Anda Ibu Merangkap Wanita Karier? Ini Tips Biar Tetap Akrab dengan Anak

Bekerja setelah memiliki anak memang penuh dilema. Di satu sisi, bekerja demi membantu perekonomian keluarga. Namun di sisi lain, berat meninggalkan buah hati.

Tentu saja perhatian dan fokus Anda terbagi. Harus tetap memberi perhatian lebih kepada anak, juga terhadap pekerjaan.

Kondisi ini menjadi tantangan tersendiri. Anda harus pandai membagi waktu antara pekerjaan dan anak agar berjalan seimbang. Anak tidak terbengkalai, dan tetap mendapat kasih sayang yang cukup.

Tak jarang karena ibu terlalu sibuk bekerja, sampai mengabaikan anak. Membuat hubungan Anda dan anak menjadi renggang, bahkan canggung.

Untuk menghindari masalah tersebut, coba tips berikut ini:

Baca Juga: Ibu Hamil dan Anak Dapat BLT Hingga Rp3 juta, Ini Syarat dan Cara Daftarnya

Bingung cari asuransi kesehatan terbaik dan termurah? Cermati punya solusinya!

Bandingkan Asuransi Kesehatan Terbaik!  

1. Memasak dan membuatkan bekal makanan

Ibu dan Anak
Memasak dan membuatkan bekal makanan

Meskipun Anda punya kesibukan bekerja, tetapi usahakan untuk selalu memasak di rumah sebagai bentuk perhatian dan kasih sayang terhadap keluarga.

Bangun pagi, lalu beranjak ke dapur untuk memasak sebelum berangkat ke kantor. Memasak menu apapun, apalagi yang disukai suami dan anak.

Buatkan bekal untuk makan siang di sekolah. Termasuk menyiapkan perlengkapan sekolahnya bila anak masih kecil.

Hidangkan makanan di meja makan, sehingga ketika suami dan anak bangun dari tidurnya, sarapan sudah tersedia. Selalu sempatkan untuk sarapan bersama di meja makan.

Dengan begitu, hubungan Anda dan anak tetap terjaga. Terjalin dengan baik walaupun Anda wanita karier.

2. Usahakan menelepon anak saat di kantor 

Anda dan anak memang berjauhan karena aktivitas pekerjaan. Namun bukan berarti jadi penghalang untuk selalu dekat dengan anak.

Usahakan selalu menghubungi anak ketika di kantor. Misalnya saat jam istirahat. Manfaatkan layanan video call agar Anda dapat mengetahui apa yang sedang dilakukan anak, selain untuk mengobati kerinduan Anda.

Tanyakan kabarnya sedang apa, atau menanyakan apakah bekalnya sudah dimakan. Percakapan singkat, namun sangat berharga buat anak. Anak akan merasa diperhatikan walaupun Anda bekerja.

Baca Juga: Cara Tepat Mendidik Anak di Usia Emas, Nomor 1 Paling Penting Nih Bunda

3. Maksimalkan waktu bersama anak 

Ibu dan Anak
Maksimalkan waktu bersama anak

Saat Anda sudah pulang bekerja, tinggalkan aktivitas yang menyangkut pekerjaan, sibuk main medsos di ponsel. Jangan bawa pekerjaan ke rumah.

Maksimalkan momen bersama anak. Misalnya membantu anak mengerjakan PR sekolah, menemani bermain, makan malam bersama, membacakan buku cerita, atau sekadar mendengarkan curhatannya.

Satu hari penuh ditinggal bekerja, anak membutuhkan kehadiran Anda untuk menemani di sisa waktu hari ini. Jangan buat anak kecewa dan tak merasa dihargai karena Anda lebih mementingkan pekerjaan dibanding dirinya.

4. Hari libur, waktunya family time

Saat tiba waktunya weekend, atur waktu untuk familiy time. Bisa pergi ke tempat rekreasi, ataupun di rumah aja sambil melakukan aktivitas seru dan menyenangkan, seperti bermain monopoli, nonton film, berkebun, memasak, dan lainnya.

Jadikan waktu libur ini berkualitas bersama keluarga. Matikan ponsel, laptop Anda agar tidak ada gangguan pekerjaan. Oleh karena itu, sebisa mungkin selalu menyelesaikan tugas dan tanggung jawab Anda dengan cepat agar tidak menyita hari libur.

Sesekali ajak anak untuk berlibur ke luar kota, seperti Bandung, Yogya, atau Bali ketika liburan sekolah. Kalau ada bujet lebih, bisa juga ke luar negeri. Anda dapat mengambil cuti cukup panjang guna merealisasikannya.

Baca Juga: Ibu Rumah Tangga Mau Investasi Pakai Uang Belanja? Begini Strateginya

5. Sempatkan datang ketika ada acara sekolah

Ibu dan Anak

Ada kalanya anak punya acara sekolah yang harus melibatkan orangtua. Misalnya rapat wali murid, pengambilan rapor, pentas seni, study tour, perlombaan, atau acara sekolah lainnya.

Dalam hal ini, sempatkanlah untuk datang jika ada undangan dari sekolah. Jangan suruh orang lain menggantikan peran ini agar anak merasa bahagia.

Kehadiran orangtua juga bisa memberi energi positif dan motivasi anak untuk melakukan yang terbaik, seperti saat tampil di acara pentas seni sekolah. Anak pasti bangga bila orangtuanya ikut menonton.

Jadilah Teman untuk Anak Anda

Dalam masa tumbuh kembang, anak membutuhkan perhatian dan kasih sayang kedua orangtuanya. Ibu memegang peranan penting dalam hal ini.

Posisikan Anda sebagai teman ketika sedang bersama anak, sehingga anak Anda akan merasa nyaman berbagi cerita dengan Anda.

Bukan saklek menjadi orangtua yang harus selalu dihormati tanpa memikirkan perasaan anak, sehingga anak merasa tertekan dan tidak bahagia di dekat Anda.

Baca Juga: Mengenal KTP Anak, Syarat dan Cara Mengurusnya