Promo Asuransi Mobil Diskon 25% - Harbolnas

Syarat & Ketentuan Promo

  • Promo berlaku pada tanggal 12-15 Desember 2017
  • Diskon asuransi mobil 25% untuk pembelian asuransi mobil menggunakan kode kupon HARBOLNAS
  • Diskon berlaku untuk seluruh tipe asuransi mobil (All Risk & TLO)
  • Diskon hanya diberikan apabila pembayaran asuransi mobil dilakukan pada periode promo
  • Pembelian asuransi mobil dengan kode kupon HARBOLNAS yang pembayarannya dilakukan di luar periode promo tidak akan memperoleh diskon
  • Dengan mengikuti promo ini, pelanggan dianggap menyetujui syarat & ketentuan yang berlaku

Tentang Asuransi Mobil

Asuransi mobil adalah layanan perlindungan yang diberikan oleh pihak asuransi terhadap mobil yang Anda miliki. Asuransi mobil memberikan perlindungan pada mobil pribadi atau untuk penggunaan bisnis dari beragam risiko seperti kecelakaan, bencana alam, kebakaran, kerusakan, hingga kerusuhan.

WHO mencatat, kecelakaan lalu lintas menjadi pembunuh terbesar ketiga di Indonesia, setelah jantung koroner dan TBC. Menurut data kepolisian Republik Indonesia, terjadi sebanyak 109.038 kecelakaan di tahun 2012. Kelalaian manusia merupakan faktor utama terjadinya kecelakaan. Dapat dipahami juga, faktor ini tidak hanya berasal dari kita tapi juga orang lain. Di jalanan, kelalaian orang lain bisa berdampak buruk bagi kita. Sekalipun seseorang telah berkendara dengan tertib, ia bisa saja menjadi korban karena pengendara ugal-ugalan.

Risiko terluka maupun kematian dapat dikurangi dengan cara meningkatkan keamanan, namun risiko kendaraan rusak sering kali tidak terhindarkan, baik rusak ringan maupun berat. Ini yang membuat kendaraan kita, dalam hal ini mobil, perlu diasuransikan. Terlebih lagi, dibutuhkan biaya yang cukup banyak sekalipun kerusakan hanya berupa lecet di mobil.

Kecelakaan bukan satu-satunya alasan. Begal dan pencurian kendaraan semakin hari semakin meningkat di mana-mana. Tidak hanya di kota besar, tempat-tempat kecil dan sepi pun sangat sering menjadi incaran kejahatan. Risiko kehilangan kendaraan terus meningkat. Oleh karena itu, sangat logis apabila seseorang memutuskan untuk mengasuransikan mobilnya. Maka selain asuransi mobil, Anda juga perlu mempertimbangkan memiliki asuransi perjalanan, asuransi kesehatan, dan produk-produk asuransi lainnya yang bisa menunjang keselamatan Anda selama berkendara.

Jika Anda sudah mengajukan kredit mobil baru atau kredit mobil bekas, berikut adalah beberapa keuntungan mengapa Anda penting untuk memiliki asuransi mobil terbaik:

  • Perlindungan kendaraan maksimal: Dengan memiliki asuransi mobil, Anda akan mendapatkan fasilitas perlindungan baik dalam hal perawatan atau kecelakaan.
  • Ganti rugi kerugian: Jika kendaraan Anda mengalami kerusakan, kehilangan, atau pencurian, perusahaan asuransi akan memberikan ganti rugi dengan jumlah yang cukup besar sesuai dengan jumlah pembayaran premi di polis Anda sehingga kerugian yang diderita bisa diminimalisir.
  • Investasi perawatan: Dengah harga asuransi mobil yang kompetitif, memiliki asuransi kendaraan akan membuat kendaraan Anda lebih terawat dari kerusakan-kerusakan kecil. Bila dijual kembali akan meningkatkan hargakarena mobil Anda lebih terawat dan memiliki asuransi.

Setiap Institusi asuransi mobil tentunya memiliki bengkel rekanan yang bekerja sama untuk menangani klaim ataupun perbaikan dari kendaraan nasabahnya. Berikut adalah daftar bengkel rekanan asuransi mobil berdasarakan institusi dan jenis produk asuransi yang ditawarkan:

Perkembangan pelayanan asuransi mobil di Indonesia bisa dibilang cukup pesat. Pelayanan asuransi mobil sudah mencapai berbagai kota besar dan daerah-daerah seperti

Ada beberapa alasan mengapa Anda lebih baik membeli asuransi secara online, yaitu:

  • Perlindungan kendaraan maksimal: Proses dilakukan secara online:Semua proses yang dilakukan mulai dari transaksi, proses aplikasi, update status dan pengecekan dilakukan secara online (dalam sistem yang terintegrasi) sehingga dapat menghemat waktu Anda dibandingkan harus mengunjungi bank atau melalui agen asuransi.
  • Biaya polis lebih murah: Pengajuan asuransi secara online memakan biaya yang lebih murah dbanding secara offline karena pengurangan biaya distribusi dan infrastruktur sehingga pemegang polis mendapatkan asuransi dengan premi lebih rendah.
  • Banyak produk yang tersedia secara online: Dalam konteks ini karena pengajuan asuransi dilakukan secara online maka calon nasabah dapat dengan leluasa memliih dan membandinkan banyak produk-produk asuransi yang tersedia dan tersebar di berbagai tempat. Hal ini akan membantu nasabah memhami lebih dalam berbagai produk asuransi yang terseda sehingga calon nasabah dapat menjatuhkan pilihan ke prodik yang tepat dibandingkan secara online.
  • Portal asuransi yang menarik dan lengkap: Sebagian besar website pengajuan asuransi memiliki tampilan yang menarik dan form yang lebih lengkap untuk diisi sehingga proses pengajuan bisa dilakukan dengan mengupload dokumen yang diperlukan dibandingkan harus menyiapkan secara offline.
  • Mendapatkan akses review produk: Dengan melakukan pengajuan secara online Anda dapat melihat dan mendengarkan berbagai macam review dari produk asuransi yang Anda inginkan dari orang-orang yang sebelumnya pernah mengajukan produk tesebut sebagai referensi produk yang tepat.

Berikut ini adalah cara pengajuan asuransi mobil secara online lewat Cermati.com:

Pengajuan Asuransi Mobil Online

Untuk pengajuan asuransi mobil terbaik, Anda perlu menyiapkan dokumen-dokumen berikut:

Dokumen/Jenis PekerjaanKaryawan/Wirausaha/Profesional
Fotokopi KTP/KITAS  
Fotokopi SIM  
Fotokopi STNK Mobil  
Foto Sisi Depan & Belakang Kendaraan  
Foto Sisi Kiri & Kanan Kendaraan  
Foto Dashboard Kendaraan  
Foto Sisi Atas Kendaraan  

Bisa, asalkan mobil yang mau diasuransikan tidak melewati batas umur kendaraan yang ditetentukan oleh perusahaan asuransi tersebut. Secara Umum, untuk asuransi mobil jenis All Risk biasanya batas umur maksimal kendaraan yang ditentukan perusahaan asuransi adalah 10 tahun sejak kendaraan tersebut dibeli. Sedangkan untuk asuransi mobil jenis TLO, batas umur maksimal kendaraan yang ditentukan adalah 15 tahun.

Ketahui dan pahami jenis asuransi mobil yang ditawarkan oleh perusahaan asuransi agar Anda bisa memilih dengan tepat dan memanfaatkannya secara maksimal sesuai perlindungan yang ada. Saat ini, terdapat dua jenis asuransi mobil yang ditawarkan:

  • Asuransi Mobil All Risk:
    All risk dapat diartikan menjadi ‘segala risiko’. Asuransi ini disebut juga comprehensive atau keseluruhan. Ini berarti asuransi akan membayar klaim untuk segala jenis kerusakan, mulai dari kerusakan ringan, rusak berat, hingga kehilangan. Berbeda dengan TLO, lecet sedikit saja pada mobil, asuransi akan membayarkan klaim asuransi. Hanya saja asuransi mobil all risk pembiayaannya lebih mahal daripada TLO.
  • Asuransi Mobil TLO (Total Loss Only):
    Secara harafiah Total Loss Only (TLO) berarti “hanya (jika) kehilangan total”. Berarti klaim asuransi hanya dapat diajukan apabila terjadi ‘kehilangan total’. Dalam asuransi mobil, yang dimaksud kehilangan total itu adalah kerusakan yang terjadi di atas 75% atau kehilangan pencurian ataupun karena perampasan. Bila kerusakan yang dialami kurang dari itu, Anda tidak akan mendapatkan ganti rugi atas kerusakan. Patokan 75% diambil karena mobil dipastikan tidak dapat digunakan lagi. Kelebihannya, premi asuransi TLO lebih rendah dibandingkan asuransi mobil all risk.

Dari kedua jenis asuransi tersebut, biaya asuransi all risk jauh lebih tinggi dibandingkan TLO, apalagi kalau ingin menambah perluasan perlindungan. Apabila harga mobil yang Anda miliki terbilang tinggi sehingga butuh biaya tidak sedikit sekalipun rusak ringan, sebaiknya memilih all risk. Asuransi jenis ini juga cocok bagi usaha rental mobil atau kursus mobil, sebab risiko sekedar rusak ringan terbilang tinggi. Frekuensi pemakaian mobil berpengaruh pada jenis asuransi yang akan diambil. Semakin sering dipakai, semakin besar pula kemungkinan kecelakaannya. Terlebih, bila rute yang sering digunakan adalah jalur padat. Lagi-lagi all risk menjadi pilihan.

Sebaliknya, kalau mobil lebih sering parkir di rumah daripada diajak keluar, lebih baik memilih TLO. Kecelakaan bukan satu-satunya faktor penentu. Tingkat kriminalitas juga perlu dicermati. Kriminalitas di daerah-daerah tertentu terbilang tinggi. Kalau Anda tinggal atau sering lalu lalang di daerah seperti ini, pastikan mengasuransikan mobil Anda dengan TLO.

Agar tidak salah pilih, Anda bisa bandingkan asuransi mobil All Risk dan asuransi mobil TLO terbaik untuk kendaraan Anda. Bandingkan produk-produk asuransi mobil terbaik dari berbagai perusahaan asuransi terkemuka di seluruh Indonesia di cermati.com.

Bila masih kebingungan juga, Anda bisa melakukan kombinasi TLO dan all risk. Misalnya, bila mobil yang hendak diasuransikan baru saja keluar dari showroom atau mungkin Anda mengkredit mobil bekas, tidak ada salahnya membeli polis asuransi all risk di tahun pertama dan kedua. Setelah itu, mobil bisa diasuransikan dengan membeli polis asuransi TLO di tahun ketiga dan seterusnya.

Beban finansial berbanding dengan risiko kerusakan menjadi pertimbangan penting. Mobil baru pastinya akan membutuhkan biaya relatif lebih tinggi sekalipun kerusakan yang terjadi hanya kerusakan kecil. Saat usia mobil semakin tua, tidak ada salahnya beralih pada Total Loss Only.

Jumlah premi asuransi yang telah dijelaskan di atas disebut dengan premi murni. Ada beberapa risiko yang tidak terlindungi oleh asuransi mobil all risk, dan anda bisa memutuskan untuk memperluas pertanggungan asuransi mobil Anda. Perluasan pertanggungan ini meliputi hal-hal yang mungkin terjadi pada mobil yang di antaranya disebabkan oleh:

  • Banjir
  • Kerusuhan
  • Gempa Bumi/Tsunami
  • Sabotase/Terorisme

Kerusakan atau kehilangan karena hal-hal di atas sangat mungkin terjadi di Indonesia. Untuk banjir saja misalnya, tiap tahun masyarakat ibukota harus rela berhadapan dengan masalah satu ini. Besaran rate asuransi masing-masing perluasan ini berbeda-beda. Secara umum, kurang dari 0,5%.

Untuk menghitung premi asuransi mobil TLO dan all risk ditambah dengan perluasan tanggungan, Anda tinggal tambahkan seluruh persentase rate asuransinya dikalikan nilai mobil. Andaikata, ada pemilik Toyota Avanza yang harganya sekitar Rp193 juta, mengambil premi asuransi TLO sebesar 0,44% dari harga mobil (sesuai keputusan OJK) dan all risk sebesar 2,67% dari ukuran yang sama. Kemudian, ia juga memutuskan mengambil perluasan tanggungan untuk risiko banjir (0,15% untuk all risk dan 0,05% untuk TLO), kerusuhan (0,35% untuk all risk dan 0,13% untuk TLO), dan sabotase atau terorisme (0,15% untuk all risk dan 0,05% untuk TLO), maka biaya yang perlu dikeluarkan adalah:

Premi Asuransi Mobil TLO dengan Perluasan:

(0,44 + 0,05 + 0,13 + 0,05)% x Rp193.000.000 = Rp1.293.100

Premi Asuransi Mobil All risk dengan Perluasan:

(2,67 + 0,15 + 0,35 + 0,15)% x Rp193.000.000 = Rp6.407.600

Setiap asuransi mobil mungkin saja memiliki kebijakan yang bervariatif. Secara umum, cara menghitung premi asuransi mobil TLO dan all risk didasarkan pada rate asuransi dikalikan harga mobil. Berapa rate asuransinya berbeda-beda antara satu asuransi mobil dengan yang lain. Jenis, tahun, dan plat juga bisa jadi akan mempengaruhi besarnya premi yang harus dibayarkan. Ada pula asuransi yang mempertimbangkan lokasi, usia pengemudi, jenis jaminan, rekam jejak kredit, hingga usia pengemudi.

Untuk premi asuransi TLO, rate asuransi mobil rata-rata 0,8%-1%. Misalnya, bila Anda memiliki mobil Toyota Avanza G/T Luxury seharga Rp193 juta dengan rate asuransi 0,8%, biaya yang harus dibayarkan sebagai berikut:

0,8% x Rp193.000.000 = Rp1.544.000

Sementara itu, rate asuransi mobil all risk rata-rata 2,5-3,5%. Asuransi tertentu bahkan menyediakan rate asuransi 1,5% untuk mobil berharga di atas Rp500 juta. Untuk penghitungan premi asuransi yang harus dibayarkan, misalkan Anda akhirnya lebih memilih asuransi all risk daripada TLO, dengan harga mobil Rp193 juta. Kita ambil salah satu skema rate sebuah asuransi, yaitu 2,5% untuk mobil seharga Rp150-300 juta. Jumlah yang harus dibayarkan adalah:

2,5% x Rp193.000.000 = Rp4.825.000

Besaran biaya premi TLO maupun all risk di atas nantinya masih ditambah dengan biaya administrasi. Biasanya biaya administrasi kurang dari Rp50.000. Berdasarkan perhitungan di atas, premi asuransi all risk 312% lebih banyak daripada TLO. Anda perlu merogoh saku 3 kali lipat dari premi asuransi TLO bila ingin mendapatkan polis asuransi mobil all risk

Perbedaan harga sedemikian jauh dapat membuat calon pembeli polis asuransi kebingungan. Ingin yang murah tapi siapa yang akan membayar kalau terjadi kerusakan ringan? Ingin yang mahal tapi bagaimana jika uang asuransi nantinya malah hangus? Premi asuransi memang hanya dibayarkan sekali saja, namun proteksi asuransi hanya berlaku selama satu tahun. Tingginya kemungkinan risiko kerusakan perlu dipertimbangkan dengan baik. Semakin tinggi risiko rusak parah, sebaiknya TLO lah yang dipilih. Sementara bila harga mobil terbilang tinggi dan membutuhkan biaya yang tidak sedikit sekalipun rusak ringan, sebaiknya pilih skema asuransi all risk.

Berdasarkan Surat Edaran Otoritas Jasa Keuangan (OJK) NOMOR 6/ SEOJK.05/ 2017 tentang PENETAPAN TARIF PREMI ATAU KONTRIBUSI PADA LINI USAHA ASURANSI HARTA BENDA DAN ASURANSI KENDARAAN BERMOTOR TAHUN 2017, tarif premi asuransi mobil yang berlaku sejak tanggal 1 April 2017 yang berlaku di Indonesia adalah sebagai berikut:

Tarif Premi atau Kontribusi berdasarkan lokasi kendaraan bermotor diterbitkan dengan pembagian sebagai berikut:
  • WILAYAH 1: Sumatera dan Kepulauan di sekitarnya;
  • WILAYAH 2: DKI Jakarta, Jawa Barat, dan Banten; dan
  • WILAYAH 3: Selain WILAYAH 1 dan WILAYAH 2.
Tabel Tarif Pertanggungan Asuransi Mobil All Risk (Comprehensive):

KATEGORI

 UANG PERTANGGUNGAN

WILAYAH 1

WILAYAH 2

WILAYAH 3

Batas Bawah

Batas Atas

Batas Bawah

Batas Atas

Batas Bawah

Batas Atas

Jenis Kendaraan Non Bus dan Non Truk

 

Kategori 1

0 s.d. Rp125.000.000,-

3,82%

4,20%

3,26%

3,59%

2,53%

2,78%

Kategori 2

>Rp125.000.000,- s.d. Rp200.000.000,-

2,67%

2,94%

2,47%

2,72%

2,69%

2,96%

Kategori 3

>Rp200.000.000,- s.d. Rp400.000.000,-

2,18%

2,40%

2,08%

2,29%

1,79%

1,97%

Kategori 4

>Rp400.000.000,- s.d. Rp800.000.000,-

1,20%

1,32%

1,20%

1,32%

1,14%

1,25%

Kategori 5

>Rp800.000.000,-

1,05%

1,16%

1,05%

1,16%

1,05%

1,16%

Jenis Kendaraan Bus, Truk dan Pickup

 

Kategori 6

Truk & Pickup, semua uang pertanggungan

2,42%

2,67%

2,39%

2,63%

2,23%

2,46%

Kategori 7

Bus, semua uang pertanggungan

1,04%

1,14%

1,04%

1,14%

0,88%

0,97%

Jenis Kendaraan Roda 2 (dua)

 

Kategori 8

Semua uang pertanggungan

3,18%

3,50%

3,18%

3,50%

3,18%

3,50%



Tabel Tarif Pertanggungan Asuransi Mobil Total Loss Only (TLO):

KATEGORI

UANG PERTANGGUNGAN

WILAYAH 1

WILAYAH 2

WILAYAH 3

Batas Bawah

Batas Atas

Batas Bawah

Batas Atas

Batas Bawah

Batas Atas

Jenis Kendaraan Non Bus dan Non Truk

 

Kategori 1

0 s.d. Rp125.000.000,-

0,47%

0,56%

0,65%

0,78%

0,51%

0,56%

Kategori 2

>Rp125.000.000,- s.d. Rp200.000.000,-

0,63%

0,69%

0,44%

0,53%

0,44%

0,48%

Kategori 3

>Rp200.000.000,- s.d. Rp400.000.000,-

0,41%

0,46%

0,38%

0,42%

0,29%

0,35%

Kategori 4

>Rp400.000.000,- s.d. Rp800.000.000,-

0,25%

0,30%

0,25%

0,30%

0,23%

0,27%

Kategori 5

>Rp800.000.000,-

0,20%

0,24%

0,20%

0,24%

0,20%

0,24%

Jenis Kendaraan Bus, Truk dan Pickup

 

 

Kategori 6

Truk & Pickup, semua uang pertanggungan

 

0,88%

 

1,07%

 

1,68%

 

2,02%

 

0,81%

 

0,98%

Kategori 7

Bus, semua uang pertanggungan

0,23%

0,29%

0,23%

0,29%

0,18%

0,22%

Jenis Kendaraan Roda 2 (dua)

 

Kategori 8

Semua uang pertanggungan

1,76%

2,11%

1,80%

2,16%

0,67%

0,80%

Perluasan asuransi mobil adalah jaminan tambahan berupa jenis-jenis risiko yang tidak termasuk dalam tanggungan asuransi mobil. Perluasan bisa dibeli sebagai tambahan ketika Anda membeli polis asuransi mobil dan akan dimasukkan ke dalam premi asuransi mobil Anda. Berikut ini jenis perluasan asuransi mobil umum yang bisa dipilih:

  • Banjir termasuk Angin Topan
  • Gempa Bumi dan Tsunami
  • Huru-hara dan Kerusuhan (SRCC)
  • Tanggung Jawab Hukum terhadap Pihak Ketiga
  • Kecelakaan Diri untuk Penumpang
  • Tanggung Jawab Hukum terhadap Penumpang
Berikut ini adalah tabel terif perluasan asuransi mobil:

Tabel Tarif Perluasan Asuransi Mobil


No

 Jaminan

Tarif Premi atau Kontribusi Minimum

Risiko Sendiri

Comprehensive

TLO

Comprehensive

TLO

1.

Banjir termasuk Angin Topan

Merujuk Tabel Tarif Perluasan Banjir Asuransi Mobil

Merujuk Tabel Tarif Perluasan Banjir Asuransi Mobil

 

 

 

 

10% dari nilai klaim yang disetujui, paling sedikit Rp500.000,- per kejadian

2.

Gempa Bumi, Tsunami

Merujuk Tabel Tarif Perluasan Gempa Bumi Asuransi Mobil

Merujuk Tabel Tarif Perluasan Gempa Bumi Asuransi Mobil

3.

Huru-hara dan Kerusuhan (SRCC)

0,05%

0,035%

4.

Terorisme dan Sabotase

0,05%

0,035%

5.

Tanggung Jawab Hukum terhadap Pihak Ketiga (Kendaraan Penumpang dan Sepeda Motor)

UP* hingga Rp25 juta: 1% dari UP

UP > Rp25 juta s.d. Rp50 juta:  0,5% dari UP

UP > Rp50 juta s.d. Rp100 juta: 0,25% dari UP

UP > Rp100 juta: ditentukan oleh underwriter

Perusahaan

Tanggung Jawab Hukum terhadap Pihak ketiga (Kendaraan Niaga, Truk, dan Bus)

UP hinggaRp 25 juta: 1,50% dari UP

UP > Rp25 juta s.d. Rp50 juta:  0,75% dari UP

UP > Rp50 juta s.d. Rp100 juta: 0,375% dari UP

UP > Rp100 juta: ditentukan oleh underwriter

Perusahaan

6.

Kecelakaan Diri untuk Penumpang

Untuk Pengemudi: 0,50% dari uang pertanggungan kecelakaan diri

Untuk Penumpang: 0,10% dari uang pertanggungan kecelakaan diri untuk setiap tempat duduk penumpang

7.

Tanggung Jawab Hukum terhadap Penumpang

UP hingga Rp25 juta: 0,50% dari UP

UP > Rp25 juta s.d. Rp50 juta:  0,25% dari UP

UP > Rp50 juta s.d. Rp100 juta: 0,125% dari UP

UP > Rp100 juta: ditentukan oleh underwriter

Perusahaan

*UP = Uang Pertanggungan

Tabel Tarif Perluasan Banjir Asuransi Mobil*

No

Wilayah

Tarif Premi atau Kontribusi

Comprehensive

Total Loss Only

1.

Wilayah 1: Sumatera dan Kepulauannya

0,075% s/d 0,1%

0,05% s/d 0,075%

2.

Wilayah 2: Jakarta, Banten, dan Jabar

0,10% s/d 0,125%

0,075% s/d 0,1%

3.

Wilayah 3: Selain Wilayah 1

dan Wilayah 2

0,075% s/d 0,1%

0,05% s/d 0,075%



Tabel Tarif Perluasan Gempa Bumi Asuransi Mobil*

No

Wilayah

Tarif Premi atau Kontribusi

Comprehensive

Total Loss Only

 

1.

Wilayah 1: Sumatera dan Kepulauannya

0,12% s/d 0,135%

0,085% s/d 0,11%

 

2.

Wilayah 2: Jakarta, Banten, dan Jabar

0,10% s/d 0,125%

0,075% s/d 0,10%

 

3.

Wilayah 3: Selain

Wilayah 1 dan Wilayah 2

0,075% s/d 0,135%

0,05% s/d 0,075%

*Data tarif di dalam tabel diambil berdasarkan Surat Edaran Otoritas Jasa Keuangan (OJK) NOMOR 6/ SEOJK.05/ 2017 tentang PENETAPAN TARIF PREMI ATAU KONTRIBUSI PADA LINI USAHA ASURANSI HARTA BENDA DAN ASURANSI KENDARAAN BERMOTOR TAHUN 2017

Dalam penghitngan asuransi mobil, jumlah premi yang dibayarkan setiap bulan dihitung berdasrkan jumlah premi murni + jumlah premi perluasan yang ada dengan rumus berikut:

Premi Murni = Harga Mobil x Tarif Premi (berdasarkan kategori, jenis asuransi dan wilayah)

Premi Perluasan = Harga Mobil x Tarif Premi Perluasan (berdasarkan jenis perluasan yang dipilih)

Untuk lebih jelas kita bisa lihat dari contoh perhitungan di bawah ini:

Pak Cermat ingin mengasuransikan kendaraan miliknya dengan asuransi mobil all risk. Mobil yang Ia miliki adalah Toyota Agya dengan harga Rp 120.000.000.- dengan plat kendaraan "B" (DKI Jakarta). Pak Cermat memutuskan untuk menambahkan perluasan banjir dan huru-hara (SRCC), maka premi yang dibayarkan Pak Cermat setiap bulan adalah:

Premi Murni = Rp 120.000.000.- x 3,59% = Rp 4.308.000.-

Premi Perluasan:
Perluasan Banjir = Rp 120.000.000.- x 0,125 % = Rp 60.000.-
Perluasan Huru-Hara = Rp 120.000.000.- x 0,05 % = Rp 60.000.-

Total premi asuransi yang harus dibayarkan pak Cermat dalam setahun adalah:
Rp 4.308.000.- + Rp 60.000.- + Rp 60.000.- = Rp 4.428.000.-

Penerapan Tarif Premi atau Kontribusi untuk Asuransi Kendaraan Bermotor dengan penambahan manfaat berupa perluasan jaminan risiko sebagaimana dimaksud dalam Tabel Tarif Perluasan Asuransi Mobil akan dihitung secara progresif. Sebagai contoh:

  • Perluasan Jaminan Risiko berupa Tanggung Jawab Hukum terhadap Pihak Ketiga (Kendaraan Penumpang dan Sepeda Motor)
    • Untuk UP Rp. 25.000.000,- (dua puluh lima juta rupiah):
      1% x Rp. 25.000.000,- = Rp. 250.000,-
      Tarif Premi atau Kontribusi Minimum = Rp. 250.000,-
    • Untuk UP Rp. 45.000.000,- (empat puluh lima juta rupiah):
      1% x Rp. 25.000.000,- = Rp. 250.000,-
      0,5% x Rp. 20.000.000,- = Rp. 100.000,-
      Tarif Premi atau Kontribusi Minimum = Rp. 350.000,-
    • Untuk UP Rp. 95.000.000,- (sembilan puluh lima juta rupiah) 1% x Rp. 25.000.000,- = Rp. 250.000,-
      0,5% x Rp. 25.000.000,- = Rp. 125.000,-
      0,25% x Rp. 45.000.000,- = Rp. 112.500,-
      Tarif Premi atau Kontribusi Minimum = Rp. 487.500,-
    • Untuk UP Rp. 150.000.000,- (seratus lima puluh juta rupiah), Underwriter menetapkan Tarif Premi atau Kontribusi untuk UP > Rp. 100.000.000,- (seratus juta rupiah) sebesar 0,15%, maka perhitungannya menjadi sebagai berikut:
      1% x Rp. 25.000.000,- = Rp. 250.000,-
      0,5% x Rp. 25.000.000,- = Rp. 125.000,-
      0,25% x Rp. 50.000.000,- = Rp. 125.000,-
      0,15% x Rp. 50.000.000,- = Rp. 75.000,-
      Tarif Premi atau Kontribusi Minimum = Rp. 575.000,-
  • Perluasan Jaminan Risiko berupa Tanggung Jawab Hukum terhadap Pihak Ketiga (Kendaraan Niaga, Truk, dan Bus)
    • Untuk UP Rp. 25.000.000,00 (dua puluh lima juta rupiah)
      1,5% x Rp. 25.000.000,00 = Rp. 375.000,00
      Tarif Premi atau Kontribusi Minimum = Rp. 375.000,00
    • Untuk UP Rp. 50.000.000,00 (lima puluh juta rupiah):
      1,5% x Rp. 25.000.000,00 = Rp. 375.000,00
      0,75% x Rp. 25.000.000,00 = Rp. 187.500,00
      Tarif Premi atau Kontribusi Minimum = Rp. 562.500,00
    • Untuk UP Rp. 100.000.000,00 (seratus juta rupiah):
      1,5% x Rp. 25.000.000,00 = Rp. 375.000,00
      0,75% x Rp. 25.000.000,00 = Rp. 187.500,00
      0,375% x Rp. 50.000.000,00 = Rp. 187.500,00
      Tarif Premi atau Kontribusi Minimum = Rp. 750.000,00
    • Untuk UP Rp. 150.000.000,00 (seratus lima puluh juta rupiah), Underwriter menetapkan Tarif Premi atau Kontribusi untuk UP > Rp. 100.000.000,00 (seratus juta rupiah) sebesar 0,25%, maka perhitungannya menjadi sebagai berikut:
      1,5% x Rp. 25.000.000,00 = Rp. 375.000,00
      0,75% x Rp. 25.000.000,00 = Rp. 187.500,00
      0,375% x Rp. 50.000.000,00 = Rp. 187.500,00
      0,25% x Rp. 50.000.000,00 = Rp. 125.000,00
      Tarif Premi atau Kontribusi Minimum = Rp. 875.000,00
  • Perluasan Jaminan Risiko berupa Tanggung Jawab Hukum terhadap Pihak Ketiga (Kendaraan Niaga, Truk, dan Bus)
    • Untuk UP Rp. 25.000.000,00 (dua puluh lima juta rupiah):
      0,5% x Rp. 25.000.000,00 = Rp. 125.000,00
      Tarif Premi atau Kontribusi Minimum = Rp. 125.000,00
    • Untuk UP Rp. 45.000.000,00 (empat puluh lima juta rupiah):
      0,5% x Rp. 25.000.000,00 = Rp. 125.000,00
      0,25% x Rp. 20.000.000,00 = Rp. 50.000,00
      Tarif Premi atau Kontribusi Minimum = Rp. 175.000,00
    • Untuk UP Rp. 95.000.000,00 (sembilan puluh lima juta rupiah):
      0,5% x Rp. 25.000.000,00 = Rp. 125.000,00
      0,25% x Rp. 25.000.000,00 = Rp. 62.500,00
      0,125% x Rp. 45.000.000,00 = Rp. 56.250,00
      Tarif Premi atau Kontribusi Minimum = Rp. 243.750,00
    • Untuk UP Rp. 150.000.000,00 (seratus lima puluh juta rupiah), Underwriter menetapkan Tarif Premi atau Kontribusi untuk UP > Rp. 100.000.000,00 (seratus juta rupiah) sebesar 0,10%, maka perhitungannya menjadi sebagai berikut:
      0,5% x Rp. 25.000.000,00 = Rp. 125.000,00
      0,25% x Rp. 25.000.000,00 = Rp. 62.500,00
      0,125% x Rp. 50.000.000,00 = Rp. 62.500,00
      0,10% x Rp. 50.000.000,00 = Rp. 50.000,00
      Tarif Premi atau Kontribusi Minimum = Rp. 300.000,00

Loading fee adalah biaya kenaikan premi asuransi mobil yang ditentukan berdasarkan umur mobil tersebut. Perhitungan loadinng fee ditentukan berdasarkan tarif OJK dengan perincian sebagai berikut:

  • Untuk asuransi kendaraan All Risk, kendaraan dengan usia > 5 tahun akan dikenakan biaya loading fee sebesar minimum 5% per tahun*
  • Untuk asuransi kendaraan TLO, usia kendaraan yang akan dikenakan loading fee biasanya ditentukan sesuai dengan perusahaan asuransi yang berlaku (bisa diatas 5,10, atau 15 tahun) akan dikenakan loading fee sebesar minimum 5% per tahun*
*Jumlah maksimum biaya loading fee ditentukan berdasarkan kebijakan dan peraturan perusahaan asuransi masing-masing yang berlaku dengan nilai minimum 5%

Untuk menghitung tarif premi murni yang disertai dengan loading fee bisa menggunakan rumus sebagai berikut:

Premi Murni = ((Selisih Tahun Kendaraan x Biaya Loading Fee x Tarif Premi per Wilayah) + Tarif Premi per Wilayah) x Harga Mobil

Sebagai contoh Pak Cermat memiliki mobil Toyota Agya dengan Harga Rp 120.000.000.- dengan plat kendaraan "B" (DKI Jakarta) dengan usia kendaraan 7 tahun. Jika pak Cermat ingin mengajukan asuransi mobil all risk dan dikenakan biaya loading sebesar 5% maka tarif premi murni yang harus dibayarkan adalah:

Premi Murni = ((2 x 5% x 3,59%) + 3,59%) x Rp 120.000.000.- = Rp 4.738.800.-

Berikut adalah beberapa dokumen yang perlu disiapkan dan diisi untuk mengajukan klaim asuransi mobil:

Dokumen Kecelakaan:

  • Formulir klaim yang sudah diisi
  • Fotokopi polis asuransi mobil
  • Fotokopi SIM
  • Fotokopi STNK
  • Surat keterangan dari kepolisian setempat

Dokumen Tanggung Jawab Pihak Ketiga (Bila Ada)

  • Surat pernyataan ganti rugi dari pihak ketiga
  • Surat pernyataan tidak adanya asuransi
  • Fotokopi SIM, KTP, dan STNK
  • Surat keterangan dari kepolisian setempat

  • Act of God: Kerugian yang disebabkan oleh peristiwa bencana alam.
  • Comprehensive: Asuransi mobil Comprehensive dapat diartikan asuransi ‘segala risiko’. Artinya, pihak asuransi akan membayar klaim untuk segala jenis kerusakan, mulai dari kerusakan ringan, rusak berat, hingga kehilangan.
  • ERA (Emergency Road Assistance): Pelayanan yang ditanggung dalam polis asuransi untuk mendatangkan montir ke tempat dimana pengemudi terjebak saat kendaraan mengalami kerusakan.
  • Harga Pasar: Harga kendaraan hasil penjualan apabila dijual di pasar bebas yang diperoleh dari tertanggung dengan merek, tipe, lokasi, dan tahun pembelian yang sama sebelum terjadi resiko kehilangan atau kerusakan.
  • Kendaraan Bermotor: Semua jenis, tipe , atau merek kendaraan berikut segala sesuatunya (perlengkapan, onderdil, dsb) yang ada maupun yang akan dimiliki di kemudian hari dan merupakan objek perjanjuan pembiayaan konsumen.
  • Masa Tenggang: Periode waktu setelah tanggal jatuh tempo premi dimana premi masih dapat dibayar tanpa dikenai bunga dan polis masih dapat dipertanggungjawabkan.
  • Masa Tunggu: Periode dimana setelah polis diterbitkan dimana pada periode ini polis asuransi tidak menanggung biaya kesehatan tertanggung sampai jangka waktu tertentu selain biaya.
  • Personal Accident: Kerugian yang disebabkan oleh kecelakaan kendaraan bermotor yang menyebabkan kematian atau keadaan cacat tetap kepada pengemudi atau penumpangnya. Penggantian atau ganti rugi akan dibayarkan sesuai dengan spesifikasi kendaraan yang ditentukan dalam polis asuransi.
  • Proposal: Kumpulan informasi yang diberikan oleh perusahaan asuransi mengenai manfaat polis yang akan diberikan ke calon nasabah. Proposal ini biasanya ditawarkan untuk memeberikan informasi produk yang akan diberikan seperti besarnya premi dan syarat-syarat pertanggungannya.
  • Polis: Polis adalah sebuah perjanjian yang mengikat dan disetujui oleh pihak perusahaan asuransi dan pemegang polis secara tertulis.
  • Premi: Uang yang harus dibayarakan pada jangka waktu tertentu sebagai kewajiban dari pemegang polis asuransi. Besarnya premi yang dibayarkan ditetapkan oleh kebijakan dan persetujuan dari pihak perusahaan asuransi sesuai dengan kondisi dari tertanggung.
  • Penanggung: Seseorang yang secara sah tercantum dalam polis asuransi untuk melakukan pembayaran premi atas polis yang tersebut.
  • Resiko Sendiri (Deductible): Nilai beban dari pihak tertanggung dalam tiap kerugian atau kerusakan yang dihitung berdasarkan jumlah ganti rugi.
  • SRCCTS (Strike Riot Civil Commotion Terrorism & Sabotage): Kerugian yang disebabkan oleh peristiwa huru-hara, kerusuhan, terorisme, dan sabotase).
  • Tertanggung: Seseorang yang tercantum secara sah tercantum dalam polis asuransi untuk menerima manfaat dari polis tersebut.
  • Total Loss Only: Asuransi ini hanya akan memberikan jaminan atas kehilangan (adanya pencurian terhadap mobil) atau kerusakan dengan nilai kerugia mencapai lebih dari 75% dari harga mobil seperti yang telah disebutkan di dalam polis.
  • Uang Pertanggungan: Harga beli sebuah kendaraan saat dimulainya masa pertanggungan dan tercatat dalam polis asuransi yang bersangkutan yang merupakan batas maksimum tanggung jawab dari penanggung dalam perjanjijan asuransi.