Gonta-Ganti Nomor HP Bawa Petaka: M-Banking Dibobol, Rekening Jebol

Cermati.com, Jakarta - Sering gonta-ganti nomor HP atau ponsel? Anda juga seorang pengguna aktif mobile banking (m-banking) atau internet banking? Waspada, karena Anda bisa menjadi korban pembobolan rekening lewat layanan bank tersebut.

Ada banyak hal yang melatarbelakangi seseorang sering berganti nomor. Mulai dari hangus (habis masa aktif dan masa tenggang), nyari paket internet yang paling murah, jaringan lemot, kena hack, sampai alasan pribadi, seperti doyan selingkuh.

Tahukah Anda kalau gonta-ganti nomor, ternyata ada bahayanya. Apa saja itu? Simak ulasannya berikut ini.

Baca Juga: Ngeri Kartu Kredit Dibobol? Pakai PIN 6 Digit, Jangan Tanda Tangan Lagi

Bingung cari Kartu Kredit Terbaik? Cermati punya solusinya!

Bandingkan Produk Kartu Kredit Terbaik!  

1. M-Banking dan Akun Keuangan Lain Dijebol

Mobile Banking
M-Banking dan akun keuangan dijebol

Meski sistem keamanan perbankan untuk pembayaran digital, seperti m-banking atau internet banking, dompet digital, kartu kredit, dan akun e-commerce sudah berlapis, hacker dapat dengan mudah menjebolnya. Salah satunya memanfaatkan data nomor HP lama.

Presiden Direktur PT Bank Central Asia Tbk (BCA), Jahja Setiaatmadja membocorkan kasus pembobolan m-banking dengan menggunakan nomor HP lama. Hal ini juga berlaku untuk akun keuangan lainnya.

“Banyak kejadiannya, masyarakat tidak sadar ganti nomor telepon, lalu nomor lama diabaikan. Kalau pakai password-nya 1234 atau ABCD, m-banking mudah sekali dijebol,” katanya dalam Webinar Jurus Ampuh Hadapi Pandemi Covid-19: Sistem Pembayaran Digital yang diselenggarakan CNBC Indonesia, baru-baru ini.

Oleh karena itu, bankir tersebut meminta kepada Kementerian Komunikasi dan Informatika, serta para operator seluler, agar data nomor HP lama dihapus jika si pemilik sudah mengganti nomor baru.

“Kalau ganti nomor telepon baru, data yang lama dihilangkan. Ini untuk melindungi masyarakat,” harap Jahja.

Kerja sindikat membobol m-banking lewat nomor HP ada 2 cara, seperti yang diungkapkan Pakar Keamanan Siber, Ruby Alamsyah yang dikutip dari CNBC Indonesia.

Nomor HP lama

  • Nomor HP lama terhubung dengan m-banking, dibuang begitu saja, tidak dipatahkan atau digunting
  • Nomor (sim card) tersebut ditemukan pelaku
  • Nomor HP belum dimatikan operator seluler
  • Mengakses m-banking, lalu coba-coba cari user nama korban
  • Begitu berhasil, bank akan mengirimkan kode OTP (one time password) ke nomor HP lama
  • Kode OTP ini dipakai untuk menggasak rekening korban.

Nomor HP Swap Fraud

  • Nomor HP lama digunakan pelaku
  • Data pribadi korban sudah diketahui lebih dulu melalui kejahatan phising (penipuan melalui email dan diarahkan ke link palsu)
  • Modus lapor ke kantor operator untuk ganti nomor HP korban yang dipakai pelaku dengan alasan HP dicuri
  • Dapat nomor baru, pelaku langsung download aplikasi m-banking yang gunakan korban. Pakai username dan password untuk login ke layanan tersebut
  • Bisa juga dengan melakukan reset password.
  • Kode verifikasinya dikirim via SMS
  • Selanjutnya tinggal kode PIN saja untuk melakukan transaksi perbankan lewat m-banking. Caranya utak atik tanggal lahir atau dari informasi pribadi yang sudah dikantongi pelaku.

2. Pembajakan Email

hacker
Pembajakan email

Gonta-ganti nomor HP juga menjadi ‘pintu’ pembajakan email. Menggunakan nomor bekas, pelaku bisa masuk ke email korban.

  • Sebelumnya membuat kata sandi baru terlebih dulu.
  • Minta pihak Gmail, Yahoo, dan penyedia layanan email lainnya mengirimkan kode OTP via SMS ke nomor HP lama korban
  • Dari situlah, pelaku bisa bebas menjelajah email korban, termasuk mengetahui data pribadi untuk membobol saldo dompet digital, kartu kredit, rekening tabungan melalui m-banking.

Nomor HP Lama Membawa Petaka

Sim Card
Pembobolan rekening dengan nomor HP lama

Ganti nomor HP lama ke baru ternyata membawa masalah besar bagi Deni Setiawan, Warga arek-arek Suroboyo. Kartu kreditnya dibobol gegara nomor HP lama. Cerita petaka tersebut dilansir Cermati.com dari Jawapos.com.

Berawal dari akun email yang tidak bisa diakses meski sudah dicoba berulang kali. Deni teringat nomor HP lamanya. Nomor yang sudah ditutupnya, tapi ternyata nomor itulah yang dipakai saat daftar akun email.

Email di-hack, kini giliran kartu kreditnya dibobol. Tak tanggung-tanggung, ada 6 kartu kredit yang digasak. Total nilai kerugian mencapai Rp 88 juta dari transaksi yang tidak pernah dilakukan Deni.

Minta tanggung jawab siapa? Ke pihak operator, tak mudah meminta data pemegang baru nomor HP tersebut. Mengadu ke bank, sama. Tak ada solusi atas tagihan yang datang kepadanya. Tetap saja ditagih, kecuali satu bank yang menghapus tagihan senilai Rp 23,7 juta.

Duh, ngeri kan. Bos Bank BCA bilang, perbankan sebetulnya akan mengganti 100% kerugian, apabila dari hasil investigasi, kasus pembobolan murni bukan kesalahan nasabah.

“Kalau bukan kesalahan Anda, bank akan mengganti 100%. Misalnya jika terjadi skimming, di ATM dipasangi alat, kartu digandakan. Tapi kalau PIN ATM dikasih orang lain, kodenya tanggal lahir atau angka 123, atau huruf ABCD, gampang dijebol, itu kelalaian nasabah. Tidak kami ganti,” tegas Jahja.

Baca Juga: Daftar Password Mudah Dibobol yang Banyak Digunakan, ini Tips Buat Password yang Benar

Jurus Ampuh Hindari Pembobolan via Nomor HP Lama

hacker
Cara jitu mencegah pembobolan rekening via nomor HP

Mulai sekarang pikirkan dulu sebelum gonta-ganti nomor HP. Jangan sembarangan kalau tidak mau menjadi korban pembobolan m-banking maupun akun keuangan lain. Ini tips aman ganti nomor HP:

1. Ganti nomor HP, perbarui nomor verifikasi

Biasanya saat membuat email maupun akun keuangan, seperti m-banking, dompet digital seperti OVO, Gopay, DANA, dan lainnya, maupun akun belanja online di e-commerce, Anda harus memasukkan nomor HP sebagai nomor verifikasi kode OTP.

Jika lupa password atau username, Anda akan dikirimi kode verifikasi ke nomor HP tersebut. Umumnya lewat SMS. Jadi begitu ganti nomor HP, pastikan Anda memperbarui nomor HP untuk pengiriman kode OTP. Jangan sampai nyasar ke nomor HP lawas yang sudah dipakai orang lain.

Itu berlaku untuk ke semua akun layanan keuangan, tak terkecuali akun sosial media (sosmed). Karena bahayanya juga sama bila sosmed Anda kena hack pelaku kejahatan.

2. Hentikan atau hapus akun bila ganti nomor HP

Bila mager memperbarui data nomor HP untuk pengiriman kode OTP, Anda dapat menghapus akun keuangan dompet digital, e-commerce secara permanen. Namun pastikan, saldo uang sudah kosong.

Selanjutnya mengunduh dan membuat akun baru. Tentunya dengan data nomor HP yang teranyar. Begitupun dengan m-banking atau internet banking, pastikan Anda menghentikan layanan tersebut saat ganti nomor HP.

Cuek, Tanggung Sendiri Akibatnya

Mulai sekarang, Anda harus aware dengan bahaya gonta-ganti nomor HP. Kelihatannya sepele memang, tapi ternyata risikonya sangat besar. Kalau jadi nasabah atau pengguna yang cuek, tidak meningkatkan kewaspadaan, Anda bisa menjadi korban praktik pembobolan lewat nomor HP. Yuk, jadi nasabah cerdas.

Baca Juga: Duh, Akun Tokopedia Bocor. Jaga Keamanan Data Pribadimu dengan Cara Ini