Mengenal DPLK, Bagaimana Cara Memilihnya?

Manusia bekerja untuk memenuhi kebutuhannya. Tapi jika bekerja hanya sekedar memenuhi kehidupan sekarang yang sedang dijalankan, Anda tidak akan bisa menikmati kehidupan bahagia di masa tua nanti ketika sudah tak sanggup untuk bekerja lagi. Oleh karena itu, Anda harus mempersiapkan segalanya mulai dari sekarang. Selain dimulai dari Anda sendiri, pemerintah juga akan membantu dalam mempersiapkan masa pensiun ketika Anda tua nanti dengan menerapkan program Jaminan Hari Tua (JHT) lewat BPJS Ketenagakerjaan.

Program Jaminan Hari Tua, selain dilakukan oleh pemerintah, ada juga pihak Bank dan beberapa perusahaan asuransi jiwa yang menawarkan program Dana Pensiun Lembaga Keuangan (DPLK). Perlu diketahui bahwa JHT berbeda dengan reksa dana untuk pensiun. Program JHT dibuat hanya untuk menjamin kebutuhan dasar seseorang ketika sudah memasuki masa pensiun. JHT tidak bisa digunakan untuk memenuhi kebutuhan lain selain memenuhi kebutuhan pokok atau dasar. Untuk persiapan dana pensiun tersebut, DPLK menjadi solusi yang cukup menarik dengan penjelasan berikut ini:

Apa Itu DPLK?

PT Taspen

Salah Satu Perusahaan DPLK via blogspot.com

 

Adanya program DPLK akan membantu Anda untuk memenuhi kebutuhan lain yang tidak bisa dipenuhi oleh program JHT BPJS ketenagakerjaan. DPLK sering disebut sebagai reksa dana karena dana dalam program tersebut diinvestasikan ke portofolio dalam bentuk kontrak investasi kolektif. Tetapi sebenarnya DPLK berbeda dengan reksa dana. Perbedaanya terletak pada hal pengambilan dana, dimana DPLK baru bisa diambil setelah pensiun sedangkan reksa dana fleksibel sesuai dengan jenisnya. Selain itu, dalam batas penarikan dana, DPLK punya aturan dari Kementerian Keuangan, berbeda dengan reksa dana yang bebas ditarik sebagian atau seluruhnya. DPLK ditawarkan oleh pihak bank dan perusahaan asuransi jiwa, sedangkan reksa dana ditawarkan oleh manajer investasi serta agen penjual bank. Pajak pada DPLK dikenakan saat pencarian dana, berbeda dengan reksa dana dimana pajak dikenakan dalam proses investasi.

Namun ada persamaan antara DPLK dengan reksa dana, yaitu dalam cara kerja meskipun tak sepenuhnya sama. Persamaan antara DPLK dengan reksa dana yaitu pada dana investasi yang dialokasikan ke sejumlah instrument yang bisa dipilih oleh investor, diantaranya pasar uang, saham, dan obligasi. Selain itu, kedua program ini juga menggunakan unit penyertaan dan tak akan dikenai denda jika dalam satu periode tak ada penyetoran dalam dana unit penyertaan. Beberapa perusahaan yang menawarkan program DPLK pada karyawannya dengan kemungkinan setoran dibagi antara pekerja dan perusahaan sebesar masing-masing 50% dan setoran yang diberikan seluruhnya oleh pekerja. Setoran tersebut diberikan melalui pemotongan gaji yang diterima setiap bulannya. Jadi pekerja tak perlu berhubungan langsung dengan bank untuk membayarkan setoran DPLK yang ia ikuti.

Selain melalui perusahaan, DPLK juga bisa dilakukan secara pribadi. Caranya dengan mendatangi bank atau perusahaan asuransi tertentu dan mendaftar program DPLK. Setoran bisa diberikan lewat transfer atau debit secara otomatis. Sama seperti reksa dana, resiko dalam investasi juga bisa Anda alami namun dalam skala kecil karena sifatnya jangka panjang. Imbal hasil DPLK umumnya diasumsikan 8-10% per tahun. Jika dihitung dengan menggunakan simulasi pada usia pensiun Anda 55 tahun dan dengan setoran bulanan sebesar 50 ribu, Anda akan mendapat dan sebesar sekitar Rp50 Juta yang meskipun belum termasuk pajak tapi sudah meliputi biaya administrasi dan biaya pengelolaan. Oleh karena itu, Anda bisa melakukan investasi mulai dari sekarang. Karena selain bisa menjadi tambahan untuk dana pensiun dari program JHT dan memenuhi kebutuhan pokok, Anda bisa melakukan hal yang ketika masa muda Anda tak dapat terwujud karena masalah finansial, seperti melakukan perjalanan keliling dunia, misalnya.

Persiapan pension membutuhkan rencana jangka panjang. Oleh karena itu program dana pensiun DPLK yang kita ikuti harus punya waktu yang cukup agar hasilnya maksimal. Simak tips detil berikut ini:

Tips Agar Dana Pensiun Kita Lebih Maksimal

Dana Pensiun

Memaksimalkan Dana Pensiun via beliasuransi.com

 

Jangka waktu investasi di DPLK , idealnya 10, 15, atau 20 tahun, supaya return yang diperoleh lebih besar. Meskipun terlihat lama, rencana keuangan yang dibuat saat ini bisa saja berubah di masa yang akan datang karena situasi, kondisi, tuntutan ekonomi, sebab Anda tidak pernah akan pernah tahu apa yang akan terjadi pada diri Anda dimasa yang akan datang. Semua orang dapat ikut DPLK secara mandiri, bahkan orang yang tidak punya penghasilan pun dapat mendaftar DPLK asalkan memiliki dana minimal setor setiap bulannya. Karena investasi di DPLK tidak membutuhkan modal besar, setorannya relatif kecil tiap bulan.

Misal DPLK BRI: Pembukaan rekening gratis (Rp 0), setoran minimum Rp100 ribu per bulan, biaya administrasi Rp2.000/bulan, biaya pengelolaan 0.7% per tahun, biaya penarikan 1% dari dana yang ditarik. tahun. Jika setoran DPLK Rp100 ribu setiap bulan maka dalam jangka waktu 10 tahun akan mendapat Rp19.500.000, 15 tahun Rp37.700.000, dan 20 tahun Rp65.500.000. Simulasi DPLK BRI dengan proyeksi return asumsi hasil pengembangan 10% per tahun, sudah memperhitungkan pajak atas manfaat pensiun dan pajak atas bunga tabungan, namun belum memperhitungkan biaya administrasi. Namun masing-masing bank punya kebijakan sendiri, seperti: Bank Jabar dan Bank Jateng, setoran minimum Rp50 ribu tiap bulan. Untuk DPLK Muamalat, biaya administrasinya lebih besar daripada yang lain. Jika membuka DPLK di BRI harus memiliki rekening tabungan BRI, tetapi pada DPLK Bank Mandiri tidak harus di mana setoran cash dapat dilakukan dari rekening bank lain. Masih ada beberapa enyelenggara DPLK lainnya, seperti: BNI, Syariah Muamalat, Manulife, AIA Financial, Bumiputera, Indolife, Tugu Mandiri, Bringin Life, Allianz.

Bagi Anda yang telah cukup umur sebaiknya membuat NPWP karena DPLK termasuk investasi yang kena pajak, dengan mempunyai NPWP maka pajak dari bruto investasi tidak akan kena pajak 2x lipat saat pencairan DPLK. Jika saat pencairan total bruto investasi DPLK dibawah Rp50 juta tidak dikenakan pajak (Pph 0%), sedangkan diatas Rp50 juta kena pajak 5%. Misal, dana investasi DPLK Rp60 juta, saat pencairan bagi yang mempunyai NPWP kena pajak Rp3 juta, dan bagi yang tidak mempunyai NPWP kena pajak Rp6 juta (2x lipat).

Kemudian muncul pertanyaan bagaimana menjadi peserta dana pensiun? Penjelasan berikut ini akan menjawab kebingungan Anda selama ini:

Baca Juga: 8 Langkah Pencairan Jaminan Hari Tua BPJS Ketenagakerjaan

2 Pilihan Produk Dana Pensiun

DPLK

DPLK via beliasuransi.com

 

Cara mendaftar program dana pensiun relatif mudah. Berikut ini adalah cara-cara untuk menjadi peserta dana pensiun:

1. DPLK Bank Umum atau Perusahaan Asuransi Jiwa

Berikut ini adalah daftar DPLK yang masih beroperasi sampai sekarang: DPLK Jiwasraya, DPLK Equity Life Indonesia, DPLK Asuransi Jiwa Tugu Mandiri, DPLK Allianz Indonesia, DPLK PT. BNI (Persero) Tbk, DPLK Indolife Pensiontama, DPLK AIA Indonesia, DPLK PT Bank Muamalat Indonesia, DPLK Winterthur Life Indonesia, DPLK BPD Jawa Tengah, DPLK Pasaraya, DPLK Manulife Indonesia, DPLK AIG Lippo, DPLK AXA, DPLK Askrida Jiwa, DPLK Miralife, DPLK BPD Jawa Barat, DPLK Panin Life, DPLK Bank Maspion, DPLK Central Asia Raya, DPLK Bank Rakyat Indonesia, DPLK Bringin Jiwa Sejahtera, dan DPLK Bumiputera. Proses pendaftaran menjadi peserta DPLK sangat mudah, Anda tinggal datang ke Bank atau perusahaan asuransi jiwa yang diinginkan untuk membuka rekening di bank.

2. Menggunakan Dana Pensiun Pemberi Kerja (DPPK)

Apabila perusahaan Anda belum memiliki DPPK sendiri, cara kedua ini akan sulit untuk direalisasikan. Anda harus bisa mengkomunikasikan masalah DPPK ini kepada perusahaan tempat Anda bekerja. Kemudian, perusahaan tempat Anda bekerja akan mengurus pendaftaran dana pensiun pekerjanya.

Namun demikian, Anda perlu pahami hal-hal berikut ini apabila ingin menjadi Peserta Dana pensiun:

Baca Juga: 6 Hal yang Sering Ditanyakan Soal BPJS Ketenagakerjaan

Kemampuan Finansial

Kemampuan Finansial

Sesuaikan dengan Kemampuan Finansial Anda via pengusahamuslim.com

 

Pada dasarnya menjadi peserta program pensiun tidak membutuhkan biaya yang besar. Namun, Anda tetap harus memperhatikan kemampuan finansial Anda ketika memilih program pensiun yang tepat. Misalnya, Anda memilih program pensiun manfaat pasti, maka kemampuan finansial tempat kerja menjadi pertimbangan utama.

Biaya

Penyelenggaraan dana pensiun pasti membutuhkan biaya. Sebaiknya Anda berhati-hati dalam memilih program pensiun, pelajari biaya yang dibebankan serta manfaat dan jasa yang diperoleh. Dana pensiun dengan beban biaya yang lebih tinggi belum tentu lebih baik dibandingkan beban biaya lebih rendah.

Waktu

Semakin cepat Anda mempersiapkan masa pensiun, maka semakin ringan pula biaya yang di keluarkan setiap bulannya. Semakin panjang masa menabung Anda, maka semakin besar juga dana yang terkumpul untuk bekal hari tua. Program pensiun dirancang khusus menyediakan manfaat pensiun, dengan menjadi pesertanya, Anda diharuskan menabung, sehingga ketika Anda sudah tidak produktif lagi, masih bisa menerima penghasilan untuk menopang hidup.

Buat Masa Tua Menjadi Lebih Menyenangkan

Kehadiran berbagai macam layanan DPLK oleh berbagai lembaga keuangan ditujukan untuk membantu membuat masa tua Anda berjalan lebih indah. Manfaatkan layanan tersebut, kalau bingung memilih yang terbaik, jangan ragu untuk membandingkannya di internet atau coba tanyakan kepada orang yang lebih ahli mengenai layanan ini. Jadi, yuk siapkan masa tua dari sekarang!

Baca Juga: Tabungan Pensiun, Seberapa Pentingkah Bagi Anda?