Ini Dia Prospek Karir Jurusan Keuangan dan Perbankan

Seseorang yang ahli dalam mengatur keuangan tentunya memiliki nilai plus di mata orang lain. Keahlian ini setidaknya dapat menolong orang lain yang sedang mengalami kesulitan finansial, sehingga bisa lebih mengontrol keuangannya untuk mencegah timbulnya utang.

Keahlian seseorang dalam hal finansial tentu bukan suatu kebetulan. Idealnya, harus dipelajari dengan mengambil jurusan keuangan dan perbankan sewaktu kuliah. Dengan begini, kemampuan finansialnya menjadi lebih cakap.

Tingginya permintaan karir di bidang keuangan membuat banyak orang tertarik berkecimpung di jurusan keuangan dan perbankan. Tapi omong-omong, apa saja prospek karir untuk jurusan ini? Berikut informasinya!

Bingung cari Kartu Kredit Terbaik? Cermati punya solusinya!

Bandingkan Produk Kartu Kredit Terbaik!  

1. Pegawai bank

Pegawai Bank

Tertarik bekerja di bank? Tenang saja, karena ada banyak posisi yang harus diisi. Tidak hanya menjadi frontliner, tapi juga menjadi back office di bagian keuangan yang kerjanya mencatat arus kas masuk dan keluar bank bersangkutan.

Apakah pegawai bank harus cantik? Tidak, selagi kamu memiliki kapabilitas yang dianggap cukup atau singkatnya memenuhi kriteria perusahaan, kamu bisa kok diterima bekerja di bank. 

Selain bertemu dengan petinggi di bank, kamu juga berkesempatan untuk menjalin relasi bisnis yang kuat dan memperoleh gaji besar. Makanya perdalam ilmu tentang keuangan, sehingga kamu tidak kalah saing dengan orang lain.

Baca Juga: Ini Dia Prospek Besaran Gaji dan Kisaran Biaya Kuliah di Bidang Teknik Informatika

2. Pegawai asuransi

Pegawai Asuransi

Bagi yang punya kemampuan public speaking baik, suka menjalin relasi, dan bekerja secara fleksibel, tidak ada salahnya melamar sebagai pegawai asuransi. Tugasmu disini adalah menawarkan produk asuransi kepada masyarakat yang belum punya asuransi atau sedang mencari asuransi lain untuk kebutuhan hidupnya.

Berhubung karena yang dipasarkan adalah produk, maka kamu harus tahu betul tentang produk. Kamu harus bisa menjelaskan keuntungan produk dan apa yang membedakannya dengan produk lain, tapi dalam maksud positif bukan menjelek-jelekkan.

Sebenarnya jenjang karier ini terbuka untuk semua jurusan. Tapi, setidaknya jurusan keuangan atau perbankan mempunyai pengetahuan lebih, sehingga lebih mudah menjelaskan keuntungan produk kepada calon nasabah.

3. Sistem Analis

Sistem Analis

Bagi yang suka menganalisis sesuatu, jenjang karir ini tentunya sangat cocok. Selain menganalisis, kamu juga bertugas untuk merencanakan, membuat koordinasi, dan menentukan perangkat lunak apa yang cocok untuk memudahkan pelaksanaan kerja.

Ambil contohnya, perbankan ingin meningkatkan sistem kerja berbasis digital. Kamu selaku sistem analisisnya harus mampu menganalisis sistem operasi apa yang tepat untuk kebutuhan perusahaan saat itu.

Selain punya basic di bidang keuangan, kamu juga harus paham sedikit tidaknya tentang bahasa pemrograman. Tidak sendirian, kamu akan bekerja bersama tim untuk melaksanakan analisis ini. 

4. Auditor

Auditor

Salah satu profesi yang sudah tidak asing lagi di jurusan keuangan atau perbankan. Auditor menjadi profesi yang banyak diminati, terutama oleh fresh graduate. Sebab, profesi ini adalah batu loncatan yang dapat menghantarkan seseorang pada posisi lebih tinggi di kemudian hari.

Berbekal kemampuan akuntansi, analisis, dan ketelitian, kamu bisa saja menapaki karier di bidang ini. Hanya saja, kamu perlu tahu kalau pekerjaannya cukup hectic, terutama saat tutup buku tahunan.

Kamu harus siap bekerja overtime atau lembur karena banyak deadline yang harus dikejar. Untungnya, kamu bekerja bersama tim, jadi menyelesaikan kerjanya lebih enak. Apalagi anggota tim juga masih seumuran, lebih asyik.

Baca Juga: 10 Jurusan Kuliah Lengkap dengan Pembelajaran dan Lapangan Pekerjaannya

5. Perencana Keuangan

Perencanan Keuangan

Pernah mendengar istilah financial planner? Sebutan lainnya adalah perencana keuangan, sebuah profesi yang cukup populer memasuki tahun 2000-an. Wajar saja karena semakin banyaknya problema keuangan yang dihadapi, baik oleh perusahaan maupun seseorang secara pribadi.

Tugas seorang perencana keuangan adalah membuat rencana keuangan yang tepat bagi klien. Tentunya dengan mempertimbangkan gaya hidup kliennya, tapi dengan porsi uang yang lebih sedikit agar tidak melebihi penghasilannya.

Profesi ini bisa dikatakan menyenangkan karena kamu bisa bertemu dan berdiskusi tentang keuangan dengan banyak orang. Bekal ilmu tentang keuangan dan kemampuan analisis juga terpakai, jadi kamu tidak sia-sia mempelajarinya saat kuliah dulu.

6. Manajer investasi

Manajer Investasi

Fungsi kerjanya berkaitan dengan investasi, tapi dalam ruang lingkup reksa dana bukan investasi lain. Uang yang berhasil dihimpun dalam suatu reksa dana akan dikelola oleh seorang manajer investasi. 

Jadi, dialah yang tahu kemana uang nasabah dialokasikan. Apakah itu ke produk saham, deposito, atau investasi lainnya. Meskipun beraneka ragam, tetap untung, jadi kamu tidak perlu khawatir.

Seorang manajer investasi adalah mereka yang sudah paham betul mengenai reksa dana dan cara mengelolanya. Sebab, banyak atau sedikitnya penghasilan yang manajer investasi dapatkan sangat tergantung pada kinerjanya.

7. Dosen

dosen

Bagi yang punya ilmu keuangan atau perbankan yang mumpuni, tidak ada salahnya melamar menjadi seorang dosen. Disini kamu bisa mengembangkan ilmu yang sudah didapatkan sewaktu kuliah. Sebab, tugasmu tidak hanya mengajar saja, tapi juga melakukan sejumlah penelitian.

Jenjang karir seorang dosen juga jelas, kok. Kalau ingin naik golongan, misalnya, kamu harus membuat penelitian dan dipublikasikan. Kamu juga harus lanjut sekolah ke jenjang yang lebih tinggi lagi.

Dosen adalah profesi yang mulia karena tujuanmu bekerja bukan hanya memperkaya diri sendiri, tapi juga berbagi kepada mahasiswa yang membutuhkan ilmu.

Pilih yang sesuai Passion

Profesi di bidang keuangan atau perbankan cukup beragam. Pilihlah salah satu yang sesuai passion agar dalam pelaksanaan kerjanya lebih enjoy, sehingga karir mu di sana menjadi lebih baik dari waktu ke waktu. 

Baca Juga: Mau Kuliahkan Anak ke Luar Negeri? Ikuti Strategi Berikut