Dari Bulu Tangkis, Kevin Sanjaya Punya Penghasilan Miliaran Rupiah per Tahun

Prestasi pemain bulu tangkis Indonesia di dunia Internasional memang tidak bisa diremehkan. Salah satu yang namanya tengah melambung adalah Kevin Sanjaya Sukamuljo. Ada banyak prestasi yang ditorehkan oleh pemuda 24 tahun tersebut.

Bersama partnernya Marcus Fernaldi Gideon, dirinya berhasil mencatatkan diri sebagai jawara dalam Badminton World Federation (BWF). Keduanya berada di ranking pertama untuk kategori ganda putra mengalahkan pasangan asal Tiongkok Li Jun Hui dan Liu Yu Chen yang ada di posisi kedua.

Sukses sebagai seorang bulu tangkis, tidak heran jika pundi-pundi uang yang didapat semakin menggunung. Selain untuk memenuhi kebutuhan harian, penghasilan tersebut rupanya juga bisa memenuhi keinginannya membeli barang mewah dan disisihkan untuk membangun bisnis kecil-kecilan.

Bisa sukses di usia muda, kira-kira bagaimana perjalanan sukses seorang Kevin? Intip yuk sejumlah fakta menarik dari pemain bulu tangkis tampan ini yang sudah Cermati.com rangkum dari berbagai sumber.

Anda Bingung Cari Produk Kredit Tanpa Agunan Terbaik? Cermati punya solusinya!

Bandingkan Produk KTA Terbaik! 

Bukan Pemain Andalan Saat Masuk PB Djarum

View this post on Instagram

A post shared by Kevin Sanjaya (@kevin_sanjaya) on

Berhasil menyabet lebih dari 21 gelar juara sepanjang kariernya, siapa sangka jika awal kedatangan Kevin Sanjaya di Perkumpulan Bulutangkis (PB) Djarum tidak dianggap. Kevin memulai perjalanannya berlatih bulu tangkis sejak masih sangat belia.

Sebuah lapangan bulu tangkis dengan lantai ubin menjadi titik awal kecintaan Kevin pada olahraga yang menggunakan raket tersebut. Semenjak itu pemuda kelahiran 2 Agustus 1995 itu pun sudah berani bermimpi untuk menjadi pemain profesional.

Jalannya mulai terbuka saat dirinya berhasil lolos dalam audisi PB Djarum yang diadakan pada tahun 2007. Di usianya yang masih 12 tahun, Kevin bukan lah sosok yang menjadi rebutan para pelatih. Namun, itu tidak membuatnya menyerah dan justru terus berusaha membuktikan diri.

Ketika dalam masa karantina, Kevin pun berlatih keras untuk mewujudkan mimpinya menjadi juara All England. Keinginannya yang kuat disertai dengan jiwa yang tidak ingin pernah kalah dari rekan-rekannya menjadi dorongan semangat bagi Kevin.

Kerja keras yang selama ini dia lakukan pun pelan-pelan membuahkan hasil. Kemampuannya dalam bermain bulu tangkis terus berkembang dan memberinya kesempatan untuk mengikuti berbagai pertandingan.

Meski mendulang banyak prestasi, tidak berarti jika sepanjang karir Juara All England Open untuk ganda putra ini selalu mulus. Dalam beberapa kesempatan bertanding, Kevin juga pernah mengalami kekalahan. 

Bahkan salah satu tim manajemen PB Djarum Fung Permadi pernah mengungkapkan jika pria kelahiran Banyuwangi tersebut pernah menangis di pojokan karena kalah. Meski menyakitkan, kekalahan tersebut dijadikan Kevin sebagai pemicu agar performa yang ditampilkan semakin baik sehingga bisa membalas kekalahan tersebut dengan kemenangan.

Baca Juga: Maria Selena, Ini Kisahnya dari Atlet Basket Hingga Jadi Ratu Kecantikan Indonesia

Raih Beragam Prestasi

View this post on Instagram

A post shared by Kevin Sanjaya (@kevin_sanjaya) on

Kerja keras dan semangat pantang menyerah yang selama ini ditunjukkan oleh Kevin akhirnya membuahkan hasil di tahun 2011. Saat usianya masih 16 tahun, Kevin meraih medali pertamanya sebagai Runner Up di BWF International Challenge yang berlangsung di Singapura. 

Dalam ajang tersebut, Kevin berpasangan dengan Lukhi Apri Nugroho. Pasangan ganda putra asal Indonesia ini harus mengakui kehebatan lawannya yang juga berasal dari Indonesia, Agripina Pamungkas dan Marcus Fernaldi Gideon.

Kemudian pada tahun 2012, dia kembali berhasil meraih medali perunggu dalam kejuaraan Bulu Tangkis Junior Asia untuk ganda putra yang berlangsung di Korea. Dalam ajang ini, pasangan Kevin kembali berganti menjadi Alfian Eko Prasetyo.

Medali emas akhirnya berhasil dibawa pulang oleh penggemar bebek goreng ini saat berpasangan dengan Selvanus Geh pada BWF International Challenge/Series yang berlangsung di Vietnam. Keduanya pun sempat beberapa kali berduet dan meraih medali sebelum akhirnya dipisahkan.

Pada tahun 2015, Kevin akhirnya berpasangan dengan Marcus Fernaldi Gideon dalam ajang BWF Grand Prix di turnamen Chinese Taipei Terbuka. Dalam kolaborasi tersebut, ganda putra yang dijuluki Minions ini berhasil pulang sebagai runner-up.

Sejak saat itu, duet ganda putra beda usia ini hampir tidak pernah terpisahkan. Mereka hanya satu kali tidak bertanding bersama dalam ajang Indonesia Master pada 2016. Kala itu, Kevin berhasil meraih medali emas saat berpasangan dengan Wahyu Naraka.

Semenjak berpasangan dengan Kevin, sejumlah prestasi membanggakan sudah diraih oleh Kevin. Gelar juara dalam All England pada 2017 pun berhasil dibawa pulang ke ibu pertiwi oleh Minions. Bahkan dari berbagai pertandingan sejak 2017, ganda putra andalan Indonesia ini hampir selalu membawa pulang medali emas.

Dalam pertandingan Denmark Open 2019 kemarin pun, mereka berhasil mempertahankan gelar juara yang sudah diraih pada tahun sebelumnya. Jika ditotal, dalam ajang BWF World Tour 2019, ada 6 medali emas yang berhasil dibawa pulang.

Selain itu, dalam ajang gelaran BWF Superseries, pasangan ini juga sudah berhasil mengantongi 24 gelar juara. Atas prestasi yang ditorehkan oleh Minions, nama mereka pun tercatat sebagai ranking pertama untuk kategori ganda putra di website resmi BWF.

Bisa Raup Miliaran Rupiah per Tahunnya

View this post on Instagram

A post shared by Kevin Sanjaya (@kevin_sanjaya) on

Jika dulu banyak yang bilang atlet tidak memiliki masa depan yang cerah, sekarang sepertinya sudah berbanding terbalik. Sebagai seorang atlet yang sarat prestasi, penghasilan seorang Kevin Sanjaya Sukamuljo bahkan mencapai miliaran rupiah dalam setahun.

Selain dari hadiah turnamen, Kevin juga mendapatkan tambahan dari bonus yang diberikan oleh klub dan juga pemerintah Indonesia. Hal tersebut belum ditambah dengan hadiah dari sponsor yang jumlahnya juga tidak sedikit.

Dalam Channel YouTube Natasha Wilona, Kevin menyebut jika penghasilan yang diperolehnya sepanjang 2018 mencapai Rp 8 miliar hingga Rp 9 miliar. Jumlah tersebut terbilang wajar, mengingat banyaknya jumlah medali emas yang berhasil mereka bawa pulang.

Baca Juga: Bercita-cita Jadi Atlet, Ini lho Masa Depan Cerah yang Menanti!

Beli Barang Mewah dan Jajal Bisnis Susu

View this post on Instagram

A post shared by Kevin Sanjaya (@kevin_sanjaya) on

Memiliki penghasilan hingga miliaran dalam satu tahun tentu membuat beberapa impian Kevin Sanjaya bisa terpenuhi. Salah satunya adalah sebuah rumah mewah nan luas yang selesai dibangun beberapa waktu lalu. 

Di dalam rumah tersebut, terdapat piala khusus yang dibuat untuk memajang berbagai trofi yang pernah dimenangkan oleh penggemar video game tersebut. Tidak hanya rumah mewah, penghasilan Kevin juga ia gunakan untuk membeli mobil mewah.

Mobil tersebut merupakan Mustang Ford berwarna biru yang dibanderol dengan harga lebih dari satu miliar rupiah per unitnya. Mobil tersebut dipilih karena Kevin merasa mobil itu memang cocok dengan dirinya.

Tak melulu barang mewah yang ia pikirkan, untuk menambah pundi-pundi lagi Kevin putarkan sebagian kecil penghasilannya dengan membuka usaha. Ia mencoba peruntungannya di dunia bisnis dengan merintis usaha susu yang diberi nama Vinion. Kevin juga merintis usaha susunya tersebut bersama kerabatnya.

Kerja Keras dan Pantang Menyerah

Perjuangan tidak akan pernah mengkhianati hasil sepertinya sangat cocok digunakan untuk menggambarkan sosok Kevin Sanjaya. Dia membuktikan diri jika dengan kerja keras dan pantang menyerah dalam berlatih dan mengasah kemampuan, Kevin bisa sukses dengan karir gemilang di usia yang masih begitu muda. Penghasilannya yang menggunung pun tidak difoya-foyakan melainkan diinvestasikan untuk masa depannya lagi.

Baca Juga: Daftar Lengkap Atlet Peraih Medali Emas di SEA Games 2019