Awas! Deposito Bodong Banyak Ditawarkan, Ini Cara Menghindarinya

Setiap orang memiliki caranya masing-masing dalam mempersiapkan masa depan. Investasi yang mereka lakukan pun tidak terpaku pada beberapa bentuk investasi saja seperti investasi tanah, emas, maupun saham perusahaan. Deposito sebenarnya juga merupakan salah satu cara untuk berinvestasi dan termasuk dalam investasi yang relatif ringan karena ada pula bank yang hanya mensyaratkan pembukaan awal yang relatif rendah bagi nasabah yang ingin membuka rekening deposito. Pada dasarnya ketika membuka rekening ini Anda hanya perlu menyimpan uang tersebut dalam jangka waktu tertentu dan tidak diperkenankan melakukan tarik tunai atau sebagai gantinya Anda harus membayar penalti. Jangka waktu yang ditetapkan pun bermacam-macam mulai dati 1 bulan, 2 bulan, 3 bulan, 6 bulan, 12 bulan, hingga 24 bulan, tergantung kebutuhan Anda. Setiap jangka waktu pun memiliki tingkat suku bunga pengembalian yang berbeda-beda. Pilihan yang bisa menyesuaikan kebutuhan ini menjadi alasan beberapa orang lebih suka menyimpan uangnya dalam rekening deposito yang berfungsi sekaligus sebagai investasi masa depan.

Tingkat suku bunga pengembalian menjadi salah satu hal yang paling diperhatikan nasabah ketika akan membuka rekening deposito. Tentu tidak ada orang yang ingin rugi, maka dari itu setiap orang pun menginginkan produk deposito yang berani memberikan jaminan pengembalian tinggi. Akan tetapi tidak semua deposito yang berbunga tinggi itu menguntungkan dan pantas untuk Anda pilih. Ada beberapa karakteristik yang harus diketahui mengenai deposito berbunga tinggi nan menggiurkan itu supaya tidak menjerumuskan Anda pada masalah. Berikut ulasannya.

1. Hati-hati, Tidak Semua Deposito Berbunga Tinggi Dijamin oleh LPS

Lembaga Penjamin Simpanan

Tidak Semua Deposito Dijamin LPS via bprasseda.files.wordpress.com

 

LPS atau Lembaga Penjamin Simpanan merupakan lembaga independen yang menjamin simpanan Anda sebagai nasabah bank di Indonesia. Lembaga ini mulai berdiri dan beroperasi sejak tahun 2005. Sudah seharusnya setiap bank terdaftar menjadi peserta LPS karena tujuan kebijakan dari LPS ini sendiri adalah berusaha melindungi nasabah kecil yang mereka lah yang termasuk dalam 98% pemegang rekening dengan saldo sama dengan atau kurang dari Rp100 juta. Pada intinya, ketika Anda mengalami masalah dengan bank hingga menelan kerugian dari pihak nasabah, LPS akan mengganti sesuai besar simpanan - tentunya dengan batas yang telah ditetapkan.

Batas-batas yang telah ditetapkan LPS pun juga tak luput mengatur tingkat suku bunga deposito yang boleh ditawarkan oleh bank melalui produk mereka kepada nasabah. Untuk periode 15 Mei 2016 hingga 14 September 2016 ini, LPS menetapkan suku bunga sebesar 7% untuk bank umum (dengan kurs Rupiah) atau 0.75% (Valas). Sementara untuk BPR mencapai 9.5%. Jadi jika Anda saat ini hendak membuka rekening deposito suatu bank dengan tawaran tingkat suku bunga mencapai 12%, tentu deposito ini tidak akan dijamin oleh LPS sekalipun bank penerbit merupakan peserta LPS. Meski track record bank yang Anda percayai ini cukup bagus, ada faktor eksternal dan juga berpotensi menimbulkan risiko bagi kinerja bank yang mungkin berdampak pada pengembalian dana nasabah.

Baca Juga: Deposito Bank Anda Dicairkan Sebelum Jatuh Tempo? Ini Risikonya

2. Tidak Ada yang Namanya Keuntungan Tanpa Berbuntut Risiko

High Risk High Return merupakan salah satu slogan yang kerap kali didengar oleh orang ekonomi. Mengapa? Tentu didasarkan pada hukum di dunia ini bahwa tidak ada sesuatu yang baik tanpa pengorbanan, begitu pula dalam ekonomi kita. Tidak ada sesuatu yang benar-benar bisa memberikan keuntungan tinggi tanpa membawa risiko yang tinggi pula. Jika Anda ingin mendapatkan tingkat suku bunga deposito tinggi dan cenderung tidak wajar dibandingkan dengan produk deposito bank lain, Anda juga harus bersedia mengantongi risiko yang tidak wajar pula. Meski begitu, memang secara hukum kebijakan memberikan suku bunga tinggi juga tidak menyalahi aturan, hanya dari pihak Anda sebagai nasabah perlu berhati-hati dalam tawaran produk menggiurkan seperti ini.

3. Lakukan Pembukaan dan Pencarian Deposito Hanya di Kantor Bank

Layanan Bank

Lakukan Pembukaan Rekening di Bank via teropongbisnis.com

 

Tercatat kasus pemalsuan sertifikat deposito berjangka yang hanya menggunakan slip keluaran salah satu bank nasional dan cukup terkenal. Para pelaku bahkan berani memberikan iming-iming pengembalian tinggi dan tidak wajar. Meski bunga yang ditetapkan bank sudah tercantum tidak lebih besar dari tawaran dari para penipu ini namun tak sedikit juga yang akhirnya berhasil tertipu dengan hal seperti ini.

Menghindari pengalaman yang sama, selalu lakukan pembukaan dan penarikan dana deposito Anda hanya di kantor bank. Usahakan Anda sebagai pemilik nama yang tercantum dalam rekening deposito tersebut yang melakukan pembukaan dan penarikan dana itu sendiri. Begitu pula jika ada orang yang menawarkan produk deposito ke rumah Anda, Anda wajib memastikan bahwa orang tersebut benar-benar wakil dari bank serta produk yang ditawarkan benar-benar produk asli bank tersebut, termasuk nama produk dan syarat untuk membuka rekening. Akan tetapi, demi keamanan dan kenyamanan bersama, Anda tetap disarankan untuk melakukannya di kantor bank.

Baca Juga: Mengenal Deposito Syariah Dan Manfaatnya

4. Tingkat Suku Bunga Bisa Jadi Refleksi Kondisi Bank yang Tak Sehat

Kembali pada penjelasan poin satu, penawaran deposito dengan suku bunga tinggi bisa jadi menunjukkan kondisi bank sedang tidak sehat dan terdapat kemungkinan dananya tidak dijaminkan pada LPS. Anda sebagai nasabah sesungguhnya sedang diuntungkan secara tidak wajar. Risiko ketika Anda memilih produk deposito berisiko satu ini adalah dana Anda tidak akan kembali ketika bank tersebut kolaps. Bahkan berdasarkan data milik LPS, dari jumlah Rp1 triliun dana simpanan masyarakat yang berada di 46 bank yang dilikuidasi per tahun 2006 hanya sebesar Rp670 miliar saja yang layar bayar, sementara sisanya yang sebesar RP445 miliar tersebut dianggap tidak layak bayar.

Bertindak Amanlah dalam Berinvestasi

Iming-iming keuntungan yang tinggi memang kerap kali membuat orang menjadi buta dan rela mengeluarkan hartanya demi meraup keuntungan yang besar. Tindakan seperti inilah yang terkadang harus diwaspadai karena tidak rasional jika sesuatu yang memiliki keuntungan besar tidak membutuhkan pengorbanan apalagi sampai berpotensi menimbulkan risiko. Jadi sebelum Anda membulatkan tekad untuk membuka rekening deposito, tidak ada salahnya Anda melakukan kroscek terhadap bank dan produknya. Yang paling penting ketahui secara pasti jika bank tersebut terdaftar sebagai peserta LPS.

Baca Juga: Bingung Memilih Bank yang Paling Tepat untuk Deposito? Begini Caranya