Efek Puasa Terhadap Daya Tahan Tubuh, Bagus untuk Menghadapi Virus Covid-19

Bulan ramadhan tahun ini hampir tiba dan kondisi saat ini masih belum benar-benar pulih dari masa pandem Covid-19. Umat Muslim di seluruh dunia termasuk di Indonesia masih harus berjuang di tengah wabah virus Covid-19 di bulan ramadhan nanti.

Ada beberapa kekhawatiran yang kemudian muncul ditengah masyarakat, terutama soal daya tahan tubuh yang menurun ketika menjalankan ibadah puasa. Sehingga kemungkinan risiko untuk terpapar virus Covid-19 menjadi lebih besar.

Dilansir dari CNNIndonesia.com, menurut dokter spesialis bagian penyakit dalam di Primaya Hospital Tangerang menuturkan jika masyarakat tidak perlu khawatir daya tahan tubuh menurun karena ibadah puasa selama masa pandemi Covid-19. Pasalnya, aktivitas puasa hanya mengubah atau membuat waktu makan dan minum sedikit bergeser saja.  

Sementara, kebutuhan akan asupan nutrisi dari makan dan minum tetap harus dipenuhi ketika sedang tidak berpuasa. Sehingga tidak ada yang berubah secara signifikan.

Lantas, bagaimana puasa bisa meningkatkan daya tahan tubuh? Apakah ketika kita berpuasa, tubuh bisa terhindar dari virus Covid-19? Agar lebih jelas, simak dulu yuk ulasan berikut selengkapnya. 

Bingung cari asuransi kesehatan terbaik dan termurah? Cermati punya solusinya!

Bandingkan Asuransi Kesehatan Terbaik!  

Puasa membuat sistem pencernaan beristirahat

sistem pencernaan

Pada prinsipnya aktivitas puasa merupakan proses menahan lapar dan haus selama satu hari, dari mulai terbitnya fajar hingga tenggelamnya matahari. Dalam rentang waktu tersebut, organ tubuh akan beristirahat. 

Terutama organ pencernaan dan proses regenerasi sel yang berkaitan dengan peningkatan imun tubuh. Hal ini untuk menjaga daya tahan tubuh terhadap serangan berbagai jenis bakteri, virus maupun kuman penyakit.

Selama berpuasa, saat tubuh tidak mendapatkan asupan makanan maupun minuman, sistem pencernaan akan diistirahatkan. Waktu tersebut dipergunakan oleh sel-sel jaringan di dalam tubuh untuk proses recovery atau memperbaiki diri.

Selain itu, selama berpuasa, hematopoiesis atau proses pembentukan sel darah akan memproduksi sel imun tubuh dengan lebih baik. Seperti misalnya dalam pembentukan sel limfosit B serta sel limfosit T untuk daya tahan tubuh. Keduanya akan menciptakan antibodi di dalam tubuh.

Baca Juga: Jadwal Puasa 2021 dan Tips Lancar Berpuasa Ramadhan Biar Berkah

Bisakah puasa meningkatkan daya tahan tubuh dalam menghadapi virus Covid-19?

Terkait dengan virus Covid-19 yang masih menjadi momok menakutkan selama satu tahun terakhir, sesungguhnya semuanya sangat tergantung dari imunitas tubuh yang dimiliki seseorang. Seperti yang diketahui, bahwa puasa hanya diwajibkan untuk orang-orang yang sehat secara jasmani dan rohani.

Tentunya ada sejumlah pertimbangan lain perihal kewajiban berpuasa di bulan ramadhan ketika seseorang tengah menderita suatu jenis penyakit tertentu. Terlebih, kondisi saat ini tengah berada di masa pandemi seperti sekarang ini.

Kita juga dianjurkan untuk tahu dan paham bagaimana kondisi kesehatan tubuh. Jika merasa kondisi tubuh kurang fit maka tidak harus memaksakan diri untuk ikut berpuasa. Sebaliknya, di masa pandemi juga baiknya tak boleh dijadikan sebagai alasan untuk tidak berpuasa padahal kondisi tubuh sedang prima. 

Baca Juga: Tips Mudah saat Sahur dan Berbuka Agar Tubuh Tetap fit selama Berpuasa

Tips menjalankan puasa di masa pandemi

tips menjalankan puasa

1. Cukupi kebutuhan nutrisi seimbang dalam tubuh selama berpuasa 

Perihal yang penting untuk diketahui adalah pandai-pandai dalam menjaga imunitas tubuh. Baik dengan banyak minum air putih dan mengkonsumsi makanan bernutrisi tinggi ketika waktu sahur dan buka puasa serta istirahat dengan cukup. 

Selama tubuh memiliki imunitas yang kuat, tubuh akan mampu melawan serangan berbagai jenis kuman dan virus. Untuk itu, asupan gizi selama menjalani puasa harus diperhatikan dengan seimbang.

2. Lakukan olahraga di pagi hari dan sore dengan rutin

Jangan sampai lupa untuk menyempatkan diri untuk berjemur di bawah sinar matahari pagi sekitar jam 9-10 pagi selama lebih kurang 15 sampai 20 menit. Karena tubuh kita membutuhkan sinar ultraviolet untuk membantu mengubah provitamin D menjadi vitamin D. 

Selain waktu pagi, sinar matahari sore juga bagus untuk berolahraga. Kamu bisa menyempatkan diri untuk berolahraga ringan saat sore hari. Seperti senam atau lari kecil keliling halaman rumah, karena kita tetap harus di rumah saja untuk menjaga jarak.

3. Berikan tubuh waktu istirahat yang cukup

Selama berpuasa sangat disarankan untuk memiliki waktu istirahat yang cukup, minum delapan jam sehari. Ketika tubuh mendapatkan waktu istirahat yang cukup, ini akan meningkatkan imunitas tubuh dan menjadikan daya ingat lebih baik. 

Selain itu, istirahat dengan cukup juga akan membuat kinerja sistem kardiovaskuler terutama jantung jadi lebih fit. Ketika kita memiliki waktu luang yang cukup untuk tidur di siang hari, upayakan tak lebih dari satu jam.

Perlu diingat juga agar jangan segera tidur setelah makan. Karena hal tersebut dapat memicu munculnya GERD atau gastroesophageal refluks disease yang membuat perut tidak nyaman. Jika sudah merasa lelah dan ingin tidur segera, sebaiknya tidurlah dua jam setelah makan.

Masa Pandemi Covid-19 bukan Halangan untuk Berpuasa

Masa pandemi memang mengkhawatirkan, tapi bukan berarti ini menjadi alasan untuk meninggalkan kewajiban berpuasa bagi umat muslim. Karena dengan berpuasa, secara tidak langsung tubuh kita menjadi lebih kuat. Namun, bukan berarti kita mengabaikan protokol kesehatan.

Daya tahan setiap orang sangat berbeda, jadi kita harus pandai dalam menjaganya. Baik dengan mencukupi asupan nutrisi yang dibutuhkan tubuh hingga masalah istirahat. Jadi jika ingin terhindar dari virus Covid-19, maka jaga tubuhmu agar tetap fit.

Semoga bermanfaat!

Baca Juga: Cara Cerdas Menjaga Daya Tahan Tubuh Selama Puasa Ramadhan