Investasi Emas: Pilih Fisik atau Derivatif? Ini Perbedaannya

Emas menjadi salah satu instrumen investasi yang paling banyak diminati, bahkan sejak puluhan tahun silam. Potensi keuntungannya yang terbilang besar merupakan alasan di  balik kepopuleran investasi emas. 

Selain itu, akses investasi yang satu ini juga terbilang mudah. Kamu bisa melakukan investasi ini dalam bentuk fisik maupun non fisik. Kedua jenis investasi ini tentu memiliki perbedaan, baik itu dari segi keuntungan dan yang lainnya. 

Jika ingin berinvestasi emas dalam bentuk fisik, maka kamu bisa menjadikan emas batangan sebagai pilihan. Jenis emas ini bisa didapatkan di toko emas terdekat atau di Butik Antam bagi kamu yang ingin berinvestasi emas batangan dalam jumlah yang besar. 

Ini akan menjadi pilihan yang tepat bagi kamu yang ingin berinvestasi jangka panjang, minimal untuk 5 sampai 10 tahun ke depan. Harganya yang terbilang stabil dan cenderung mengalami kenaikan akan berpotensi keuntungan yang cukup besar.  

Sedangkan untuk yang ingin berinvestasi emas non fisik, maka emas dalam bentuk valuasi merupakan pilihan tepat. Emas non fisik seperti ini juga bisa diperdagangkan dalam beragam bentuk, salah satunya emas derivatif. 

Emas yang satu ini bisa memberikan kamu keuntungan dalam waktu yang cenderung cepat, sebab bisa melakukan transaksi trading melalui platform-platform yang tersedia secara online. Namun pastikan memilih platform trading yang tepat sejak awal, agar investasi bisa berjalan aman. 

Namun sebelum memilih, pastikan kamu mengetahui berbagai perbedaan antara emas fisik dengan emas derivatif. Dengan begitu, kamu tidak akan timbul penyesalan di kemudian hari.

Mulai Investasi Emas Sekarang!

Perbedaan Emas Fisik dengan Emas Derivatif

Jika melihat penjelasan di atas, emas fisik dan emas derivatif memiliki perbedaan yang signifikan. Sebagai calon investor, wajib memahami semua perbedaan ini dengan baik sejak awal. Hal ini penting, untuk memastikan bahwa kamu bisa mendapatkan keuntungan maksimal dari investasi emas yang akan dilakukan. 

Berikut ini adalah beberapa perbedaan antara emas fisik dan emas derivatif yang wajib dipahami: 

1. Tempat penyimpanan

loader
Tempat penyimpanan

Dalam proses penyimpanannya, emas fisik tentu akan membutuhkan perlakuan khusus. Kamu harus menyimpan aset berharga ini dengan baik, misalnya dengan menyimpannya sendiri secara tersembunyi di rumah. 

Namun lebih amannya, menyewa safety box yang ada di bank tentu bisa menjadi pertimbangan. Jika menggunakan layanan ini, kamu harus mengeluarkan sejumlah biaya sewanya. 

Sebaliknya, emas derivatif dan emas non fisik lainnya justru jauh lebih praktis. Emas ini tidak akan membutuhkan tempat penyimpanan yang khusus sama sekali. Kamu tidak perlu membawanya pulang atau menitipkannya di bank, sehingga tidak membutuhkan biaya penyimpanan sama sekali. 

Baca Juga: Hati-hati Penipuan Emas Bodong, Ikuti 5 Tips Aman Beli Emas Online

2. Cara menghasilkan keuntungan

Saat berinvestasi dalam bentuk emas fisik, maka potensi keuntungan kamu hanya datang dari kenaikan harganya saja. Hal sebaliknya justru terjadi dalam emas derivatif. Emas yang satu ini bisa memberikan kamu keuntungan dalam 2 kondisi yang berbeda sekaligus. Kamu memiliki peluang untuk mendapatkan keuntungan dari kenaikan maupun penurunan harganya.

Jika memperkirakan harga emas cenderung akan mengalami kenaikan, kamu bisa memilih posisi “Buy” ketika sedang trading. Sebaliknya, jika memperkirakan harga emas akan mengalami penurunan, maka kamu bisa memilih posisi “Sell” langsung, tanpa perlu memasang posisi “Buy” terlebih dulu. 

Hal ini akan memungkinkan kamu mendapatkan keuntungan saat prediksi benar, meskipun harga emas mengalami penurunan.

3. Penentuan harganya

Pada umumnya harga emas fisik bervariasi, tergantung pada toko atau penyedia produk tersebut di pasaran. Di lain sisi, emas derivatif hanya menerapkan 1 harga yang sama di seluruh dunia, yang mengacu pada New York Mercantile Exchange.

4. Akses transaksi

loader
Akses transaksi

Berinvestasi dalam bentuk emas fisik, kamu harus melakukan transaksi langsung, baik itu untuk penjualan maupun pembelian. Kamu harus datang ke toko atau butik penyedia produk tersebut, sehingga kamu akan membutuhkan sejumlah biaya, termasuk biaya pengiriman apabila melakukan pembelian online. 

Sebaliknya, emas derivatif justru jauh lebih mudah dan simpel. Kamu bisa melakukan transaksi di manapun dan kapanpun selama tersambung dengan layanan internet.  

Baca Juga: Sudah Canggih, Tabungan Emas Digital untuk Para Millenial yang Hobi Investasi Emas

5. Leverage

Leverage merupakan keunggulan dari emas derivatif, di mana kamu bisa menggunakan sejumlah dana “pinjaman” untuk dapat memaksimalkan imbal hasil investasi yang dilakukan. 

Kamu bisa melakukan transaksi menggunakan modal yang nilainya justru lebih kecil dari aset yang diperdagangkan itu sendiri. Hal seperti ini tentu tidak akan kamu temukan dalam investasi emas fisik. 

6. Spread

Spread merupakan selisih antara harga beli dan harga jual dalam investasi emas. Nilai spread ini lebih kecil pada emas derivatif, jika dibandingkan dengan emas fisik. Hal ini bisa mempengaruhi potensi keuntungan dari penjualan emas.

Meski harga emas derivatif menyesuaikan harga emas fisik, perbedaan spread di antara keduanya akan membedakan potensi keuntungan yang bisa didapatkan. 

Pilih Investasi Emas dengan Cara Tepat

Bagi yang berniat segera memulai investasi emas, maka emas fisik maupun emas derivatif bisa menjadi pertimbangan. Kedua instrumen investasi ini memiliki perbedaan yang cukup banyak. Pastikan kamu memahami semua perbedaan tersebut dengan baik terlebih dahulu, agar bisa memilih cara yang tepat untuk instrumen investasi emas. Jangan lupa juga untuk selalu sesuai investasi emas dengan kebutuhan atau kemampuan keuangan. Dengan begitu, kamu bisa menjalankan investasi dengan maksimal.

Baca Juga: Investasi Emas: Pilih Emas Perhiasan atau Batangan