggu kegiatan sehari-hari seseorang. Saat mengalami batuk berdahak, seseorang akan lebih kesulitan untuk berbicara. Dalam kondisi parah, batuk berdahak juga dapat menjadi pemicu masalah kesehatan lain di tenggorokan yang lebih parah, sebagai contoh adalah infeksi tenggorokan.

Untuk mengobati batuk berdahak, sebenarnya ada cukup banyak jenis obat dari berbagai merek yang bisa dipilih oleh penderitanya. Dengan mengonsumsi obat-obatan tersebut, dahak dapat terbantu untuk ikut keluar dari tenggorokan ketika sedang batuk. Dengan begitu, dahak tidak lagi mengganggu aktivitas sehari-hari. 

Berbicara tentang obat untuk mengeluarkan dahak, pernahkah Anda melihat atau menggunakan obat Ambroxol? Ambroxol sendiri dikenal sebagai obat yang cukup banyak dikenal dan dipasarkan di Indonesia dengan berbagai merek. Namun, untuk pemakaiannya sendiri tidak boleh sembarang meski memang cukup ampuh untuk mengeluarkan dahak di tenggorokan. 

Nah, bagi Anda yang memiliki masalah dahak dan sulit untuk dikeluarkan, tidak ada salahnya untuk mencoba mengonsumsi obat ini. Namun, sebelum memutuskan untuk menggunakan obat tersebut, kenali apa itu obat Ambroxol dan bagaimana aturan aman pemakaian sekaligus dosisnya berikut ini. 

Apa Itu Obat Ambroxol?

loader

Ambroxol adalah jenis obat yang berguna dalam mengencerkan dahak. Pada umumnya, obat tersebut dimanfaatkan untuk meredakan batuk berdahak, serta masalah pernapasan lain yang diakibatkan oleh produksi dahak berlebih, contohnya adalah penyakit bronkiektasis.

Dengan mengonsumsinya, dahak akan menjadi lebih encer sehingga dapat dengan mudah dikeluarkan ketika batuk. Dengan begitu, saluran pernapasan menjadi lebih lancar dan napas menjadi lega kembali. Ambroxol banyak dijual dan diedarkan dalam bentuk sirup maupun tablet, dan bisa dikonsumsi oleh orang dewasa atau anak-anak. 

Ambroxol tergolong sebagai obat mukolitik untuk pengencer dahak. Pasien tidak boleh secara sembarangan membeli obat tersebut di apotek karena pemakaiannya harus melalui resep dokter. 

Sedangkan, Ambroxol sendiri tergolong dalam kategori C untuk kondisi kehamilan dan juga menyusui. Artinya, studi pada hewan menunjukkan bahwa pemakaian obat ini dapat menyebabkan efek samping pada janin meski belum dibuktikan dengan pemakaian pada ibu hamil. Kandungan dari Ambroxol juga dapat diserap oleh ASI sehingga pada ibu menyusui, sebaiknya pemakaian obat ini dihentikan untuk sementara hingga dianjurkan kembali oleh dokter. 

Beberapa merek dagang dari obat Ambroxol adalah Ambroxol HCL, Berea, Ambroxol Hydrochloride, Bronkipect, Epexol, Interpec, Lapimuc, Mucopect, dan Omeroxol. Jadi, beberapa merek tersebut seharusnya sudah memiliki izin dari BPOM dan aman untuk dikonsumsi selama mengikuti aturan dan dosis pemakaian yang dianjurkan. 

Baca Juga: Biang Kerok Batuk Gak Sembuh-sembuh, Jangan Sepelekan!

Hal yang Perlu Diperhatikan sebelum Menggunakan Ambroxol

Sebelum memutuskan untuk mengonsumsinya, ada beberapa hal penting yang harus diperhatikan oleh pasien. Pasalnya, jika digunakan dengan sembarangan, bukan tidak mungkin pengguna malah mengalami gangguan kesehatan atau efek samping yang berbahaya. 

Hal pertama yang harus diperhatikan oleh pengguna Ambroxol adalah pemakaian obat tersebut harus selalu diawasi dan mengikuti anjuran yang diberikan oleh dokter. Sebagai contoh, pada ibu hamil, khususnya di trimester pertama, penggunaan harus terlebih dahulu dikonsultasikan dengan dokter spesialis kandungan. Tujuannya agar dapat diketahui apakah obat tersebut dapat memberikan efek samping bagi janin ataupun ibu hamil. 

Selain itu, penderita gangguan ginjal, hati, infeksi paru, masalah pada sistem imun, serta tukak lambung atau ulkus juga harus memberitahukan riwayat kesehatannya pada dokter. Penggunaan obat lainnya juga harus diberitahukan kepada dokter sebelum mengonsumsi Ambroxol, seperti obat jenis suplemen maupun obat herbal. 

Informasikan pula pada dokter apabila Anda mempunyai alergi pada obat jenis ini. Terakhir, saat muncul reaksi alergi maupun alergi, segera pergi ke dokter atau rumah sakit agar bisa segera mendapatkan perawatan medis yang dibutuhkan. 

Aturan Pakai dan Dosis Ambroxol

Aturan pakai dan juga dosis Ambroxol ditentukan oleh bentuk obat dan usia pemakainya. 

  1. Tablet

    Untuk Ambroxol tablet dapat dikonsumsi dalam dosis 30 sampai 120 mg, dengan 2 hingga 3 kali minum per harinya untuk orang dewasa. 

    Sedangkan untuk anak-anak, dosis Ambroxol untuk usia kurang dari 2 tahun adalah 7,5 sampai 15 mg dengan 2 kali minum per hari. Kemudian untuk anak usia 2 sampai 5 tahun memiliki dosis 7,5 sampai 15 mg untuk sekali minum per hari, dan usia 6 sampai 12 tahun memiliki dosis 15 sampai 30 mg dengan 1 hingga 2 kali minum per hari. 

  2. Sirup

    Di sisi lain, Ambroxol sirup dapat dikonsumsi oleh orang dewasa dengan dosis 10 ml dengan anjuran 2 kali minum per hari. Sedangkan untuk anak usia 2 sampai 5 tahun, dosis Ambroxol sirup adalah 2,5 ml dengan 2 hingga 3 kali minum per hari dan untuk usia 6 sampai 12 tahun memiliki dosis 5 ml, 3 kali minum per hari. 

    Ambroxol dapat dikonsumsi ketika makan atau sesudahnya. Yang terpenting, konsumsi Ambroxol dengan dosis, juga jangka waktu yang sudah dianjurkan. Dengan begitu, pemakaian dari obat tersebut akan lebih aman dan dapat meminimalisir munculnya efek samping ataupun risiko terjadinya overdosis kepada pasien. 

Baca Juga: 10 Manfaat Jahe Merah yang Mujarab Redakan Penyakit

Interaksi Ambroxol saat Dikonsumsi dengan Obat Lain

Sama halnya dengan obat jenis lain pada umumnya, kandungan yang dimiliki oleh Ambroxol juga dapat menimbulkan interaksi saat dikonsumsi dengan obat lain. Yang pasti, interaksi yang terjadi dari mengonsumsi obat ini bersama obat lain dapat menimbulkan efek yang berbeda-beda. 

Sebagai contoh, saat Ambroxol digunakan secara bersamaan dengan antibiotik, seperti doxycyclin, cefuroxime, dan erythromycin, konsentrasi dari Ambroxol akan menjadi meningkat dalam darah. Ketika hal ini terjadi, potensi efek samping dari penggunaan obat tersebut menjadi meningkat. 

Interaksi juga dapat terjadi saat Ambroxol dikonsumsi dengan obat batuk antitusif atau kering. Interaksi antara obat-obatan tersebut dapat membuat dahak yang seharusnya harus dikeluarkan menjadi tersumbat. Alhasil, manfaat Ambroxol tidak bisa didapatkan oleh penggunanya.

Efek Samping Ambroxol

Pada dasarnya, pemakaian Ambroxol tidak menyebabkan efek samping serius yang dapat membahayakan kondisi kesehatan penggunanya. Meski begitu, mengonsumsi Ambroxol dapat menimbulkan gejala efek samping ringan, dan perlu dipahami oleh para penggunanya. 

Beberapa efek samping yang mungkin muncul adalah:

  1. Rasa mual serta ingin muntah.
  2. Diare.
  3. Perut terasa sakit.
  4. Maag.
  5. Perut kembung. 
  6. Ruam merah di kulit.
  7. Bibir dan tenggorokan terasa kering.
  8. Rasa kelu pada lidah. 

Namun, efek samping Ambroxol tersebut adalah hal yang wajar terjadi. Dalam kata lain, pengguna tidak memerlukan penanganan medis yang berarti jika mengalami efek samping tersebut. 

Tetapi, pastikan untuk selalu mengikuti anjuran pemakaian Ambroxol dari dokter dan mengonsumsinya sesuai dengan dosis yang telah ditentukan. Dengan begitu, Ambroxol akan tetap aman dikonsumsi hingga masalah kesehatan yang dialami bisa sembuh dengan sepenuhnya. 

Pahami Cara Aman Mengonsumsi Ambroxol agar Manfaatnya Tidak Berubah Menjadi Masalah Kesehatan

Saat mengonsumsi obat jenis apapun, tujuan utamanya tentu adalah untuk menyembuhkan atau sekedar meredakan penyakit yang sedang dialami. Nah, dengan mengonsumsi sebuah obat dengan dosis dan aturan pakai yang telah ditentukan, manfaat dari mengonsumsi obat apapun tentu bisa didapatkan oleh penggunanya. 

Hal ini juga berlaku bagi pasien yang menggunakan obat Ambroxol. Ketika penggunaannya sesuai nasihat dari dokter dan mengikuti dosis yang dianjurkan, masalah dahak yang susah keluar pasti dapat diatasi dengan segera. 

Keluhan batuk berdahak yang sulit untuk dikeluarkan dan disembuhkan pun tidak lagi dirasakan oleh pengguna. Untuk itu, sebelum menggunakan Ambroxol atau obat jenis apapun, pahami dulu dosis dan aturan pakainya agar mendapatkan manfaat dari obat tersebut dengan lebih maksimal.

Baca Juga: Ini Manfaat Madu Asli Bagi Kesehatan, Yuk Mulai Mengonsumsinya!