Biaya Pendidikan Semakin Mahal, Ini 6 Hal yang Harus Orang Tua Lakukan

Tingginya inflasi yang terjadi di Indonesia berpengaruh terhadap semua aspek dalam kehidupan. Tidak hanya pada harga kebutuhan pokok, tetapi juga pada biaya pendidikan. Hal ini tentu akan menambah beban para orang tua, terutama bila harus menyekolahkan dua atau tiga anak sekaligus. 

Untuk mengantisipasi biaya pendidikan yang semakin mahal ini, berikut 6 hal yang orang tua bisa lakukan mulai dari sekarang.

Baca Juga: Cara Mendapatkan Beasiswa Kuliah, Biaya Tidak Lagi Jadi Masalah

6 Cara Mengantisipasi Biaya Pendidikan yang Semakin Mahal

loader

Pendidikan Anak

  1. Tentukan di Mana Anak akan Bersekolah

    Hal pertama yang harus kamu lakukan adalah menentukan di mana anak akan bersekolah nanti. Apakah itu di sekolah internasional, negeri, atau swasta biasa. Sebab, tempat anak bersekolah akan sangat memengaruhi biaya pendidikannya nanti. 

    Bila kamu ingin si anak menempuh pendidikan di sekolah internasional, kamu pun harus menyiapkan dana dua atau tiga kali lipat lebih besar. Karena sejatinya, uang sekolahnya saja bisa mencapai belasan sampai puluhan juta Rupiah per bulan. Belum ditambah biaya mengikuti ekstrakurikuler dan lain-lain. 

    Sekarang saatnya untuk mencari referensi mengenai tempat pendidikan terbaik bagi si anak. Carilah yang sesuai dengan budget agar ujung-ujungnya tidak menghambat kelangsungan pendidikan anak nanti.

  2. Membuat Perkiraan Biaya Pendidikan untuk Anak

    Setelah mengetahui tempat anak bersekolah, sekarang kamu bisa membuat perkiraan biaya yang dibutuhkan anak. Mulai dari uang sekolah, alat tulis, hingga uang untuk kegiatan di luar sekolah, seperti les atau bimbingan belajar. 

    Biaya yang diperkirakan sebaiknya tidak hanya meliputi satu jenjang pendidikan saja, melainkan untuk semua jenjang pendidikan. Mulai dari SD, SMP, SMA, hingga ke Perguruan Tinggi. 

    Membuat perkiraan biaya ini mungkin sedikit sulit dilakukan mengingat laju inflasi yang terus berubah setiap tahun. Tetapi, kamu bisa menambah budget 10% lebih besar dari tahun sebelumnya. Ketika biaya pendidikan naik, setidaknya kamu sudah punya uang jaga-jaga sehingga pendidikan anak tetap bisa berjalan dengan lancar.

  3. Siapkan Dana Pendidikan Anak Jauh-jauh Hari Sebelumnya

    Kamu dan pasangan tidak perlu menunggu hingga anak berusia 3 atau 4 tahun untuk mulai menyiapkan dana pendidikannya. Bahkan, saat anak masih ada di dalam kandungan, hal ini sudah harus dipikirkan secara matang. Sehingga, kamu tidak perlu pontang-panting mencari dana ke sana-sini saat anak mulai memasuki bangku sekolah nanti.

    Sejatinya, biaya pendidikan ini harus dikumpulkan secara rutin agar jumlahnya terus meningkat dan cukup untuk membiayai sekolah anak. Kamu ataupun pasangan bisa menabung menggunakan sistem auto-debet yang sangat praktis, atau mengikuti tabungan berjangka khusus pendidikan anak.

    Apapun upaya menyiapkan dana yang dipilih, yang pasti itulah yang terbaik untuk anakmu nanti. Jangan pernah bosan melakukannya demi masa depan anak. 

  4. Pertimbangkan Investasi Pendidikan Jangka Panjang

    Mengingat masa pendidikan tidak ditempuh dalam waktu 4-5 tahun, ada baiknya untuk menyiapkan investasi jangka panjang. Investasi ini sangat berguna untuk keberlanjutan pendidikan si anak, terutama bila kamu berencana ingin menyekolahkannya hingga ke jenjang Magister atau S2.

    Beberapa investasi pendidikan jangka panjang yang bisa dicoba, yaitu reksa dana, deposito, ataupun asuransi pendidikan. Pilih investasi yang paling cocok dengan kebutuhan anak di masa mendatang, sehingga manfaat yang diperoleh menjadi maksimal.

    Bingung cari investasi Reksa Dana yang aman dan menguntungkan? Cermati solusinya!

    Mulai Berinvestasi Sekarang!  

  5. Lakukan Diversifikasi Investasi untuk Meminimalisir Risiko

    Dalam berinvestasi, sebaiknya jangan bergantung pada satu jenis instrumen investasi saja. Hal ini jelas berbahaya karena investasi itu mengalami peningkatan dan penurunan secara konstan. Syukur kalau nilai investasi terus meningkat. Apabila nilainya terus menurun, maka jumlah dana yang terkumpul akan jauh dari target. 

    Sejatinya, kamu memang bisa memilih investasi dengan risiko yang kecil. Hanya saja, risiko kecil ini akan berpengaruh pada imbal hasil atau return yang kecil pula. Ini tentu akan sangat disayangkan, apalagi kalau target investasi pendidikan yang ditetapkan tinggi.

    Sebagai solusi, cobalah untuk mendiversifikasi investasi. Mulai dari yang risikonya kecil, menengah, hingga tinggi.

  6. Review Investasi Pendidikan yang Sudah Terkumpul

    Setelah melakukan poin-poin di atas dengan benar, jangan lupa untuk melakukan review. Kegiatan review ini tidak hanya memudahkan kamu untuk melakukan perhitungan terhadap dana yang sudah terkumpul. Tetapi, juga membantu untuk melakukan perubahan investasi apabila hasil yang diperoleh tidak sesuai harapan.

    Jika ternyata investasi mengalami perubahan, kamu dan pasangan bisa menyusun rencana terbaik untuk investasi di kemudian hari. Sehingga, dana pendidikan anak tidak kurang, melainkan tetap sesuai dengan perkiraan biaya yang dibutuhkannya nanti.

    Review ini bisa dilakukan sekali dalam setahun atau sesuai keinginan kamu dan pasangan. Intinya semakin sering review dilakukan, maka semakin mudah pula penyesuaian dilakukan.

Baca Juga: Mengenal Sekolah Internasional, Kurikulum yang Digunakan dan Perkiraan Dana Pendidikan yang Diperlukan

Persiapkan Dana Pendidikan Anak Sedini Mungkin

Menyiapkan dana pendidikan tidak mengenal usia anak itu sendiri. Semakin cepat dimulai, justru semakin bagus karena jumlah yang bisa dikumpulkan menjadi lebih banyak.

Baca Juga: Panduan Seputar Sekolah di Luar Negeri, Perkiraan Biaya yang Dibutuhkan, dan Contoh Rencana Anggarannya