Jangan Asal Ambil Kredit Rumah, Ini 3 Cara Tepat Pilih KPR Terbaik

Punya rumah sendiri adalah impian setiap orang, tak terkecuali bagi Yunus, karyawan berusia 25 tahun. Sudah sepekan ini, Yunus getol scrolling situs jual beli rumah online alias melihat-lihat harga rumah di daerah pinggiran Ibukota Jakarta dari ponsel pintarnya.

“Cari rumah sudah kayak cari jodoh aja. Tidak bisa cepat dan butuh kesabaran. Pas ketemu yang cocok, harganya mahal banget. Giliran ketemu harga OK, eh lokasinya enggak cocok,” curhatnya kepada Cermati.com.

Diakuinya, harga rumah tapak berlokasi strategi di pinggiran Jakarta tak lagi murah. Namun, fakta tersebut tak mengurungkan niatnya untuk punya rumah sendiri. Meskipun gajinya pas-pasan dan masih lajang, pria asli kelahiran Jawa Tengah ini mempercayai bahwa tinggal di rumah sendiri jauh lebih menyenangkan ketimbang indekos.

“Cita-cita saya memang ingin punya rumah sendiri. Sudah 5 tahun ini saya indekos dan harga sewa kosan terus naik. Lebih baik saya cari rumah lalu belinya pakai KPR. Buat saya, bayar cicilan rumah sendiri jauh lebih baik karena rumah itu jadi aset milik saya,” ungkapnya. 

Membeli rumah secara KPR (Kredit Pemilikan Rumah) adalah cara terbaik bagi seseorang dengan kemampuan finansial pas-pasan atau tak punya cukup uang untuk membeli rumah secara tunai. Hanya saja, memilih KPR terbaik ternyata tak mudah bagi semua generasi di zaman now.

Menyoal KPR, Yunus mengakui jika dirinya masih awam dengan produk KPR. “Saya lihat banyak iklan KPR dari sosial media. Banyak promo menggiurkan seperti promo bunga murah. Tapi, jujur saja saya masih ragu, apa benar cicilannya bisa ‘murah’ terus? Ujarnya.    

Sekilas cerita Yunus diatas bisa jadi sama dengan cerita hidup Anda. Memilih rumah dan KPR terbaik memerlukan strategi khusus agar keuangan tidak sekarat. Hindari asal pilih KPR supaya Anda selamat dari ‘jebakan Batman’ bunga KPR, yang kelihatannya ‘rendah’ tapi sebenarnya ‘tinggi’.

Buat Anda yang berniat beli rumah nyicil pakai KPR, wajib perhatikan dulu 3 hal ini agar selamat dari jebakan bunga KPR. Berikut tips memilih KPR terbaik dari Cermati.com.

1. Hindari Jebakan Bunga Rendah

Marak penawaran KPR bunga rendah, tapi cicilan belum tentu murah

Marak penawaran KPR bunga rendah tapi cicilan KPR  belum tentu murah

Pahami tentang bunga KPR. Ada dua jenis suku bunga KPR yakni tetap (fix) dan mengambang (floating). Bedanya, bunga fix adalah suku bunga yang nilainya dipatok tetap di tingkat tertentu selama masa kredit berjalan. Sedangkan, bunga floating adalah bunga yang nilainya bisa berubah-ubah mengikuti aturan suku bunga acuan Bank Indonesia.

Anda perlu berhati-hati dengan maraknya penawaran KPR murah berbunga rendah. Seringkali konsumen tak menyadari jebakan bunga KPR, seperti promo bunga yang terlihat ‘rendah’ tapi justru lebih ‘tinggi’ setelah dihitung-hitung keseluruhan.

KPR dengan bunga fix rendah tapi periode pendek, bukan jaminan cicilan KPR akan lebih murah. Sebagai contoh, KPR bank X menawarkan promo bunga rendah fix 6% selama cicilan 2 tahun pertama. Lalu, di tahun ketiga, Anda sudah diharuskan membayar cicilan KPR dengan floating rate yang berlaku. Sudah pasti cicilan lebih tinggi dari 2 tahun sebelumnya, dan jika dihitung menyeluruh, Anda justru merugi.

Bunga KPR rendah diawal bukanlah solusi. Cara yang jauh lebih baik dan menguntungkan Anda yaitu pilihlah produk KPR yang memberikan suku bunga rendah dengan masa hitungan bunga fix yang panjang seperti KPR CIMB Niaga Xtra Ringan dengan bunga 6,65% fix untuk 5 tahun. Anda bisa menikmati cicilan murah, fix lima tahun. Lumayan, kan?

2. Ukur Kemampuan Finansial, Lakukan Simulasi Cicilan

Lakukan simulasi hitungan cicilan KPR

Ukur kemampuan cicilan KPR agar keuangan tetap sehat

Bagi Anda yang mau beli rumah, ingat besaran cicilan KPR harus disesuaikan dengan kemampuan finansial. Cara mengukurnya ialah dengan melakukan simulasi cicilan KPR dulu sebelum terjadi ‘akad’ atau menyetujui pinjaman KPR. Dari sini Anda bisa cek kemampuan finansial seperti biaya cicilan KPR per bulan, biaya-biaya tambahan KPR, biaya denda atau telat bayar, dan lain sebagainya.

Saat cek simulasi hitungan cicilan KPR, usahakan agar besaran cicilan tidak lebih dari 30% dari total penghasilan. Biar makin untung, pilih KPR yang menawarkan fitur bebas biaya. Contohnya, produk KPR CIMB Niaga Xtra Ringan yang memiliki fitur bebas biaya provisi, biaya admin, dan lain sebagainya.   

3. Cek Kredibilitas Developer/Pengembang 

Pilih developer rekanan bank 

Poin ketiga yang penting untuk diperhatikan ialah cek kredibilitas developer atau pengembang agar Anda tak tertipu. Sederhana saja, cek kredibilitas developer bisa dilihat dari rekam jejak properti pada tahun-tahun sebelumnya, seperti berapa lama developer tersebut berkecimpung di dunia properti dan berapa banyak proyek yang telah berhasil dilakukan. 

Biar aman, Anda bisa pilih developer rekanan bank KPR. Cara ini mempermudah Anda melakukan pengecekan. Tengok saja, KPR CIMB Niaga yang telah bekerjasama dengan developer properti ternama seperti Sinarmas Land, Ciputra dan Jaya Property. Jadi, Anda tak perlu khawatir ketipu developer abal-abal.

Anda Juga Bisa Beli Rumah

Saatnya Anda tampil lebih percaya diri lagi dengan membeli rumah sendiri. Ingat! tak perlu menunda-nunda sebab harga rumah kian mahal dari tahun ke tahun. Anda juga tak perlu minder dengan kondisi keuangan yang masih pas-pasan. Biar keuangan makin untung, pilih KPR yang memberikan banyak keringanan seperti KPR CIMB Niaga Xtra Ringan. Nikmati cicilan ringan KPR berbunga fix sebesar 6,65% untuk 5 tahun, dengan pilihan tenor KPR sampai dengan 25 tahun. Yuk, ajukan KPR untuk rumah Anda sekarang juga secara online DISINI.