Berapa Besar Premi Kendaraan yang Harus Dibayar?

Saat ini, perusahaan asuransi yang menawarkan perlindungan bagi kendaraan kesayangan Anda cukup beragam. Yang menjadi PR adalah memilih salah satu di antara sejumlah nama perusahaan asuransi yang sekiranya dapat memberikan manfaat maksimal untuk kendaraan. 

Apalagi seperti yang diketahui, berbeda perusahaan, maka berbeda pula premi asuransi kendaraannya. Sebelum menghitung besarnya premi kendaraan, berikut penjelasan mengenai pentingnya asuransi bagi kendaraan. Dengan demikian, Anda tidak perlu ragu untuk mengasuransikan kendaraan. 

Bingung cari asuransi mobil terbaik dan termurah? Cermati punya solusinya!

Beli Asuransi Mobil Terbaik Sekarang!  

Pentingnya Asuransi untuk Kendaraan Kesayangan

loader

Seperti yang diketahui, kejadian yang tidak diinginkan kerap kali terjadi di perjalanan. Bukan selalu karena kesalahan Anda, tapi juga kesalahan pengendara lain yang mungkin kurang hati-hati saat berkendara. Akibatnya, kendaraan kesayangan menjadi imbasnya. 

Namun dengan mengasuransikan mobil, Anda tidak perlu khawatir akan hal-hal buruk yang mungkin terjadi di perjalanan. Adapun kerusakan yang disebabkan oleh kesalahan sendiri atau pengendara lain tidak sepenuhnya menjadi tanggung jawab pribadi, melainkan perusahaan asuransi.

Tidak hanya kecelakaan saja, kerusakan yang disebabkan karena aksi demonstrasi, bencana alam, bahkan kasus mobil hilang juga di-cover oleh perusahaan asuransi. Dengan catatan asal mobil tersebut memenuhi kriteria ganti rugi atau klaim seperti yang ditetapkan oleh perusahaan asuransi. 

Baca Juga: Cara Cerdas Pilih Asuransi Mobil Murah yang Wajib Diketahui

Besar Premi yang Mesti Dibayarkan

Setiap asuransi mobil memiliki kebijakan tersendiri mengenai besarnya biaya premi yang dibebankan kepada nasabah. Namun pada umumnya, besarnya premi sangat bergantung pada rate asuransi dikalikan dengan harga mobil. Aturan ini berlaku baik untuk asuransi Total Risk Only (TLO) maupun all risk.

Contoh:

  1. Rata-rata rate untuk asuransi mobil TLO sebesar 0,8% - 1%. Anggaplah mobil Anda Kijang Innova 2.0 G MT yang harganya Rp 320 juta dengan rate asuransi 0,9%. Maka biaya yang dibayarkan adalah :

Rp 320.000.000 x 0,9% = Rp 2.880.000 per tahun. 

  1. Rata-rata rate untuk asuransi all risk adalah 2,5% - 3,5%. Sementara untuk mobil yang harganya di atas Rp 500 juta biasanya disediakan rate sebesar 1,5% dari harga mobil. Namun, berhubung karena harga mobil di bawah Rp 500 juta dengan rate 3%, maka perhitungan premi asuransinya sebagai berikut :

Rp 320.000.000 x 3% = Rp 9.600.000 per tahun.

Dari dua contoh di atas, dapat disimpulkan bahwa premi asuransi mobil untuk tipe all risk hampir empat kali lipat lebih mahal dibandingkan TLO. Agar pembayaran premi tidak memberatkan, sebaiknya perlu dilakukan alokasi gaji khusus dengan nominal sekitar Rp 800 ribu setiap bulan.

Hal-hal yang Mempengaruhi Besarnya Premi Asuransi

loader

Selain karena manfaat yang didapatkan, besarnya premi asuransi yang dibebankan kepada nasabah juga tidak terlepas dari beberapa hal berikut ini. 

1. Harga mobil yang ingin diasuransikan

Harga mobil sangat berpengaruh terhadap besarnya premi yang dibayarkan setiap tahun. Semakin mahal harga mobil, biasanya semakin tinggi biaya preminya. Dan sebaliknya, semakin rendah harga mobil, maka preminya semakin terjangkau. 

Sebaiknya lakukan perhitungan sebelum akhirnya mengasuransikan mobil. Cari tahu pula rate premi yang mesti dibayarkan, lalu lakukan perbandingan dengan perusahaan asuransi lainnya. Pilihlah yang harganya terjangkau tanpa harus mengurangi manfaat perlindungan yang didapatkan.

2. Kondisi mesin kendaraan

Mesin diesel memiliki beberapa keuntungan. Salah satunya adalah lebih hemat konsumsi bahan bakar. Sayangnya, harga kendaraan yang memakai mesin diesel jauh lebih mahal dibandingkan mesin bensin. Tak heran kalau premi asuransinya juga lebih mahal. Sebaiknya kenali tipe mesin kendaraan sebelum mengasuransikannya agar pemilihan produk asuransinya menjadi tepat.

Baca Juga: Masih Menganggap Asuransi Mobil itu Remeh? Pahami Dulu Manfaatnya

3. Tahun keluaran kendaraan

Konsep pembayaran preminya sebenarnya sama dengan asuransi jiwa. Semakin tua umur suatu kendaraan, maka semakin mahal premi yang dibayar mengingat kondisi mesin kendaraan sudah menurun. Hal ini mengakibatkan rentannya kendaraan pada berbagai macam kerusakan.

Perlu diingat juga kalau jenis asuransi all risk berlaku untuk kendaraan bekas berusia di bawah 9 tahun. Sedangkan TLO berlaku untuk kendaraan bekas yang usianya di bawah 15 tahun. Ketentuan ini berbeda pada masing-masing perusahaan asuransi, jadi sebaiknya dipastikan terlebih dahulu sebelum akhirnya mengasuransikan mobil. 

4. Jenis plat kendaraan

Premi asuransi yang dibebankan kepada masing-masing nasabah berbeda di setiap daerah. Antara Jakarta dan Sumatera Utara, misalnya, biaya preminya jelas berbeda. Hal ini disebabkan karena kondisi jalanan yang dilalui masing-masing kendaraan berbeda.

Di Jakarta kondisi jalanannya lebih ramai dibandingkan di Sumatera Utara, sehingga risiko terjadinya kecelakaan cenderung lebih besar. Untuk menetapkan besarnya premi, perusahaan asuransi akan melihat kode pada plat kendaraan. 

Bandingkan Produk Asuransi Mobil Anda

Setiap perusahaan menawarkan produk asuransi yang berbeda-beda sesuai manfaat dan kebijakan masing-masing. Jangan lupa untuk senantiasa membandingkan produk asuransi dari beberapa perusahaan sekaligus. Barangkali Anda bisa mendapatkan manfaat maksimal dengan premi yang terjangkau. 

Baca Juga: Daftar Asuransi Mobil Terbaik di Indonesia dan Tips Memilihnya