Maksud Hati Ingin Utang Cepat Lunas, Kamu Malah Bisa Kena Masalah Ini

Pada dasarnya, kebahagiaan hidup seseorang otomatis berkurang kalau diselimuti utang. Makanya banyak orang ingin melunasi utang sebelum waktunya.

Tujuannya agar segera terbebas dari beban keuangan tersebut. Namun terkadang, apa yang kamu lakukan dengan melunasi utang lebih cepat justru dapat menimbulkan masalah baru. Apa saja itu?

Baca Juga: Aturan Baru OJK, Debt Collector Harus Bawa Surat Tugas dan Sertifikat saat Penagihan Utang Pinjol

Anda Bingung Cari Produk Kredit Tanpa Agunan Terbaik? Cermati punya solusinya!

Bandingkan Produk KTA Terbaik! 

loader
Melunasi utang dengan cepat memang bagus, tetapi awas malah kena petaka ini

1. Mengganggu anggaran belanja

Ketika utang dibayar, maka dapat mengganggu anggaran belanja bulanan. Terlebih kalau anggaran untuk melunasi utang belum ditentukan.

Akibatnya sebagian anggaran terpaksa dialihkan untuk membayar utang, sehingga anggaran belanja menjadi berkurang. 

Jika ini terjadi, maka pemenuhan kebutuhan bulanan bisa terganggu. Kamu juga harus merancang anggaran yang baru sebagai pedoman untuk belanja supaya gaji cukup.

Ini menguras waktu dan energi lagi, karena semua pos pengeluaran harus disusun ulang secara matang. Lumayan merepotkan ya.

2. Pengeluaran tambah banyak

Semakin banyak utang yang mesti dilunasi, semakin banyak pula uang yang harus dikeluarkan. Kondisi ini sebenarnya dapat diterima bila pendapatan yang diperoleh cukup untuk melunasi utang, sekaligus memenuhi kebutuhan.

Yang menjadi masalah adalah ketika gaji tidak cukup. Ujung-ujungnya jadi repot sendiri. Selain memengaruhi kebutuhan sehari-hari, bertambahnya pengeluaran juga akan berdampak pada porsi uang yang ditabung dan diinvestasikan.

Jika ingin melunasi utang, bayar yang pokok utang dan bunganya paling besar. Kalau ini sudah lunas, selanjutnya fokus pembayaran ke utang dengan nominal kecil.

3. Kurangnya pemahaman tentang suku bunga

Setiap pinjaman memiliki sistem suku bunga yang berbeda. Salah satu yang perlu diketahui adalah suku bunga anuitas yang sebagian besar bunganya dibayar saat awal meminjam.

Sementara untuk pokok dibayar saat akhir-akhir masa peminjaman. Meski sebagian besar utang sudah dibayar di awal, tapi pokok utang sama sekali belum lunas sehingga cicilan pokok yang dibayar pada bulan berikutnya masih besar.

Jadi, sia-sia rasanya bila utang dilunasi secara cepat. Sebelum mengajukan pinjaman, pahami jenis-jenis suku bunganya dengan baik. Tanya jika ada yang kurang jelas untuk menghindari terjadinya kesalahpahaman yang dapat merugikan kamu secara finansial.

loader
Dana darurat rawan digunakan untuk melunasi utang

4. Terpakainya dana darurat

Membayar utang merupakan keputusan yang tepat untuk memperbaiki kondisi finansial. Tapi, hal ini tidak perlu dilakukan secara terburu-buru, terutama kalau sumber pendapatan untuk melunasi utang belum cukup. 

Tidak sedikit orang mengorbankan dana darurat miliknya untuk membayar utang. Agar hal yang sama tidak menimpamu, sebaiknya lunasi utang menggunakan alokasi dana yang sesuai dengan jumlah anggaran.

Gunakan dana darurat sesuai dengan tujuannya, yaitu untuk membiayai hal-hal yang sifatnya mendesak atau darurat, seperti sakit, dan lainnya.

Baca Juga: Cerdas Finansial, Kamu yang Usia 30an Wajib Punya 5 Tabungan Ini!

5. Timbul potensi utang baru

Dalam upaya melunasi utang, sebaiknya tidak mengorbankan alokasi dana manapun. Entah itu tabungan, investasi, ataupun dana darurat. Penggunaan dana ini dapat menyebabkan munculnya utang baru.

Apabila kamu gali lubang lagi, maka usaha untuk melunasi utang selama ini akan sia-sia. Alih-alih ingin melunasi utang, yang ada utang malah semakin banyak dan menghancurkan kondisi finansialmu.

loader
Timbul potensi utang baru

6. Muncul rasa tidak nyaman

Membayar utang menjadi hal paling melelahkan karena tidak ada ending, terutama kalau ada lagi utang baru. Tetapi bila utang cepat dilunasi, justru memunculkan rasa tidak nyaman karena kamu belum tentu rela kehilangan uang karena utang.

Selain membayar utang, kamu mungkin berencana menggunakan sebagian gaji untuk kebutuhan penting lainnya. Namun, rencana ini gagal total karena kamu mengalihkan alokasi gaji untuk melunasi utang agar cepat lunas.

Di lain sisi, melunasi utang dengan cepat bukannya meningkatkan kualitas status kredit, melainkan menurunkannya. Itu karena metode pelunasan tidak sesuai waktu yang ditentukan.

Kalau kamu tidak mau pembayarannya terlambat, gunakan sistem autodebet yang pembayarannya mengikuti tanggal jatuh tempo utang.

Baca Juga: 4 Cara Cerdas Menggunakan Kartu Kredit tanpa Masalah

Hindari Pembayaran Utang yang Merugikan

Pertimbangkan lagi sebelum kamu melunasi utang agar tidak timbul masalah-masalah di atas. Rencanakan dengan matang setiap keputusan yang hendak diambil.

Jangan sampai karena ingin terbebas dari utang, justru kamu menderita dengan masalah keuangan tersebut. Hidupmu lagi-lagi tidak tenang.

Baca Juga: Cara agar Tetap Banyak Uang meski Ekonomi RI Turun Kelas