Dukung Usaha Warung Jalan Terus, Mitra Bukalapak Kini Bisa Belanja dengan Bayar Tempo

Bukalapak meluncurkan fitur Bayar Tempo sebagai solusi pembiayaan untuk menjaga ketahanan dan kelangsungan bisnis Mitra, terutama di masa pandemi ini. Fitur ini merupakan fasilitas limit kredit yang dapat digunakan sebagai alternatif metode pembayaran bagi Mitra Bukalapak untuk mengisi ketersediaan produk grosir dan juga untuk melakukan transaksi pembelian produk virtual di aplikasi Mitra Bukalapak.

Pembicara Mitra Bukalapak dengan Indodana

Acara Virtual Press Conference Bayar Tempo

Berkolaborasi bersama platform peer to peer (P2P) lending Indodana yang sudah memiliki izin dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK), pada tahapan awal Fitur Bayar Tempo ini menyasar hingga ratusan ribu Warung Mitra Bukalapak yang aktif berbelanja dan berada dalam cakupan wilayah kerja rekanan penyedia fasilitas pembiayaan. Fitur ini selanjutnya secara bertahap akan terus disempurnakan agar bisa dinikmati oleh lebih banyak lagi pemilik warung Mitra Bukalapak di seluruh Indonesia.

AVP of Investment & Financing Solutions Bukalapak Dhinda Arisyiya menuturkan, fitur Bayar Tempo ditujukan sebagai layanan yang menjawab kebutuhan esensial Mitra Bukalapak. “Kami menyadari masih terbatasnya akses terhadap produk pinjaman bagi UMKM dari sisi permodalan, terutama di tengah situasi pandemi ini.

Fitur Bayar Tempo ini kami hadirkan sebagai salah satu solusi untuk membantu warung Mitra Bukalapak tetap bisa berjualan dan memiliki kemudahan transaksi walaupun belum sempat melakukan top up di aplikasi Mitra Bukalapak. Ini juga merupakan langkah kami untuk terus menjaga pilar ekonomi Indonesia,” jelasnya.

Anda Bingung Cari Produk Kredit Tanpa Agunan Terbaik? Cermati punya solusinya!

Bandingkan Produk KTA Terbaik! 

View this post on Instagram

A post shared by Mitra Bukalapak (@mitrabukalapak) on

Fitur Bayar Tempo memungkinkan pemilik warung mitra Bukalapak menerima sejumlah limit pinjaman yang dapat digunakan berulang kali tanpa batas dan dapat dibayarkan kapanpun sebelum tanggal jatuh tempo. Jika warung Mitra membayar tagihan sebelum tanggal jatuh tempo, limit miliknya akan kembali seperti semula dan bisa dipakai untuk belanja lagi.

Untuk memberi kemudahan, Bukalapak juga tidak menerapkan sistem bunga melainkan hanya 1 kali biaya layanan di awal bulan yang akan dikenakan apabila Mitra Bukalapak menggunakan limitnya.

“Kami ingin Mitra bisa tenang melakukan transaksi dan bisa kapanpun ‘Belanja Duluan, Bayar Belakangan. Kami mengutamakan proses persetujuan yang cepat dan tidak menerapkan sistem bunga,” tambah Dhinda. Ia menambahkan, selain untuk mendorong kesetaraan ekonomi, kedepannya fitur ini juga dimaksudkan untuk menjadi solusi pembiayaan bagi 1,8 juta warung Mitra Bukalapak.

Nurmai Awinda, salah satu pemilik warung Mitra Bukalapak di Tangerang, mengaku senang dengan adanya kemudahan ini. "Pas tau ada Bayar Tempo, saya langsung coba, ternyata mudah urusnya gak ribet. Tinggal daftar aja, isi biodata, terus nunggu diverifikasi. Hari berikutnya eh kita sudah bisa pake. Mantab sih ini, sangat membantu bagi para warung biar modal lebih banyak lagi. Saya aja udah pake nih yang ke 2 kalinya,” ujarnya.

Senada dengan Bukalapak, Indodana juga menekankan pentingnya pelayanan yang berfokus pada kemudahan, kecepatan dan keamanan dalam mendapatkan pinjaman untuk memenuhi kebutuhan finansial masyarakat Indonesia. Head of Business Development Indodana, Timothy Prawiromaruto mengatakan “Kami sangat bangga bisa meluncurkan produk Bayar Tempo ini dengan salah satu platform e-commerce terbaik di Indonesia yang berfokus pada produktivitas UMKM nasional.”

Indodana akan terus mengembangkan offering produk pinjaman produktif di sektor UMKM untuk terus meningkatkan inklusi keuangan. Hingga saat ini, pembiayaan produktif di Indodana sudah mencapai 30% dari portofolio pembiayaan.

“Para pelaku UMKM memiliki peran yang sangat signifikan di dalam perekonomian Indonesia. Menurut data Badan Pusat Statistik, UMKM menyumbang lebih dari 60% Produk Domestik Bruto. Tapi di sisi lain kami melihat bahwa justru disinilah kebutuhan pembiayaan terbesar yang masih belum dipenuhi oleh perbankan konvensional. Tepatnya masih ada kekurangan pembiayaan 1.000 triliun Rupiah per tahun untuk UMKM. Oleh karena itu peluncuran produk seperti ini sangatlah penting” terang Timothy.