Masalah Keuangan Bikin Pusing, Ini 8 Cara Mengatasinya

Masalah keuangan dapat terjadi pada siapapun. Terlebih di masa pandemi karena banyak orang terdampak, seperti berkurangnya penghasilan.

Maka dari itu, kamu harus cerdas dalam mengatur keuangan agar cukup untuk memenuhi kebutuhan hidup. Namun, ketika kamu dilanda krisis atau paceklik keuangan, atasi dengan cara berikut ini:

Baca Juga: 5 Level Keuangan Penting untuk Diketahui, Kamu yang Mana?

Anda Bingung Cari Produk Kredit Tanpa Agunan Terbaik? Cermati punya solusinya!

Bandingkan Produk KTA Terbaik! 

loader
Setiap orang pernah mengalami masalah keuangan

1. Bekerja lembur

Jika atasan memintamu untuk kerja lembur, jangan ditolak. Kerja lembur adalah salah satu cara untuk mendapatkan uang tambahan.

Misalnya bayaran Rp 20 ribu per jam, dan kamu lembur selama 4 jam. Berarti kamu bisa memperoleh upah lembur sebesar Rp 80 ribu. Lumayan buat beli token listrik.

2. Cari pekerjaan sampingan

Dalam situasi genting terlilit masalah keuangan, tidak seharusnya pilah pilih pekerjaan. Selain pekerjaan utama, kamu perlu mencari kerja sampingan. Apa saja pekerjaan yang bisa kamu lakukan, yang penting halal.

Misalnya jadi driver ojek online, jualan online, dagang cilok keliling, kerja bangunan, atau menjual skill dengan bekerja sebagai freelancer.

Penghasilan tambahan dari kerja sampingan akan sangat membantu keuangan. Contohnya untuk bayar cicilan atau melunasi utang, maupun kebutuhan utama lainnya.

Kamu dapat bekerja sampingan setelah pulang kantor atau di hari libur. Dengan begitu, pekerjaan utama tidak akan terganggu.

Baca Juga: Cerdas Menabung di Usia 20-an, Ikuti 5 Langkah Ini!

3. Mencairkan dana darurat

Ketika keuanganmu sedang sehat, sangat disarankan mengalokasikan uang untuk dana darurat. Manfaat dana darurat untuk membiayai hal-hal yang sifatnya mendesak, atau darurat, seperti saat kamu ditimpa masalah keuangan.

Kamu dapat menarik dana darurat dari tabungan untuk bertahan hidup atau memenuhi kebutuhan sehari-hari, seperti makan, membayar tagihan bulanan, dan lainnya.

Oleh karena itu, pastikan dana daruratmu sudah mencapai batas ideal. Untuk lajang, idelanya dana darurat 3-6 bulan dari pengeluaran rutin. Sedangkan 6-12 bulan pengeluaran untuk yang sudah berkeluarga (memiliki lebih dari 2 anak).

Sangat besar kan? Jadi, mesti dipersiapkan dengan alokasi yang pas. Minimal 10% dari gaji bulanan untuk dana darurat. Sehingga kamu bisa tenang bila sewaktu-waktu keuanganmu dalam kondisi gawat.

loader
Salah satu cara mengatasinya adalah dengan meningkatkan pendapatan

4. Manfaatkan bantuan atau subsidi dari pemerintah

Di masa pandemi, pemerintah jor-joran memberi bantuan. Ada sembako, uang tunai, kuota internet, pembebasan pajak, subsidi listrik, bantuan UMKM, prakerja, baik dari pusat maupun daerah.

Manfaatkan bantuan tersebut untuk mengatasi masalah keuanganmu. Dengan begitu, tidak perlu beli token listrik karena dapat subsidi dari PLN, beli sembako dari BLT, kuota internet gratis untuk anakmu yang masih sekolah. Kamu bisa lebih hemat.  

5. Tarik tunai kartu kredit

Punya kartu kredit? Kamu bisa gunakan fasilitas tarik tunai kartu kredit untuk membantu keuangan sementara waktu. Setidaknya bisa untuk menyambung hidup beberapa hari ke depan.

Tetapi ingat, tarik tunai kartu kredit dikenai bunga dan biaya yang lebih tinggi ketimbang transaksi biasa. Selisihnya mencapai 0,5% sampai 2% tergantung kebijakan bank penerbit kartu kredit.

Sementara biaya tarik tunai kartu kredit biasanya dikenakan sebesar 4%. Ada juga yang mencapai Rp 50 ribu. Biaya tersebut dibebankan langsung saat penarikan.

Oleh karenanya, pastikan kamu menggunakan tarik tunai kartu kredit saat benar-benar membutuhkan. Hindari tarik tunai untuk sesuatu yang konsumtif.

6. Tagih piutang

Kalau ada beberapa orang yang pernah meminjam uang padamu, tak ada salahnya menagih piutang tersebut. Itu hak kamu, jadi jangan merasa tidak enakan.

Menagih piutang dapat dilakukan dengan cara baik. Namun kamu harus berlapang dada bila ternyata orang yang kamu tagih, menolak membayar utangnya.

Begitulah risiko meminjamkan uang pada orang lain. Kamu harus siap untuk kehilangan. Karena banyak peminjam saat ini yang lebih galak daripada pemberi pinjaman ketika ditagih.

loader
Jika tidak ingin berutang, kamu bisa menjual barang berharga untuk membantu keuangan

7. Meminjam uang

Cara lain untuk mengatasi masalah keuangan adalah dengan berutang. Meminjam uang ke teman dekat, keluarga, bank, maupun aplikasi pinjaman online legal agar bunganya tidak mencekik.

Berutang sah-sah saja. Ini untuk menyelamatkan keuangan dan hidupmu. Namun konsekuensinya, kamu harus membayar utang tersebut sampai lunas.

Untuk bisa membayar utang, kamu dapat mengalokasikan dari gaji bulan berikutnya. Atau dari penghasilan tambahan. Intinya adalah meningkatkan pendapatan agar dapat membayar utang.

Baca Juga: Perbedaan Generasi Z dan Generasi Milenial dalam Mengelola Uang

8. Jual atau gadai barang berharga

Sebagai alternatif dapat dana segar dan cepat, lebih baik menggadaikan atau menjual barang berhargamu untuk keluar dari masalah keuangan. Ini cara yang paling aman dan bertanggung jawab.

Mending kamu rugi kehilangan barang, daripada harus berurusan dengan pihak lain karena pinjam uang. Sebab bila utang sudah jatuh tempo, pasti kamu akan ditagih.

Hidup Hemat Dapat Menyelamatkan Keuangan

Pengeluaran menjadi pos penting yang harus dicermati ketika dilanda masalah keuangan. Kamu harus mengubah gaya hidup menjadi lebih hemat.

Cek kembali daftar anggaran, terutama pada pos pengeluaran. Bila ada pengeluaran yang masih bisa ditunda, coret saja.

Misalnya belanja pakaian, makan di restoran, nonton bioskop, beli gadget, liburan, dan belanja konsumtif lainnya.

Kamu harus mengutamakan pengeluaran wajib, seperti kebutuhan pokok, bayar utang, dana darurat, membayar asuransi kesehatan. Kencangkan ikat pinggang dan hindari hidup boros.

Baca Juga: Cara agar Tetap Banyak Uang meski Ekonomi RI Turun Kelas