Beli Rumah saat Lajang atau Setelah Menikah?

‍Membeli rumah adalah sebuah rencana besar dan membutuhkan persiapan sangat matang. Maklum, harga aset ini mahal, mulai dari ratusan juta rupiah.

Harga ini sebanding dengan peningkatan yang akan kamu dapat. Harga rumah setiap tahun naik sekitar 10% sampai 20%. Punya rumah bukan hanya dijadikan tempat tinggal, tetapi juga investasi yang menjanjikan di masa depan.

Lalu kapan idealnya membeli rumah? Apakah ketika lajang atau setelah menikah? Berikut jawabannya.

Baca Juga: Kapan Waktu yang Tepat Beli Rumah KPR?

Anda Bingung Cari Produk KPR Terbaik? Cermati punya solusinya!

Bandingkan Produk KPR Terbaik! 

loader
Membeli rumah saat masih lajang

  • Jadi tempat tinggal vs investasi

Keinginan yang satu ini sering dijadikan alasan bagi para lajang untuk menunda atau tidak membeli rumah, meskipun memiliki kemampuan keuangan. Padahal sebetulnya, kamu tetap bisa tinggal bersama orangtua ketika sudah membeli rumah.

Rumah yang kamu beli bisa sebagai investasi. Menjadi aset aktif yang disewakan ke orang lain dengan uang sewa per tahun atau per bulan. Malah bisa jadi passive income.

Sementara jika kamu sudah menikah, beli rumah seperti suatu hal yang wajib. Memangnya mau, seumur hidup keluargamu tinggal di kontrakan atau di rumah mertua.

Beli rumah setelah menikah tidak boleh ditunda lagi supaya bisa hidup mandiri dan membina rumah tangga di rumah terpisah dengan orangtua.

Baca Juga: Beli Rumah dengan KPR, Untung atau Buntung?

  • Kebutuhan atau pengeluaran

Harga rumah yang mahal juga sering menjadi alasan sebagian orang untuk tidak membeli properti ini. Tetapi sekarang, solusinya bisa menggunakan fasilitas pinjaman dari bank, yang disebut Kredit Pemilikan Rumah (KPR).

Jika kamu lajang, pembelian rumah dengan KPR bisa menjadi lebih mudah. Sebab kamu bisa fokus mengalokasikan penghasilan atau gaji untuk membayar cicilan setiap bulan tanpa harus dibebani kebutuhan rumah tangga, seperti pasangan dan anak.

Namun bagi kamu yang sudah menikah, KPR juga akan membantumu memiliki rumah idaman. Caranya fokus mengumpulkan uang muka dan membayar cicilan KPR.

Hanya saja beli rumah setelah menikah akan dibayang-bayangi kebutuhan keluarga yang sama pentingnya. Sehingga pembagian keuangan harus benar-benar lebih teliti dan terarah. Beli rumah pakai KPR dapat memangkas biaya sewa rumah yang cukup besar setiap bulan atau setiap tahun.

loader
Membeli rumah saat sudah menikah

  • Kemampuan keuangan

Jika kamu seorang lajang yang berpikir tidak siap untuk mencicil KPR setiap bulan, maka kamu sudah membuang satu kesempatan untuk bisa segera memiliki rumah. 

Membeli rumah di saat masih lajang lebih baik, karena belum memiliki banyak pengeluaran. Selain alokasi dari gaji atau penghasilan per bulan sebesar 30%, kamu bisa memangkas belanja tidak penting atau yang bersifat keinginan.

Penghematannya bisa dipakai untuk menambah bayar cicilan KPR. Upaya kamu untuk membayar cicilan KPR makin ekstra keras ketika membeli rumah setelah menikah.

Di samping dua cara tersebut, alokasi gaji dan penghematan, kamu perlu mencari penghasilan tambahan agar dapat membayar cicilan KPR setiap bulan. Itu karena kamu sudah mempunyai daftar pengeluaran keluarga yang cukup banyak dan harus dibiayai, sehingga bujet cicilan KPR bisa kurang atau terpakai. 

Baca Juga: Beli Rumah KPR, Lebih Baik DP Besar atau Kecil?

  • Tanggung jawab mengurus rumah

Untuk kamu yang lajang dan tinggal bersama orangtua, kamu tidak pernah bersih-bersih atau mengurus rumah. Sehingga ketika kamu membeli rumah, berarti harus bertanggung jawab atas rumah tersebut.

Kalau kamu membeli rumah dan masih malas mengurus rumah itu, sewakan saja ke orang lain. Selain dapat penghasilan, tidak perlu repot-repot membersihkan dan mengurusnya.

Tetapi pastikan si penyewa adalah tipe orang bersihan. Artinya tidak jorok dan suka bersih-bersih, supaya rumahmu awet dan tidak cepat rusak.  

Namun jika kamu sudah menikah, maka rumah bisa langsung ditinggali bersama. Mengurus rumah berdua yang dapat menambah kemesraan dan kasih sayang.

Persiapkan Keuangan untuk Beli Rumah

Mau beli rumah dengan tunai atau KPR tetap membutuhkan dana. Bedanya, jika dengan tunai, kamu harus menyiapkan uang ratusan juta rupiah sekaligus.

Sementara dengan KPR, kamu hanya perlu mengumpulkan uang muka atau DP sebesar 15% sampai 30% dari harga rumah. Selanjutnya membayar cicilan KPR setiap bulan.

Sebaiknya persiapkan uang untuk beli rumah sejak usia muda, agar segera memiliki rumah idaman. Kamu dapat mulai menabung atau mengumpulkannya di instrumen investasi, seperti reksadana, saham, deposito, emas, atau lainnya.

Baca Juga: Cicilan DP Rumah KPR, Pilih ke Bank atau Pengembang?