Berminat Bisnis Kos-Kosan? Simak Dulu Perhitungan Biaya dan Sejumlah Persiapannya Agar Cepat Balik Modal

Membangun usaha indekos terbilang sangat menguntungkan dan tak ada matinya. Sebab, pemiliknya berpotensi meraup penghasilan tetap dalam jangka waktu cukup panjang. Karena bagaimanapun, tempat tinggal merupakan kebutuhan primer yang harus terpenuhi bagi setiap orang.

Jika hendak dibandingkan, bisnis kos menjanjikan keuntungan yang lebih ketimbang bisnis properti yang lain. Hal ini dikarenakan high demand terhadap hunian harga terjangkau yang bisa diakses dengan cepat. 

Bisnis Kos-Kosan, Apa Saja Keuntungannya?

loader

Lebih lanjut, simak ulasan keuntungan dari berbisnis indekos yang bisa Kamu dapatkan sebagai berikut:

1. Menghasilkan Pemasukan Stabil secara Berkala dan Berkelanjutan

Menjalankan bisnis indekos memungkinkanmu untuk mengantongi income di setiap bulan atau per tahunnya. Pemasukan akan terus mengalir sesuai biaya, jumlah dan tipe kamar yang Kamu sewakan. 

Apalagi jika bisnis kos-kosan berada di lokasi yang strategis. Maka prospek yang dimiliki pun akan semakin cerah karena banyaknya peminat. Kamu pun bahkan dapat menyediakan tipe sewa per hari hingga mingguan.

2. Bisa Menambah Usaha Sampingan

Bila ada modal lebih, Kamu bisa membuka usaha sampingan lainnya untuk menghasilkan cuan ekstra. Salah satunya seperti membuka warung, catering, laundry, jasa print atau fotocopy dan masih banyak lagi.

Dengan begitu, para penghuni kos akan dengan mudah terpenuhi kebutuhannya. Bisnis kos-kosan pun akan semakin menarik minat calon penghuni karena nilai yang ditawarkannya.

3. Merupakan Investasi Berisiko Kecil

Bisnis indekos termasuk investasi properti yang resikonya kecil. Hal ini dikarenakan harga properti yang cenderung terus naik di setiap tahunnya. Bahkan di masa resesi sekalipun, harga properti tak akan turun dan umumnya akan tetap stabil. 

Bingung cari investasi Reksa Dana yang aman dan menguntungkan? Cermati solusinya!

Mulai Berinvestasi Sekarang!  

4. Selalu Ada Banyak Peminat

Akan selalu ada peminat dari waktu ke waktu. Ini dikarenakan pangan, sandang, papan dan hunian sementara merupakan kebutuhan utama manusia. 

Pangsa pasar usaha indekos sangat luas. Bisnis ini akan lebih menggiurkan lagi jika pemiliknya sanggup memaksimalkan jangkauan market yang potensial dan ekspansif. 

Cara salah satunya yakni dengan memanfaatkan kecanggihan teknologi. Tayangkan iklan promosi besar-besaran agar penyewa bisa lebih cepat datang.

5. Lebih Mudah untuk Dijual Kembali

Karena termasuk jenis properti yang komersial, bangunan rumah kos-kosan cenderung lebih mudah untuk dijual kembali. Banyak pengusaha yang tertarik untuk membeli properti dan menjadikannya bisnis. Terutama jika bisnis indekosan terkait memang berada di lokasi strategis.

6. Lebih Cepat Balik Modal

Bisnis indekos memungkinkan pemiliknya lebih cepat balik modal. Jika dibandingkan dengan jenis usaha properti lainnya, modal bisnis kos-kosan bisa kembali dalam beberapa tahun bahkan lebih cepat. Dalam jangka panjang maupun pendek, bisnis indekos terbilang prospektif dan berpotensi sangat menguntungkan.

7. Bisa Tingkatkan Harga Sewa jika Menyediakan Fasilitas Lebih Banyak

Semakin banyak fasilitas yang tersedia, semakin tinggi juga biaya sewa yang bisa Kamu terapkan. Selain ketersediaan listrik, air, lemari dan kasur, Kamu pun dapat menyediakan sejumlah fasilitas tambahan lainnya. Di antaranya seperti Wifi, AC, jaringan TV kabel dan lain-lain.

8. Murahnya Biaya Perawatan, Pengelolaan dan Pemasarannya

Biaya pengelolaan, perawatan dan pemasaran untuk kelangsungan bisnis indekos ini terbilang relatif lebih murah jika dibandingkan dengan rumah kontrakan, villa atau apartemen.

Pemilik kosan hanya perlu memastikan semua fasilitas utama berjalan dengan baik, seperti listrik, gerbang dan keamanan, air, dll. Pastikan juga fasilitas ekstra seperti AC dan Wifi selalu tersedia bagi para penghuni.

Baca Juga:  SIUP: Pengertian dan Panduan Lengkapnya

Berapa Kisaran Biaya yang Diperlukan untuk Memulai Bisnis Kos-Kosan?

Sebagai perkiraan, mari menghitung simulasi biaya pembuatan kamar sepuluh kamar kos yang dimulai dari nol. Modal pertama ialah biaya pembelian lahan tanah. 

Misalkan, jika Kamu akan membangun rumah kos dengan luas kamar 3x4 meter persegi, dan luas tanahnya sekitar 12 meter persegi. Katakanlah, harga tanah per meter perseginya Rp1 juta.

Maka, budget membangun kosan perkamar diperkirakan akan menembus Rp2 juta per meter persegi. Berikut simulasi rincian total biayanya:

  • Biaya pembelian lahan tanah: 120 m2 x Rp1.000.000 = Rp120.000.000.
  • Biaya membangun 1 kamar kos: 12 m2 x Rp2.000.000 = Rp24.000.000.
  • Perhitungan untuk 10 kamar kos: Rp24.000.000 x 10 kamar = Rp240.000.000.
  • Total biaya lahan tanah dan bangun 10 kamar kos: Rp120.000.000 + Rp240.000.000 = Rp360.000.000.

Perkiraan Balik Modal dari Bisnis Kos-Kosan

Jika misalkan per kamar dikenakan harga sewa Rp400.000, berapa lama waktu yang diperlukan untuk balik modal? Dengan sepuluh kamar yang disewakan, maka per kamarnya harus mencapai total sewa Rp36.000.000 yang didapatkan dari Rp360.000.000 dibagi 10.

Jadi berdasarkan estimasi perhitungan tersebut, perkiraan balik modal akan didapatkan setelah kurang lebih 90 bulan. Rp36.000.000 : Rp400.000 = 7,5 tahun.

Perhitungan ini bisa saja berubah atau berbeda hasilnya, tergantung dengan situasi kondisi dan faktor lainnya. Yang penting, metode perhitungannya kurang lebih seperti yang disebutkan dalam simulasi di atas. 

Baca Juga: Cara Daftar UMKM Online untuk Mendapatkan Perizinan dan Bantuan Usaha

Waspadai Kelemahan Bisnis Kos-Kosan

Setiap bisnis mempunyai kekurangan dan risikonya sendiri-sendiri. Terlepas dari sejumlah prospeknya, berikut beberapa risiko bisnis kos-kosan yang penting untuk dijadikan bahan pertimbangan:

1. Menghadapi Risiko Sepi Penghuni

Bisnis indekos yang lokasi dan fasilitasnya kurang nyaman atau tak memuaskan akan berisiko mengalami sepi penghuni. Oleh sebab itu, selalu bangun bangunan kosan di lokasi yang strategis. Contohnya seperti di wilayah dekat sekolah, universitas, perkantoran, pertokoan, ataupun industri. 

Bangun kos-kosan di lokasi strategis yang mudah dijangkau oleh para calon penghuni. Karena kebanyakan dari mereka tentu ingin lebih menghemat waktu, biaya transportasi dan energi ke tempat tujuan (sekolah, kantor, kampus, industri, pertokoan). Semakin dekat jarak kos-kosan dengan tempat tujuan mereka, akan semakin baik.

2. Wajib Mempunyai Keterampilan Manajemen yang Baik

Selain soal lokasi yang strategis agar tak sepi penghuni, hunian kos-kosan pun harus dijaga agar tetap nyaman dan menjadi seaman mungkin. Karena hunian kos yang aman nyaman akan membuat penghuninya semakin betah menetap berlama-lama. 

Untuk itu, diperlukan penjaga dengan keterampilan manajemen yang mumpuni dalam kepengurusan lingkungan hunian kos. Salah satunya seperti kecakapan dalam mengelola kebersihan dan kenyamanan ruang lingkup hunian setempat. Selalu dahulukan kebutuhan dan kepentingan penghuni agar bisnis berjalan dengan baik dan lancar.

3. Menghadapi Resiko Telat Bayar Sewa

Risiko ini mau tak mau kerap mengintai para pengelola bisnis kos-kosan. Walaupun pemilik bisnis kos dapat memberikan toleransi, namun situasi ini bisa berdampak pada perputaran uang yang jadi terganggu. 

Oleh karenanya, tetapkan peraturan dan kesepakatan yang tegas sejak awal. Kesepakatan tersebut tentunya harus sama-sama menguntungkan bagi pihak pemilik indekos maupun penyewa. 

Perhatikan dan Lengkapi Perizinan Saat Merintis Bisnis Kosan

Demi kelancaran bisnis indekos yang berkelanjutan, ada beberapa hal penting lainnya yang perlu Kamu perhatikan. Di antaranya seperti sejumlah perizinan yang wajib dilengkapi. Karena jika tidak, pemilik bisnis indekos akan terbilang tak legal dan dapat dikenai sanksi.

Oleh sebab itu, lengkapilah administrasi dan patuhi peraturan yang berlaku. Salah satunya yaitu:

  1. Izin operasional,
  2. Persetujuan lingkungan dan mengurus Surat Pernyataan Kesanggupan Pengelolaan dan Pemantauan Lingkungan Hidup, 
  3. Site Plan alias denah bangunan atau peta rencana pembagian rumah kos yang sesuai standar serta tak membahayakan seluruh penghuni yang menetap di dalamnya,
  4. Persetujuan Bangunan Gedung (PGB), jika tak ada izin ini maka rumah kos bisa dianggap ilegal dan mendapat sanksi, mulai dari peringatan tertulis bahkan sampai perintah pembongkaran bangunan,
  5. Izin Peruntukan Penggunaan Tanah (IPPT) sesuai dengan Rencana Tata Ruang Wilayah, artinya bisnis indekos tidak dibangun di atas lahan daerah hijau, 
  6. Sertifikat Laik Fungsi (SFL) untuk kelaikan fungsi bangunan rumah kosan yang memenuhi syarat,
  7. Tanda Daftar Usaha Pariwisata yang diperuntukkan bagi bisnis kosan dengan penyediaan akomodasi lainnya, seperti asrama atau pondok pekerja yang juga makanan dan lainnya. Pemilik bisnis kosan jenis ini harus mempunyai Nomor Induk Berusaha (NIB) terlebih dahulu,
  8. Izin Usaha Pemondokan, jika bisnis kosanmu memiliki kamar lebih dari sepuluh, maka perizinan ini wajib dilengkapi agar tidak terkena sanksi dan terhindar dari penyegelan rumah kos.

Agar bisnis kos-kosan berjalan lebih aman lagi nyaman dan cepat balik modal tanpa hambatan, segerakan lengkapi semua perizinannya. Dengan begitu, niscaya operasional usaha indekos mu pun bisa berlangsung langgeng dan lancar. Jadi, bagaimana, sudah siap sukses sebagai juragan kosan?

Baca Juga: Cash Pooling: Pengertian, Jenis, dan Keuntungan yang Didapat