Mengenal Hisana Fried Chicken, Bisnis Ayam Goreng Ekonomis yang Populer di Indonesia

Ayam goreng adalah salah satu makanan yang paling terkenal dan menjadi favorit di seluruh dunia. Awal mulanya, pertama kali yang mencoba membuatnya adalah penduduk negara Skotlandia, walau pada masa itu mereka tidak menggunakan bumbu apapun.

Semakin meningkatnya rasa ingin tahu pada manusia akan hal baru, berbagai bahan makanan pun menjadi bahan percobaan untuk menemukan cita rasa unik yang belum pernah ditemui. Akhirnya, dari seluruh olahan ayam goreng di seluruh dunia memiliki gaya memasak, cita rasa, dan tentunya menggunakan berbagai macam bumbu yang berbeda.

Di Indonesia sendiri, ayam goreng merupakan sebuah masakan yang berbahan dasar dari potongan ayam yang dibumbui dengan berbagai macam rempah yang kemudian digoreng. Pada dasarnya, ayam goreng ala Indonesia adalah salah satu yang paling berbeda dibanding ayam goreng di negara – negara lainnya.

Walaupun begitu, rumput tetangga pasti selalu terlihat lebih hijau. Alhasil di Indonesia sendiri, ayam goreng versi Amerika lebih terkenal yaitu, daging ayam yang digoreng dengan menggunakan tepung yang telah dibumbui sebelumnya, Hasilnya, terciptalah ayam goreng renyah dengan cita rasa yang khas.

Di Indonesia, pasar dari ayam goreng dengan balutan tepung ini dikuasai oleh beberapa rantai franchise besar, seperti KFC (Kentucky Fried Chicken), McDonald’s, A&W (Allen & Wright), serta berbagai restoran fast food lainnya yang dapat kalian temui hampir di seluruh penjuru Nusantara.

Diantara berbagai brand makanan penyaji ayam goreng tersebut, muncul sebuah brand lokal yang juga tidak kalah suksesnya, Hisana Fried Chicken (HFC). HFC ini memang terdengar asing bagi sebagian orang. Tapi siapa yang bakal menyangka, bisnis ayam goreng ini sudah memiliki ratusan gerai dan menghasilkan omzet hingga miliaran rupiah.

Bagi Anda yang belum mengetahui HFC, yuk simak ulasannya berikut ini:

Bingung Cari Produk Kredit Tanpa Agunan Terbaik? Cermati punya solusinya!

Bandingkan Produk KTA Terbaik! 

1. Berdiri Sejak 2005

 
 
 
View this post on Instagram

A post shared by Fried Chicken Indonesia (@hisanaindonesia) on

Hisana Fried Chicken (HFC) pertama kali didirikan oleh Tatang Suharta pada tahun 2005. Awalnya HFC ini tidak langsung berkembang dengan pesat. Bermodalkan sebuah kios yang tidak besar, HFC mulai secara perlahan terlihat perkembangannya.

Walau pada saat itu, HFC harus mengalah karena kompetitor lebih dulu terkenal. Namun, dalam beberapa tahun terakhir ini, Hisana melesat bagaikan roket.

Sebelumnya, Tatang sempat memiliki berbagai profesi, mulai dari sales kompor hingga mengalami pengalaman pahit di-PHK tanpa pesangon oleh sebuah perusahaan saat masa orde baru. Mungkin pengalaman Tatang itulah yang membuatnya berusaha menerapkan konsep syariah untuk mengelola Hisana Fried Chicken.

Baca Juga: Tips Jitu Memulai Bisnis dari Waralaba

2. Memiliki Ratusan Hingga Ribuan Outlet

 
 
 
View this post on Instagram

A post shared by Fried Chicken Indonesia (@hisanaindonesia) on

Pada 2016, Hisana tercatat sudah memiliki sekitar 600-an lebih outlet yang tersebar di 11 provinsi di seluruh Indonesia. Menurut Tatang, sang founding father dari fried chicken gerobakan ini, semua bisa menjadi seperti sekarang berkat kerja dari bagian Research and Development yang terus memberi masukan ide – ide baru untuk menarik perhatian pasar.

Selain ayam goreng tepung yang menjadi andalannya, Hisana juga menjual berbagai menu lain seperti kentang goreng, katsu, hingga ice cream. Dengan berkembangnya Hisana yang membuat keberadaannya sudah dikenali oleh banyak orang, menciptakan menu baru tidaklah begitu sulit untuk dikenal.

Dalam hal promosi, para konsumen dengan sendirinya akan merasa penasaran jika melihat menu – menu lain dari Hisana dan mencobanya tanpa diminta karena sudah menyukai rasa dari  ayam goreng Hisana.

Walaupun mengusung konsep utama sebagai makanan take and go atau take away, namun beberapa outlet dari Hisana Fried Chicken sendiri menyediakan tempat duduk untuk dine in bagi para pengunjungnya.

Wakil Direktur Utama dari Hisana juga menyatakan bahwa pihak mereka menargetkan keberadaan total 2000 outlet Hisana pada tahun 2020 di seluruh provinsi di Indonesia. Bila perkembangan mereka sesuai dengan apa yang direncanakan, maka kemungkinan saat ini Hisana sudah memiliki lebih dari 1000 outlet di Indonesia.

3. Menerapkan Konsep Syariah

 
 
 
View this post on Instagram

A post shared by Fried Chicken Indonesia (@hisanaindonesia) on

Banyak dari pebisnis di Indonesia sudah mulai menerapkan konsep – konsep yang mengandung unsur syariah di dalamnya. Hal ini bisa dipengaruhi berbagai faktor seperti kepribadian sang owner, mengikuti tren, ataupun pendapat bahwa memang konsep tersebut yang terbaik.

Bagi Tatang Suharta itu sendiri, dia merasa bahwa cara ini memang yang terbaik untuk memajukan usahanya. Tatang menerapkan sistem dimana setiap karyawan dari Hisana Fried Chicken akan mendapatkan kepemilikan dari perusahaan ini.

Menurut Tatang, hal ini memacu kinerja dari para karyawannya untuk terus berusaha mengambil andil dalam perkembangan Hisana itu sendiri karena merasa bahwa dirinya bukanlah sekedar karyawan melainkan bagian dari pemilik. Dengan begitu, kinerja dari karyawan akan sangat berbeda jauh.

Baca Juga: Peluang Usaha Menggiurkan: Buka Mini Cafe dengan Modal Racikan Mie Instan!

4. Memiliki Target Pasar yang Jelas

 
 
 
View this post on Instagram

A post shared by Fried Chicken Indonesia (@hisanaindonesia) on

Sejak awal pencetusan ide membuat fried chicken “gerobakan” yang terkonsep, Hisana sudah memutuskan siapa yang akan menjadi target pasar mereka dengan jelas. Hisana terang – terangan berusaha untuk merebut target pasar dari para pecinta ayam goreng renyah yang biasa membeli panganan kesukaan mereka dari outlet – outlet yang dianggap sebagai “Raja” dalam industri ini seperti Kentucky Fried Chicken (KFC) ataupun McDonald’s.

Untuk melawan sesuatu yang jauh lebih besar, tentunya Anda memerlukan senjata yang kuat. Pertama, rasa yang tidak kalah dengan ayam goreng buatan para raksasa tersebut. Kedua, harga yang sangat miring. Hisana mengedepankan harga yang jauh lebih murah dibandingkan dengan para kompetitornya, namun tetap memberikan kualitas dan pelayanan yang setara.

Untuk mendapatkan satu potong ayam goreng di Hisana Fried Chicken, Anda hanya perlu merogoh kocek tidak sampai 15 ribu Rupiah, itupun sudah dilengkapi dengan seporsi nasi putih serta saos sambalnya sebagai pelengkap.

Benar saja, usaha Tatang untuk merebut pasar tersebut dapat terbilang cukup sukses. Tidak sedikit orang yang sudah merasa puas dengan rasa yang sangat enak dan harga yang terjangkau.

5. Berasal dari Nama Anak Owner

 
 
 
View this post on Instagram

A post shared by Fried Chicken Indonesia (@hisanaindonesia) on

Nama Hisana itu sendiri diambil dari nama anak keduanya yang lahir ketika ia sedang merintis usaha ini, Hisana Zahra. Mungkin saja ini mempengaruhi kesuksesan Hisana Fried Chicken, namun pastinya kelahiran Hisana Zahra ke dunia memberikan dampak yang positif terhadap Tatang Suharta dan bisnis yang ia jalani.

Teguh dalam Berbisnis

Menjalankan usaha atau bisnis dengan sungguh-sungguh, niscaya akan melahirkan hasil yang tidak mengecewakan. Kesuksesan Tatang Suharta bersama Hisana Fried Chicken miliknya mungkin bisa Anda jadikan contoh serta motivasi untuk berani mengambil langkah pertama dalam menciptakan sebuah usaha.

Selain ide yang menarik, keberanian yang tak tergoyahkan, Tatang juga menunjukan bahwa dalam menjalani sebuah bisnis, pastinya akan ada rintangan yang memaksa untuk jatuh bangun.

Baca Juga: 8 Peluang Usaha Jajanan Sehat dan Murah