Lagi Proses Pengajuan Kartu Kredit? Ini Dia Hal-hal yang Sering Ditanyakan Analis Bank

Dalam proses pengajuan kartu kredit baru biasanya pemohon akan diminta untuk mengisi formulir data pribadi dan menyiapkan dokumen pelengkap. Selanjutnya, kamu akan diminta menunggu proses verifikasi data untuk mengetahui apakah pengajuan disetujui atau tidak.

Biasanya, proses ini tidak berlangsung lama kurang lebih sekitar satu sampai dua minggu. Baru kemudian pihak analis bank terkait akan menghubungimu dan melakukan proses verifikasi selanjutnya.    

Biasanya ada beberapa pertanyaan yang ditanyakan oleh pihak analis. Jika keliru memberi jawaban, bisa-bisa pengajuan kartu kredit baru akan ditolak, jadi jangan sampai salah jawab. Berikut ini beberapa pertanyaan yang kemungkinan akan ditanyakan oleh analis bank dalam proses verifikasi data.

Baca Juga: Kapan Tunggakan Utang Kartu Kredit akan Diputihkan? Begini Cara Mengatasinya

Bingung cari Kartu Kredit Terbaik? Cermati punya solusinya!

Bandingkan Produk Kartu Kredit Terbaik!  

Pertanyaan yang Sering Diberikan saat Proses Verifikasi 

loader

Memiliki Kartu Kredit

Ketika analis bank terkait menghubungi melalui telepon, biasanya ada beberapa pertanyaan yang akan diajukan. Terutama berkaitan dengan data dan dokumen pendukung yang sudah diberikan sebelumnya. 

Namun, tidak menutup kemungkinan juga jika pihak bank pun akan menghubungi nomor rumah maupun kantor yang dicantumkan pada formulir. Ini dilakukan sebagai salah satu bagian dari verifikasi data. 

  1. Saat Menelpon secara Langsung

    Berikut ini beberapa pertanyaan yang kerap diajukan pihak analis bank ketika menelpon calon pemohon secara langsung, antara lain:

    • Mengkonfirmasi apakah kamu benar-benar ingin mengajukan kepemilikan kartu kredit, 
    • Sudah mengisi atau menandatangani formulir pengajuan atau belum.
    • Nama lengkap sesuai KTP.
    • Alamat atau domisili lengkap sesuai KTP. 
    • Tanggal lahir dan tempat kelahiran sesuai KTP.
    • Nama gadis ibu kandung.
    • Perusahaan atau instansi tempat kerja.
    • Posisi atau jabatan di tempat kerja.
    • Berapa lama sudah bekerja di tempat tersebut.
    • Nominal gaji bulanan (khusus karyawan atau pegawai) atau pendapatan bulanan (untuk wiraswasta)
    • Nama anggota keluarga yang tinggal dalam satu rumah.
    • Nomor rekening tabungan payroll.
    • Kartu kredit jenis apa yang diinginkan.

    Selalu ingat untuk menjawab seluruh pertanyaan yang diajukan dengan jujur sesuai apa yang telah diisikan pada formulir. Jika terdapat ketidakcocokan saat verifikasi dan atau data yang tidak sinkron, ini dapat mempengaruhi keputusan disetujui atau tidaknya pengajuan kartu kredit.

  2. Saat Menghubungi Rumah 

    Jika kamu mencantumkan nomor telepon rumah di formulir, mungkin juga akan menghubungi nomor tersebut. Mereka pun juga akan mengkonfirmasi sejumlah data sesuai data formulir yang telah diisi sebelumnya. 

    Seperti apakah alamat yang dimaksud sesuai dengan informasi yang dicantumkan pada formulir. Serta apakah kamu benar-benar tinggal di rumah tersebut. Pihak bank juga akan mengajukan pertanyaan seputar hubungan kamu dan pemohon kartu kredit. Apakah pasangan, anak, adik, kakak, kerabat ataukah majikannya.

    Selain itu, pertanyaan yang juga sering ditanyakan adalah soal berapa lama tinggal di rumah yang ada di alamat tersebut. Jangan lupa, beritahu anggota keluarga yang ada di rumah untuk bersiap jika sewaktu-waktu ada telepon masuk dari pihak bank. Mintalah mereka untuk dengan yakin menjawab pertanyaan sesuai isi formulir pengajuan kartu kredit.

  3. Saat Menelpon Kantor atau Tempat Kerja

    Hal ini bisa dibilang jarang terjadi, tapi tidak menutup kemungkinan. Karena ada beberapa bank yang melakukan verifikasi data dengan menghubungi pihak kantor atau perusahaan tempat kerja saat ini.

    Terkait hal ini, tentu masing-masing perusahaan memiliki kebijakannya masing-masing. Umumnya pihak bank sekadar ingin mengkonfirmasi apakah kamu benar-benar karyawan di kantor tersebut. 

    Meskipun demikian, tak salah jika memberitahu bagian personalia atau HRD perusahaan tempat kamu bekerja. Ini untuk berjaga-jaga jika ada pihak bank yang menghubungi dan mengajukan beberapa pertanyaan.

    Misalnya bertanya terkait posisi atau jabatan saat ini, dan berapa lama sudah bekerja. Ini dilakukan sebagai salah satu bagian dalam proses verifikasi. Beberapa hal yang bersifat pribadi seperti nominal gaji kemungkinan tidak akan diberitahukan. 

    Baca Juga: Kartu Kredit dan 7 Manfaatnya bagi para Single Mom!

Bagaimana jika setelah Verifikasi Via Telepon, Proses Pengajuan Ditolak?

Daripada bertanya-tanya tanpa ada jawaban yang jelas, sebaiknya tanyakan secara langsung perihal ini kepada pihak bank terkait. Ingat selalu untuk tetap bersabar dan jaga emosi ketika berkomunikasi dengan pihak bank tersebut.

Tetaplah sopan dan ramah, karena ini menunjukkan bagaimana karakter kamu komunikasi. Supaya kamu bisa menggali informasi terkait alasan mengapa permohonan kartu kredit ditolak. Selain itu, juga agar bisa mendapatkan kesempatan untuk bisa mengubah keputusan pihak bank.

Berikut ini beberapa hal yang dapat dibahas atau ditanyakan pada analis bank, antara lain: 

  1. Mintalah Alasan Pengajuan Ditolak

    Tanyakan apa ada kriteria yang tidak atau belum terpenuhi. Misalnya saja soal riwayat penggunaan kartu kredit yang buruk di masa lalu. Siapkan penjelasan yang jujur, apa adanya dan tidak dibuat-buat agar analis bisa bersimpati dengan keadaan saat itu. 

    Selain itu, penting untuk menjelaskan jika hal tersebut merupakan kesalahan yang sebelumnya tidak pernah terjadi. Yakinkan mereka bahwa kesalahan tersebut tak akan terjadi kembali.

  2. Paparkan Tujuan Kepemilikan Kartu Kredit 

    Jika kamu termasuk nasabah lama dari bank tersebut. Mengutarakan kepuasan atas fasilitas dan pelayanan yang selama ini diterima bisa jadi cara untuk dicoba. Hal ini bisa jadi salah satu alasan mengapa ingin sekali memiliki komitmen lebih secara finansial dengan mereka.

    Perlihatkan juga jika kamu cukup familiar dengan istilah kredit yang beragam. Selain itu, jelaskan pada pihak bank bahwa ada rencana keuangan jangka panjang serta memerlukan peringkat kredit yang baik. 

    Hal yang jelas dan gamblang semacam ini bisa menunjukkan seberapa besar nilai kerjasama ini. Termasuk seberapa pentingnya persetujuan permohonan kartu kredit tersebut.

  3. Bersiap-siap saat Masih Ditolak

    Jika analis bank tampak belum bisa percaya, coba cek kembali di dalam aplikasi atau peringkat kreditnya. Cari tahu berapa minimum kredit yang bisa diajukan agar aplikasi kartu kredit disetujui. 

    Atau bisa tanyakan kartu kredit jenis apa yang mungkin kualifikasinya lebih mudah dipenuhi.

  4. Jaga Attitude dan Selalu Percaya Diri

    Jangan lupa untuk berterima kasih atas waktu dan kesempatan yang diberikan oleh pihak bank. Ingatlah agar tetap bersikap sopan dan selalu percaya diri saat menjalin komunikasi dengan mereka.

    Sebab, verifikasi semacam ini bukanlah untuk mendesak atau memaksa pihak bank menyetujui pengajuan kartu kredit tersebut. 

    Akan tetapi sebagai kesempatan yang baik untuk bisa meyakinkan mereka jika aplikasi yang diajukan sudah sesuai dengan fakta. Pihak bank pun nantinya bisa menilainya secara fair terkait pantas tidaknya pengajuan disetujui. 

Pahami Pertanyaannya, Berikan Jawaban dengan Lugas dan Apa Adanya  

Ketika pihak analis bank menghubungi melalui sambungan telepon, ini artinya proses pengajuan mulai diperhitungkan. Ketika ada pertanyaan yang diajukan, maka berikan jawaban sesuai informasi yang sudah diisi pada formulir pengajuan. 

Berikan Jawaban dengan lugas dan apa adanya, agar tidak dianggap mengada-ada. Karena salah memberikan jawaban, bisa membuat pengajuan permohonan kartu kredit ditolak pihak bank. Jadi berhati-hatilah ketika memberi jawaban, ya. Semoga bermanfaat.

Baca Juga: 6 Mitos tentang Kartu Kredit dan Ibu Rumah Tangga