Jangan Panik, Ini 7 Cara Cerdas Melunasi Utang yang Menumpuk

Ketika kondisi ekonomi sedang lesu, kita dituntut untuk bisa lebih cerdas dalam mengatur keuangan. Supaya bisa menekan pengeluaran bulanan agar tidak membengkak dan membebani kondisi keuangan. 

Apalagi jika sedang terlilit utang ditambah lagi masih banyak pengeluaran yang harus dipenuhi, kita tentu harus segera memutar otak demi bisa keluar dari permasalahan tersebut. Sebetulnya jika kamu bisa berpikir lebih tenang dan bijak, ternyata ada lho solusi cerdas agar bebas hutang.

Seperti apa caranya? Simak beberapa cara untuk melunasi utang yang bisa kamu coba terapkan, antara lain.

Bingung cari Kartu Kredit Terbaik? Cermati punya solusinya!

Bandingkan Produk Kartu Kredit Terbaik!  

1. Berinisiatif untuk melakukan yard sale

loader
Yard sale

Tahukah kamu, semua sampah ‘ekstra’ yang ada di dalam ataupun di sekitar rumah kamu merupakan uang yang tengah menunggu dicairkan. Bagaimana mungkin? 

Artinya, untuk mendapatkan uang tambahan, kita bisa membongkar atau memilah baju-baju di dalam lemari, peralatan rumah tangga, mainan, hingga perabotan dan melakukan yard saleTentu saja, hasil dari penjualan tersebut bisa kamu gunakan untuk membayar utang-utang yang menumpuk. 

2. Menyimpan uang kembalian

Coba cari sebuah kaleng tak terpakai yang bisa kamu gunakan untuk menyimpan uang receh dari kembalian saat berbelanja. Salah satu cara melunasi utang yang menumpuk adalah tidak mengabaikan atau meremehkan kebiasaan mengumpulkan uang receh. 

Caranya mudah kok, kamu hanya perlu mengumpulkan semua uang receh di kaleng bekas tersebut. Jika sudah terkumpul, kamu bisa menggunakannya untuk membayar utang. 

3. Mencari penghasilan tambahan

loader
Mencari penghasilan tambahan

Apabila gaji bulanan dari pekerjaan utama kamu benar-benar tidak mencukupi untuk sekadar melunasi utang, maka ini saat yang tepat untuk mencari penghasilan tambahan. Ketahuilah, kamu bisa menjual keahlian demi mendapatkan uang tambahan.

Seperti misalnya menjadi guru les musik, berenang, ataupun melukis. Bisa juga dengan menjadi sopir ojek/taksi online, menjual jasa sebagai penerjemah atau penulis artikel, hingga desain dan fotografi. 

Selain menjual jasa semacam ini, kamu juga bisa melakukan beberapa bisnis sederhana yang tidak membutuhkan modal besar. Di antaranya menjual pakaian dan makanan secara online, membuka warung kopi di halaman rumah atau berjualan pulsa. 

Baca Juga: Ini Tips Pinjam Uang Online Supaya Tak Terlilit Utang

4. Mencairkan dana tambahan dari aset yang dimiliki

Tak ada salahnya memperhatikan barang ataupun harta yang sudah tak terpakai di rumah. Ketahuilah, menjual atau menyewakan barang-barang tersebut bisa jadi alternatif terbaik untuk mendapatkan uang demi mencicil utang. 

Di antaranya seperti, barang-barang elektronik bekas yang sudah tak terpakai, menyewakan motor atau mobil, hingga menyewakan ruangan atau kamar kosong yang tak terpakai di rumah. 

Jangan lupa juga, jika kamu sudah terlanjur membeli tiket pesawat, konser, ataupun hotel, sebaiknya batalkan saja. Kamu bisa mendapatkan uang pengembalian dari refund tadi, meski mungkin ada potongan. Tapi jauh lebih baik daripada harus buang uang sia-sia.

5. Meminta bantuan profesional

Salah satu cara paling tepat untuk melunasi utang yang menggunung adalah meminta bantuan dari pihak yang berpengalaman. Dengan kata lain, memanfaatkan jasa perusahaan yang memang menawarkan jasa manajemen utang. 

Namun pastikan, untuk memilih bantuan dari layanan manajemen utang yang telah terdaftar dalam biro yang kredibel. Beberapa keuntungan yang bisa didapatkan dari layanan semacam ini, salah satunya bisa membantu kamu bernegosiasi dengan kreditur demi mendapatkan pengurangan bunga hingga denda utang. 

Perlu diketahui, bahwa di beberapa kasus tertentu, program semacam ini bahkan mampu membantu mengurangi keseluruhan pembayaran. Termasuk juga membekukan biaya bunga atau penalti yang ada. Selain itu, program ini juga bisa membantu mengatur utang yang memungkinkan kamu membayar cicilan utang per bulan sesuai kemampuan.

Baca Juga: Utang Lama Belum Lunas, Sudah Nambah Utang Baru. Boleh Gak Ya?

6. Mengurangi pengeluaran 

loader
Mengurangi pengeluaran

Percayalah, mengubah skema budget pengeluaran bisa membantu kamu keluar dari masalah utang yang pelik dengan lebih cepat. Misalnya, jika selama ini kamu menghabiskan sekitar 50%-70% penghasilan untuk keperluan konsumsi dan sisanya baru digunakan untuk melunasi utang. Maka ada baiknya, untuk menambahkan proporsi pembayaran utang l jadi lebih tinggi. 

Caranya bisa dengan melakukan penghematan sekaligus mengurangi konsumsi sehari-hari. Contoh penghematan yang bisa dilakukan, misalnya pindah tempat tinggal jika memang biaya sewa tempat tinggal tersebut terbilang mahal. Atau, beralih menggunakan handuk atau saputangan untuk mengurangi biaya belanja tisu. 

Selain itu, kamu bisa menggunakan transportasi umum atau sepeda untuk pergi ke kantor. Memasak dan membawa bekal makan sendiri, atau berhenti paket langganan seperti TV, Spotify, Netflix dan lain sebagainya.

7. Melakukan mediasi untuk penyelesaian utang

Jika kamu gagal menemukan solusi dengan para pihak pemberi pinjaman, maka mediasi perbankan dengan menempatkan Bank Indonesia sebagai pihak penengah yang netral bisa kamu tempuh. 

Selaku penengah di posisi netral, Bank Indonesia bakal memotivasi sekaligus mengarahkan kedua pihak. Baik kreditur dan debitur untuk mendapatkan penyelesaian utang. Tentu saja, keputusan yang diambil nantinya bersifat win-win solution sehingga bisa jadi cara terbaik yang wajib kamu terapkan. 

Kelola Keuangan dengan Cermat 

Beberapa cara diatas bisa kamu lakukan untuk membantu melunasi utang. Jika kamu pantang menyerah dan konsisten dalam melakukan berbagai upaya di atas, dijamin kamu bisa lepas dari jeratan utang yang mencekik leher tersebut.

Siapapun pasti memiliki hutang dalam hidupnya, baik banyak ataupun sedikit. Sebelum hutang yang dimiliki mulai menjerat kehidupan kita, sebaiknya mulailah untuk mengelola keuangan dengan lebih bijak dan hindari sifat konsumtif. Semoga bermanfaat!

Baca Juga: Perbedaan Utang Produktif Vs Utang Konsumtif, Kamu yang Mana?