Cara Memulai Bisnis Ternak Ayam Kampung yang Ternyata Cuannya Lebih Menggiurkan!

Tak dapat dipungkiri jika ayam menjadi salah satu hewan yang paling populer dijadikan santapan bagi masyarakat Indonesia. Saat bersantai mencari makan di restoran atau warung pinggir jalan, ayam selalu menjadi suguhan yang banyak dicari dan mudah ditemui di manapun Anda berada. 

Mengetahui hal tersebut, menggeluti bisnis ayam potong adalah salah satu ladang rezeki yang tentunya dapat menjanjikan untung dan tak lekang oleh waktu. Terbukti makin banyaknya pengusaha kuliner baru yang masih mengambil konsep makanan dengan bahan dasar ayam bermunculan.

Berbicara soal berbisnis ayam potong, tahukah Anda jika ada dua jenis ayam yang sering dijadikan produk kuliner di Indonesia? Ya, kedua jenis ayam itu adalah ayam negeri dan ayam kampung yang sama-sama memiliki tempat istimewa di hati para penggemarnya. Menjalankan bisnis ternak kedua ayam tersebut hingga kini masih memiliki prospek keuntungan yang berlimpah.

Nah, walaupun penikmat kuliner dari ayam kampung tidak sebanyak ayam negeri, bukan berarti menggeluti bisnis ternak ayam tersebut tidak menggiurkan. Bahkan, ada beragam keunggulan bisnis dan potensi keuntungan berlimpah yang hanya bisa dirasakan peternak ayam kampung. Penasaran? Langsung saja, simak kelebihan berbisnis ternak ayam kampung dan cara memulainya berikut ini.

Kelebihan Beternak Ayam Kampung Ketimbang Ayam Negeri

Peminat dari ayam kampung memang tidak sebanyak ayam negeri, begitu pula dengan jumlah peternaknya. Namun, konsumen dari ayam kampung masih terbilang sangat banyak dan mudah ditemui. Hal ini terbukti dengan masih banyaknya penjual kuliner yang khusus menjajakan santapan dari ayam kampung saja. 

  • Persaingan yang Tidak Ketat

    Bagi orang yang memiliki watak pebisnis, hal tersebut tentu menjadi celah bisnis yang menggiurkan. Pasalnya, tingkat persaingan dalam bisnis ayam kampung tidak seketat ayam negeri. Namun, prospek keuntungannya cukup lebar sehingga risiko kegagalannya dapat ditekan. 

  • Harga Jual yang Tinggi

    Selain itu, bisnis ini juga memiliki kelebihan berupa harga jual yang cenderung lebih mahal dibanding ayam negeri. Jumlah peminatnya yang sedikit lebih sedikit ketimbang ayam negeri membuat harga ayam kampung menjadi lebih tinggi. Hal ini tentu membuat perbandingan keuntungan bisnis ayam kampung dengan ayam negeri setara meski persaingannya terasa lebih longgar. 

  • Pemeliharaannya yang Mudah

    Tak hanya itu, proses pemeliharaannya juga tidak seribet dan sesulit ayam negeri. Tidak adanya penggunaan bahan kimia seperti yang dilakukan peternak ayam negeri membuat ayam kampung memiliki kondisi kesehatan yang lebih terjaga dan alami. Alhasil, banyak orang yang lebih gemar mengonsumsi ayam kampung karena tidak adanya penggunaan bahan kimia untuk membantu perkembangan tubuh atau dagingnya. 

    Ayam kampung juga mudah untuk dipelihara karena daya tahan tubuhnya yang lebih kuat dan dapat hidup bebas di alam liar tanpa perhatian khusus selayaknya ayam negeri. Pemberian makan berupa biji-bijian serta vitamin saja sudah cukup agar ayam kampung dapat tumbuh dengan semestinya. Jadi, peternak tidak perlu mengeluarkan usaha ekstra untuk menjaga ayam kampung peliharaannya agar tetap sehat.

  • Bergizi Tinggi

    Kelebihan yang terakhir adalah banyak yang percaya jika unggas jenis tersebut memiliki kandungan gizi yang lebih baik dibanding ayam negeri. Kuliner dari ayam kampung juga banyak diminati karena memiliki cita rasa yang lebih khas dan kuat. Penyebabnya tak lain karena tidak adanya penggunaan zat kimia pada proses pengembangan ayam kampung. 

    Memakan daging ayam kampung dapat memberikan kandungan protein, vitamin, lemak, dan fosfor yang amat penting dibutuhkan tubuh. Jadi, dengan menggunakan geliat tersebut, penikmat makanan berbahan dasar ayam kampung akan semakin banyak nantinya. Bisnis ini pun akan menjadi ladang rezeki yang jauh lebih menguntungkan. 

Baca Juga: Cara Membuat Bisnis Plan dan Kegunaannya

Strategi Awal Berbisnis Ayam Kampung

Sama halnya dengan membuka bisnis di bidang lainnya, bisnis ayam kampung juga memerlukan modal yang harus disiapkan. Namun, tak perlu takut, modal yang dibutuhkan untuk memulai bisnis ini terbilang tidak besar ketimbang membuka bisnis kebanyakan. Untuk bisa balik modalnya pun juga cukup cepat, tergantung dari strategi memulainya.

Nah, untuk membuka bisnis ayam kampung, ada beberapa hal penting yang harus disiapkan. Yang pasti, karena masih awal, ada dua jenis kebutuhan yang harus dipenuhi oleh pebisnis ayam kampung, yakni biaya operasional dan biaya modal awal. Untuk lebih jelasnya, simak uraiannya berikut ini:

  • Biaya membeli/menyewa kandang: 3.000.000 Rupiah.
  • Tempat makan dan minum: 600.000 Rupiah.
  • Alat pemanas: 800.000 Rupiah.
  • Terpal: 400.000 Rupiah.
  • Bibit unggul: 8000 x 550 ekor = 4.400.000 Rupiah.
  • Pakan ayam: 6.000.000 Rupiah.
  • Obat/vitamin: 300.000 Rupiah.
  • Kebutuhan lain-lain: 1.000.000 Rupiah.
  • Total biaya operasional: 11.700.000 Rupiah.
  • Total modal yang dibutuhkan untuk memulai bisnis ayam kampung: 16.500.000 Rupiah.

Tentunya, uraian modal yang dibutuhkan untuk memulai bisnis ayam ternak diatas hanya berupa prakiraan saja. Bisa jadi, biaya tersebut menjadi lebih besar atau kecil saat memulai bisnis sesungguhnya. Untuk itu, agar kebutuhan modal tidak membengkak, usahakan untuk melakukan riset harga di pasaran terlebih dahulu.

Nah, sekarang mulai perhitungan keuntungan bisnis ayam ternak saat masa panen tiba. Biasanya, masa panen ayam kampung adalah 2 sampai 3 bulan setelah membeli bibitnya. Dengan jumlah ayam 550 ekor dan sebut saja risiko kematiannya adalah 50 ekor, maka dengan harga jual ayam kampung 80 ribu per ekornya, didapat perhitungan seperti ini.

  • Jumlah ayam yang berhasil dipanen: 500 x 80.000=40.000.000 Rupiah.
  • Keuntungan bersih: 40.000.000 – 11.700.000= 28.300.000 Rupiah.
  • Keuntungan per bulan: 28.300.000 / 3 bulan= 9 jutaan.

Berdasarkan perhitungan tersebut, bisa dipastikan jika bisnis ayam kampung dapat mengembalikan modal yang telah dikeluarkan hanya dalam waktu kurang dari dua bulan saja. Dalam kata lain, sejak masa panen pertama, pebisnis telah dapat menikmati kembali dana yang telah dijadikan modal sekaligus keuntungannya. Jadi, bisa dibayangkan bukan mudahnya menjadi pebisnis ayam kampung?

Baca Juga: Cara Berbisnis Ayam Petelur yang Masih Menjanjikan Keuntungan Berlimpah Hingga Kini

Cara Membudidayakan Ayam Kampung

Karena memiliki daya tahan tubuh yang lebih kuat, cara budidaya ayam kampung tentu jauh lebih gampang ketimbang ayam negeri. Secara umum, ada dua cara budidaya ayam kampung yang sering dilakukan, yaitu dengan cara konvensional dan semi intensif. Keduanya tentu memiliki kelebihan dan kekurangannya masing-masing.

1. Konvensional

Untuk yang cara konvensional, peternak dapat melepaskan ayam kampung secara bebas di tempat tertentu. Sebagai contoh, cara konvensional merawat ayam kampung ini dapat dilakukan di lapangan terbuka yang telah diberi batas. Ayam dapat dilepaskan di lapangan tersebut saat pagi hari dan baru dimasukkan ke kandang kembali di sore hari. 

Kelebihan lain dari cara beternak ini adalah ayam perlu diberi makan hanya dua kali sehari dengan cara menaburnya, karena ayam dapat mencari sendiri makanannya. Namun, cara konvensional ini kebanyakan hanya bisa dilakukan di wilayah pedesaan dengan halaman yang luas. Jadi, jika memungkinkan, Anda dapat menggunakan cara konvensional ini untuk memelihara ayam kampung.

2. Semi Intensif

Sedangkan untuk cara semi intensif, ukuran lahan yang dibutuhkan tidak seluas cara yang pertama. Cara beternak yang kedua ini dapat memperkecil potensi ayam hilang atau pergi terlalu jauh. 

Namun, pagar pembatas dalam lahan ayam dengan cara ini harus dibuat kokoh dan kuat agar tidak mudah rusak atau dijebol. Selain itu, karena ayam tidak dapat bebas bergerak, peternak harus rutin memantau kondisi kesehatan ayam agar tidak mudah sakit. Jadi, dengan mengetahui perbedaan kedua cara merawat ayam kampung tersebut, peternak bisa memilih yang paling cocok dengan kondisi yang dimiliki. 

Tips Memelihara Ayam Kampung agar Menghasilkan Cuan Berlimpah

Setiap bisnis akan dapat berjalan dengan lancar jika pegiatnya kreatif dan menjalaninya dengan serius. Hal tersebut juga terjadi saat Anda menekuni bisnis budidaya ayam kampung ini. Nah, ada beberapa tips menarik nih supaya bisnis ayam kampung dapat menghasilkan cuan yang berlimpah.

1. Pilih Bibit Ayam Kampung Super

Tips yang pertama adalah pilih bibit ayam berupa ayam kampung super. Pemilihan bibit super ini memiliki pengaruh yang cukup besar pada perkembangan bisnis karena memiliki masa panen kurang dari 2 bulan dan risiko kematian kurang dari 2% saja. Jadi, modal membuka bisnis akan segera tergantikan saat menggunakan ayam kampung super ini.

2. Pahami Segmen Pasar

Untuk tips yang kedua, pebisnis harus memahami dengan betul segmen pasar dari penjualan ayam kampung ini. Kebanyakan pembeli dari ayam kampung ini selain dari penjual di pasar adalah dari restoran atau tempat makan. Oleh karena itu, jangan tutup kesempatan bisnis berkembang dengan hanya mencari pelanggan dari para distributor saja.

3. Tentukan Media Promosi yang Tepat

Tips yang terakhir, sama halnya dengan bisnis lainnya, media promosi juga ikut andil penting agar bisnis dapat berjalan lancar. Pebisnis dapat menggunakan media sosial agar bisa memasarkan bisnis dan menunjukkan testimoni dari pembeli yang sudah ada. Pastinya, buat bisnis ayam kampung yang tengah dirintis menarik dan membuat calon konsumen tidak ragu untuk membeli produk Anda.

Baca Juga: Tips Sukses Berbisnis Ternak Ayam untuk Pemula

Asalkan Ada Niat, Bisnis Pasti Dapat Berjalan Lancar

Tidak ada yang tahu bisnis akan berjalan dan menghasilkan untuk berlimpah atau tidak jika tidak memulainya lebih dulu. Setiap masalah dalam berbisnis juga pasti ada jalan keluarnya yang terbaik. Untuk itu, asalkan ada niat, jalankan dulu bisnis yang ingin dimiliki dan cari cara kreatif agar bisa menjalankannya dengan baik hingga menghasilkan banyak cuan.