Fakta tentang Terapi Anak Berkebutuhan Khusus, Mulai dari Jenis, Tantangan, dan Tips Membiayainya

Merawat anak dari usia bayi hingga dewasa tentu bukan perkara mudah yang harus dilalui oleh para orang tua. Terlebih bagi mereka yang dikaruniai anak berkebutuhan khusus yang memberi tantangan tersendiri bagi orang tua untuk bisa merawatnya. Salah satu hal yang umumnya penting untuk dilakukan adalah memberikan terapi untuk anak berkebutuhan khusus. 

Tergantung dari kondisi anak, terapi anak berkebutuhan khusus ini memiliki beragam jenis. Biaya terapi anak berkebutuhan khusus pun bisa sangat beragam dan menjadi salah satu tantangan utama orang tua untuk bisa memenuhinya, terlebih terkait perkara keuangan. 

Bagi kamu yang ingin tahu tentang fakta terapi anak berkebutuhan khusus, mulai dari jenis terapi, tantangan finansial, hingga tips menyiapkan biayanya, simak penjelasan berikut ini.

Baca Juga: Agar Keuangan Lebih Siap, Apa Saja Sih Biaya Membesarkan Anak yang Penting Diketahui?

Bingung cari asuransi kesehatan terbaik dan termurah? Cermati punya solusinya!

Bandingkan Asuransi Kesehatan Terbaik!  

Beragam Jenis Terapi Anak Berkebutuhan Khusus

loader

Anak Berkebutuhan Khusus

Mengenai jenis terapi untuk anak berkebutuhan khusus, metode yang diberikan secara umum terbagi ke dalam 2 jenis, yakni terapi mental dan terapi fisik. Meski begitu, metode terapi untuk anak berkebutuhan khusus ini sangat beragam dan bergantung dari kebutuhan buah hati, antara lain:

  1. Terapi Fisik

    Sesuai namanya, terapi ini bermanfaat menangani kekurangan atau gangguan fisik dan gerakan, sekaligus melatih bagian otot. Terapi yang biasanya diberikan pada anak dengan kondisi cerebral palsy maupun polio ini bisa dibagi lagi ke dalam 2 jenis, yaitu aktif dan pasif. Untuk jenis pasif, terapi fisik dilakukan dengan bantuan ahli, sementara jenis aktif, terapi dilakukan oleh pasien sendiri tanpa bantuan. 

  2. Kognitif Perilaku

    Terapi jenis ini diberikan pada anak dengan kondisi autisme yang mempunyai masalah kognitif serta komunikasi hingga kesulitan menyampaikan perasaan. Jika dibiarkan, kondisi tersebut berisiko membuatnya stres hingga tantrum. Terapi ini dilakukan dengan bentuk psikoterapi dan bermanfaat mengubah perilaku serta pola pikir anak agar mempunyai emosi lebih stabil dan mampu menyampaikan perasaannya dengan jelas. 

  3. Terapi Wicara

    Terapi wicara juga menjadi salah satu terapi untuk anak berkebutuhan khusus umum dengan manfaat membantu anak agar bisa berbicara dan berkomunikasi. Fokus dari terapi ini adalah melatih kemampuan berbahasa dan berkata anak, termasuk melatih otot lidah, mulut, serta tenggorokannya. Terapi ini dilakukan melalui ajakan untuk meniup, meniru suara, maupun belajar bahasa isyarat. 

  4. Terapi Okupasi

    Selanjutnya ada terapi okupasi yang berguna melatih motorik halus pada anak. Caranya dengan melatih gerak presisi, misalnya mengancingkan baju, memegang sendok saat makan, atau menulis. Kemampuan tersebut dibutuhkan si kecil pada aktivitas hariannya sehingga perlu diajarkan agar lebih mandiri dan meningkatkan kualitas hidupnya. 

  5. Terapi Bermain

    Metode terapi berikut ini dilakukan melalui membiarkan anak melakukan permainan dalam ruang yang nyaman dan aman, tanpa batasan. Tujuannya agar anak bisa mengekspresikan dirinya. Metode terapi ini juga bisa mengajarkan anak tentang analisis dan problem solving, serta terapis hanya perlu memberi perintah yang bisa diikutinya. 

  6. Sensori Integrasi

    Berdasarkan sebuah penelitian, terapi ini memanfaatkan pancaindra dari anak untuk melatih keseimbangan, kesadaran posisi, dan sentuhan serta gerak tubuhnya. Tujuan dari terapi ini adalah membantu anak yang mengalami gangguan belajar, perilaku, atau perkembangan.

  7. Applied Behavior Analysis atau Terapi ABA

    Pada terapi ABA, fokusnya adalah pemberian hadiah atau reward terhadap setiap hal positif serta keberhasilan anak dengan kebutuhan khusus. Orang tua maupun terapis diharapkan mampu memberi feedback atas setiap sikap anak di terapi ini.

  8. Terapi Menunggang Kuda

    Bisa juga disebut sebagai hippotherapy, terapi tersebut dilakukan dengan mengajak anak menunggang kuda sesuai arahan terapis. Termasuk sebagai terapi fisik, metode ini mengajarkan anak tentang reaksi tubuh dan menyesuaikan dirinya dengan gerakan kuda. Terapi ini mampu meningkatkan kemampuan sosial serta berbicara anak. 

  9. Intervensi Pengembangan Hubungan

    Untuk terapi jenis ini dilakukan dengan tujuan mengajarkan anak tentang cara berpikir dengan fleksibel dan terlibat hubungan sosial bersama orang lain. Tahap terapi ini dilakukan dengan mengembangkan hubungan antara anak bersama orang tuanya, sehingga peran orang tua amat penting pada terapi ini. 

  10. Sensory Integration & Related Therapy

    Jenis terapi ini berguna untuk mengatasi masalah sensori pada anak, terutama yang sangat sensitif pada rangsangan sensori, misalnya kebisingan, cahaya, serta sentuhan. Terapi ini dilakukan dengan melatih anak agar mampu meregulasi reaksinya terhadap stimulasi eksternal. Contohnya, anak akan dilatih untuk terbiasa mendapatkan rangsangan sentuhan, cahaya, hingga kebisingan. 

  11. Terapi Perhatian

    Terakhir ada terapi perhatian, di mana anak akan dilatih untuk bisa fokus pada sebuah objek, orang lain, maupun area. Berfokus meningkatkan kemampuan anak dalam memperhatikan sesuatu, terapi ini dilakukan dengan beragam cara menyesuaikan kondisi anak. Beberapa contohnya adalah menunjukkan jari pada anak untuk diperhatikan dan melihat suatu objek tertentu. 

    Baca Juga: Bagaimana Membuat Rencana Keuangan dengan Gaji UMP?

Tantangan Finansial untuk Terapi Anak Berkebutuhan Khusus

Selain membutuhkan perhatian khusus, tantangan utama bagi setiap orang tua yang memiliki anak dengan kebutuhan khusus adalah mengenai biaya. Ya, biaya terapi anak berkebutuhan khusus memang tak bisa dipandang sebelah mata. Sebagai gambaran, berikut adalah perkiraan biaya terapi anak berkebutuhan khusus yang harus ditanggung orang tua. 

  1. Biaya Psikolog

    Guna menentukan diagnosa atas gangguan pada anak dengan kebutuhan khusus, diperlukan bantuan psikolog untuk konsultasi. Konsultasi dengan psikolog ini perlu dilakukan secara rutin dilakukan, maupun hanya ketika dibutuhkan saja. Terkait biayanya, untuk sekali sesi, kamu perlu menyiapkan biaya psikolog mulai dari 250 ribu rupiah. 

  2. Biaya Terapi 

    Setiap anak berkebutuhan khusus atau ABK pasti mempunyai jenis terapi yang harus dilakukannya. Seperti yang telah dijelaskan sebelumnya, ada banyak jenis terapi untuk anak dengan kebutuhan khusus yang perlu dilakukan. Biaya terapi anak berkebutuhan khusus pun beragam, mulai dari kisaran 175 ribu dan di atasnya. 

  3. Biaya Daycare

    Agar lebih mudah mengawasi anak, orang tua yang memiliki ABK mungkin perlu menyediakan pengasuh atau daycare. Tentunya, kamu perlu memilih daycare khusus untuk ABK agar menyesuaikan program asuhnya sesuai kebutuhan anak. Terkait biayanya sendiri mulai dari 2 juta rupiah tergantung kualitas daycare. 

  4. Biaya Sekolah serta Shadow Teacher

    Selain daycare, kamu juga perlu menyiapkan biaya sekolah bagi anak dengan kebutuhan khusus, dan mempertimbangkan shadow teacher. Shadow teacher sendiri adalah pengasuh yang bertugas untuk mendampingi sekolah anak. Terkait biaya sekolah sendiri berkisar 20 juta sebagai uang pangkal serta 1 juta untuk SPP, sedangkan shadow teacher berkisar 1,5 juta tiap bulan.  

  5. Biaya Asuransi

    Meski cenderung sulit menemukan produk asuransi kesehatan untuk anak dengan kebutuhan khusus, tapi selaku orang tua kamu wajib menyediakannya, termasuk asuransi jiwa. Mengenai biayanya, kamu perlu bernegosiasi terlebih dulu dengan pihak perusahaan asuransi dan menyesuaikan cakupan proteksinya sesuai kebutuhan. 

Tips Kelola Keuangan untuk Biaya Terapi Anak Berkebutuhan Khusus 

Dengan kebutuhan biaya yang tidak sedikit, orang tua yang merawat anak dengan kebutuhan khusus perlu mengelola keuangannya dengan baik. Berikut adalah beberapa tips yang bisa kamu lakukan. 

  1. Buat Target Keuangan

    Ketika mengetahui jenis terapi apa saja yang perlu dilakukan, kamu tentu mengetahui berasa kisaran dana yang dibutuhkan untuk memenuhinya. Berdasarkan informasi tersebut, kamu bisa membuat target keuangan agar mampu memenuhi kebutuhan ini. 

  2. Susun Dana Perwalian

    Dana perwalian ini bisa menjadi solusi untuk menjamin kehidupan anak ketika orang tua telah meninggal nanti. Dengan dana tersebut, orang tua bisa menunjuk wali dan menyiapkan dana yang bisa digunakan untuk memenuhi kebutuhan ABK, yang mana wewenang pihak wali ini dilindungi oleh Undang-Undang resmi. 

  3. Tulis Surat Wasiat

    Selain itu, tulis pula surat wasiat yang mampu mengantisipasi risiko sengketa terhadap pembagian harta pihak orang tua ketika sudah tiada. Dengan menulis surat wasiat ini, kamu bisa menjamin seluruh keturunan dan ahli waris mendapatkan pembagian harta yang adil dan sesuai kehendakmu.

  4. Siapkan Tabungan Khusus

    Tips selanjutnya, siapkan pula tabungan khusus untuk memenuhi kebutuhan ABK dari kecil hingga dewasa kelak. Nominal tabungan ini bisa disesuaikan dengan perencanaan biaya, dan disimpan di instrumen investasi atau asuransi agar nilainya terjaga seiring waktu. 

  5. Lakukan Terapi secara Mandiri

    Terakhir, agar bisa menghemat pengeluaran, lakukan terapi untuk anak berkebutuhan khusus secara mandiri. Dengan begitu, pengelolaan keuangan akan lebih mudah karena tak lagi harus membayar biaya terapi. 

Meski Banyak Tantangan, Rawat Anak Berkebutuhan Khusus Bukan Penghalang Orang Tua

Merawat anak berkebutuhan khusus memang memiliki banyak tantangan. Tapi, hal tersebut tak akan menjadi penghalang jika kebutuhan anak disiapkan dengan optimal. Agar lebih mudah menjalaninya, lakukan sederet terapi sesuai kebutuhan sekaligus biayanya.

Baca Juga: Biaya Bayi Tabung, Prosedur, dan Risikonya