Memperhatikan Kebutuhan Konsumen Itu Penting untuk Kesuksesan Bisnis, Kenapa?

Kesuksesan suatu bisnis tergantung pada jumlah konsumen. Dengan konsumen yang banyak, maka angka penjualan akan terdongkrak secara otomatis, keuntungan menjadi maksimal, dan bisnis dapat melakukan ekspansi

Sementara kalau konsumennya sedikit, bisnis tidak akan berkembang dengan maksimal, bahkan muncul kemungkinan mengalami kebangkrutan. 

Maka dari itu, pelaku bisnis perlu memperhatikan kebutuhan konsumennya. Baik itu dengan cara menciptakan produk yang beragam, meningkatkan kualitas, dan meningkatkan pelayanan. Kira-kira, kenapa pelaku bisnis harus melakukan hal ini? Simak beberapa alasan kenapa mengutamakan kebutuhan konsumen sangat penting dilakukan:

Anda Bingung Cari Produk Kredit Tanpa Agunan Terbaik? Cermati punya solusinya!

Bandingkan Produk KTA Terbaik! 

1. Dapat Menciptakan Produk yang Tepat Sasaran

menciptakan produk

Jika pelaku bisnis mengetahui kebutuhan konsumen dengan baik, maka produk yang diciptakan tentunya lebih tepat sasaran. Atau dengan kata lain sesuai dengan permintaan konsumen. Hal ini penting untuk menghindari produk yang tidak laku atau gagal produksi, sehingga budget dapat diminimalisir sekecil mungkin.

Di sisi lain, pelaku bisnis punya kesempatan untuk menjual produk dengan harga yang tinggi guna memaksimalkan keuntungan yang diperoleh. Dan ini tentunya dapat dimaklumi oleh konsumen, karena produk terbukti memberikan kepuasan tersendiri setelah dibeli.

2. Produk yang Dijual Mempunyai Ciri Khas

brand

Meskipun diproduksi oleh perusahaan yang berbeda, suatu produk justru memiliki beberapa kemiripan dengan produk lain. Hal ini sering terjadi dan sulit dielakkan dalam dunia bisnis.

Tapi, kasus ini dapat dicegah kalau Anda mengetahui kebutuhan konsumen yang sesungguhnya. Alhasil, produk yang diciptakan di kemudian hari mempunyai ciri khas yang menjadi identitas dari produk Anda. 

Dengan adanya identitas, produk milik Anda jadi lebih mudah dikenali oleh konsumen. Sehingga konsumen dapat terhindar dari produk KW atau jiplakan yang dijual oleh para pesaing di luar sana.

Baca Juga:  Psikologi Warna: Cara Tepat untuk Mengetahui Jati Diri Suatu Bisnis

3. Adanya Nilai Tambah pada Setiap Produk

Sebagai pelaku bisnis, boleh saja mengatakan kalau produkmu adalah yang terbaik dibandingkan produk pesaing. Tapi, jangan terlalu percaya diri dulu karena konsumen bisa saja menemukan kelemahan pada produk yang dapat menyebabkan konsumen berhenti membeli produk Anda.

Untungnya dengan menaruh perhatian terhadap kebutuhan konsumen, Anda dapat mengetahui kelemahan ini dan segera memperbaiki kualitas produk.

Sejatinya, perbaikan yang Anda lakukan dapat memberikan nilai tambah pada produk yang dijual. Adanya pertambahan nilai memungkinkan untuk menaikkan harga jual per produk, yang secara otomatis dapat meningkatkan keuntungan. 

4. Memudahkan Penyusunan Strategi Bisnis

strategi bisnis

Selain tiga hal di atas, kemampuan dalam mengenali apa yang konsumen butuhkan memudahkan Anda untuk menyusun strategi apa yang paling cocok untuk bisnis.

Anda mempunyai tolak ukur sendiri mengenai apa saja yang harus dipertahankan, ditingkatkan, atau diubah demi kebaikan bisnis. Dan dengan segala evaluasi yang dilakukan, maka perjalanan bisnis pun lebih lancar dan mampu menorehkan hasil maksimal seperti yang diharapkan.

Di sisi lain, strategi bisnis yang tepat memungkinkan Anda untuk melakukan cutting cost, khususnya dalam memasarkan produk. Meski dengan pengeluaran yang kecil, namun pemasaran tetap berjalan efektif dan efisien.

5. Memudahkan Kegiatan Evaluasi

evaluasi  

Ketika antusiasme konsumen terhadap satu atau dua produk kurang, maka ini akan berdampak pada penjualan dan keuntungan. Namun, tidak butuh waktu lama  untuk mengetahui apa yang menjadi penyebabnya. 

Mungkin saja karena kemasan produknya kurang bagus, warnanya terbatas, modelnya terlalu polos, dan lain sebagainya. Dengan mengetahui akar penyebab suatu masalah, Anda bisa melakukan evaluasi secepat mungkin untuk mencegah timbulnya masalah yang semakin besar.

Sejatinya, evaluasi perlu dilakukan secara rutin, misalnya sekali dalam sebulan guna menemukan celah yang dapat menghambat kelancaran bisnis. Apalagi bahan yang perlu dievaluasi sangat banyak dan beragam.

Ambil contohnya, bulan ini Anda mengevaluasi tentang kualitas produk, bulan berikutnya tentang pemasaran, dan dua bulan berikutnya tentang bahan baku. 

6. Konsumen sebagai Penentu Kesuksesan

konsumen sebagai penentu kesuksesan

Kesuksesan suatu bisnis tidak lepas dari campur tangan konsumen. Sebagus apapun kualitas suatu produk, tapi kalau produk kurang diminati oleh konsumen, maka hasilnya akan nihil atau sia-sia.

Sampai kapanpun, Anda tidak pernah mengembangkan bisnis. Jangankan memperoleh keuntungan maksimal, mengembalikan modal saja sulit karena angka penjualan yang stagnan. 

Namun dengan mengetahui kebutuhan konsumen, Anda tahu produk seperti apa yang harus dijual di pasar untuk memperbaiki riwayat penjualan. Sehingga bisnis perlahan-lahan bisa membaik, dan kembali menemukan titik kejayaannya.

Baca Juga:  Mengetahui Apa Itu Manajemen Risiko Serta Kegunaannya untuk Perusahaan

Dekati Konsumen dan Ketahui Kebutuhan Mereka!

Jika Anda ingin bisnis berjalan lancar dan menuai sukses, maka kenali dan pahami siapa yang menjadi konsumen dan apa yang mereka butuhkan.

Kalau perlu, bangun kedekatan dengan para konsumen untuk memperbanyak informasi mengenai produk yang dibutuhkan. Dengan demikian, produk-produk Anda mampu menguasai pasar dan mengantarkan bisnis menuju kesuksesan.

Baca Juga: Patenkan Brand Usaha Online, Begini Cara Daftar Merek Dagang di Kemenkumham dan Biayanya