Apakah Pinjaman Online Memengaruhi Pinjaman Bank? Ini Fakta yang Perlu Dipahami

Pinjaman online merupakan salah satu opsi mendapatkan pendanaan untuk mengatasi masalah finansial dengan praktis. Alasannya karena pinjaman online mampu diajukan dengan cepat dan syarat yang mudah. Hanya saja, kemudahan tersebut kerap menimbulkan pertanyaan apakah riwayat pinjaman online memengaruhi pinjaman bank. 

Secara umum, riwayat pinjaman online di lembaga keuangan yang legal akan tercatat di Sistem Layanan Informasi Keuangan Otoritas Jasa Keuangan (SLIK OJK). Sehingga, secara tidak langsung pinjaman online bisa mempengaruhi penilaian pinjaman bank. 

Mengetahui hal tersebut, kamu perlu memahami seberapa besar pengaruh riwayat pinjaman online terhadap pengajuan pinjaman bank di masa depan. Untuk lebih jelasnya, simak penjelasan tentang pengaruh riwayat pinjaman online pada pinjaman bank, dampak gagal bayar pada laporan kredit, sampai cara memperbaiki laporan kredit agar peluang pengajuan diterima lebih tinggi berikut ini. 

Apakah Pinjaman Online Bisa Memengaruhi Pinjaman Bank?

Ketika menerima pengajuan pinjaman dari calon debitur, perbankan tidak hanya menilai nominal penghasilan maupun aset yang dijaminkan. Untuk meminimalkan risiko gagal bayar, bank juga akan menilai riwayat kredit yang tercatat di SLIK OJK. Dari sistem tersebut, pihak bank bisa melihat apakah calon debiturnya mempunyai pinjaman berjalan, pernah menunggak cicilan, hingga riwayat gagal bayar. 

Apabila cicilan pinjaman online selalu dibayar tepat waktu, riwayat tersebut bisa memberi penilaian positif dan mampu meningkatkan peluang pengajuan pinjaman bank diterima. Sebaliknya, jika ada banyak riwayat keterlambatan pembayaran, apalagi gagal bayar, hal tersebut bisa menghambat potensi pengajuan pinjaman bank diterima. 

Di samping itu, perlu dipahami juga jika pihak bank tidak hanya menilai riwayat pinjaman online, tapi juga rasio utang terhadap pendapatan. Apabila beban cicilan yang dimiliki calon debiturnya saat ini sudah dianggap terlalu besar dibanding penghasilan, bank akan menilai kemampuan bayar calon debiturnya kurang memadai. 

Apa yang Harus Dilakukan agar Pinjaman Bank Diterima?

Agar pinjaman bank lebih berpotensi diterima, berikut beberapa hal yang bisa kamu lakukan. 

  • Bayar Cicilan Tepat Waktu: Jaga riwayat kredit tetap positif di SLIK OJK dengan menghindari keterlambatan pembayaran.
  • Kurangi Pinjaman Aktif: Turunkan total nilai utang yang sedang berjalan sebelum mengajukan kredit baru untuk menaikkan kapasitas pinjam.
  • Rutin Cek SLIK OJK: Periksa laporan kredit secara berkala agar bisa langsung memperbaiki data yang keliru atau menunggak.
  • Lengkapi Dokumen Persyaratan: Siapkan berkas seperti slip gaji, KTP, KK, dan rekening koran secara cermat sejak awal.
  • Jaga Stabilitas Penghasilan: Pertahankan arus kas dan pendapatan yang stabil untuk memberikan keyakinan finansial kepada pihak bank.

Cek Laporan Kreditmu di Sini!  

Dampak Gagal Bayar Pinjaman Online terhadap Laporan Kredit

Riwayat gagal bayar di layanan pinjaman online legal mempunyai konsekuensi signifikan terhadap penilaian laporan kredit. Selain dikenakan denda keterlambatan sesuai kebijakan yang berlaku, riwayat gagal bayar atau kredit macet akan tercatat di SLIK OJK.

Saat kolektibilitas kredit memburuk, pihak bank akan menganggap calon debiturnya mempunyai risiko lebih tinggi. Dampaknya, calon debitur akan mengalami hal-hal sebagai berikut.

  • Pengajuan pinjaman berpotensi ditolak. 
  • Plafon pinjaman lebih terbatas.
  • Proses analisis kredit lebih ketat.
  • Peluang mendapat produk pembiayaan lain menjadi lebih kecil. 

Walaupun begitu, secara umum, gagal bayar tidak secara otomatis membuat seseorang kehilangan peluang untuk mendapatkan pinjaman bank selamanya. Jika semua kewajiban pinjaman telah diselesaikan dan laporan kredit membaik, potensi mendapatkan pinjaman bisa kembali terbuka, sesuai kebijakan analisis risiko setiap bank.

Cara Memperbaiki Laporan Kredit Setelah Gagal Bayar

Ketika sedang atau pernah mengalami riwayat gagal bayar ketika mengajukan pinjaman online di lembaga legal, bukan berarti kamu tidak bisa memperbaiki laporan kredit di SLIK OJK. Ada sejumlah langkah yang bisa dilakukan untuk memperbaiki riwayat kredit agar bisa meningkatkan potensi pengajuan pinjaman bank diterima, di antaranya:

  • Lunasi Semua Tunggakan: Langkah utama memulihkan laporan kredit adalah melunasi seluruh cicilan tertunggak, sebab tunggakan yang belum selesai akan terus membuat riwayat kredit dinilai negatif oleh pihak bank. 
  • Pastikan Status Pinjaman Telah Diperbarui: Setelah melunasi tunggakan, tunggu beberapa minggu hingga status di OJK diperbarui. Jika belum berubah, minta konfirmasi lembaga keuangan terkait dan simpan bukti pelunasan sebagai pendukung.
  • Hindari Menambah Utang Baru: Beri jeda waktu sebelum mengajukan kredit baru untuk menunjukkan stabilitas finansial. Manfaatkan waktu ini untuk memperbaiki arus kas serta meningkatkan kemampuan keuanganmu.
  • Bangun Kembali Laporan Kredit yang Sehat: Jika masih memiliki fasilitas kredit aktif seperti kartu kredit atau cicilan resmi, kelola dengan bijak dan selalu bayar tagihan tepat waktu guna memulihkan riwayat kredit.
  • Cek Kondisi Keuangan Sebelum Mengajukan Pinjaman: Pastikan pendapatan sudah stabil, riwayat kredit positif, dan rasio utang aman sebelum mengajukan kredit baru agar memberikan penilaian positif di mata pihak bank.

Jaga Riwayat Pinjaman Online agar Tak Hambat Pengajuan Pinjaman Bank

Pinjaman online mampu mempengaruhi potensi pengajuan pinjaman bank diterima, tapi bukan semata-mata karena pernah menggunakan layanan tersebut. Sama halnya dengan pengajuan pinjaman lain, riwayat kredit dari pengajuan pinjaman online di lembaga resmi menjadi salah satu faktor penilaian pihak bank dalam menerima pengajuan calon debiturnya. Jadi, pastikan untuk menjaga riwayat cicilan pinjaman online agar jauh dari masalah gagal bayar atau kredit macet agar tak menghambat pengajuan pinjaman bank yang kamu lakukan di masa depan.