Kangen Travelling? Yuk Baca 10 Buku Ini untuk Obati Rindu Jalan-Jalan di Musim Pandemi

Banyaknya kasus penularan virus corona yang tidak hanya di Indonesia tapi juga diberbagai belahan dunia membuat banyaknya aturan dan larangan bepergian ke banyak lokasi wisata baik untuk destinasi lokal atau luar negeri demi mencegah meningkatknya kasus penularan covid-19.

Akibat dari larangan ini, para pecinta travelling pun terpaksa harus menahan rasa rindunya untuk memuaskan hobi jalan-jalannya demi membantu mengurangi angka kasus penularan covid-19 dengan mengurangi aktivitas keluar rumah dan tidak bepergian ketempat yang ramai dan jauh.

Tapi namanya juga sudah hobi, kebiasaan baru ini tentu menjadi sangat sulit untuk dilewati apalagi tidak ada waktu yang pasti kapan larangan berwisata atau travelling ini akan berlangsung.

Belum lagi jika aktivitas travelling sudah menjadi kegiatan rutin dimaa menahan untuk tidak melakukan hobi atau kegiatan yang disenangi dalam jangka waktu yang lama bisa merubah jenuh menjadi rasa stres bahkan depresi.

Cukup berbahaya bukan?

Untuk itu, pengalihan hobi untuk sementara waktu bisa dijadikan solusi manjur untuk membuang rasa jenuh agar kesehatan mental tetap terjaga selama musim pandemi ini dimana 90% waktu kita mungkin banyak dihabiskan didalam rumah untuk jangka waktu yang lama.

Bingung cari asuransi kesehatan terbaik dan termurah? Cermati punya solusinya!

Bandingkan Asuransi Kesehatan Terbaik!  

Manfaat Membaca Buku untuk Kesehatan Mental

Dari sekian banyak kegiatan seru yang bisa dilakukan dirumah untuk dijadikan pengalihan hobi baru. Membaca buku adalah salah satu kegiatan yang bisa dikatakan cukup menyenangkan, terutama untuk yang hobi travelling yang butuh alternatif kegiatan untuk menjernihkan pikiran.

Buku pun bisa memberikan rasa healing, terapi atau relaksasi yang sama seperti travelling kepada traveller yang sedang puasa jalan-jalan melalui sebuah dunia imajinasi yang dihadirkan di dalam sebuah buku.

Dengan membaca buku sebagai hobi alternatif selama pandemi, kepenatan yang dirasakan pun bisa dikikis sampai habis. Tapi selain hilangkan penat, ternyata membaca buku juga memberikan banyak manfaat lain terutama untuk kesehatan mental yaitu:

1. Memperkuat kesehatan otak

Membaca buku, melibatkan jaringan dan sinyal rumit di dalam otak. Saat Anda sudah bisa membaca dengan baik, maka jaringan-jaringan itu juga semakin menguat.

Terdapat sebuah studi dimana para partisipan diminta untuk membaca novel selama 9 hari penuh. Setelah dilakukan pemeriksaan MRI pada otak, ternyata hasilnya menunjukkan bahwa kinerja korteks somatosensor (bagian otak yang merespons sensasi fisik), meningkat.

2. Meningkatkan empati

Penelitian membuktikan, mereka yang suka membaca buku bergenre fiksi, terutama yang jalan ceritanya memfokuskan pada seorang karakter bisa merasakan peningkatan kemampuan untuk memahami perasaan dan kepercayaan orang di sekitarnya jika dilakukan secara rutin dalam jangka waktu yang cukup panjang.

3. Meredakan stress yang bisa jadi sumber segala penyakit

Rasa stres berkontribusi sebanyak 60% terhadap seluruh penyakit. Salah satunya stres bisa meningkatkan risiko terserang stroke selama 50%, dan serangan jantung sebanyak 40%.

Menurut sebuah penelitian dari University of Sussex, Inggris, membaca dapat menurunkan stres hingga 68%. Lebih ampuh dibandingkan mendengarkan musik, berjalan kaki dan berolahraga.

Hasil dari penelitian ini menyatakan bahwa orang yang membaca buku, setidaknya selama 6 menit sehari, mengalami penurunan detak jantung maupun ketegangan otot yang artinya memiliki tingkat risiko penyakit jantung yang rendah.

Baca Juga: 8 Tempat Belanja Buku Murah di Jakarta ini Wajib Dikunjungi Para Pecinta Buku

4. Memperlambat penurunan kognitif

Seiring bertambahnya usia fungsi otak akan semakin menurun yang bisa menyebabkan pikun di hari tua nanti. Dengan rutin membaca buku, kamu bisa mencegah penyakit akibat penurunan kognitif yang diakibatkan dari penurunan fungsi otak seperti Alzheimer dan dementia.

5. Meningkatkan kualitas tidur

Menciptakan ritual sebelum tidur seperti membaca buku dapat memudahkan transisi tubuh dari kondisi terjaga menjadi mengantuk yang artinya membaca buku membuat badan menjadi lebih rileks dan menjadi lebih mudah tidur. Kamu yang insomnia bisa mencoba metode ini untuk mendapatkan pola tidur yang sehat.

6. Meningkatkan kecerdasan

Banyak penelitian yang menyatakan bahwa orang yang memiliki kemampuan baca yang baik sejak dini berpotensi menjadi lebih pandai saat sudah dewasa. Studi tahun 2014 juga membuktikan, anak-anak yang sudah bisa membaca buku sejak 7 tahun,mendapatkan nilai yang lebih tinggi saat tes IQ di kemudian hari.

7. Meredakan gejala depresi

Depresi adalah jenis penyakit atau gangguan mental yang cukup berbahaya. Depresi bisa mendorong seseorang untuk menyakiti dirinya sendiri dan membaca buku bisa meredakan gejala tersebut.

Terutama buku-buku novel fiksi yang membuat pembacanya “menyelam” ke dalam dunia imajinasi. Hal ini dipercaya bisa membantu pengidap depresi menciptakan strategi tertentu dalam mengalahkan depresi.

Banyak Psikolog dan Psikiater yang bahkan memiliki beberapa rekomendasi buku tertentu yang bisa dijadikan metode untuk menyembuhkan gejala depresi kepada para pasiennya.

Rekomendasi Buku Travelling yang Bisa jadi Insiprasi Travelling saat Pandemi Reda

Dengan manfaatnya yang segudang, tidak ada alasan lagi dong untuk menunda membaca buku menjadi hobi sehat pilihan untuk dijadikan alternatif pengalihan kegiatan/hobi yang harus tertunda.

Nah, untuk para traveller yang sudah mulai tertarik untuk membaca buku. Berikut daftar rekomendasi buku bertema travelling yang tidak hanya bisa jadi inspirasi wisata tapi juga memotivasi diri menjadi lebih baik:

1. Eat, Pray, Love oleh Elizabeth Gilbert

Eat, Pray, Love oleh Elizabeth Gilbert
Eat, Pray, Love oleh Elizabeth Gilbert via thepowerfulladies.com

Buku novel ini adalah memoir perjalanan seorang solo traveler. Buku ini sangat cocok yang sedang ingin berwisata ke tempat baru seorang diri. Dari buku ini, kamu akan tertarik dan belajar untuk melakukan eksplorasi perjalanan dari Italia, India, hingga ke Indonesia yaitu Bali.

2. Less oleh Andrew Sean Greer

Less oleh Andrew Sean Greer
Less oleh Andrew Sean Greer via downtherabbbithole.wordpress.com

Terbit pertama kali pada tahun 2018 lalu, buku berjudul ‘Less’ karya Andrew Sean Greer ini menceritakan kisah perjalanan Arthur Less yang berkeliling dari Paris ke Berlin, ke Maroko, sampai mengikuti retret singkat dalam tradisi Kristiani di India bagian selatan.

Novel bergenre satir ini juga menyinggung peran dan dampak dari kehadiran seorang wisatawan asal Amerika jika sedang melakukan perjalanan. Buku ini bisa memberikan pengalaman yang sempurna bagi perjalanan wisata Anda selanjutnya.

3. A Year in Provence oleh Peter Mayle

A Year in Provence oleh Peter Mayle
A Year in Provence oleh Peter Mayle viajohnatkinsonbooks.co.uk

Buku bergenre non-fiksi dari Inggris ini memberikan cerita pengalaman hidup di Prancis bagian selatan, pengalaman wisata kuliner dan budaya. Buku ini merupakan bagian dari trilogy dengan seri lanjutannya yaitu Toujours Provence, dan Encore Provence.

4. Wild Horses of the Summer oleh Tory Bilski

Wild Horses of the Summer oleh Tory Bilski
Wild Horses of the Summer oleh Tory Bilski via pinterest.com

Islandia memang merupakan tujuan wisata outdoor dan wisata alam yang cukup populer di dunia. Nah, jika tertarik ingin melakukan perjalanan kesana tapi bingun cara memulainya. Buku ini bisa jadi panduan apik untuk kamu.

Buku ini juga memiliki alur cerita romantic yang mengisahkan perjalanan sekelompok perempuan yang berwisata bersama ke Islandia. Cara penulsian Tory kerap membuat pembacanya terpikat dan jatuh cinta pada negara tersebut.

5. A Month in Siena oleh Hisham Matar

A Month in Siena oleh Hisham Matar
A Month in Siena oleh Hisham Matar via ondonreviewbookbox.co.uk

Punya cita-cita untuk bisa wisata ke Italia? Maka Hisham Matar sudha menuliskan memoir perjalanan ke Siena di buku ini secara lengkap, lugas dan menarik. Dalam perjalanan satu bulan di Tuscan, dia fokus menceritakan pengalaman seni dan budaya yang dia rasakan selama di Sienese School of Painting. Buku ini juga masih menceritakan hubungan si penulis dengan kota tersebut dan setiap hal di dalamnya.

Baca Juga: 5 Manfaat Membaca Buku ketika di Rumah selama Musim Pandemik Covid-19

6. How To Be A Family oleh Dan Kois

How To Be A Family oleh Dan Kois
How To Be A Family oleh Dan Kois via travelandleisure.com

Buku ini berisikan kisah seru dan jenaka dalam keluarga Dan Kois yang terdiri dari sang sitri, dan dua anak perempuan remaja yang melakukan petualangan.

Keluarga ini pun rela meninggalkan kehidupan sehari-hari mereka di Washington dan pindah untuk wisata ke Selandia Baru, Belanda, Kostarika, dan Kansas, dalm kurun waktu setahun.

7. On the Road oleh Jack Kerouac

On the Road oleh Jack Kerouac

Sedang berencana untuk melakukan perjalanan lintas negara via darat? Bisa membaca novel klasik karya Jack Keroauac berjudul ‘On The Road’ yang dipublikasikan pada 1957.

Buku ini adalah karya fiksi yang mengambil kisah perjalanan si penulis seorang diri dari San Fransisco ke Denver, hingga Mexico.

8. The Jane Austen Society oleh Natalie Jenner

The Jane Austen Society oleh Natalie Jenner
The Jane Austen Society oleh Natalie Jenner via racheldodge.com

Novel ini bercerita tentang geng pertemanan yang bersama-sama membagikan pengalaman mereka terhadap karya Jane Austen. Buku ini bisa menginspirasi kamu untuk melalui perjalanan dari daerah pedesaan di Chawton, Inggris, hanya untuk melihat rumah asli Jane Austen disana.

9. Wild oleh Cheryl Strayed

Wild oleh Cheryl Strayed
Wild oleh Cheryl Strayed via padmoreculture.com

Buku lain yang wajib dibaca oleh para solo traveler adalah ‘Wild’ karya Cheryl Strayed, yakni sebuah perjalanan mendaki ke Pacific Crest Trail, dimulai dari penanjakan di Padang Gurun Mojave, dilanjutkan ke California, Oregon, dan Washington.

10. A Moveable Feast by Ernet Hemingway

A Moveable Feast by Ernet Hemingway
A Moveable Feast by Ernet Hemingway via abebooks.com

Jatuh cinta pada tampilan Menara Eiffel dan Kota Paris? Maka buku ‘A Moveable Feast’ adalah buku yang wajib dibaca. Ernest Hemingway menuliskan memoir dia di kota tersebut pada 1902, yang mana akan membuat pembacanya juga merasa sedang dibawa ikut bepergian pada waktu dan tempat yang sama. Membuatmu juga akan tergiur untuk merencanakan perjalanan ke kota tersebut.

Pikiran Sehat adalah Faktor Utama dari Tubuh yang Sehat

Sehat-sehatnya tubuh yang kamu miliki saat ini, tidak akan pernah cukup jika emosi dan pikiran kamu tidak lah sama sehatnya. Fokus pada kesehatan tubuh memang penting tapi jangan sampai lupa juga dengan kesehatan diri kamu di dalam.

Jangan hanya fokus pada aktivitas fisik. Berikan juga aktivitas pada otak dan emosi kamu dengan banyak membaca demi memiliki kesehatan yang ideal dan seimbang luar dan dalam. Ingat, di dalam tubuh yang sehat dibutuhkan juga jiwa dan pikiran yang sehat.

Baca Juga: 10 Buku Termahal di Dunia ini Harganya Sampai Miliaran Rupiah!