Tabungan: Perkembangan dan Tujuan Utama Melakukannya

Menabung sangatlah penting, oleh karena itu semenjak kecil kita sudah diajarkan untuk membiasakan diri agar pandai-pandai menyisihkan uang untuk menabung. Kita mengenal beberapa nasihat yang berkaitan dengan menabung. Diantaranya adalah melalui kata-kata bijak seperti “sedikit demi sedikit lama-lama menjadi bukit”, “sedia payung sebelum hujan” dan lain-lain. Seorang novelis dan penyair terkenal dari Prancis, Victor Hugo juga memberikan pelajaran penting bagi kita tentang menabung bahwa “Tabungan adalah kebijaksanaan menghadapi bahaya”.

Melalui kata-kata bijak tersebut kita setidaknya bisa mengambil pelajaran penting dari menabung yaitu menyisihkan uang untuk berbagai macam keperluan di masa mendatang. Pelajaran lain yang dapat kita ambil dari menabung adalah konsekuensi dan tanggung-jawab keuangan yang dengan sendirinya akan mendorong kita untuk lebih bisa menentukan prioritas untuk memenuhi kebutuhan serta pengendalian diri. Dimana kita akan memiliki pola pikir yang tajam sehingga tahu mengenai apa yang harus kita dahulukan dan apa yang bisa kita tunda terlebih dahulu.

Perkembangan Tabungan dari Jaman Dahulu Hingga Sekarang

Tabungan

Perkembangan Tabungan via nebocreditunion.org

 

Menabung merupakan salah satu kebutuhan primer manusia, tidak heran kalau tradisi menabung sudah ada sejak zaman dahulu meskipun dalam bentuk yang paling sederhana sekalipun. Kita sering melihat nenek kita atau orang tua kita menyimpan padi di lumbung, menyimpan perhiasan atau uang di bawah bantal, atau anak-anak yang dilatih oleh orang tuanya membuat celengan dari bambu yang dilubangi dan lain sebagainya.

Seiring dengan perkembangan zaman, menabung sudah bisa dilakukan dengan beberapa teknik, dan salah satunya adalah mempercayakan tabungan kepada bank melalui produk-produk dan fasilitas yang mereka miliki. Ibaratnya begini, kalau menabung di bawah bantal atau di celengan bambu, tidak ada jaminan yang kita dapatkan apalagi untuk uang kertas, semakin lama maka resiko kerusakan uang tersebut juga menjadi kendala tersendiri akibat dimakan hama kayu, jamur, dan lain sebagainya. Kalau menyimpan uang di bank lebih bisa diandalkan mengenai keamanannya. Akan tetapi ibarat kita menyewa seorang satpam untuk menjaga aset kita di bank maka kita juga harus mengeluarkan biaya-biaya tertentu untuk bisa menyimpan atau menabung uang di bank.

Selanjutnya setelah bank berevolusi dengan berbagai macam produk dan fasilitas yang mereka miliki, kita bisa menabung di bank melalui pos-pos rekening yang kita peruntukkan sebagai simpanan masa depan untuk berbagai keperluan. Selain dalam bentuk uang, tentu saja kita juga bisa menyimpan aset yang kita miliki yang berupa investasi surat berharga dan lain sebagainya. Semua itu memiliki kekurangan dan kelebihannya masing-masing.

Kenali dulu 2 tujuan menyimpan uang (Saving)

Menabung di bank bukan hanya kebiasaan yang tanpa tujuan, namun sarat dengan manfaat positif didalamnya. Apa sajakah dampak kelebihan dan kekurangan menabung di bank? Adakah solusi lain selain hanya menabung lewat buku rekening? Untuk menjawab pertanyaan tersebut mari kita simak uraian pada poin-poin berikut ini.

Pada prinsipnya berdasarkan pada tujuannya, orang menyimpan uang di era sekarang ini memiliki 2 macam tujuan. Pertama adalah untuk sekedar menyimpan saja atau istilahnya adalah fund parking. Kedua, orang menyimpang uang dengan mengharapkan akumulasi nilai dari simpanan tersebut atau yang kita kenal dengan istilah investasi. Mendengar istilah tersebut manakah yang menurut Anda paling baik untuk dilakukan?

Kembali kepada contoh menabung di bawah bantal, Anda sudah pasti tahu bahwa menyimpan uang dengan cara tersebut konsekuensinya adalah uang Anda akan tetap sesuai dengan jumlah yang Anda tabung. Fakta yang mengejutkan, analogi ini persis ketika Anda menyimpan uang melalui rekening tabungan meskipun ada bunga. Bahkan melalui rekening tabungan, jika nilai yang Anda tabung sudah melebihi 20% dari total kekayaan bersih yang Anda miliki, malah kemungkinan Anda akan rugi karena terkena dampak inflasi.

Berarti apakah menabung melalui rekening bank itu merugikan? Tunggu dulu, jangan lantas menyimpulkan demikian karena ada perhitungan-perhitungan lain yang harus dipertimbangkan. Lalu apakah investasi itu lebih baik dari pada hanya sekedar menabung? Khusus untuk pertanyaan ini, jawabannya adalah tergantung bagaimana kejelian dan kepandaian Anda dalam berinvestasi.

Baca Juga : Tabungan Rencana : Apa Dan Bagaimana Mengenal Jenisnya?

Fund Parking 

Menabung

Menabung Dengan Tujuan Fund Parking via destinationksa.com

 

Persoalan rekening tabungan, analoginya seperti kita menitipkan mobil di tempat parkir yang bagus yang memfasilitasi keamanan dan kenyamanan. Tentu saja untuk bisa menikmati fasilitas tersebut kita membutuhkan biaya. Begitu juga dengan rekening tabungan kita juga harus mengeluarkan sejumlah biaya administrasi yang apabila kita hitung jumlahnya juga tidak sedikit. Meskipun menurut BPS mengenai average saving rate (2013), kita juga berhak mendapatkan bunga dengan besaran sekitar 1%-2% per-tahun. Akan tetapi ada beberapa konsekuensi lain yang harus kita tanggung dengan memarkir uang di bank.

Seperti yang kita singgung di atas mengenai inflasi adalah salah satu konsekuensi. Setiap tahun tingkat inflasi akan semakin naik dengan besaran 6%-6.5% per tahun. Tentu saja tingkat inflasi tersebut akan segera menggerus nilai uang kita yang ada di bank. Selain itu ternyata aset kita juga digunakan untuk membiayai pinjaman orang lain dan pihak bank sendiri dengan kisaran angka 12%-15% per tahun.

Investasi 

Investasi

Menabung Untuk Tujuan Investasi via moneycontrol.com

 

Kebalikan dari fund parking adalah investasi (investment). Pada prinsipnya dengan mengikuti investasi kita tidak hanya sekedar menyimpan uang akan tetapi kita juga dalam rangka mengumpulkan bagi hasil. Ada beberapa produk investasi yang bisa kita pilih diantaranya adalah melalui partisipasi modal perusahaan, partisipasi usaha dan melalui aset investasi yang berupa riil dan surat berharga. Dengan membeli aset investasi riil atau surat berharga kita bisa mendapatkan hasil hingga 20% per tahun.

Prinsip investasi riil adalah investasi dalam bentuk fisik atau yang berwujud seperti emas baik itu emas fisik, gadai emas atau emas online (trading emas). Contoh lainnya adalah investasi properti.  Jadi, untuk investasi, ini sangat melibatkan pengetahuan dan pengalaman Anda untuk bisa mendapatkan akumulasi nilai dari tabungan yang Anda tanamkan. Untuk investasi surat berharga  ada beberapa pilihan diantaranya adalah obligasi, instrument saham, reksa dana, dan lain sebagainya.

Baca Juga : Tips Aman Bertransaksi Menggunakan 4 Layanan Perbankan Online

Pilih Tabungan atau Investasi sesuai dengan Tujuan Keuangan

Melihat penjelasan di atas, rekening bank tidak lagi cocok apabila Anda mengharapkan akumulasi nilai dari uang yang Anda simpan. Untuk itu sebaiknya rekening tabungan hanya digunakan untuk keperluan simpanan sementara atau payroll untuk mencukupi kebutuhan harian atau bulanan. Dengan begitu Anda mengerti tentang kekurangan dan dampak yang bisa Anda terima sebagai konsekuensi ketika menabung uang di bank.

Baca Juga : 7 Layanan E Banking yang Perlu Anda Ketahui