Drafter: Jenis, Tanggung Jawab, Keahlian dan Karirnya

Drafter merupakan salah satu profesi yang berkaitan dengan dunia desain atau gambar. Kenyataan tersebut membuat profesi yang satu ini kerap dikaitkan dengan arsitektur, meskipun pada kenyataannya tugas drafter bukan hanya sekedar menggambar saja.

Jika melihat peluang karirnya, profesi yang satu ini terbilang menjanjikan. Besaran gaji yang bisa didapatkan seorang Drafter juga tidak bisa dianggap kecil, jadi wajar saja jika ada banyak orang yang berminat untuk menjadikan profesi ini sebagai pilihan karir mereka. 

Drafter adalah profesi yang berkaitan erat dengan bidang gambar menggambar. Seorang Drafter akan bertugas mempersiapkan berbagai gambar yang berkaitan dengan kerja teknik, di mana gambar ini bertujuan untuk mempermudah pembentukan berbagai objek yang terdapat di dalam gambar tersebut. 

Drafter adalah pekerjaan yang juga sering dibutuhkan dalam bidang lainnya, termasuk industri manufaktur. Seorang Drafter bisa saja bekerja untuk membuat gambar bangunan, berbagai desain mainan, mesin yang dibutuhkan dalam industri, bahkan desain sebuah pesawat terbang. 

Hal di atas menunjukkan bahwa Drafter adalah orang yang akan menggambarkan secara detail berbagai pekerjaan yang dilakukan arsitektur itu sendiri. Jika melihat kenyataan tersebut, jelas profesi yang satu ini juga tak kalah penting, jika dibandingkan dengan arsitektur. 

Pada awalnya, Drafter bekerja secara manual menggunakan berbagai peralatan pendukung, seperti: proaktor, pena, segitiga, kompas, dan yang lainnya. Namun di dalam perkembangannya, Drafter juga banyak memanfaatkan program teknologi dalam pekerjaannya, seperti: Sketchup, studio 3Ds Max, AutoCAD plus, dan yang lainnya. 

Bingung cari Kartu Kredit Terbaik? Cermati punya solusinya!

Bandingkan Produk Kartu Kredit Terbaik!  

Jenis-jenis Drafter

loader

Drafter adalah profesi yang berkaitan dengan dunia desain. Namun meski begitu, profesi yang satu ini juga terdiri dari beberapa jenis yang berbeda. Masing-masing jenis tentu akan memiliki tugas dan juga tanggung jawab yang berbeda antara satu dengan yang lainnya. 

Berikut ini adalah beberapa jenis Drafter berdasarkan pekerjaan yang ditanganinya: 

1. Civil Drafters 

Civil drafters adalah orang yang bertugas membuat beragam gambar untuk pekerjaan proyek sipil, seperti: gambar peta kontur, desain topografi, dan yang lainnya. Gambar-gambar ini pada umumnya berkaitan dengan proyek sipil yang cukup besar, seperti bendungan, jalan raya, jembatan dan yang lainnya. 

2. Architectural Drafters

Profesi yang satu ini biasanya akan bertugas untuk mempersiapkan beragam gambar teknik yang diperlukan untuk proyek arsitektur atau sipil. Pada umumnya, Architectural Drafters akan bertugas untuk membantu penyelesaian proyek sebuah bangunan maupun gedung. 

3. Aeronautical Drafters

Aeronautical Drafters memiliki tugas yang sedikit berbeda, jika dibandingkan dengan Drafter lainnya. Profesi ini akan bertugas untuk menggambar teknik berbagai objek yang berkaitan dengan luar angkasa, seperti: pesawat terbang, peluru kendali, roket, dan yang lainnya. 

4. Electronics Drafters

Drafter yang satu ini pada umumnya bertugas membuat gambar beragam diagram untuk penggunaan kabel, skema serta layout dalam bidang instalasi listrik, dan juga berbagai pekerjaan lainnya yang berkaitan dengan bidang tersebut.

5. Mechanical Drafters

Profesi yang satu ini akan berkaitan dengan penyiapan berbagai gambar dengan detail terkait perakitannya, dan juga beragam jenis peralatan permesinan yang akan dibuat.

6. Electrical Drafters

Profesi ini juga akan berkaitan dengan desain perkabelan atau tentang diagram layout. Di dalam prakteknya, berbagai gambar ini akan dipakai oleh pekerja untuk menarik serta melakukan pemasangan instalasi kabel listrik di bagian pusat komunikasi, lokasi pembangkit listrik atau gedung-gedung yang dibangun. 

7. Photovoltaic Drafters

Photovoltaic Drafters akan bertugas untuk mempersiapkan gambar yang menampilkan lokasi inverter pad dan juga beragam desain konstruksi plat. Selain itu, profesi yang satu ini juga akan bertugas untuk mempersiapkan rincian spesifikasi PV yang digunakan dalam perakitan sistem, dan juga berbagai diagram perkabelan. 

Baca Juga: Ini Dia Prospek Karir Jurusan Keuangan dan Perbankan

Tugas serta Tanggung Jawab Drafter

Drafter adalah orang yang akan membantu arsitektur dalam menjalankan tugasnya. Hal ini tentu membuat seorang Drafter memiliki tugas dan tanggung jawab tersendiri di dalam setiap proyek yang sedang ditangani. Penting untuk memahami berbagai tugas dan tanggung jawab ini dengan baik, terutama bagi yang tertarik untuk berkarir di bidang yang satu ini. 

1. Tugas-tugas Drafter

Berikut ini adalah beberapa tugas yang harus dikerjakan oleh seorang Drafter: 

  • Melakukan analisa terhadap berbagai hal yang berkaitan dengan proyek yang ditangani, antara lain: aturan terkait bangunan, aturan hukum yang harus dipatuhi, kebutuhan ruang/ lokasi, dokumen teknis, serta laporan lainnya yang dibutuhkan dalam menentukan suatu desain arsitektur. 
  • Menyusun layout bangunan serta membuat perencanaan terkait aturan ruangan interior yang ditangani. 
  • Memanfaatkan layanan Computer Aided-Drafting (CAD) atau pos drafting konvensional dalam menghasilkan beragam desain, bentuk, dan juga bagan, termasuk gambar pengukuran atau catatan terkait hal tersebut. 
  • Membuat desain suatu perencanaan kasar dan detail sebagai struktur pondasi, denah lantai, serta gambar lainnya, di mana hal ini dilakukan berdasarkan konsep, sketsa, kalkulasi teknik, dan juga berbagai data pendukung lainnya yang sudah tersedia. 
  • Mengupayakan koordinasi suatu desain struktur bangunan serta Mechanical Electrical (ME), termasuk menentukan metode yang akan digunakan dalam presentasi untuk mewakili perencanaan proyek secara visual. Hal ini bertujuan agar gambar tersebut mudah untuk dipahami oleh semua orang yang berkepentingan.

2. Tanggung Jawab Drafter

Selain berbagai tugas di atas, Drafter juga memiliki beberapa tanggung jawab dalam pekerjaannya, antara lain: 

  • Memberikan layanan konsultasi terkait desain dekorasi ruangan yang akan dibuat.
  • Melakukan pengawasan terhadap pelaksanaan dekorasi pada ruangan, sehingga semua bisa berjalan sesuai dengan rencana awal.
  • Membuat perencanaan dekorasi ruangan/ interior secara menyeluruh, di mana hal ini biasanya mencakup: pengaturan penerangan, pemilihan desain wallpaper yang akan digunakan, dan berbagai detail lainnya yang diminta oleh klien. 

Keahlian, Karir dan juga Kisaran Gaji  Seorang Drafter 

loader

Drafter adalah profesi yang akan menangani berbagai pekerjaan yang berkaitan dengan arsitektur. Hal ini tentu membuatnya wajib memiliki keahlian di bidang tersebut. Meski kerap didefinisikan sebagai “tukang gambar”, pada kenyataannya Drafter juga harus memiliki berbagai keahlian yang akan mendukungnya dalam pekerjaannya. 

Seorang Drafter wajib memiliki kemampuan dasar dalam pembangunan dan konstruksi, kemampuan matematika yang mumpuni, termasuk kalkulus dan juga geometri. Selain itu, kemampuan untuk menggunakan berbagai aplikasi komputer juga tak kalah pentingnya, seperti: AutoCad 2D, Corel Draw, dan yang lainnya. 

Jika ingin sukses dalam bidang yang satu ini, seorang Drafter juga tentu harus selalu mengasah skill yang dimilikinya dengan baik. Hal ini akan memungkinkan Drafter memiliki peluang karir yang lebih cerah dan menjanjikan kedepannya. 

Baca Juga: Profesi Animator: Pengertian, Jenis, Skill yang Dibutuhkan, Jenjang Karir

Jenjang Karir dan Kisaran Gaji Seorang Drafter

Sama seperti profesi lainnya, Drafter juga tentu memiliki jenjang karir yang cukup menjanjikan. Jenjang karir ini biasanya dipengaruhi oleh masa kerja dan juga pengalaman yang dimiliki oleh Drafter itu sendiri. 

Berikut ini adalah jenjang karir Drafter yang bisa dijadikan sebagai gambaran terkait profesi ini: 

1. Junior Drafter

Ini merupakan karir yang akan dijalani oleh Drafter pemula ketika terjun ke dunia kerja untuk pertama kalinya. Pada posisi ini, Drafter biasanya masih akan menangani klien dengan bantuan seorang senior. Biasanya seorang Drafter dengan pengalaman kerja kurang dari 4 tahun akan masuk ke dalam kategori yang satu ini. 

Kisaran gaji seorang Drafter Junior adalah Rp 3,9 juta sampai Rp 5 juta per bulannya. Namun hal ini tentu masih dipengaruhi oleh banyak hal, termasuk besaran UMR dan juga kebijakan perusahaan yang mempekerjakan Drafter tersebut. 

2. Senior Drafter

Senior Drafter adalah pekerja yang sudah memiliki pengalaman cukup banyak. Pada umumnya, seorang senior drafter akan ditugaskan untuk mencari klien, termasuk menangani sendiri proyek yang didapatkannya. Namun seringkali seorang senior akan dibantu oleh junior Drafter dalam menangani proyek-proyek klien. 

Kisaran gaji yang bisa didapatkan seorang senior Drafter adalah di atas Rp 10 juta. Jumlah gaji ini juga tentu masih akan tergantung pada kebijakan perusahaan dan juga lokasi tempat yang bersangkutan bekerja. 

Skill yang Harus Dimiliki untuk Menjadi Drafter

Untuk menjadi seorang drafter, terdapat beberapa keterampilan yang harus dimiliki, antara lain:

  1. Kemampuan membaca dan menerjemahkan gambar: Drafter harus dapat memahami dan menginterpretasikan gambar teknik dengan baik. Mereka perlu dapat menjelaskan makna dan detail gambar kepada pimpinan atau pekerja lapangan jika diperlukan.

  2. Menguasai perangkat lunak desain: Drafter perlu menguasai perangkat lunak desain seperti AutoCAD, Revit, atau perangkat lunak lainnya yang digunakan dalam pembuatan gambar teknik.

  3. Kemampuan teknis: Drafter harus memiliki pemahaman tentang prinsip desain dan gambar teknik, termasuk skala, proporsi, perspektif, dan penempatan objek.

  4. Kemampuan komunikasi: Drafter perlu memiliki kemampuan komunikasi yang baik untuk berinteraksi dengan tim proyek, pimpinan, dan pihak terkait lainnya. Mereka harus dapat menjelaskan dan mempresentasikan gambar teknik dengan jelas.

  5. Kemampuan bekerja secara detail: Drafter harus memiliki ketelitian dan kecermatan dalam menggambar dan mengikuti petunjuk yang diberikan. Mereka harus memperhatikan detail-detail kecil untuk memastikan keakuratan gambar.

  6. Kemampuan menggunakan perangkat keras dan perangkat lunak: Drafter harus terampil dalam menggunakan perangkat keras seperti komputer, printer, dan scanner, serta mengoperasikan perangkat lunak desain yang relevan.

  7. Kemampuan memahami konsep teknis: Drafter perlu memahami konsep teknis terkait dengan bidang spesialisasi mereka, seperti arsitektur, sipil, listrik, atau mekanikal.

  8. Kemampuan mengikuti perkembangan teknologi: Drafter harus selalu mengikuti perkembangan teknologi dan perangkat lunak terbaru yang digunakan dalam industri desain.

Perlu diingat bahwa keterampilan yang dibutuhkan dapat bervariasi tergantung pada jenis drafter dan industri tempat mereka bekerja. Disarankan untuk terus mengembangkan keterampilan dan pengetahuan melalui pelatihan dan pengalaman kerja yang relevan.

Jurusan Kuliah yang Bisa Diambil untuk Menjadi Drafter

Untuk menjadi seorang drafter, terdapat beberapa jurusan kuliah yang dapat dipertimbangkan, antara lain:

  1. Jurusan Teknik Sipil: Jurusan ini dapat memberikan pemahaman mendalam tentang gambar teknik bangunan, jembatan, dan struktur lainnya.

  2. Jurusan Teknik Mesin: Pendidikan dalam jurusan ini dapat memberikan pemahaman tentang gambar teknik untuk komponen mesin dan peralatan mekanis.

  3. Jurusan Teknik Elektro: Pendidikan dalam jurusan ini dapat memberikan pemahaman tentang gambar teknik untuk sistem listrik dan elektronik.

  4. Jurusan Arsitektur: Jurusan ini dapat memberikan pemahaman tentang desain bangunan dan gambar teknik arsitektur.

  5. Jurusan Teknik Elektronika: Pendidikan dalam jurusan ini dapat memberikan pemahaman tentang gambar teknik untuk perangkat elektronik dan papan sirkuit.

Profesi Drafter yang Menjanjikan

Drafter merupakan salah satu profesi yang berkaitan dengan dunia arsitektur. Pekerjaanya sebagai “tukang gambar” membuat profesi yang satu ini cukup banyak dibutuhkan dan masih memiliki peluang karir yang cerah. Selain itu, penghasilan yang bisa didapatkan dari profesi ini juga cukup besar dan layak untuk dipertimbangkan. 

Baca Juga: Karir Makin Sukses dan Penghasilan Bertambah, Ini Alasan Pentingnya Ikuti Sekolah Public Speaking